Pemprop DKI Minta Maaf ke PGI


Ketum PBNU dan PGI tinjau lokasi bersama 
Pemprop DKI Minta Maaf ke PGI


Jakarta, KOMENTAR
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto mengakui tindakan Satpol PP tidak perlu terjadi. Karena itu, secara resmi Pemprop DKI Jakarta meminta maaf ke PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) terkait aksi penyerbuan dan perusakan Kantor PGI. “Tadi ada pertemuan dengan PGI, masalah sudah selesai, Pemprop DKI siap ganti rugi,” kata Prijanto, kemarin (27/08).

Sedangkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Adang Firman kepada pers mengatakan, ka-sus penyerbuan dan perusakan Kantor PGI, ditindaklanjuti pihaknya. Kini, kasus tersebut ditangani Polres Jakarta Pusat. “Petugas sudah menerima laporan sehubungan kerusakan di Kantor PGI dan sampai tadi (kemarin, red), petugas masih mengumpulkan bukti sekaligus jadwal pemeriksaan setelah penyelidikan di la-pangan selesai,” kata Kapolda seraya mengatakan, 
sejumlah oknum Satpol PP akan dimintai keterangannya. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sendiri, secara resmi telah melaporkan kasus perusakan kantor mereka yang terletak di Jalan Salemba 10, Jakarta Pusat, oleh aparat Satpol PP ke Markas Kepolisian Resort Jakarta Pusat, Selasa (26/08) malam.

Ketua Departemen Pemuda PGI, Janedi Jagau, yang bertindak sebagai pelapor mengatakan, kantor yang merupakan pusat koordinasi ribuan gereja di tanah air tersebut rusak karena dilempar aparat berseragam Satpol PP saat terjadi bentrokan dengan mahasiswa di Jalan Dipone-goro, Selasa petang. “Kami sangat menyesalkan tindakan brutal Satpol PP itu. Kami minta tanggung jawab dari pemerintah,” ujarnya. Secara terpisah, Presiden Dewan Gereja-gereja Sedunia, Pendeta Soritua Albert Ernst Nababan, menyesalkan kasus perusakan Kantor PGI oleh aparat pemerintah. SAE Nababan di depan Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang mengunjungi tempat kejadian, meminta agar penanganan kasus ini harus diselesaikan secepatnya. “Sungguh memprihatinkan kekerasan dilakukan oleh negara,” katanya.

Sedangkan Tokoh Kristen Evangelis (Ev) Erwin A Pohe mendesak aparat kepolisian agar mengusut tuntas penyerangan kantor PGI. “Polisi tidak boleh pandang bulu. Siapa pun yang melakukan perusakan, haruslah ditindak secara tegas,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indone-sia (GMKI), Cabang Jakarta, Charles Hutahayan menuntut agar dilakukan tindakan hukum terhadap Satpol PP terkait penyerangan dan peru-sakan yang dilakukan Selasa. Di tempat yang sama, Kepa-la Dinas Trantib & Linmas Pemprop DKI, Harjanto Ba-djuri menegaskan bahwa penyerangan dimulai dari pancingan dan pelemparan batu serta botol minuman dari sejumlah anggota GMKI. Ia menolak bahwa pihaknya me-mulai penyerang terlebih dulu. Ia juga mengaku mewakili Pemprop DKI meminta maaf atas kejadian yang terjadi dan siap mengganti rugi kerugian yang ada.

Namun Charles membantah pernyataan Badjuri yang mengatakan bahwa anggota GMKI yang memulai pelemparan. Menurutnya, penyerangan terlebih dulu dilakukan Satpol PP karena tidak suka dengan spanduk yang bertuliskan ‘Menolak Pemberlakuan Perda Ketertiban Umum.’ Camat Senen, Hidayatullah, Rabu, mengakui anak buahnya salah dalam penyerangan yang terjadi itu.(spc/zal)

Sumber: Harian Komentar

Iklan

Petani Tembakau Datangi MUI


Laporan wartawan Kompas Kris R Mada

http://kompas. com/read/ xml/2008/ 08/29/14310897/ petani.tembakau. datangi.mui.

SURABAYA, JUMAT- Asosiasi Petani Tembakau Indonesia mendatangi Majelis
Ulama Indonesia
(MUI)Jatim, Jumat (29/8). Mereka meminta MUI tidak
mengeluarkan fatwa pengharaman rokok.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Jatim, Amin Subarkah,
mengatakan, saat ini ada wacana untuk membuat fatwa haram atas rokok.
Fatwa itu akan mematikan jutaan petani tembakau,” ujarnya.

Karena itu mereka memohon MUI Jatim mengkaji ulang wacana itu. Mereka
meminta kontribusi positif tembakau dipertimbangkan. “Setiap tahun
pemerintah mendapatkan Rp 46 triliun dari dana cukai rokok. Tembakau
juga menjadi mata pencarian lebih dari 500.000 petani di Jatim,” ujarnya.

Mereka khawatir MUI akan mengeluarkan fatwa itu jika APTI tidak pernah
datang. Pasalnya, saat ini banyak tekanan kepada MUI agar fatwa itu
dikeluarkan. “Karena Jatim punya posisi penting dalam banyak hal, kami
mohon MUI Jatim menyuarakan ini ke pusat,” ungkapnya.

Undangan Web Press Conference JIHAD


Assalamungalaikom warahmatullahiwabar okatuh

Dengan ini saya mengundang team redaksi media massa untuk hadir pada website konfrensi press yang akan kamia adakan tanggal 27 Agustus 08 hari Rabu siang Jam 12:00 wib di www.bk.com/mujahid.

Kami secara garis besar ingin menyampaikan bahwa bersamaan dengan pelaksanaan eksekusi atas Almukharom Ustadz Kudama, Ustadz Ali Ghufron dan Ustadz Amrozy maka ratusan martir Muslim seDunia akan segera menyusul jihad dan rela mati Syahid di Jalan Allah.

Istana Presiden, sebagian besar kediaman pejabat Pemerintah dan keluarganya yang telah kami dapatkan alamatnya, Kediaman/kompleks Militer,POLRI, Kejaksaan,Kehakiman , dan keluarganya, Gereja, Pura, Vihara, Masjid Ahmadiyah dan tempat hiburan di sebagian besar kota besar di Jawa-Bali-Kalimanta n dan Sumatera, adalah sasaran kami untuk berjihad.

Jadi dengan semangat Jihad fisabilillah, kami akan bersama-sama menyambut pintu surga dan Bidadari Allah mengiringi syahidnya 3 martir besar kami.

Kami taksabar ber Ramadhan diSurga.

Keluarga pejabat dan aparat Indonesia diseluruh Dunia, harap mempersiapkan diri menghadap Allah bersama kami.

Alhamdulillah dukungan dari berbagai pihak menunjukkan besarnya Iman ikhwan dan akhwat.

Untuk keluarga Akhwat dan ikhwan yang telah bersiap menjadi pengantin, semoga kerelaan anda melepas keberangkatan kami bisa mendapat Ridlo Allah SWT, yakinlah kita akan berkumpul kembali di wanginya Jannah.

Kebanggaan bagi martir muslim yang telah mendapat puluhan mujahid muslimah, srikandi pemberani dipewayangan, untuk ikhlas menjadi syuhada bersama tiga ustadz kami.

Bersiaplah media massa dan semua pihak di Indonesia dan belahan Dunia untuk menyambut pesta kami.

Detail acara dan teknis pelaksanaan Jihad Qubro akan kami sampaikan lewat web conference.

Kami harap saudara saudara dari media untuk menjadikan undangan ini sebagai info berharga, menjaga rahasia, dan tidak membocorkan kepada aparat.

Jika ada perubahan2, akan kami sampaikan informasi tambakhan.

Wassalamungalaikom warahmatulohiwabaro katuh

Tim Mujahid 08

 

Sumber:  Martir Muslim (

Homili Bapa Suci pada misa penutupan Hari Pemuda Sedunia 2008


Homili Bapa Suci pada misa penutupan Hari Pemuda Sedunia 2008

Dengan kekuatan Roh Kudus dan dari iman yang teguh, generasi muda
Katolik terpanggil untuk membangun dunia yang menerima, menghargai
serta menumbuh kembangkankan anugerah kehidupan, bukan dunia yang
menolak dan bahkan merusak kehidupan..

Saudara-saudara,

“Kamu akan menerima kuasa jika Roh Kudus turun atasmu” (Kis 1:8).
Kita sudah menyaksikan bahwa janji Allah ini terpenuhi pada saat
Pentekosta, seperti yang kita dengar dalam bacaan pertama. Tuhan
yang bangkit dan duduk disebelah kanan Allah Bapa mengutus Roh Kudus
kepada para murid yang sedang berkumpul diruangan atas.

Dengan kuasa Roh Kudus, Petrus dan para rasul mewartakan Kabar
Sukacita keujung bumi. Di segala jaman dan dalam segala bahasa
Gereja diseluruh dunia terus menerus mewartakan kebesaran Allah dan
memanggil bangsa-bangsa kepada iman, harapan dan kehidupan baru
dalam Kristus.

Saat inipun saya, sebagai penerus Santo Petrus, datang ke tanaah air
yang indah Australia ini untuk menguatkan kalian saudara-saudaraku
dalam iman dan mengundang kalian untuk membuka hati kepada kuasa Roh
Kudus serta menerima anugerah Roh yang tak ternilai harganya itu.
Saya berdoa agar pertemuaan akbar kawula muda dari seluruh dunia ini
menjadi seperti persekutuan para rasul saat Pantekota.(Kis 2:5).

Semoga api cinta kasih Allah di turunkan atas kalian memenuhi hati
kalian, menyatukan kalian sepenuhnya dengan Tuhan dan Gereja serta
mengutus kalian sebagai rasul baru untuk mewartakan Kristus kepada
dunia. “Kalian akan menerima kuasa Jika Roh Kudus turun atas
kalian.” Sabda Tuhan ini memberikan makna yang khusus bagi mereka
yang akan menerima sakramen Krisma pada misa kudus ini.

Sabda Tuhan ini juga ditujukan kepada kita semua-kepada kita semua
yang sudah menerima anugerah Roh rekonsiliasi dan pembaptisan baru;
yang sudah menerima Roh Kudus di dalam hidup sebagai penolong pada
saat menerima sakramen Krisma, dan kita semua yang setiap hari
bertumbuh dalam RahmatNya melalui Ekaristi kudus. Dalam setiap misa
kudus, melalui doa-doa umat Allah, Roh Kudus turun untuk mengubah
roti dan anggur menjadi tubuh dan darah Kristus, untuk mengubah
hidup kita menjadi satu tubuh dan satu Roh dalam Kristus.

Apakah yang dimaksud dengan kuasa Roh Kudus? Kuasa Roh Kudus adalah
kuasa hidup Allah sendiri. Kuasa Roh yang sama seperti Roh yang
melayang-layang dipermukaan air pada saat penciptaan, yang pada
waktunya membangkitkan Yesus dari antara orang mati. Kuasa yang
menuntun kita dan dunia kepada kedatangan kerajaan Allah.

Dalam bacaan Injil hari ini, Jesus mewartakan bahwa dunia baru sudah
datang dengan pencurahan Roh kepada umat manusia (Lk 4:21). Yesus
sendiri yang dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan oleh perawan
Maria, datang kepada kita untuk memberikan Roh Kudus. Sebagai sumber
kehidupan kita dalam Kristus; Roh Kudus nyata-nyata sebagai jiwa
Gereja; Cinta yang menyatukan kita dengan Tuhan dan dengan satu sama
lain; cahaya yang membuka mata kita kepada keajaiban Tuhan ditengah-
tengah kita.

Di Australia ini, “great south land of the Holy Spirit”, kita semua
mempunyai pengalaman yg tak terlupakan akan kehadiran dan kuasa Roh
Kudus melalui keindahan alam ciptaan. Mata kita terbuka untuk
melihat dunia disekitar kita yang digambarkan oleh penyair sebagai
dipenuhi dengan keagungan Tuhan, dipenuhi dengan kuasa dan kasih
Tuhan.

Disinipun, dipertemuan kaum muda katolik dari seluruh dunia ini,
kita mengalami kehadiran Roh Kudus yang nyata didalam kehidupan
Gereja. Kita menyaksikan Gereja sebagai tubuh Kristus, persekutuan
kasih orang beriman yang merangkul orang dari segala ras, bangsa,
bahasa, dan dari berbagai tempat dalam persatuan yang lahir dari
iman kepada Tuhan yang bangkit. Kuasa Roh Kudus tak henti-hentinya
memberi kehidupan kepada Gereja.

Melalui Rahmat sakramen Gereja, kuasa itu juga mengalir dalam diri
kita, seperti aliran air sungai yang memberi santapan kepada Roh
kita dan membawa kita semakin dekat kepada sumber hidup yang sejati
yaitu Kristus. Santo Ignatius dari Antiokia yang mati sebagai martir
di Roma pada awal abad kedua memberi definisi yang indah tentang
kehadiran kuasa Roh dalam hidup kita. Ia berbicara tentang Roh
sebagai sumber air hidup dalam hati kita yang membisikkan: “datang,
datanglah kepada Bapa” (bdk.Rm 6:1-9).

Kuasa Roh ini adalah Rahmat yang tidak kita peroleh karena perbuatan
baik kita tetapi murni sebagai anugerah Allah. Cinta Allah bekerja
jika kita membiarkannya bekerja dari dalam diri kita. Kita
membiarkan kasih Allah menghancurkan kekerasan hati kita, ketidak
pedulian kita, kelemahan hidup rohani kita, kebutaan kita sehingga
kita terbawa arus dunia jaman ini. Hanya dengan demikian kita
memberi kesempatan kepad Roh Kudus untuk membakar semangat kita,
imaginasi kita dan membentuk keinginan kita yang terdalam.

Oleh karena itu doa sangat penting bagi kita: doa harian, doa hening
kita didepan sakramen Maha Kudus, doa-doa liturgy Gereja. Doa adalah
murni tanggapan kita terhadap Rahmat Tuhan, Cinta yang nyata dalam
perbuatan, persekutuan kita dengan Roh yang tinggal dalam diri kita,
menuntun kita melalui Gereja kepada Bapa di Surga. Dalam kuasa Roh,
Yesus selalu hadir dalam hati kita, menanti kita untuk bercengkerama
dalam keheningan bersamaNya, untuk mendengar suaraNya and menjadi
satu dengan CintaNya and untuk menerima kuasa dari surga,
memungkinkan kita menjadi garam dan cahaya dunia.

Pada saat Yesus naik kesurga, Ia bersabda: ” Kamu akan menjadi
saksiku…sampai akhir jaman.”( Kis 1:8).. Di Australia, marilah kita
bersyukur kapada Tuhan atas anugerah iman yang telah diwariskan
seperti harta yang diwariskan dari generasi ke generasi di dalam
persekutuan Gereja. Di sini di Ocenia, marilah kita bersyukur secara
khusus untuk kepahlawanan para Misionaris, para pastor dan religius,
orangtua dan kakek-nenek, guru-guru, ketekis, yang membangun Gereja
di tanah ini; yang terberkati Maria MacKillop, Santo Peter Chanel,
yang terberkati Peter To Rot dan masih banyak lagi yang lain. Kuasa
Roh Kudus tampak dalam hidup mereka dan masih tetap bekerja sampai
saat ini pada mereka yang ditinggalknanya, dalam masyarakat yang
mereka bangun dan yang mereka wariskan kepada kalian.

Saudara kaum muda, saya ingin mengajukan pertanyaan. Apa yang akan
kalian wariskan kepada generasi yang akan datang? Apakah kalian
membangun fondasi yang kuat yang dapat bertahan? Apakah hidup kalian
terbuka untuk Roh Kudus ditengah-tengah dunia yang melupakan Tuhan,
yang menolak Tuhan dengan dalih palsu seperti kebebasan?

Bagaimana kalian menggunakan anugerah yang telah diberikan, kuasa
yang akan diberikan oleh Roh Kudus?Legasi apakah yang akan kalian
wariskan kepada generasi yang akan datang? Kelebihan apa yang akan
kalian ciptakan? Kuasa Roh Kudus tidak hanya menerangi dan menghibur
kita tetapi juga menuntun kita kepada masa depan, kepada kedatangan
kerajaan Allah. Betapa besar rencana penebusan dan pembaharuan
manusia oleh kabar Sukacita pada jaman baru ini!

Santo Lukas mengatakan bahwa Yesus adalah kepenuhan janji Allah; Ia
adalah Mesias yang mempunyai kepenuhan Roh Kudus yang diberikanNya
kepada dunia. Janji pencurahan Roh Kudus kepada manusia itulah yang
merupakan harapan dan pembebasan dari segala sesuatu yang
memperbudak kita.Ia memelikkan orang buta; membebaskan
tawanan,membangun persatuan dan kesatuan dalam keragaman (bdk Lk
4:18-19; Is 61:1-2). Kuasa ini mampu menciptakan dunia baru:
mampu “membaharui muka bumi” (Ps 104:30).

Dengan kekuatan Roh Kudus dan dari iman yang teguh, generasi muda
Katolik terpanggil untuk membangun dunia yang menerima, menghargai
serta menumbuhkan anugerah kehidupan, bukan dunia yang menolak dan
bahkan merusak kehidupan. Dunia baru dimana cinta bukanlah cinta
yang rakus, yang mencari ketenaraan diri sendiri tetapi cinta yang
murni, setia dan bebas, yang terbuka bagi sesama, menghormati harkat
manusia, mencari kebaikan, memancarkan suka cita dan keindahan.
Dunia baru dimana ada harapan yang membebaskan kita dari kedangkalan
hidup, dari apati yang membunuh jiwa dan meracuni relasi kita.

Sahabat-sahabat muda, Tuhan meminta kalian menjadi nabi jaman ini,
menjadi duta cintaNya, mengundang sesama kepada Bapa dan membangun
harapan masa depan bagi semua manusia.

Dunia membutuhkan pembaharuan seperti ini! Di banyak masyarakaat,
seiring dengan kemakmuran materi, terjadi kekeringan rohani:
kekosongan jiwa, ketakutaan yang tidak jelas penyebabnya, keputus-
asaan. Betapa banyaknya manusia jaman kita ini yang dalam pencarian
arti hidup ternyata sia-sia seperti membangun bak air yang kosong,
rapuh dan retak (Yer 2:13); arti hidup yang penuh hanya ditemukan
dalam mengasihi!

Inilah anugerah besar Kabar Suka cita: menyiratkan panggilan
manusia, panggilan untuk menemukaan kepenuhan dalan cinta. Inilah
pewahyuan kebenaran tentang manusia dan kebenaran tentang hidup.

Gereja juga memerlukan pembaharuan semacam ini! Gereja membutuhkan
iman kalian, idealisme kalian,dan kemurahan hati kalian. Dengan
demikian Gereja akan selalu muda dalam Roh (bdk Lumen Gentium 4).
Dalam bacaan kedua hari ini, Rasul Paulus mengingatkan kita bahwa
kita sudah menerima anugerah untuk membangun tubuh Kristus. Gereja
membutuhkan kawula muda. Gereja harus bertumbuh dengan kuasa Roh
Kudus yang memberikan sukacita pada masa muda kalian, yang
memberikan inspirasi untuk melayani Tuhan dengan sukacita. Bukalah
hati kalian bagi kuasa Roh Kudus!

Saya menghimbau ini secara khusus kepada kalian yang terpanggil
sebagai imam dan religius. Jangan takut mengatakan “YA” kepada
Yesus, temukan sukacita dalam melayani kehendakNya, berikan
sepenuhnya hidup kalian sepenuhnya untuk mengejar kekudusan dan
menggunakan semua talenta untuk melayani sesama.

Beberapa saat lagi kita akan merayakan sakramen Krisma. Roh Kudus
akan turun atas para calon. Mereka akan dimeterai dengan anugerah
Roh Kudus dan selanjutnya akan diutus menjadi saksi Kristus. Apakah
artinya dimeterai dengan Roh Kudus? Artinya akan diberi tanda yang
tidak akan bisa terhapus atau diganti dan akan menjadi ciptaan
baru.Bagi yang telah menerima anugerah ini segala sesuatu tidak akan
sama lagi.

Dibaptis dalam Roh (bdk 1 Kor 12;13) artinya dibakar dengan api
cinta Allah. Diberi minum dengan Roh artinya disegarkan dengan
rencana Allah yang indah buat kita dan buat dunia dan selanjutnya
menjadi sumber kesegaran rohani bagi sesama. Dimeterai dengan Roh
Kudus artinya tidak lagi takut bersaksi tentang Kristus. Membiarkan
kebenaran Injil memancar dengan cara kita melihat, berpikir dan
bertindak serta dalam kita bekerja untuk mewujudkan peradaban cinta.

Pada saat kita mendoakan calon Krisma, marilah kita mohon kuasa Roh
Kudus untuk membaharui sakramen Krisma kita juga. Semoga Tuhan
mencurahkan anugerahNya secara berlimpah kepada kita semua yang
hadir di Sydney, di Australia dan bagi semua manusia. Semoga kita
semua satu persatu di perbaharui dalam Roh kebijaksanaan,
pengertian, dengan Roh kebenaran dan keberanian, dengan Roh
pengetahuan dan hormat, dengan Roh keheranan akan kehadiran Allah.

Melalui pengantara Maria, Ibunda Gereja, semoga Hari Kawula Muda
Sedunia yang ke 23 ini menjadi pengalaman seperti yang terjadi pada
hari Pentekosta dimana kita semua terbakar oleh api cinta Roh Kudus,
dan kita semua pergi untuk mewartakan kebangkitan Tuhan Yesus serta
membawa semua orang kepada Tuhan…Amin.

Semoga Orang Muda Katolik Indonesia menjadi lebih berani dalam
mewartakan karya penyelamatan dalam situasi dan kondisi nyata dalam
kehidupan Bangsa dan Negara.Amin, 100% orang Katolik dan 100% orang
Indonesia.

Diterjemahkan oleh P. Ignatius Sudaryanto, CICM

Melbourne (stunas@yahoo. com)

sumber: http://www.mirifica.net/printPage.php?aid=5171

Capres Perseorangan Sudah Tertutup


http://www.kompas. com/index. php/read/ xml/2008/ 08/28/20051958/ capres.perseoran gan.sudah. tertutup.

BANDUNG, KAMIS – Calon presiden dari jalur perseorangan tidak bisa
terakomodasi dalam pemilihan presiden 2009 ini. Untuk itu, para bakal
calon yang berniat memilih jalur perseorangan sebaiknya merapat ke
partai politik agar dapat ikut berkompetisi.

Ketua Mahkamah Konstitusi Moh Mahfud MD mengatakan hal itu di Bandung,
Kamis (28/8). “Karena pencalonan presiden itu sudah ketentuan
konstitusi yang sifatnya limitatif bahwa calon presiden harus diajukan
melalaui parpol,” ujarnya

Mahfud menjelaskan, UUD 1945, terutama pasal 6A ayat 2 menjelaskan
bahwa calon presiden hanya boleh diusung oleh partai politik atau
gabungan partai politik. Konstitusi ini bersifat tertutup, sehingga
tidak ada kemungkinan mencalonkan diri menjadi presiden melaui jalur
lain di luar parpol.

Menurut Mahfud, untuk membuka peluang bagi bakal calon presiden
perseorangan tidak cukup hanya judicial review, melainkan harus
mengamandemen UU 1945. Padahal, amandemen ini butuh waktu lama karena
harus didasari pertimbangan dari berbagai perguruan tinggi dan bila
perlu mengkaji ke luar negeri. “Amandemen yang lalu saja butuh waktu
empat tahun,” kata Mahfud.

Oleh karena itu, Mahfud menyerankan agar orang-orang yang ingin maju
menjadi calon presiden melalui jalur perseorangan mendekati parpol.
Hasyim Muzadi dan SBY merupakan contoh calon independen yang ikut
berlaga di pilpres 2004. Sebelumnya mereka bukan orang parpol.

Meski demikian, kata Mahfud, MK terbuka terhadap pengajuan perkara
pencalonan presiden perseoprangan ini. MK menunggu adanya
argumen-argumen yang dapat dipertimbangkan.

Selain itu, Mahfud mengatakan, dia tidak yakin dengan munculnya
anak-anak muda yang ingin menjadi presiden lewat jalur perseorangan.
Rekam jejak mereka kurang meyakinkan untuk merubah bangsa ini. “Dulu
ada orang-orang seperti Amien Rais dan Yusril Ihza Mahendra. Mereka
lebih hebat daripada calon independen anak muda sekarang ini. Tetapi
hasilnya sama saja,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Gerakan Nasional Calon Independen M Fadjroel Rachman
menggulirkan wacana calon presiden dari kalangan muda melalui jalur
perseorangan. Untuk itu Fadjroel mendesak Mahkamah Konstitusi (MK)
untuk melakukan judicial review UU Nomor 23 Tahun 2003 tentang
Pemilihan Presiden. Fadjroel berharap MK membolehkan munculnya calon
presiden dari jalur perseorangan.

Selain itu, Fadjroel dan Hadar N Gumay dari Cetro mengusulkan agar
dimasukkan kata konvensi dalam revisi UU UU No 23 tahun 2003 tentang
Pemilihan Presiden.

Fadjroel juga mendesak amandemen UUD 1945 Pasal 6A Ayat 2. Dia
berharap pasal ini direvisi sehingga calon perseorangan berpeluang
mencalonkan diri menjadi presiden.

Para frater dan Imam diminta berjalan bersama masyarakat di jalur politik


Para frater dan Imam diminta berjalan bersama masyarakat di jalur politik

 Jakarta (UCAN) —  Seorang intelektual beragama Katolik menyarankan para frater dan imam agar mendidik dan mendampingi masyarakat dalam hal politik, khususnya karena bangsa Indonesia menghadapi pemilihan umum (Pemilu) pada April mendatang.

 Joseph Kristiadi, seorang peneliti senior dari Center for Strategic and International Studies (CSIS) yang berbasis di Jakarta, mengatakan kepada 43 frater dan tujuh imam yang menghadiri seminar baru-baru ini, “Saya mengajak para frater dan imam untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar mereka bisa berpartisipasi dalam Pemilu dan memilih berdasarkan hati nurani.”

 Seminar bertema “Meningkatkan Semangat Patriotisme” itu diadakan di Pondok Bambu, Jakarta Timur, pada 16 Agustus, sehari sebelum perayaan Hari Kemerdekaan Indonesia Ke-63. Skolastikat Sang Tunas dari Kongregasi Hati Tak Bernoda Maria (CICM) mengadakan acara tersebut.

 “Politik itu tremendum sed fascinosum (menakutkan tapi menarik), namun kalian tidak perlu takut dengan politik,” kata Kristiadi kepada peserta seminar.

       “Meski para pelaku politik cenderung membuat politik menjadi sesuatu yang negatif di mata masyarakat, politik itu (pada dirinya sendiri) bagus,” tegas pakar politik itu. Politik adalah “tanda dan sarana keselamatan,” katanya, dan “kita diajak untuk bekerjasama menciptakan kehidupan politik yang lebih baik guna mencapai masyarakat yang adil dan sejahtera.”

 Ia mengakui bahwa sejumlah politisi dan partai politik tertentu mencoba memperoleh suara dengan membagi sembako atau uang kepada masyarakat. Oleh karena itu, katanya, para frater dan imam hendaknya “berperan lebih aktif dalam mendidik dan mendampingi masyarakat yang mudah terpengaruh oleh banyak godaan.”

 Menurut Kristiadi, pendidikan politik itu penting bagi para frater dan imam serta bagi umat Katolik lainnya. “Saya yakin bahwa politik itu mulia,” katanya kepada mereka, “dan oleh karena itu para frater dan imam punya tugas penting. Kalian diutus untuk menyelamatkan umat manusia yang tertindas dan mengalami ketidakadilan.”

       Ia juga mengatakan bahwa Partai Kasih Demokrasi Indonesia yang berbasis Katolik dan semua partai politik yang berbasis agama yang akan bersaing dalam Pemilu mendatang seharusnya tidak perlu ada, “karena politik tidak bisa dipersatukan oleh agama.”

 Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyetujui 38 partai politik, termasuk partai-partai berbasis agama untuk Pemilu yang diadakan 9 April 2009. KPU juga menetapkan masa kampanye sembilan bulan, mulai 8 Juli.

 Marselino Vincentius Polakan dan para frater lainnya yang mengikuti seminar tiga jam itu mengatakan kepada UCA News bahwa seminar itu bermanfaat. Ia mengatakan, “Saya kini paham bahwa politik itu sesuatu yang mulia yang bisa dipakai sebagai alat untuk membawa masyarakat ke jalan keselamatan.” Sebelum seminar, katanya, ia tidak pernah membayangkan bahwa mengomentari para calon presiden dan anggota legislatif “berhubungan dengan panggilan imamat saya.”

 Daniel Wisnu Bintoro menambahkan, “Selain teologi dan filsafat, kami para frater juga perlu memahami politik karena bagaimanapun kami akan turun ke ‘dunia nyata.'”

 Marianus Frederikus Gati berpendapat lain: “Seminar ini perlu bagi kami yang akan menjadi misionaris di negara lain. Tentu saja orang akan menanyakan kepada kami tentang situasi politik di Indonesia, karena orang lebih mengenal kami sebagai orang Indonesia.”

 Sementara itu, Pastor Sylvester Asa CICM, pimpinan Skolastikat Sang Tunas, berbicara pada pembukaan seminar bahwa skolastikat mengadakan acara seperti itu setiap tahun, biasanya sehari sebelum Hari Kemerdekaan, “untuk memberikan masukan kepada para frater dan juga imam agar mereka tidak sekedar belajar filsafat dan teologi tapi harus mengetahui situasi politik di tanah air.”

 Ia mengingatkan peserta bahwa Hari Kemerdekaan bukan sekedar acara seremonial dan perlombaan tradisional, “tapi juga merupakan saat yang tepat untuk memperdalam pengetahuan para frater dan imam tentang politik.”  

Source:     www.ucanews.com

LENTERA JIWA: Mengapa Andy Noya keluar dari Metro TV?


Artikel menarik dari situs Kick Andy….

LENTERA JIWA

source: http://kickandy. com/?ar_id= MTEzOA==

Banyak yang bertanya mengapa saya mengundurkan diri sebagai pemimpin redaksi Metro TV. Memang sulit bagi saya untuk meyakinkan setiap orang yang bertanya bahwa saya keluar bukan karena ¡pecah kongs dengan Surya Paloh, bukan karena sedang marah atau bukan dalam situasi yang tidak menyenangkan. Mungkin terasa aneh pada posisi yang tinggi, dengan power yang luar biasa sebagai pimpinan sebuah stasiun televisi berita, tiba-tiba saya mengundurkan diri.

Dalam perjalanan hidup dan karir, dua kali saya mengambil keputusan sulit. Pertama, ketika saya tamat STM. Saya tidak mengambil peluang beasiswa ke IKIP Padang. Saya lebih memilih untuk melanjutkan ke Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta walau harus menanggung sendiri beban uang kuliah. Kedua, ya itu tadi, ketika saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari Metro TV.

Dalam satu seminar, Rhenald Khasali, penulis buku Change yang saya kagumi, sembari bergurau di depan ratusan hadirin mencoba menganalisa mengapa saya keluar dari Metro TV. Andy ibarat ikan di dalam kolam. Ikannya terus membesar sehingga kolamnya menjadi kekecilan. Ikan tersebut terpaksa harus mencari kolam yang lebih besar.

Saya tidak tahu apakah pandangan Rhenald benar. Tapi, jujur saja, sejak lama saya memang sudah ingin mengundurkan diri dari Metro TV. Persisnya ketika saya membaca sebuah buku kecil berjudul Who Move My Cheese.Bagi Anda yang belum baca, buku ini bercerita tentang dua kurcaci. Mereka hidup dalam sebuah labirin yang sarat dengan keju. Kurcaci yang satu selalu berpikiran suatu hari kelak keju di tempat mereka tinggal akan habis. Karena itu, dia selalu menjaga stamina dan kesadarannya agar jika keju di situ habis, dia dalam kondisi siap mencari keju di tempat lain. Sebaliknya, kurcaci yang kedua, begitu yakin sampai kiamat pun persediaan keju tidak akan pernah habis.

Singkat cerita, suatu hari keju habis. Kurcaci pertama mengajak sahabatnya untuk meninggalkan tempat itu guna mencari keju di tempat lain. Sang sahabat menolak. Dia yakin keju itu hanya dipindahkan oleh seseorang dan nanti suatu hari pasti akan dikembalikan. Karena itu tidak perlu mencari keju di tempat lain. Dia sudah merasa nyaman. Maka dia memutuskan menunggu terus di tempat itu sampai suatu hari keju yang hilang akan kembali. Apa yang terjadi, kurcaci itu menunggu dan menunggu sampai kemudian mati kelaparan. Sedangkan kurcaci yang selalu siap tadi sudah menemukan labirin lain yang penuh keju. Bahkan jauh lebih banyak dibandingkan di tempat lama.

Pesan moral buku sederhana itu jelas: jangan sekali-kali kita merasa nyaman di suatu tempat sehingga lupa mengembangkan diri guna menghadapi perubahan dan tantangan yang lebih besar. Mereka yang tidak mau berubah, dan merasa sudah nyaman di suatu posisi, biasanya akan mati digilas waktu.

Setelah membaca buku itu, entah mengapa ada dorongan luar biasa yang menghentak-hentak di dalam dada. Ada gairah yang luar biasa yang mendorong saya untuk keluar dari Metro TV. Keluar dari labirin yang selama ini membuat saya sangat nyaman karena setiap hari keju itu sudah tersedia di depan mata. Saya juga ingin mengikuti lentera jiwa saya. Memilih arah sesuai panggilan hati. Saya ingin berdiri sendiri.

Maka ketika mendengar sebuah lagu berjudul Lentera Hati yang dinyanyikan Nugie, hati saya melonjak-lonjak. Selain syair dan pesan yang ingin disampaikan Nugie dalam lagunya itu sesuai dengan kata hati saya, sudah sejak lama saya ingin membagi kerisauan saya kepada banyak orang.
Dalam perjalanan hidup saya, banyak saya jumpai orang-orang yang merasa tidak bahagia dengan pekerjaan mereka. Bahkan seorang kenalan saya, yang sudah menduduki posisi puncak di suatu perusahaan asuransi asing, mengaku tidak bahagia dengan pekerjaannya. Uang dan jabatan ternyata tidak membuatnya bahagia. Dia merasa lentera jiwanya ada di ajang pertunjukkan musik. Tetapi dia takut untuk melompat. Takut untuk memulai dari bawah. Dia merasa tidak siap jika kehidupan ekonominya yang sudah mapan berantakan. Maka dia menjalani sisa hidupnya dalam dilema itu. Dia tidak bahagia.

Ketika diminta untuk menjadi pembicara di kampus-kampus, saya juga menemukan banyak mahasiswa yang tidak happy dengan jurusan yang mereka tekuni sekarang. Ada yang mengaku waktu itu belum tahu ingin menjadi apa, ada yang jujur bilang ikut-ikutan pacar (yang belakangan ternyata putus juga) atau ada yang karena solider pada teman. Tetapi yang paling banyak mengaku jurusan yang mereka tekuni sekarang — dan membuat mereka tidak bahagia — adalah karena mengikuti keinginan orangtua.

Dalam episode Lentera Jiwa (tayang Jumat 29 dan Minggu 31 Agustus 2008), kita dapat melihat orang-orang yang berani mengambil keputusan besar dalam hidup mereka. Ada Bara Patirajawane, anak diplomat dan lulusan Hubungan Internasional, yang pada satu titik mengambil keputusan drastis untuk berbelok arah dan menekuni dunia masak memasak. Dia memilih menjadi koki. Pekerjaan yang sangat dia sukai dan menghantarkannya sebagai salah satu pemandu acara masak-memasak di televisi dan kini memiliki restoran sendiri. Saya sangat bahagia dengan apa yang saya kerjakan saat ini, ujarnya. Padahal, orangtuanya menghendaki Bara mengikuti jejak sang ayah sebagai dpilomat.

Juga ada Wahyu Aditya yang sangat bahagia dengan pilihan hatinya untuk menggeluti bidang animasi. Bidang yang menghantarkannya mendapat beasiswa dari British Council. Kini Adit bahkan membuka sekolah animasi. Padahal, ayah dan ibunya lebih menghendaki anak tercinta mereka mengikuti jejak sang ayah sebagai dokter.Simak juga bagaimana Gde Prama memutuskan meninggalkan posisi puncak sebuah perusahaan jamu dan jabatan komisaris di beberapa perusahaan. Konsultan manajemen dan penulis buku ini memilih tinggal di Bali dan bekerja untuk dirinya sendiri sebagai public speaker.

Pertanyaan yang paling hakiki adalah apa yang kita cari dalam kehidupan yang singkat ini? Semua orang ingin bahagia. Tetapi banyak yang tidak tahu bagaimana cara mencapainya.

Karena itu, beruntunglah mereka yang saat ini bekerja di bidang yang dicintainya. Bidang yang membuat mereka begitu bersemangat, begitu gembira dalam menikmati hidup. Bagi saya, bekerja itu seperti rekreasi. Gembira terus. Nggak ada capeknya, ujar Yon Koeswoyo, salah satu personal Koes Plus, saat bertemu saya di kantor majalah Rolling Stone. Dalam usianya menjelang 68 tahun, Yon tampak penuh enerji. Dinamis. Tak heran jika malam itu, saat pementasan Earthfest2008, Yon mampu melantunkan sepuluh lagu tanpa henti. Sungguh luar biasa. Semua karena saya mencintai pekerjaan saya. Musik adalah dunia saya. Cinta saya. Hidup saya, katanya.

Berbahagialah mereka yang menikmati pekerjaannya. Berbahagialah mereka yang sudah mencapai taraf bekerja adalah berekreasi. Sebab mereka sudah menemukan lentera jiwa mereka.

 
***