PIDATO ANAK 12 TAHUN SEVERN SUZUKI TENTANG LINGKUNGAN HIDUP DI SIDANG PBB


Sumber: The Collage Foundation

Halo, nama Saya Severn Suzuki, berbicara mewakili E.C.O – Enviromental Children Organization
Kami adalah kelompok dari Kanada yg terdiri dari anak-anak berusia 12 dan 13 tahun, yang mencoba membuat perbedaan: Vanessa Suttie, Morga, Geister, Michelle Quiq dan saya sendiri. Kami menggalang dana untuk bisa datang kesini sejauh 6000 mil untuk memberitahukan pada anda sekalian orang dewasa bahwa anda harus mengubah cara anda, hari ini di sini juga. Saya tidak memiliki agenda tersembunyi. Saya menginginkan masa depan bagi diri saya saja.
Kehilangan masa depan tidaklah sama seperti kalah dalam pemilihan umum atau rugi dalam pasar saham. Saya berada disini untuk berbicara bagi semua generasi yg akan datang.
Saya berada di sini mewakili anak-anak yg kelaparan di seluruh dunia yang tangisannya tidak lagi terdengar.
Saya berada di sini untuk berbicara bagi binatang-binatang yang sekarat yang tidak terhitung jumlahnya diseluruh planet ini karena kehilangan habitatnya. Kami tidak boleh tidak di dengar.
Saya merasa takut untuk berada dibawah sinar matahari karena berlubangnya lapisan OZON. Saya merasa takut untuk bernafas karena saya tidak tahu ada bahan kimia apa yg dibawa oleh udara.
Saya sering memancing di Vancouver bersama ayah saya hingga beberapa tahun yang lalu kami menemukan bahwa ikan-ikannya penuh dengan kanker.
Dan sekarang kami mendengar bahwa binatang-binatang dan tumbuhan satu persatu mengalami kepunahan tiap harinya – hilang selamanya.
Dalam hidup saya, saya memiliki mimpi untuk melihat kumpulan besar binatang-binatang liar, hutan rimba dan hutan tropis yang penuh dengan burung dan kupu-kupu. Tetapi sekarang saya tidak tahu apakah hal-hal tersebut bahkan masih ada untuk dilihat oleh anak saya nantinya.
Apakah anda sekalian harus khawatir terhadap masalah-masalah kecil ini ketika anda sekalian masih berusia sama serperti saya sekarang?
Semua ini terjadi di hadapan kita dan walaupun begitu kita masih tetap bersikap bagaikan kita masih memiliki banyak waktu dan semua pemecahannya.

Saya hanyalah seorang anak kecil dan saya tidak memiliki semua pemecahannya. Tetapi saya ingin anda sekalian menyadari bahwa anda sekalian juga sama seperti saya!
Anda tidak tahu bagaimana caranya memperbaiki lubang pada lapisan ozon kita.
Anda tidak tahu bagaiman cara mengembalikan ikan-ikan salmon ke sungai asalnya.
Anda tidak tahu bagaimana caranya mengembalikan binatang-binatang yang telah punah.
Dan anda tidak dapat mengembalikan hutan-hutan seperti sediakala di tempatnya, yang sekarang hanya berupa padang pasir. Jika anda tidak tahu bagaima cara memperbaikinya. TOLONG BERHENTI MERUSAKNYA!
Di sini anda adalah delegasi negara-negara anda. Pengusaha, anggota perhimpunan, wartawan atau politisi – tetapi sebenarnya anda adalah ayah dan ibu, saudara laki-laki dan saudara perempuan, paman dan bibi – dan anda semua adalah anak dari seseorang.

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa kita semua adalah bagian dari sebuah keluarga besar, yang beranggotakan lebih dari 5 milyar, terdiri dari 30 juta rumpun dan kita semua berbagi udara, air dan tanah di planet yang sama – perbatasan dan pemerintahan tidak akan mengubah hal tersebut.
Saya hanyalah seorang anak kecil namun begitu saya tahu bahwa kita semua menghadapi permasalahan yang sama dan kita seharusnya bersatu untuk tujuan yang sama.
Walaupun marah, namun saya tidak buta, dan walaupun takut, saya tidak ragu untuk memberitahukan dunia apa yang saya rasakan.
Di negara saya, kami sangat banyak melakukan penyia-nyiaan. Kami membeli sesuatu dan kemudian membuang nya, beli dan kemudian buang.
Walaupun begitu tetap saja negara-negara di Utara tidak akan berbagi dengan mereka yang memerlukan.
Bahkan ketika kita memiliki lebih dari cukup, kita merasa takut untuk kehilangan sebagian kekayaan kita, kita takut untuk berbagi.
Di Kanada kami memiliki kehidupan yang nyaman, dengan sandang, pangan dan papan yang berkecukupan – kami memiliki jam tangan, sepeda, komputer dan perlengkapan televisi.
Dua hari yang lalu di Brazil sini, kami terkejut ketika kami menghabiskan waktu dengan anak-anak yang hidup di jalanan. Dan salah satu anak tersebut memberitahukan kepada kami: “Aku berharap aku kaya, dan jika aku kaya, aku akan memberikan anak-anak jalanan makanan, pakaian dan obat-obatan, tempat tinggal, cinta dan kasih sayang ” .
Jika seorang anak yang berada dijalanan dan tidak memiliki apapun, bersedia untuk berbagi, mengapa kita yang memiliki segalanya masih begitu serakah?
Saya tidak dapat berhenti memikirkan bahwa anak-anak tersebut berusia sama dengan saya, bahwa tempat kelahiran anda dapat membuat perbedaan yang begitu besar, bahwa saya bisa saja menjadi salah satu dari anak-anak yang hidup di Favellas di Rio; saya bisa saja menjadi anak yang kelaparan di Somalia ; seorang korban perang timur tengah atau pengemis di India .

Saya hanyalah seorang anak kecil, namun saya tahu bahwa jika semua uang yang dihabiskan untuk perang dipakai untuk mengurangi tingkat kemiskinan dan menemukan jawaban terhadap permasalahan alam, betapa indah jadinya dunia ini.
Di sekolah, bahkan di taman kanak-kanak, anda mengajarkan kami untuk berbuat baik. Anda mengajarkan pada kami untuk tidak berkelahi dengan orang lain, untuk mencari jalan keluar, membereskan kekacauan yang kita timbulkan; untuk tidak menyakiti makhluk hidup lain, untuk berbagi dan tidak tamak. Lalu mengapa anda kemudian melakukan hal yang anda ajarkan pada kami supaya tidak boleh dilakukan tersebut?
Jangan lupakan mengapa anda menghadiri konperensi ini, mengapa anda melakukan hal ini – kami adalah anak-anak anda semua. Anda sekalianlah yang memutuskan, dunia seperti apa yang akan kami tinggali. Orang tua seharus nya dapat memberikan kenyamanan pada anak-anak mereka dengan mengatakan, ” Semuanya akan baik-baik saja , ‘kami melakukan yang terbaik yang dapat kami lakukan dan ini bukanlah akhir dari segalanya.”
Tetapi saya tidak merasa bahwa anda dapat mengatakan hal tersebut kepada kami lagi. Apakah kami bahkan ada dalam daftar prioritas anda semua? Ayah saya selalu berkata, “Kamu akan selalu dikenang karena perbuatanmu, bukan oleh kata-katamu” .
Jadi, apa yang anda lakukan membuat saya menangis pada malam hari.
Kalian orang dewasa berkata bahwa kalian menyayangi kami. Saya menantang A N D A , cobalah untuk mewujudkan kata-kata tersebut.

Sekian dan terima kasih atas perhatiannya.

Iklan

Rahasia Sukses Orang Tionghoa: 3C


Buku yang mengupas tentang rahasia keberhasilan orang-orang Tionghoa asal Hokian banyak dikupas.

Konon orang-orang Tionghoa asal suku Hokian memiliki falsafah yang disebut 3C untuk kesuksesan mereka.

3C tersebut adalah :

1.Cengli.
Kalau ingin sukses, cara kita bekerja mesti cengli alias adil.. Dengan kata lain kita harus jujur, tidak curang dan bisa dipercaya. Ini membuat banyak orang suka bekerja sama dengan kita. Semakin dipercaya, maka pintu pun semakin terbuka lebar bagi kesuksesan kita.

2. Cincai.
Artinya orang yang mudah memberi, tidak terlalu banyak perhitungan dan bukan tipe orang yang sulit. Uniknya, orang-orang yang mudah memberi seperti ini juga mudah mendapat. Dari sudut pandang Firman Tuhan , maka itulah yang disebut hukum tabur tuai. Sebaliknya jika termasuk orang yang sulit, pelit, terlalu banyak perhitungan baik dengan Tuhan maupun sesama, maka berkat juga susah turun untuk orang-orang seperti ini.

3. Coan.
Artinya orang kerja adalah wajar kalau mengharapkan keuntungan. Namun, fokus utamanya bukan apa yang kita dapatkan, tapi apa yang berikan. Kita harus sering mengajukan pertanyaan dalam diri kita, apakah yang kita lakukan sudah sebanding dengan apa yang kita dapatkan? Apakah kwalitas dan kontribusi kita sebanding dengan hasil yang kita terima?

Ketiga uraian di atas adalah 3C yang harus dilakukan , maka orang Hokian punya pantangan juga dalam bekerja atau berbisnis yang disebut dengan 3C.

C yang pertama adalah Ciok (hutang). Hutang kalau bayar tidak apa, tapi jadi repot kalau menjadi C yang kedua yaitu Ciak ( dimakan saja). Lebih tidak tanggung jawab lagi kalau kemudian orang tersebut melakukan C yang ketiga yaitu Cao (lari).

Semoga rahasia sukses ala suku Hokian ini, meskipun bernada humor, tapi bisa menjadi inspirasi bagi Anda!

Kalau orangnya melarikan diri bawa uang banyak… namanya CIAK LAT
Dari Mailing list BC

AKTIVIS BENDERA DITANGKAP, MATIKAH DEMOKRASI KITA?


OLEH: ARIEF TURATN0

KABAR dari Bandung, Jawa Barat (Jabar) malam ini menyebutkan, dua aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Ferdy Semaun dan Mustar Bonaventura ditangkap tim gabungan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. Dan setelah ditangkap di suatu tempat, keduanya segera diangkut ke Jakarta. Pertanyaan dan persoalannya adalah apakah dengan ditangkapnya dua aktivis Bendera tersebut, demokrasi di Indonesia akan mati?

Tidak! Ini jawaban yang pasti. Karena dunia sekarang tengah mnengalami perubahan. Era teknologi, dan canggihnya jaringan informasi, serta tekanan dunia internasional, yang menbuat siapa pun tidak mungkin mampu membendung demokrasi. Beberapa negara yang semula dengan ketat memprotek negaranya sedemikian rupa pun akhirnya harus menyerah terhadap arus demokrasi tersebut. Misalnya Republik Rakyat Cina.

Memang sampai sekarang RRC tetap konsisten dengan ideologinya, yakni komunis. Namun komunis Cina sekarang berbeda dengan komunis sebelumnya. Cina sekarang lebih well come terhadap artus demokrasi yang datang dari luar. Karena itulah, Cina mengalami kemajuan yang luar biasa, terutama di bidang ekonomi dan industri. Demikian pula dengan Rusia. Meskipun negara ini pun tetap konsisten dengan ajaran komunisnya, tetapi mereka membiarkan arus demokrasi berkembang sewajarnya di negara tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Sebagaimana sering saya ungkapkan di rubric ini. Bahwa sejak tahun 1998, kita telah menapaki jaman baru. Yakni jaman demokrasi, dimana semua orang berhak menyuarakan pendapatnya, seperti diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Dan hal itu secara nyata dipraktekan dengan baik dan konsekwen oleh ketiga pemimpin kita, yakni Presiden BJ Habibie, KH Abdurahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diawalinya, adalah seorang perwira tinggi militer yang memiliki pengetahuan yang luas dan moderen. Karena itu banyak orang memilihnya untuk menjadi Presiden RI sampai dua periode, 2004-2009 dan 2009-2014. Harapannya tentu agar SBY mampu mengawal demokrasi yang sedang dikembangkan di Indonesia. Dan semua orang tentu tidak memperhitungkan, jika tindakan pemerintahan SBY seperti sekarang, yakni membiarkan aparat menangkap aktivis yang bermaksud menyuarakan pendapatnya?

Mungkin saja kedua pentolan LSM Bendera Ferdy Semaun dan Mustar Bonaventura memang melakukan kesalahan, sebagaimana yang dilaporkan para pembantu Presiden dan keluarga SBY. Namun, tentunya hal itu harus melalui mekanisme yang benar atau dibenarkan menurut tata aturan yang ada. Artinya, kalau mereka bersalah, panggilan atau undanglah mereka untuk datang ke kepolisian. Dan berikan surat teguran atau ultimatum kepada keduanya, kalau memang ketika dipanggil sengaja menghindar.

Selain itu, mestinya polisi pun harus bertindak adil dan tidak berat sebeleh. Karena sebelumnya, kedua aktivis itu telah melaporkan orang-orang yang kemudian melaporkan balik kepada keduanya dengan tuduhan telah melakukan fintah. Seharusnya, kalau polisi tidak ingin dituding berat sebelah, maka polisi pun segera memeriksa orang-orang yang dituding menerima aliran dana dari Bank Century seperti yang disangkakan oleh Ferdy dan Mustar. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang bersangkutan, dan polisi menemukan kenyataan bahwa tudingan tersebut adalah fitnah. Barulah polisi melakukan penangkapan atau pemeriksaan terhadap Ferdy dan Mustar.

Sepanjang mekanisme semacam itu tidak dipatuhi atau tak dipenuhi polisi, maka jangan salahkanataupun heran jika masyarakat menuding polisi berstandar ganda. Yakni satu pihak polisi bersikap tegas, di sisi lain polisi ternyata lebih lunak. Jika asumsi atau alasan ini benar, maka sungguh sekali lagi kredibilitas polisi benar-benar tengah dipertaruhkan. (*)

http://jakartapress.com/www.php/news/id/11581/Aktivis-Bendera-Ditangkap-Matikah-Demokrasi-Kita.jp

16 Ormas Islam Bekasi Menyegel Gereja Galilea


INILAH.COM, Bekasi – Ratusan umat muslim yang berasal dari 16 Organisasi Masyarakat (Ormas) Islam di wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat, akan menutup paksa aktivitas peribadahan umat kristiani di Gereja Galileo, Perumahan Taman Galaxy, Kelurahan Jaka Setia, Kecamatan Bekasi Selatan.

“Kagiatan ini akan kami lakukan, Senin (15/2), mulai pukul 08:00 WIB. Karena keberadaannya sudah sangat meresahkan warga setempat yang mayoritasnya beragama muslim,” ujar Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya, Murhali Barda di Bekasi, Minggu (15/2).

Menurut Murhali, keresahan warga muslim sekitar terhadap keberadaan Gereja yang berlokasi di lingkungan Pulau Minas, Perumahan Villa Galxy tersebut, karena munculnya dugaan upaya Kristenisasi dari pihak pengelola Gereja.

“Laporan dari beberapa jemaah kami menyebutkan, internal Gereja kerap menggelar pembagian Sembako murah namun dengan embel-embel mengakui Yesus sebagai Tuhan mereka. Hal itu saya nilai sebagai pelanggaran,” katanya.

Selain itu, kata dia, di kawasan itu telah berdiri sedikitnya enam Gereja dan sejumlah rumah tempat tinggal yang fungsinya dialihkan menjadi tempat beribadah. “Pada malam hari, pujian terhadap Tuhan mereka dalam bentuk nyanyian mengganggu waktu beristirahat warga,” katanya.

Murhali mengaku yakin, sejumlah perizinan pembangunan Gereja tersebut belum sepenuhnya lengkap. Alasannya, sebagian besar masyarakat setempat belum memberikan izin penggunaan lahan.

“Buktinya, sampai sekarang masih banyak spanduk penolakan warga yang terpasang di sejumlah gang dan kawasan pusat keramaian terhadap pendirian bangunan tersebut,” ujar Murhali.

Berdasarkan situasi ini, kata dia, Dewan Dakwah Bekasi (DDB) bersama dengan Ormas Islam lainnya menyampaikan pernyataan sikap, yakni memprotes keras pendirian Gereja Galilea dan mendesak pihak-pihak yang berwenang seperti Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pemerintah setempat agar dengan tegas menutup aktivitas itu sebagaimana diatur dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) dua Menteri tahun 2007 tetang pendirian rumah ibadah.

“Dalam SKB antara Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri dikatakan, pendirian rumah ibadah minimal harus memiliki 60 persen persetujuan masyarakat sekitar,” ujarnya.

Dikatakan Murhali, ratusan massa yang rencananya akan melakukan penyegelan Gereja Galilea berasal dari Dewan Dakwah Bekasi, Dewan Dakwah Kecamatan Cabang Bungin, Masyarakat Muara Gembong, Bina An Nisa Dewan Da?wah Bekasi, Irene Centre, Majelis Mujahidin Indonesia(MMI).

“Forum Silaturahmi Masjid dan Mushala Galaxi, Front Pembela Islam(FPI), Forum Remaja Islam Medan Satria, FKUB, Persatuan Islam (PERSIS), Komite Penegak Syariah (KPS), Muhammadiyah, Gerakan Pemuda Islam(GPI), Masyarakat Peduli Syariah (MPS), dan Gabungan Remaja Islam (GARIS),” ujarnya.

Sementara itu pihak pengelola Gereja Galilea belum dapat memberikan komentar apa pun terkait situasi ini. Kendati demikian, salah seorang petugas kemanan setempat mengaku telah mengetahui adanya rencana tersebut. Sejumlah polisi juga tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi.

Secara terpisah, Kasat Reskrim Polrestro Bekasi, Kompol Budi Sartono, mengimbau kepada demonstran untuk menjalankan aksinya secara tertib tanpa perlu melakukan anarki. Pihaknya tidak akan mentolerir oknum masyarakat yang terbukti kuat melakukan tindakan provokasi hingga menyebabkan anarki.

“Bila terdapat kekurangan, mari kita perbaiki secara kekeluargaan. Polisi bersama dengan pemerintah selalu terbuka untuk melakukan penyempurnaan berbagai pandangan yang kita anut bersama,” ujarnya. [*/bar]

Sumber: Inilah.com

Mengapa Hari Valentine itu Haram?


Sebentar lagi perayaan Velentine, pada 14 Februari 2010. Saya coba membaca kisah perayaan hari Valentine dalam sejarah. Namun ternyata bagi umat Islam, hari Valentine itu HARAM. Lalu saya coba mencari apa alasannya.

Saya coba mencari di situs-situs melalui Mr. Google, tentang haramnya Google. Akhirnya saya temukan bahwa Velentine itu haram karena:

  1. Islam memang mengajarkan hidup dengan penuh kasih sayang. Namun konotasi perayaan saban 14 Februari itu adalah dipersembahkan kepada dewa-dewa. Sehingga perayaan Hari Valentine bagi umat Islam, jelas masuk kategori menyimpang
  2. Hari Valentine jelas tidak ada kaitannya sama sekali dengan Islam dan nilai-nilai budaya Islam.
  3. Ma’ruf menjelaskan, yang haram bukan hari Valentine-nya, tapi perayaan yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperingati hari cinta tersebut. Namun cara memperingatinya yang haram karena sudah banyak yang menyimpang,” tambahnya.
  4. di Arab Saudi mufti, Syeikh Abdul Aziz al-Sheikh pernya menfatwakan, peringatan mengenang santo (sebuah tradisi Kristen) ini termasuk jenis “penyembah berhala”.
  5. Ketua MUI Kota Medan:  karena menurutnya asal perayaan hari kasih sayang tersebut bukan dari agama Islam
  6. mengajarkan budaya hura-hura dan juga budaya asing, perayaan hari valentine disusupi muatan ajaran agama lain yang tak sesuai dengan Islam
  7. valentine itu tidak ada manfaatnya meskipun pada dasarnya hari valentine itu merupakan ungkapan perasaan semua umat manusia untuk saling menyayangi

Dengan berbagai alasan itu, akhirnya saya tahu sedikit mengapa Hari Valentine itu haram bagi umat Islam. Jadi bagi yang merasa perayaan itu haram jangan merayakan, namun bagi yang merasa adan manfaat perayaan itu dan tidak bertentangan dengan agamanya, rayakan saja. Perayaan itu bermakna hanya karena manusia yang memaknainya dengan dengan benar.

HARI VALENTINE DALAM MARTIROLOGI


St.Valentine dan Hari Valentine

P. William P. Saunders
Dalam martirologi kuno, disebutkan ada tiga St Valentine yang berbeda, yang pestanya sama-sama dirayakan pada tanggal 14 Februari. Sayangnya, kita tidak punya cukup catatan sejarah mengenainya.

St Valentine yang pertama adalah seorang imam dan dokter di Roma. Ia, bersama dengan St Marius dan keluarganya, menghibur para martir pada masa penganiayaan oleh Kaisar Claudius II. Pada akhirnya, St Valentine juga ditangkap, dijatuhi hukuman mati karena imannya, didera dengan pentung dan akhirnya dipenggal kepalanya pada tanggal 14 Februari 270. Ia dimakamkan di Flaminian Way. Di kemudian hari, Paus Julius I (thn 333-356) mendirikan sebuah basilika di lokasi tersebut yang melindungi makam St Valentine. Penggalian-penggalian arkeologis yang dilakukan pada tahun 1500-an dan 1800-an menemukan bukti akan adanya makam St Valentine. Tetapi, pada abad ke-13, relikwinya dipindahkan ke Gereja Santo Praxedes dekat Basilika St Maria Mayor, di mana relikwi berada hingga sekarang. Juga, sebuah gereja kecil dibangun dekat Gerbang Flaminian di Roma yang dikenal sebagai Porta del Popolo, tetapi yang pada abad ke-12 disebut sebagai “Gerbang St Valentine,” seperti dicatat oleh ahli sejarah Inggris kuno William Somerset (juga dikenal sebagai William dari Malmesbury, wafat thn 1143), yang menempatkan St Beda sebagai otoritas Gereja Inggris awali.

St Valentine yang kedua adalah Uskup Interamna (sekarang Terni, terletak sekitar 60 mil dari Roma). Atas perintah Prefek Placidus, ia juga ditangkap, didera, dan dipenggal kepalanya, dalam masa penganiayaan Kaisar Claudius II.

St Valentine yang ketiga mengalami kemartiran di Afrika bersama beberapa orang rekannya. Tetapi, tidak banyak yang diketahui mengenai santo ini. Pada intinya, ketiga orang kudus ini, yang semuanya bernama Valentine, menunjukkan kasih yang gagah berani bagi Tuhan dan Gereja-Nya.

Kebiasaan populer mengungkapkan kasih sayang pada Hari St Valentine nyaris kebetulan bertepatan dengan pesta sang santo. Pada Abad Pertengahan, terdapat kepercayaan umum di kalangan masyarakat Inggris dan Perancis bahwa burung-burung mulai berpasangan pada tanggal 14 Februari, “pertengahan bulan kedua dalam tahun.” Chaucer menulis dalam karyanya, “Parliament of Foules” (dalam bahasa Inggris kuno): “Sebab ini adalah hari Seynt Valentyne, di mana setiap burung datang ke sana untuk memilih pasangannya.” Oleh karena alasan ini, hari tersebut diperuntukkan bagi para “kekasih” dan mendorong orang untuk mengirimkan surat, hadiah, atau tanda ungkapan kasih lainnya.

Suatu contoh literatur lain mengenai peringatan Hari St Valentine didapati dalam Dame Elizabeth Brews’ Paston Letters (1477), di mana ia menulis kepada John Paston, laki-laki yang hendak meminang puterinya, Margery: “Dan, saudaraku, hari Senin adalah hari St Valentine dan setiap burung memilih pasangan bagi dirinya, dan jika engkau mau datang pada hari Kamis malam, dan bersedia tinggal hingga waktu itu, aku percaya kepada Tuhan bahwa engkau akan berbicara kepada suamiku dan aku akan berdoa agar kami dapat memutuskan masalah ini.” Sebaliknya, Margery menulis kepada John: “Kepada Velentineku terkasih John Paston, Squyer, kiranya surat ini sampai kepadamu. Kepada dia yang terhormat dan Valentineku terkasih, aku menyerahkan diriku, dengan sepenuh hati berharap akan kesejahteraanmu, yang aku mohonkan kepada Tuhan yang Mahakuasa agar dilimpahkan kepadamu sepanjang Ia berkenan dan sepanjang hatimu mengharapkannya.” Sementara berbicara mengenai perasaan cinta kasih Hari Valentine, tidak disebutkan sama sekali mengenai Santo Valentine.

Walau tampaknya saling bertukar ucapan selamat valentine lebih merupakan kebiasaan sekular daripada kenangan akan St Valentine, dan meski perayaan lebih jauh telah dikafirkan dengan dewa dewi asmara dan semacamnya, namun ada suatu pesan Kristiani yang sepatutnya kita ingat. Kasih Tuhan kita, yang dilukiskan amat indah dalam gambaran akan Hati-Nya Yang Mahakudus, adalah kasih yang penuh pengurbanan, yang tidak mementingkan diri, dan yang tanpa syarat. Setiap umat Kristiani dipanggil untuk  mewujudnyatakan kasih yang demikian dalam hidupnya, bagi Tuhan dan bagi sesama. Jelaslah, St Valentine – tanpa peduli yang mana – menunjukkan kasih yang demikian, menjadi saksi iman dalam pengabdiannya sebagai seorang imam dan dalam mempersembahkan nyawanya sendiri dalam kemartiran.

Pada Hari Valentine ini, seturut teladan santo agung ini, setiap orang hendaknya mempersembahkan kembali kasihnya kepada Tuhan, sebab hanya dengan berbuat demikian ia dapat secara pantas mengasihi mereka yang dipercayakan ke dalam pemeliharaannya dan juga sesamanya. Setiap orang hendaknya mengulang kembali janji kasihnya kepada mereka yang terkasih, berdoa demi kepentingan mereka, berikrar setia kepada mereka, dan berterima kasih atas kasih yang mereka berikan. Janganlah lupa akan sabda Yesus, Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yoh 15:12-13). St Valentine telah menunaikan perintah ini, dan kiranya kita melakukan hal yang sama. (yesaya.indocell.net/The Arlington Catholic Gerald/mirifica.net)

NASIONAL DEMOKRAT BESERT GERAKAN PEUBAHANNYA


Catatan A. Umar Said 

Nasional Demokrat beserta gerakan perubahannya

 

Barangkali saja ( sekali lagi, barangkali !)  dideklarasikannya kelahiran ormas baru Nasional Demokrat pada tanggal 1 Februari 2010 di Istora Senayan (kompleks Gelora Bung Karno) Jakarta bisa   merupakan peristiwa yang penting sekali bagi kehidupan bangsa dan negara. Karena pentingnya, maka agaknya patutlah mendapat perhatian dari banyak kalangan dan golongan. Termasuk Anda, yang membaca tulisan ini.

Sebab, bagaimanapun juga, munculnya Nasional Demokrat adalah  satu fenomena yang sangat menarik dalam situasi negeri kita dewasa ini. Sebagian dari aspek-aspek yang menarik dari lahirnya ormas baru ini bisa kita coba bersama-sama menelitinya. Yang berikut di bawah ini adalah berbagai hal, yang berkaitan dengan lahirnya Nasional Demokrat ini :

Deklarasi yang mahal biayanya

 

Pertama-tama, untuk mendeklarasikan berdirinya  Nasional Demokrat telah dikeluarkan biaya lebih dari RP 1 miliar (tapi tidak sampai Rp 4 miliar) Biaya yang besar itu adalah untuk konsumsi 13 000 hadirin (kotak nasi dan kueh), honor artis, penyanyi, musisi, penari dari berbagai daerah    (menurut Persda Network, 2 Februari 2010)

Seperti sudah dapat diduga, sebagian terbesar sekali dari pembiayaan upacara besar-besaran dan megah ini, dikeluarkan oleh Surya Paloh, seorang pengusaha besar, pimpinan Grup Media Indonesia, pemilik stasion televisi nasional yang makin populer Metro TV, yang juga Ketua Dewan Pembina Golkar, dan pernah mencalonkan diri sebagai calon presiden. Ketika Munas Golkar di Pakanbaru tahun yang lalu, ia dikalahkan oleh Aburizal Bakri dalam pertarungan untuk menjadi Ketua Umum Golkar.

Yang dipertanyakan oleh banyak orang adalah mengapa Surya Paloh bersedia mengeluarkan biaya yang begitu besar untuk mendirikan Nasional Demokrat bersama Sri Sultan Hamengkubuwono (kedua-duanya masih sebagai tokoh-tokoh terkemuka Golkar,  dan menjadi inisiator didirikannya ormas baru ini). Ada kalangan yang memperkirakan bahwa hal ini disebabkan oleh sakit hati atau marahnya Surya Paloh karena ia dikalahkan Aburizal Bakri. Ada pula yang menduga bahwa karena Surya Paloh ingin mendirikan partai baru dan ikut dalam pemilu presiden yang akan datang.

Apapun latar belakangnya, banyak kalangan yang meramalkan bahwa didirikannya Nasional Demokrat ini tidak menguntungkan partai Golkar.

Gerakan perubahan dan restorasi Indonesia

 

Dalam berbagai pernyataan yang dikeluarkan oleh tokoh-tokoh Nasional Demokrat ditegaskan  bahwa Nasioal Demokrat adalah ormas baru yang menyatakan diri sebagai suatu gerakan perubahan untuk merestorasi Indonesia.

Lahirnya satu ormas baru di Indonesia dengan slogan besar dan bendera penting – yaitu : gerakan perubahan – adalah sangat menarik, ketika negara dan bangsa kita berada dalam situasi yang penuh kebobrokan (ingat antara lain banyaknya korupsi, kasus Bank Century, kerusakan moral, kebusukan mental para pejabat dan politisi, yang sudah berjalan lama sekali)

Kalau Nasional Demokrat nantinya bisa sungguh-sungguh (!!!) membuktikan diri sebagai gerakan perubahan untuk merestorasi Indonesia, maka kehadirannya akan sangat memperkuat gerakan extra-parlementer Indonesia yang akhir-akhir ini sudah mulai kelihatan berkembang dalam berbagai bentuk, cara dan jalan.

Apalagi kalau Nasional Demokrat bisa menjadi gerakan perubahan yang betul-betul lintas partai, lintas agama, lintas suku, dan didukung oleh sebanyak mungkin  lapisan masyarakat, sampai ke tingkat akar rumput.

 

Apa saja yang akan dirubah ?

 

Adalah suatu janji yang besar  — atau  slogan yang kedengarannya tinggi — ketika Nasional Demokrat berani menamakan diri sebagai gerakan perubahan. Agakbya, orang pun bisa saja bertanya-tanya : “apa saja sih  yang mau dirubah, dan dirubah menuju kemana atau untuk dirubah menjadi yang bagaimana?”.

Sebab,  kalau betul-betul mau mengadakan perubahan,  pekerjaaan ini tidak kecil dan mudah. Kerusakan atau kebusukan di negeri kita sudah terlalu besar dan juga terlalu luas atau terlalu parah, yang disebabkan oleh pemerintahan rejim militer Suharto, dan oleh sisa-sisa yang diwariskan Orde Baru

Jadi, justru segala yang berbau Orde Baru itulah yang perlu dirubah, atau segala hal negatif yang bercorak Suharto-lah yang perlu dirombak. Tidak bisa lain !!!

 

Gerakan perubahan tidaklah mungkin dilakukan dengan  (atau bersama-sama) sisa-sisa Orde Baru atau pendukung politik Suharto. Artinya,  gerakan perubahan (yang sungguh-sungguh !) tidaklah bisa dijalankan  oleh kalangan yang anti-ajaran Bung Karno. Gerakan perubahan  yang sejati (!!!)  tentunya menentang segala Suharto-isme. Karena, seperti yang sudah sama-sama kita saksikan  selama 32 tahun Orde Baru, Suharto-isme adalah kontra-revolusi besar-besaran, yang secara khianat sudah berusaha memadamkan revolusi rakyat di bawah pimpinan Bung Karno. Suharto-isme adalah reaksioner, atau kontra-revolusioner , artinya : kemunduran dan kerusakan atau pembusukan bangsa dan negara.

Nasional Demokrat dan ajaran-ajaran Bung Karno

 

Karena Surya Paloh adalah tokoh tinggi Partai Golkar (Ketua Dewan Pembina) dan Sri Sultan Hamengkubowono juga tokoh Golkar yang cukup ternama maka ketika kita mendengar bahwa kedua tokoh ini menjadi inisiator Nasional Demokrat maka timbul pertanyaan : “apa sih sebenarnya ormas baru ini ?”

Sebab, ketika upacara di Istora Senayan dilangsungkan, terasa sekali bahwa suasana pada waktu kental sekali dengan “jiwa” Bung Karno. Suasana yang mengingatkan kepada Bung Karnp ini diperkuat atau dipertegas dengan pidato Surya Paloh yang  mengangkat peran Bung Karno dalam sejarah Republik Indonesia. Ia mengingatkan lebih dari sepuluh ribu hadirin (yang memakai baju biru sebagai uniform Nasional Demokrat) tentang keberanian Bung Karno untuk menyelenggarakan GANEFO sebagai perlawanan Komite Olimpiade Internasioal.

Surya Paloh dengan berapi-api mengungkap betapa pentngnya  pidato Bung Karno di Sidang Umum PBB  ( “To build the world anew”)  dan ajaran-ajarannya tentang nasionalisme, patriotisme, gotong royong, dan melawan fikiran-fikiran yang hanya mementingkan diri sendiri atau golongan sendiri.

Yang menarik perhatian adalah bahwa Surya Paloh, sebagai tokoh tingkat atas atas Partai Golkar, jelas-jelas banyak memuji-muji Bung Karno, sedangkan satu patah kata pun tidak diucapkannya mengenai Suharto.

Ini adalah satu indikasi adanya perkembangan yang perlu diamati terus. Apakah Nasional Demokrat selanjutnya akan “mengambil jarak” dari sisa-sisa Orde Baru ? Apakah pidato Surya Paloh tentang Bung Karno betul-betul berdasarkan ketulusan dan keyakinan ? Dan bukannya sekadar “taktik” atau kemunafikan ? Dan apakah Nasional Demokrat akan betul-betul menjadi gerakan perubahan untuk merestorasi Indonesia ? Kita akan saksikan, barangkali (!), tidak lama lagi.

Sambutan hangat untuk Nasional Demokrat

Mengingat situasi politik di Indonesia dewasa ini, dapatlah kiranya dikatakan bahwa lahirnya ormas baru Nasional Demokrat sebagai alat baru (atau alat tambahan) bagi perjuangan banyak kalangan  adalah suatu hal yang baik. Kekuatan gerakan extra-parlementer, yang kelihatan makin memainkan peran penting akhir-akhir ini, bisa mendapat “tambahan tenaga ” yang kuat dan penting.  Ketika peran partai-partai politik (dan juga DPR dan DPRD) dan pemerintah makin kehilangan kepercayaan publik, maka peran gerakan extra-parlementer yang kuat adalah besar (dan penting sekali). Ini sudah ditunjukkan, sebagian, dengan pembongkaran kasus Bank Century.

Kita harapkan saja bahwa Nasional Demokrat nantinya memang betul-betul  akan bisa menjadi bagian dari gerakan extra-parlementer yang kuat, bahkan menjadi unsur utama atau elemen penting – di samping banyak ormas-ormas lainnya —  yang bergerak untuk adanya perubahan besar-besaran  di dalam bidang politik (secara langsung atau tidak langsung), ekonomi, sosial, dan,moral.

Sebab, agaknya, Nasional Demokrat nantinya bisa dimasukkan dalam jajaran ormas yang besar, seperti ormas keagamaan NU atau Muhammadiah. Karena itu peran Nasional Demokrat bisa besar sekali, kalau saja betul-betul menjadi gerakan perubahan. Perubahan besar-besaran dan fundamental sudah ditunggu-tunggu  — sejak lama ! — oleh rakyat Indonesia, yang sebagian terbesar masih dalam keadaan yang memprihatinkan sekali.

Dan untuk mengulangi lagi, gerakan perubahan yang dijadikan program besar Nasional Demokrat tidaklah mungkin tanpa memerangi, menghancurkan, dan meninggalkan sama sekali segala macam sistem semasa era Suharto (sistem politik, ekonomi, sosial, kebudayaan, dan moral).

Citra Bung Karno yang makin meninggi

 

Satu hal yang menarik sekali tentang  hadirnya ormas baru Nasional Demokrat dengan penampilan dirinya sebagai gerakan perubahan dan restorasi Indonesia kelihatan dari dijadikannya Bung Karno sebagai sumber inspirasi gerakan. Hal ini bukan saja hanya kelihatan dari suasana ketika pendeklarasian lahirnya ormas baru ini serta pidato Surya Paloh yang berapi-pi tentang Bung Karno.Melainkan juga dari siaran-siaran Metro TV, yang pemiliknya adalah Surya Paloh.

Metro TV setiap hari sejak pagi sampai sore menyajikan siaran-siaran (berupa pesan-pesan atau iklan, nyayian) tentang Nasional Demokrat. Juga setiap pagi, pagi-pagi sekali, kita bisa mendengarkan Bung Karno mengucapkan proklamasi 17 Agustus 1945, yang didahului oleh lagu kebangsaan kita Indonesia Raya. Kiita dibangunkan  setiap pagi oleh ingatan bersama kepada sosok Bung Karno beserta proklamasi 17 Agustus 1945. Alangkah indahnya pesan politik dan moral yang kita dengar bersama setiap pagi demikian ini.

Oleh karena itu, kalau jalan ini  — artinya : jalan Bung Karno  —  yang dipilih oleh Nasional Demokrat dalam perjalanannya untuk gerakan perubahan, maka besarlah harapannya bahwa ormas ini akan mendapat dukungan luas atau simpati besar sekali dari banyak orang  Sebab, jalan Bung Karno adalah jalan revolusi yang terus-menerus, artinya jalan perubahan besar yang tidak ada henti-hentinya.

Ajaran-ajaran besar Bung Karno tidak saja terkandung   dalam Bhinneka Tunggal Ika atau Pancasila saja, melainkan juga kelihatan dalam pemikiran-pemikiran nya yang lain yang tercantum dalam bukunya “Di bawah Bendera Revolusi” atau buku “Revolusi Belum Selesai”.

Jadi, kalau Nasional Demokrat mau berhasil dengan gerakan perubahannya, demi kepentingan rakyat dan negara, maka sudah seyogianyalah bahwa jalan revolusi (artinya perubahan besar yang terus-menerus) Bung Karno-lah yang dipilih. Jalan lain, seperti yang sudah ditempuh Suharto dengan Orde Barunya selama 32 tahun  – disusul oleh pemerintahan- pemerintahan berikutnya – adalah jalan kegagalan.

Paris, 7 Februari 2010

Dapatdari Milis: berita_korupsi