Bom Solo Penghinaan pada Pancasila


Pengurus Konferensi Wali Gereja Indonesia, Romo BennySusetyo, menyesalkan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh(GBIS) Kepunton Solo, Jawa Tengah. Gereja sebagai tempat ibadah semestinyadijaga, bukan dirusak.

“Kami sesalkan, ketika jemaat sedang melakukan kewajiban beribadah, munculperistiwa seperti itu. Ini penghinaan terhadap rumah Tuhan dan Pancasila.

Rumah Tuhan harusnya dijaga, bukan berperang rumah Tuhan. Orang-orang yangmenghalalkan cara seperti itu tidak layak hidup dalam bangsa ini. Tindakanini melukai bangsa kita, ” ujar Romo Benny di Kantor Pusat Gerakan PemudaAnsor, Jakarta Pusat, Minggu (25/9/2011) petang.

Ia menuntut pemerintah bersikap tegas terhadap berbagai peristiwa kekerasanyang terjadi berlatar belakang SARA. Menurutnya, hal ini merusak nilai-nilaitoleransi yang selama ini telah dipupuk lewat Pancasila.

“Ini saatnya Bapak Presiden kita tidak hanya berwacana tapi juga bertindak,menuntaskan kasus-kasus seperti ini, harus tegas memberantas budaya-budayakekerasan semacam ini,” katanya.

Dalam kesempatan itu Romo Benny mengucapkan terima kasih kepada GP Ansoryang bersedia membantu mengamankan beberapa tempat rawan, termasuk rumahibadah di Solo.

Sumber Berita :http://nasional.kompas.com/read/2011/09/25/2010458/Bom.Solo.Penghinaan.pada.Pancasila

Bom Solo: Sebelum Beraksi, Pelaku Buka Laman Alqaeda


Sebelum melakukan aksi bom bunuh diri, diduga pelaku terlebih dahulu mampir di warung internet Solonet yang letaknya tidak jauh dari Gereja Kepunton. Bahkan, terduga pelaku tersebut diketahui sempat membuka laman Alqaeda dan Arrahman.

Menurut penjaga warnet, Rina Ristriningsih, berdasarkan ciri-ciri foto pelaku bom bunuh diri sama persis dengan salah satu pengunjung warnet.

“Ciri-cirinya sama dengan foto pelaku bom yang beredar. Yakni, rambut agak botak, pakai jaket krem, pakai kaca mata, berumur setengah baya dan mengenakan celana hitam,” kata Rina saat ditemui di lokasi, Solo, Minggu 25 September 2011.

Orang yang diduga pelaku bom bunuh diri tersebut, dikatakan dia, datang ke warnet sekitar pukul 8.30 WIB, langsung masuk ke bilik no 9. Setelah itu mulai log in internet sekitar pukul 08.37 WIB.

“Main internet sekitar satu jam dengan nama log in Oki,” terang dia.Selanjutnya, pada pukul 09.30 WIB kembali melakukan log in dengan berganti nama Eko.

“Main tidak sampai 10 menit langsung keluar. Ketika keluar dia menitipkan tas dengan pamit mau ke WC,” ujarnya.

Menurut pengakuan orang tersebut, dikatakan Rina mengaku orang Jakarta dan bekerja di Solo. “Dia memang sempat ngobrol-ngobrol sebentar. Logat bahasanya kayak orang Jakarta,” ujarnya.

Setelah itu, orang tersebut menitipkan tas berwarna hijau. “Setelah ada kabar bom meledak dan foto beredar. Orangnya memang mirip dengan orang yang datang kesini tadi pagi,” katanya.

Mengetahui orang tersebut mirip, selanjutnta tas yang dititipkan pun digeledah dan isinya Alquran, sarung, masker, charge hp dan lap kacamata. “Tas tersebut langsung dibawa polisi,” jelasnya.

Sedangkan berdasarkan pantauan history di bilik warnet yang dipakai orang tersebut, ternyata sempat membuka laman alqaeda dan arrahman. (Vivanews.com)

Inilah Daftar Gereja-Gereja yang Diganggu pada Tahun 2011


From: Theophilus Bela

Dear all, bersama ini kami berikan daftar gereja-gereja yang diganggu tahun 2011 hingga saat ini sebagai berikut : 

1. Sekolah dan Gereja Katolik di Tapung, Kabupaten Kampar, Riau pada hari Jumat, tanggal 21 Januari 2011    mendapat hasutan dari seorang tokoh setempat bernama Datuk Suhaidi untuk ditutup . Namun hal tersebut    dapat dicegah oleh aparat keamanan Pemerintah Daerah setempat. 

2. Gereja Katolik Petrus dan Paulus di Tamanggung, Jawa Tengah diserang massa pada hari Selasa, tanggal     8 Februari 2011 (kejadian ini menyusul keputusan pengadilan di Temanggung tentang penodaan agama dan     juga menyusul kasus penyerangan atas warga Ahmadiyah di Cikeusik, Pandeglang, Banten pada hari     Minggu, tanggal 6 Februari 2011) 

3. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Temanggung, Jawa Tengah diserang massa pada hari Selasa, tanggal    8 Februari 2011 seperti kasus nomor 2 diatas 

4. Gereja Bethel Indonesia (GBI) di Temanggung, Jawa Tengah diserang massa pada hari Selasa, tanggal    8 Februari 2011 seperti kasus nomor 2 di atas 

5. Gereja Protestan Indonesia Barat (GPIB) Galilea, di Taman Galaxi, Bekasi, Jawa Barat diserang massa    pada hari Rabu, tanggal 9 Februari 2011 

6. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Sleman, Jogyakarta dari Bapak Pdt. Nico Lomboan karena      mendapat gangguan massa maka harus pindah dan mengadakan kebaktian hari Minggu di sebuah gedung     milik Pemda setempat . Kejadian tanggal 10 Februari 2011 

7.  Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Pondok Aren, Banten dari Bapak Pdt. Kaunang dipaksa     massa untuk menurunkan papan nama gereja pada tanggal 22 Februari 2011 

8. Gereja Katolik Paroki Santa Maria di Kalvari, Lubang Buaya, Pondok Gede, Jakarta Timur hari Minggu    tanggal 20 Februari 2011 pukul 8 pagi didatangi serombongan orang yang menyatakan protes tentang    keberadaan gereja 

9. Kapela Katolik Santo Antonius di Air Molek, Teluk Kuantan, Riau dibakar pada hari Senin, tanggal    11 April 2011 oleh massa yang kecewa karena calon mereka kalah dalam Pilkada setempat . Juga kantor     Komisi Pemilihan Umum setempat dibakar massa . 

10. Hari Kamis tanggal 14 Apri 2011 sebuah gereja baru di Dukuh Ubalan, Desa Panutan, Kecamatan      Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur diserang massa yang menyebabkan dinding gereja rusak .      Gereja belum bisa diketahui namanya hingga kini 

11. Hari Kamis tanggal 21 April 2011 ditemukan bom 150 kg didekat gereja Bethel “Christ Cathedral”      di Serpong, Tangerang, Banten . Bom tersebut diletakkan oleh kaum teroris yang telah ditangkap      polisi. 

12. Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) di Logas Tanah Darat, Kabupaten Kuantan Sengenge, Riau       dibakar massa pada hari Senin tanggal 1 Agustus 2011 pukul 23 WIB . Massa sebanyak 100 orang       mula-mula mengancam jemaat gereja dengan senjata tajam lalu menyiramkan bensin dan membakar       gereja . Informasi ini diberikan oleh Klasis Riau/Sumbar Pdt. Sahat Tarigan

13. Sebuah Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) dilokasi yang hanya berjarak 5 km dari gereja nomor 12 diatas      juga dibakar oleh massa yang sama pada hari Senin, tanggal 1 Agustus 2011 malam 

14. Gereja Katolik di Stasi Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah akhir-akhir ini sering dilempari batu       oleh warga dari sebuah kampung tetangga .Genteng dan kaca jendela pecah karena lemparan batu dan       kondisi gereja sangat memprihatinkan dan umat gereja mulai merasa takut . Polisi di Tanjung-Brebes pura       pura tidak tahu apa-apa . Informasi kami terima dari seorang kawan tanggal 15 Juni 2011 15.  Aprilia Diyah Kusumaninggrum yang biasa dipanggil Lia (usia 22 tahun), alumni Sekolah Tinggi Teologi (STT)       di Magelang pimpinan Bapak Pdt. Nico Lomboan (Gereja Pantekosta di Indonesia/GPdI) Sleman, Jogyakarta       diculik orang tak dikenal pada tanggal 9 Juni 2011 malam di Situbondo, Jawa Timur . Lia ditinggalkan dalam       keadaan tidak sadar di perkebunan tebu di Madiun . Setelah sadar Lia dibantu warga setempat dan naik bus       menuju Jogyakarta dan dijemput Ibu Pdt. Esther Lomboan dari GPdI Sleman, Jogyakarta 

16. Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) di Jalan Jatibaru, Tanah Abang, Jakarta Pusat dari Pdt. JW Shino diancam      akan disita tanahnya oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tanggal 6 Agustus 2011 . Eksekusi ditunda atas      bantuan aparat pemerintah terkait.

17. Gereja Alkitabiah Maranata, Jalan Kacang Tanah, Bojong Indah, Rawa Buaya, Jakarta Barat dari Pdt. Silas      Kusah pada hari Minggu tanggal 31 Juli 2011 didatangi massa sekitar 100 orang yang ingin memaksa      gereja ditutup karena belum punya izin . Setelah diadakan perundingan maka disepakati bahwa papan nama      gereja diturunkan dan kegiatan gereja untuk sementara dihentikan sampai keluar izin dari Wali Kota Jakarta      Barat . 

18. Perayaan Paskah disebuah Sekolah Kristen di Cirebon, Jawa Barat dibubarkan oleh sekelompok orang      yang menamakan diri GAPAS (Gerakan Anti Pemurtadan dan Aliran Sesat) pimpinan Andi Mulya pada      hari Senin, tanggal 16 Mai 2011 . Polisi hanya menonton kejadian tersebut . 

19. Gereja Kristen Jawa (GKJ) di Dukuh Jambon, Desa Sabranglor, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten,      Jawa Tengah dilempari bom molotov yang meledak dan menimbulkan kebakaran diatap gereja . Diduga      kejadian sekitar pukul 2 pagi tapi jemaat gereja baru mengetahui kejadian tersebut pada hari Kamis Pesta      Kenaikan Yesus tanggal 2 Juni 2011 siang . Barang bukti berupa pecahan botol, sumbu yang terbakar dan      botol air minum berisi bensin sudah diamankan polisi .      September 2010 gereja tersebut juga telah dilempari bom molotv tapi tidak meledak . 

20. Gereja Masehi Injili (GMI) didusun Sungai Langsat, Desa Pasaribu Pangean, Kabupaten Kuantan Sengge,      Riau pada tanggal 2 Agustus 2011 pukul 11 malam dibakar massa . Bangunan gereja dari kayu habis      terbakar . Ada 15 anggota jemaat gereja yang biasa mengadakan kebaktian digereja tersebut . Berikut ini ada 5 buah gereja di Surabaya yang pembangunannya dilarang oleh Pemda setempat, menurutlaporan majalah Kristen Gaharu, September 2011, dihalaman 10 -11 . Kelima gereja tersebut ialah : 
1. Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Kota Madya Surabaya 

22. Gereja Kristen Indonesia (GKI) Gayung Sari di Kota Madya Surabaya 

23. Gereja HKBP Sedati Sidoarjo di Kabupaten Sidoarjo 

24. Gereja Katolik Sukolilo (yang akhirnya pindah ke Galaxi Bumi Permai, Kota Madya Surabaya) 25. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Kota Madya Surabaya Itulah ke-5 gereja yang dilaporkan majalah rohani Kristen Gaharu edisi September 2011 

26. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Perumahan Cituis Indah, Blok E No. 42, Desa Surya Bahari,       Kecamatan Paku Haji, Tangerang Utara, Banten dengan Bapak Pdt. William Laoh (49 tahun) diancam       akan ditutup . Pada hari Minggu tanggal 4 September 2011 terjadi demonstrasi menentang kehadiran       gereja oleh massa lalu pihak Camat mengeluarkan surat perintah penutupan gereja . Gereja sudah berada       dilokasi sudah 13 tahun dengan jemaat sekitar 40 orang . Menurut rencana pada hari Minggu tanggal 11       September 2011 akan diadakan demontrasi massa lagi tapi berkat kesigapan pihak polisi dan aparat       keamanan terkait demontrasi tidak terjadi . 

27. Gereja Kristen Baptis Jakarta (GKBJ) Pos Sepatan dengan Pdt. Bedali Hulu di Perumahan Sepatan       Residens Blok I No. 7 desa Pisangan Jaya, Kecamatan Sepatan, Tangerang Utara Banten mendapat       ancaman akan diserang massa pada hari Minggu tanggal 11 September 2011 tapi hal ini batal karena       kesigapan polisi dan aparat keamanan terkait . Atas petunjuk Kapolsek Sepatan kebaktian gereja untuk       sementara diadakan dari rumah kerumah anggota jemaat . Gereja ini sudah sering sekali mendapat       gangguan dari warga disekitar gereja . 28. Gereja Katolik Santa Theresia di Poso, Sulawesi Tengah diserang massa hari Jumat tanggal 16 September       2011 . Hanya pintu gereja yang terbakar karena kesigapan pihak polisi mengamankan lokasi gereja . 

29. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Poso, Sulawesi Tengah dilempari bom molotov oleh massa pada hari       Jumat tanggal 16 September 2011 . Untung bom molotv tidak meledak sehingga gereja selamat . 

30. Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) di Ranca Ekek, Kelurahan Mekar Galih, Kecamatan      Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat dengan Bapak Pdt. Bernard Maukar, gereja ini ditutup Pemda setempat tanggal 29 Juli 2011 . Jemaat gereja berjumlah 300 jiwa termasuk anak2 dan      gereja telah berada dilokasi 24 tahun lamanya . Bapak Pdt. Christ Hutabarat dari Badan Pengurus GPdI      mengunjungi gereja tanggal 20 September 2011 dan melaporkan kejadian tersebut .Kejadian ini sudah      ditangani pihak polisi dan aparat keamanan terkait secara serius . Dalam tahun 2010 yang lalu kami telah melaporkan 47 buah gereja yang diganggu ditanah air Semoga gangguan terhadap pihak gereja segera berhenti ditanah air kita tercinta ini Demikianlah doa kami

KALAU GEREJA ANDA ATAU GEREJA TETANGGA ANDA MENDAPAT ANCAMAN MAKA JANGAN RAGU-RAGU MENGHUBUNGI KAMI JUGA PADA HARI MINGGU ATAU HARI RAYA Salam hormat, Theophilus BelaKetua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)Sekjen Religions for Peace IndonesiaDuta Besar Perdamaian

Toleransi antarumat beragama merosot


Hasil survei yang dilakukan oleh Setara Institute tentang Keberagamaan Publik, menyebutkan, sebagian besar responden (45,9 persen) menyatakan bahwa keberlangsungan kemajemukan di Indonesia sedang terancam.

“Hal ini disebabkan oleh kemerosotan toleransi antarumat beragama akhir-akhir ini,” kata Wakil Setara Institute, Bonar Tigor Naipospos saat memaparkan hasil surveinya “Keberagamaan Publik dan Sikapnya Terhadap Ahmadiyah”, di Jakarta, Kamis.

Survei terhadap 3000 responden di 47 Kabupaten/Kota di sepuluh Provinsi pada 10-25 Juli 2011 lalu itu sekitar 55,2 responden menyatakan sangat setuju dan setuju toleransi antarumat beragama menurun, sementara 26,9 persen menyatakan kurang setuju dan tidak setuju.

Sepuluh provinsi yang dilakukan survei dengan metode secara acak/random (Kish Grid Methode) itu, yakni Jakarta, Jawa Barat, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sumatera Selatan dan Sumatera Barat.

Bonar mengatakan, sikap-sikap intoleransi dalam pandangan keagamaan semacam itu, berdasarkan persepsi responden dapat mengalami intensitas yang berpeluang bagi munculnya tindakan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar 2,2 persen dengan wawancara tatap muka.

Ketua Badan Pengurus Setara Institute, Hendardi, menambahkan, survei ini bertujuan untuk mengetahui pandangan publik dan menghimpun langkah-langkah apa yang harus dilakukan negara dalam menangani persoalan keagamaan atau Ahmadiyah. (Antaranews.com)

Bocoran Wikileaks: FPI Itu “Attack Dog’ Polri


Wikileaks kembali membocorkan sejumlah dokumen rahasia Amerika Serikat yang terkait dengan Indonesia. Kali ini dalam dokumen terbarunya, Wikilekas memaparkan mengenai hubungan antara polisi dengan ormas Front Pembela Islam (FPI).

Bocoran rahasia yang diungkapkan Wikileaks itu menyebutkan bahwa sejak lama polisi di Indonesia telah memanfaatkan FPI sebagai ‘attack dog’ mereka, untuk berbagai kepentingan.

Walaupun sebenarnya bocoran itu bukanlah hal yang baru, namun dalam informasi yang diungkapkan Wikileaks itu dipaparkan sejumlah informasi detail mengenai hubungan antara polisi dan FPI.

Salah satu informasi rahasia yang diungkapkan Wikileaks menyebutkan bahwa seorang pejabat senior di Badan Intelijen Negara (BIN), Yaya Asagaf, memiliki “kedekatan yang cukup” dengan sejumlah tokoh di FPI.

Karena itulah ia kemudian bisa memberi peringatakan kepada pejabat Kedubes AS di Jakarta, bahwa Kedubes AS akan diserang oleh FPI pada 19 Februari 2006 silam, lantaran pemuatan kartun Nabi Muhammad di sebuah media di AS. (Tribunnews.com)

Dia Ternyata Sakit Jiwa


Jakartapress.com – Sebuah akun di Facebook atas nama Rudy Yohanes Hutagalung telah membuat marah facebookers. Kini jati dirinya terungkap. Temannya yang berinisial AS mengungkapkan, bahwa  Rudy adalah seorang psiko; Sering senyum, bicara dan tertawa sendiri di kamarnya.

Dalam sebuah blog “AS”, saat berteman dan pernah nginap di rumah Rudy, dia terkejut melihat tingkah aneh rudy, yang terkekeh tanpa ada sesuatu yang perlu ditertawakan. Wajahnya dingin dan tatapannya kosong. Memang apa yang dilakukan Rudy itu sudah mengarah pada gangguan jiwa. Seseorang yang tak bisa membendung lagi emosinya. Dia berharap melalui dunia maya namanya bisa cepat populer, tanpa memikirkan dampak buruk dari yang dilakukanya.

Dokter Andri, Ahli kejiwaan menyatakan gejala demikian adalah seseorang yang mengidap saki jiwa ‘psikosis’. Seseorang yang berhalusinasi, dan menganggap itu realita, padahal tidak. 

Tanda lainnya yakni pembicaraan dan tingkah laku yang kacau, dan gangguan daya nilai realitas yang berat.

Kemudian tanpa disadari dan secara otomatis, mereka yang terlibat dalam aksinya itu, baik berupa komentar setuju maupun yang menghujat, sebenarnya sudah tertular ‘penyakit’ Rudy.

Dr Hanz Zimmerl, seorang terapis dari Austria yang terlibat dalam kajian tersebut berani menyimpulkan bahwa 40 persen dari 200 juta pengguna internet di seluruh dunia, sudah tidak lagi bisa mengendalikan diri, dan sudah terkena sindroma menakutkan.

Para ahli psikologi dan psikiater berpendapat bahwa ini adalah sebuah penyakit kejiwaan pertama yang bisa dengan cepat “menular”, dan kemudian mewabah dengan sangat cepat pula.

Secara medis, orang yang selalu menganggap dirinya paling benar atau selalu salah, mudah marah, menganggap semua orang adalah musuh dan egosentris merupakan ciri-ciri ganguan jiwa.

Kemungkinan Rudy mengidap gangguan jiwa dibenarkan seorang facebooker yang mengaku kenal dekat. Pria yang memakai akun berinisial AS ini mengaku pernah melihat Rudy bicara sendiri dan beberapa kali ke psikiater.   

Uniknya, meski kontroversi, sampai berita ini dibuat akun itu di-add lebih18.000 facebooker. Setiap statusnya selalu dibalas ratusan hingga ribuan komentar berupa hujatan.

Menyikap itu. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mendesak kepolisian mengusut dan menangkap Rudy yang dinilai melakukan penistaan terhadap agama Islam.

“Ini merupakan pelanggaran cyber crime dan pelaku sudah seharusnya ditangkap dan segera diadili,” kata Ketua MUI Pusat, Amidhan.

Sikap MUI ini mewakili aspirasi umat Islam Indonesia yang tersinggung dan emosi membaca status akun tersebut.

“Jutaan umat Islam menjadi korban dalam kejahatan ini, sehingga wajar jika menimbulkan kemarahan. Oleh sebab itu kita mendesak polisi segera mengusut tuntas kejahatan yang dilakukan suadara Rudy, sebelum menimbulkan aksi massa,” jelas Amidhan

MUI juga berharap umat Islam tidak terprovokasi oleh aksi Rudy, sebab menurut Amidhan, apa yang dilakukan Rudy merupakan perbuatan ekstrim sebagaimana dilakukan teroris Norwegia, Anders Breivik yang tidak mewakili umat Kristen.

“Tujuannya, untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa karena pesan yang dituliskan dapat menyebabkan kebencian antara umat beragama,” terang Amidhan.

Apa yang dilakukan Rudy juga melahirkan reaksi Front Pembela Islam (FPI). Ormas Islam ini  juga berharap Rudy segera ditangkap.

“Itu sudah pelecehan terhadap agama, polisi harus segera menindak dan dihukum seberatnya dari pada umat Islam nanti yang menghukum,” ujar Wakil Ketua FPI Salim Alatas.

Setelah mendapat reaksi keras dari para facebooker, MUI dan FPI, tampaknya  pengelola akun tersebut mulai melunak. Dalam akun facebooknya, Rudy menulis dirinya tidak akan lagi berdebat soal Islam dan Kristen setelah menikah pada 11 November 2011.
Dalam akunnya Rudy menulis, “Dan kepada semua Islam, kalian bisa membenciku dalam dunia maya ini, tapi di dunia nyata aku adalah orang yang baik. jadi aku mohon doakan ya bulan 11/11/11 ini aku bisa menikah, dan mgkn aku tidak akan debat lagi, tapi aku akan menginjil dalam dunia nyata dan internet ini, kalian bebas dah dari aku”.

Jangan Terprovokasi

Pimpinan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Benny Susetyo menyayangkan cara dakwah yang ditempuh Rudy Yohanes Hutagalung dalam menyebarkan ajaran Kristen.

“Facebook itu diciptakan untuk menjalin kebersamaan dan persaudaraan, bukan untuk menghina agama lain, bukan begitu acara menebar cinta kasih,” ujarnya Benny.

Benny menjelaskan, ajaran Kristus harus didakwahkan dengan cara yang santun dengan tidak menjelek-jelekkan agama lain. Terlebih lagi sampai menyulut emosi umat agama lain.

“Itu jelas cara yang salah dalam ajaran Kekristenan, apalagi ajaran Kekristenan di Indonesia menjunjung tinggi kebhinekaan dan kebangsaan,” terangnya.

KWI juga meminta operator Facebook Indonesia segera memblokir akun Facebook Rudy Yohanes Hutagalung tersebut. Jika tetap dibiarkan, pihak gereja khawatir isi akun Facebook Rudy Hutagalung yang provokatif akan membenturkan umat Islam denga umat Kristen di Indonesia.

“Kami berharap akunnya diblok secara resmi oleh Facebook, karena isinya mengandung SARA dan mengadu domba umat beragama di Indonesia,” ujar Benny. Benny juga meminta kepada umat Islam tidak terpancing dan terprovokasi oleh isi akun Rudy tersebut. Sebab, umat Kristiani secara umum menolak apa yang dilakukan Rudy tersebut. “Orang seperti Rudy ini golongan minoritas dalam Kekristenan di Indonesia, sangat tidak mewakili Kekristenan secara umum,” terangnya.[Jakartapress.com]