Vatikan: Jangan Golput!


Vatikan: Jangan Golput!

Alfian B
kardinal bertone[DetikNews 06/10/2008] – Menjelang pemilu, istilah golongan putih alias golput kerap terdengar. Mungkin karena fenomena ini makin menggejala, Vatikan pun turun tangan. Gereja Katolik Roma menyerukan agar umat Katolik tidak golput.

“Agama tidak seperti merokok, yang bisa ditoleransi dalam kehidupan privat namun dikontrol secara ketat dalam ruang publik,” ungkap Menteri Luar Negeri Vatikan Kardinal Tarscisio Bertone.

Hal itu disampaikan dia dalam jumpa pers mengenai agama dan politik, seperti dilansir Reuters, Senin (6/9/2008).

Sementara itu Uskup Giampaolo Crepaldi, orang nomor dua di Dewan Vatikan untuk Keadilan dan Perdamaian berkata, umat Katolik hendaknya tidak cuek ketika sebuah pilihan politik sedang ditentukan. Hal itu, kata dia, agar suara dapat didengar.

“Tuhan tidak bisa hanya ditinggal di bangku gereja,” ujarnya.

Suasana perpolitikan dunia yang kian memanas juga membuat kalangan Vatikan berkomentar. Minggu lalu, Uskup Raymond Burke dari AS mengecam partai Demokrat AS dan menyebutnya sebagai ‘Partai Kematian’ karena persetujuan partai Demokrat terhadap aborsi.

Burke menyerang politikus partai Demokrat, calon wakil presiden AS Joe Biden dan Ketua DPR AS Nancy Pelosi sebagai ‘orang-orang yang salah mengartikan ajaran Katolik’.

Komentar Burke pun menuai kecaman dan dukungan di dunia maya. Oleh yang mengecam, Burke dituduh sedang berusaha mempengaruhi pemilihan presiden AS,sementara pendukung Burke menanggap bahwa ucapan Burke menunjukkan keberanian seorang uksup.

Terhadap gejala ‘uskup bicara politik ini’ John Allen, seorang pengamat agama berkomentar, apa yang terjadi di AS sekarang ini mau tidak mau menciptakan situasi yang membuat pemimpin Gereja merasa harus berbuat sesuatu.(alf/ken)

Sumber: http://www.detik.com

TENTANG KRISIS EKONOMI (SHARING, PEKERJA DI BIDANG INVESTASI DAN KEUANGAN)


Teman2, agak serius dikit ya.
Sebetulnya ini agak telat, tapi sorry karena pikiranku kesita banget ama kerjaan. Barusan aja aku kepikiran untuk share ama kalian di milist ini. Aku sendiri juga kelimpungan jawab pertanyaan dari orang2 soal ini. Ini bukan nakut2in tapi kenyataan dan aku nulis ini supaya kalian tahu apa yang harus dilakukan. Aku kerja di bidang investasi dan keuangan dan aku dah tahu duluan tentang hal ini. Aku dah tahu dan ngerasain krisis ini dari awal tahun tapi kan belum ngefek ke real sector, berhubung sekarang udah menjalar dan kalian akan segera merasakannya maka aku tulis ini. Krisis ini bisa lebih buruk dari krisis 98, tapi kondisi ekonomi kita lebih kuat sekarang. Krisis yang sekarang asalnya dari luar bukan dari dalam negeri. So, aku minta kalian benar2 baca tulisan aku ampe selesai. Terserah kalian akan ikutin atau tidak, yang jelas aku punya license nasional dan pemahaman yang membuat tulisan aku di bawah ini suatu penjelasan dan saran yang bisa diikuti, bukan nakut2in. Bila ada pertanyaan bisa menghubungi aku di 08111834945, free of charge. Ini juga bukan iklan, gue ngga butuh. Please feel free. Tapi please jangan marah kalo gue ngga jawab karena kantor juga kacau abis.

Singkatnya gini deh:
Kondisi ekonomi:
1. Krisis keuangan di AS sangat sangat sangat parah. Tidak ada yang selamat. Ini sistem yang hancur.
2. Krisis itu telah menjalar ke seluruh dunia, sekali lagi tidak ada yang selamat. Kalo ada rumor yang mengatakan bahwa  negara ini bakal kuat, bakal jadi pemimpin, jangan percaya.
3. Banyak negara sudah memasuki masa resesi, seperti Inggris dan Singapur. Sebenarnya banyak sekali negara sudah masuk resesi tapi secara definisi belum karena dalam definisi ekonomi suatu negara dinyatakan resesi bila pertumbuhan ekonominya negatif 2 kuartal berturut2. Jadi yang tinggal di Singapore , Inggris dan US benar2 harus melakukan perubahan cara hidup mulai sekarang.
4. Krisis ekonomi sudah menjalar ke sektor real artinya akan kita rasakan. Sekarang sebenarnya sudah tapi tidak banyak orang awam yang benar2 sadar dampaknya. Ekspor kita sudah melambat, harga2 komoditas kita sudah jatuh, eksportir2 kita sudah memecati karyawan, impor ilegal sudah masuk. Pertumbuhan ekonomi kita bisa negatif.
5. Sektor2 yang paling dulu terkena imbasnya adalah properti, manufaktur, pertambangan, perkebunan.. ..sebenarnya sekarang udah terasa. Jadi tahun depan jangan harapkan perusahaan kalian kasi bonus besar lagi atau kasi kenaikan gaji tinggi lagi,

Artinya : Semua orang, semua negara sedang dalam perang memperebutkan cash. Siapa yang punya cash nantinya punya kemampuan lebih untuk bertahan

Saran dari aku:
1. Gaji dan semua income jangan dibelikan investasi lagi. PEGANG CASH. Buat kalian yang pas2an sekali, aku saranin, akumulasi cash dalam bentuk hard cash yaitu rekening tabungan (yang bisa ditarik dengan ATM). So, gaji masuk jangan belanja apa2.
2. Barang2 tertier terutama yang bakal dibeli pake kredit nanti dulu deh, pegang cash dulu. Barang2 akan mahal, susu anak mahal…so, pegang cash.
3. Bila kalian dengar harga emas naik dan sebagainya, jangan tergiur. Emas memang naik, tapi sangat volatile. Contoh temanku, beli emas, niatnya mau jualan,….eh telat, sekarang turun lagi. Lagian percaya deh, sulit jualnya karena semua orang dalam kondisi pengin jualan. Kalian bisa beli kemungkinan besar susah jualnya
4.Investasi tunda dulu deh. Kalo memang ada duit lebih deposito saat ini yang paling cocok, itu juga near to cash walaupun ada jatuh temponya. Nah untuk deposito aku saranin:
4.a. Masukkan ke bank yang aman, buat kalian aku sarankan kalo bisa bank pemerintah.
4.b Bunga penjaminan pemerintah hanya 10%. Artinya bila deposito kalian mendapat bunga di atas 10% maka uang kalian tidak akan dijamin oleh pemerintah. Bila, bank itu kolaps, maka uang kalian bisa saja hilang….lang lang. Terus nominal yang diganti hanya maksimal 2 M. Mungkin kalian tidak ada yang punya sebanyak itu tapi informasi ini bisa dishare ke bokap atau nyokap.
5. Jangan panik lalu ikut2an beli emas atau dollar. Dollar justru tinggi2nya. Udah Rp 10,000 an. Dollar yang tinggi ini karena investor asing menarik uangnya dari Indonesia , mereka kan butuh dollar supaya bisa dibawa ke negara mereka. Jadi bukan karena kondisi ekonomi kita yang jelek.

Rumor:
1. Ekonomi Indonesia kuat, jauh lebih kuat daripada Singapore bahkan. Singapore sudah masuk resesi, 2 kuartal berturut2 -6%. Indonesia masih tumbuh 6%. Bila ada rumor yang mengatakan bahwa krisis kali ini disebabkan oleh pemerintah kita yang payah jangan percaya. Tim ekonomi kita sekarang ini tangguh. Cara mereka menanggulangi krisis sudah on track. BI mungkin membuat kebi jaka n yang mengejutkan tapi Menkeu tidak. I am objective di sini karena aku pelaku pasar bukan orang politik.
2. Jadi, bila ada rumor yang mengajak kalian menggulingkan pemerintah sekarang seperti zaman Soeharto, jangan terpancing.
3. Hutang luar negeri kita sangat2 kecil saat ini dan cadangan devisa kita jauh lebih kuat daripada tahun 97/98. Dulu hutang luar negeri kita 100% dan cadangan devisa kita nol. Saat ini kita juga tidak ada hubungan lagi dengan IMF. Semua hutang kita itu independent.

Tindakan:
1. Selain menyediakan cash untuk keperluan kita dan keluarga, mulai sekarang belilah dan pakailah produk dalam negeri. Aku ngga sok idealis, ini ada logikanya. Logikanya gini. Sekarang semua negara butuh cash, istilahnya ngga ada yang beli dagangan mereka, semua negara maunya jualan produk mereka supaya dapat cash. Nah, ngapain coba kita ngasih rakyat negara lain pendapatan dengan membeli produk2 mereka? Rugi amat. So, pake semua produk lokal. Kita mulai dari diri kita sendiri. Belanja ke Singapore nya ntar dulu. Travelling ke Phuket nya ntar dulu. Beneran….
2. Produk impor yang menggiurkan sudah masuk menyerbu ke Indonesia . Itu sebenarnya dagangan negara2 lain yang tidak laku di USA karena USA dan negara2 kaya dan maju sudah bangkrut sehingga ngga minat lagi. Harga barang2 itu murah tapi sekali lagi, ngapain kasi makan negara lain sementara negara2 itu sudah tidak punya kapasitas lagi kasih makan kita. Ini bukan kondisi normal lagi ketika perdagangan antar negara terjadi karena saling membutuhkan, ini sih negara yang jualan udah ngga bisa timbal balik beli barang kita. Dong kan ? Lagian ati2, mereka masuk dengan barang2 palsu kaya telur palsu dari bahan kimia.Yang sudah masuk sih barang2 dari China karena ekspor mereka tidak terserap oleh US makanya dibuang ke Asia . Dan ingat walaupun ekonomi China masih tumbuh 10% dan cadangan valas merekan terbesar di dunia, duit mereka juga sudah banyak ketanam di AS sehingga mereka juga merasakan dampak krisis ini.
3. Sekarang udah ngga pada kondisinya deh ngributin masalah politik dan ideologi, so jangan terpancing.. ..amakan dulu perut.

Investasi;
1. Bagi kalian yang punya reksadana di saham, kalo nilai investasi kalian sudah di bawah 50%, biarkan saja, jangan dijual karena kalo kalian jual maka uang kalian benar2 akan tinggal dikit. Biarkan saja nanti balik lagi…tapi kali ini memang lama….minimal 2 tahun bahkan lebih. Sekali lagi ini krisis yang sangat besar, terbesar sepanjang masa ekonomi dunia modern.
2. jangan beli asuransi dengan link lagi. Bila ada asuransi dengan link di dalamnya aku jamin hasil investasi kalian kecil sekali. Kalo belum lama belinya tanya ke agennya bisa tidak diswitch ke murni asuransi.
2. Kalo memang ada duit lebih, masukkan saja ke deposito. Sekarang yieldnya lagi tinggi tapi ingat penjelasan ku tentang deposito di atas.

Sumber: Milis AIPI

Presiden PKS: Jangan Menghujat Syekh Puji


http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/10/26/1/157635/presiden-pks-jangan-menghujat-syekh-puji

JAKARTA – Presiden PKS Tifatul Sembiring mengaku kurang simpati dengan pihak-pihak yang menghujat pernikahan Syekh Puji dengan gadis belia berusia 12 tahun yang dianggap kontoversial.

“Mungkin kita tidak sependapat, tapi jangan sampai menghujat para ulama. Karena kalau umat Islam tidak menghormati ulama, siapa lagi yang akan menghormati mereka,” ujarnya di sela Rapimnas PKS di Hotel Sahid Jakarta, Minggu (26/10/2008).

Selain itu, lanjutnya, persoalan yang menjadi kontroversi ini masih menyangkut masalah fiqhiyah yang dibenarkan berbeda pendapat, selama mempunyai dalil yang kuat.

“Jadi tolong kepada semua masyarakat terutama umat Islam agar tidak sampai saling menghujat. Lebih baik dikonsultasikan dengan ulama (MUI) karena ini masalah fiqih, yang ada batas minimal dan maksimalnya,” terangnya.

(ded)

Wajah HAM di Indonesia


Wajah HAM di Indonesia

 

Wajah HAM di Indonesia kelihatannya masih buram walau secercah harapan sebenarnya telah tergoreskan secara pasti dalam konstitusi yang menyiratkan bahwa HAM tersurat dan menjadi ketentuan hukum yang kuat dan mengikat bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa diskriminasi.

Namun dalam tataran implementasi masih jauh panggang daripada api. Ketentuan hukumnya sudah sangat baik, tetapi pelaksanaannya masih sangat jauh dari harapan. Korban-korban HAM masih terus bertambah, berbagai kasus HAM tidak terselesaijan secara tuntas.

Komnas HAM yang diharapkan sebagai lembaga yang dibangun untk menyelesaikan masalah HAM di Indonesia dengan slogannya yang kelihatan indah, “HAM untuk SEMUA” kelihatan perannya hanya sebatas tempat mengadu dan kolektor berbagai persolan HAM di Indonesia.

Demikian juga Departeman Kehakiman dan Hak Asasi Manusia yang hadir di tengah-tengah lautan persoalan HAM di Indonesia dengan otoritas yang sangat kuat dan slogannnya yang sangat luar biasa, “Semua untuk HAM-HAM untuk Semua” ternyata juga lemah dalam menyelesaikan masalah-masalah HAM di negeri ini, apalagi kalau pelanggar-pelanggar HAM melibatkan petinggi-petinggi negeri maka ketidakberdayaan itu semakin jelas dan keberpihakan muncul secara telanjang.

Kalau terjadi pelanggaran HAM di lapangan, yang sering terjadi adalah tindakan aparat hukum yang melakukan pembiaran atas tindak pelanggaran dan baru turun tangan setelah pelanggaran HAM terjadi, dan ironisnya pelanggarnya dibiarkan pergi dan korbanlah yang berurusan dengan aparat.

Salah satu contoh yang marak terjadi adalah pelanggaran HAM dalam hal kebebasan beribadah dan beragama. Korban yang sudah menderita karena teror, intimidasi, dan penganiayaan, tambah menderita lagi, karena “demi” keamanan dan ketertiban”korban diharuskan menutup tempat ibadahnya dan dilarang melakukan kegiatan ibadah di tempat tersebut.

HAM juga kelihatan lebih menarik dijadikan komoditas politik terutama menjelang Pemilu 2009, HAM mulai dilirik dan diangkat kepermukaan oleh parpol-parpol peserta Pemilu 2009 tentunya dengan janji-janji manis untuk menuntaskan berbagai persoalan HAM di Indonesia. Tetapi nanti dulu, mari kita lihat janji Presiden kita pada Pemilu 2004, pada tahap awal pemerintahannya. SBY berpidato dengan semangat yang luar biasa dan meyakinkan dalam tema pidato yang juga luar biasa meyakinkan dan menjanjikan: “INDONESIAKU UNTUK SEMUA, MAJU BERSAMA, MAKMUR BERSAMA.”

Dalam pidatonya, Susilo Bambang Yudhoyono yang saat ini adalah Presiden Republik Indonesia mengatakan: “Setiap orang memiliki hak dan kewajiban yang sama, secara hukum tidak boleh lagi ada perlakuan yang diskriminatif dalam kehidupan kita sebagai bangsa. Oleh karenanya di tahap awal pemerintahan saya nanti, saya pastikan dilakukan evaluasi dan penghentian setiap aturan dan praktek kehidupan dikriminatif, baik yang terjadi di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. Kita harus bersama-sama menjalankan gerakan “DISKRIMINASI-NO!” (Disampaikan dalam HUT Partai democrat di Istora Senayan, 9/9 2004).

Janji haruslah ditepati, apalagi janji-janji yang diucapakan di hadapan rakyat dan sesungguhnya untuk rakyat yang juga memilihnya, janji, bukan hanya harus tetapi wajib untuk ditepati. Kelihatannya menjelang akhir pemerintahannya masih banyak PR yang belum terselesaikan. Misalnya berbagai pelanggaran HAM yang masih banyak terjadi dan belum terselesaikan secara tuntas, seperti: kejahatan terhadap kemanusiaan, diskriminasi, penindasan, intimidasi, pemberangusan kekerasan terhadap anak, trafficking, perusakan lingkungan dan perusakan serta penutupan rumah ibadah.

Regulasi yang diharapkan dapat menyelesaikan masalah ketidak-rukunan dalam masyarakat seperti SKB 1969 dan Perber 2006 ternyata tidak ada korelasinya dengan kerukunan dan ketidak-rukunan di dalam masyarakat, karena terbukti berdasarkan data yang menggambarkan Korelasi Perusakan dan Penutupan Rumah ibadah dengan SKB 1969 dan Perber 2006, terbukti intensitas penutupan rumah ibadah justru semakin meningkat. Sebelum diterbitkannya SKB 1969 rata-rata penutupan Gereja 1 gereja per 4,8 tahun, sedangkan pada masa pemberlakuan SKB selama 37 tahun rata-rata gereja yang ditutup 2-3 gereja per bulan dan pada masa Perber yang baru berjalan 17 bulan 3-4 gereja per bulan.

Intensitas penutupan/perusakan tertinggi terjadi pada masa pemerintahan BJ Habibie.

Begitu banyak data dan cukup bukti atas terjadinya pelanggaran HAM, terutama terhadap rumah ibadah dan hak untuk beribadah, namun aneh tapi nyata, tidak seorang pun pelanggar hukum dan HAM ini ditangkap, diadili dan dihukum!

Hak Atas Kebebasan
“Hak atas kebebasan beragama dan beribadah adalah kebebasan dasar (fundamental freedom rights) yang melekat (inherent) dalam diri setiap manusia yang tidak boleh direnggut oleh siapa pun dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.”

REGULASI YANG MENDASARI HAK ATAS KEBEBASAN

•Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28e
(1) Setiap orang berhak memeluk agama dan ber-ibadah menurut
agamanya,memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan,
Memilih kewarganegaraan,memilih tempat tinggal di wilayah negara
dan meninggalkannya, serta berhak kembali.
(2) Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini kepercayaan,
menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.

• Undang-Undang RI No 39 tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia Pasal 22
(1) Setiap orang bebas memeluk agamanya masing-masing dan untuk
beribadat menurut agama dan kepercayaannya.

• Pernyataan Umum Tentang Hak-Hak Asasi Manusia Pasal 18. “Setiap orang
berhak atas kebebasan pikiran, hati nurani dan agama;dalam hal ini
termasuk kebebasan berganti agama atau kepercayaan, dan kebebasan
untuk menyatakan agama atau kepercayaan dengan cara mengajarkannya,
mempraktekkannya, melaksana-kan ibadahnya dan mentaatinya, baik
sendiri maupun bersama-sama dengan orang lain,dimuka umum maupun
sendiri”

• Kovenan Internasional tentang Hak Sipil dan Politik Pasal 18.
(1) Setiap orang berhak atas kebebasan berpikir, berkeyakinan dan
beragama. Hak ini mencakup kebebasan untuk menganut, atau menerima suatu agama atau kepercayaan atas pilihannya sendiri, dan kebebasan, baik secara individu maupun bersama-sama dengan orang lain, dan baik di tempat umum maupun tertutup, untuk menjalankan agama atau kepercayaannya dalam kegiatan ibadah, ketaatan, pengamalan dan pengajaran.
(2) Tidak seorangpun boleh dipaksa sehingga meng-ganggu kebebasannya
untuk Menganut atau menerima suatu agama atau keper-cayaanya sesuai dengan pilihannya

JAMINAN ATAS KEBEBASAN

• UUD 1945 Pasal 29 Ayat 2
“Negara menjamin kemerdekaan tiap tiap penduduk untuk memeluk
agamanya masing masing dan ber-ibadah menurut agamanya dan kepercayaannya itu”

• UU RI No 39 Tahun 1999 Pasal 22 ayat 2.
“Negara menjamin kemerdekaan setiap orang me-meluk agamanya masing-
masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu”

• Sejauh mana Negara melakukan kewajibannya memberikan perlindungan
yang memadai? Sejauh mana negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap pen-
duduk beragama dan beribadah ?

• Penutupan, Perusakkan dan Pembakaran tempat ibadah dimanapun dan
dengan alasan apapun adalah Pelanggaran terhadap hak-hak dasar atas
kebebasan beragama dan berkeyakinan

Ketentuan-ketentuan HAM menjadi ketentuan-ketentuan konstitusi di dalam Undang-Undang Dasar 1945. Hal ini tentunya mengandung konsekuensi bahwa ketentuan-ketentuan tersebut harus dilaksanakan secara konsisten dan harmonis dalam segala bentuk kebijakan, peraturan dan administrasi penyelenggaraan Pemerintahan Negara Republik Indonesia dari tingkat Pusat, daerah, kabupaten/kota sampai ke kelurahan/desa.

Tugas, wewenang dan kewajiban pemerintah adalah menjamin kepastian terlaksananya Kebebasan Beragama dan Beribadah menurut Agama dan kepercayaannya itu” (UUD 1945 Pasal 29 ayat 2).

“Sungguh betapa bahagia bila setiap insan di negeri yang kita cintai ini bebas memeluk agama dan dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan damai tanpa gangguan, intimidasi ataupun teror!”

Penulis adalah Wakil Sekretaris Umum Pengurus Pusat Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia (PGLII), Wakil Ketua Umum Lembaga Advokasi Hukum dan Hak Asasi Manusia (DPP ELHAM) dan Sekretaris Jenderal Jaringan Layanan Damai (Jala Damai).

Drs. Ignatius Dachlan Setiawan, MA
Kontributor Kristiani Pos

Sumber: http://id.christianpost.com/php_functions/print_friendly.php?tbl_name=society&id=1037

Otokritik Seorang Kristen


Otokritik Seorang Kristen
Oleh Ioanes Rakhmat

(Tulisan ini telah terbit dalam Majalah Madina, No. 9/Th 1/September 2008)

Jika kehadiran umat Kristen di suatu kawasan mayoritas Islam tidak
disenangi umat mayoritas ini, dan ketidaksenangan ini akhirnya
menimbulkan konflik tajam, orang dapat bertanya, siapa yang harus
disalahkan, atau usaha apa yang perlu dilakukan untuk mencegah konflik
ini muncul lagi di masa depan.

Sebagai respons, bisa jadi pihak Kristen akan membela diri dengan
menyatakan bahwa dalam NKRI tidak dikenal pembedaan perlakuan terhadap
yang mayoritas dan terhadap yang minoritas; bahwa keduanya sama-sama
berhak untuk tinggal, bekerja dan beribadah di wilayah mana pun dari
Republik ini. Dengan alasan ini, pihak Kristen lantas akan menyalahkan
pihak Islam. Sebaliknya, umat Islam di kawasan itu akan menyalahkan
pihak Kristen yang dinilai tidak peka terhadap perasaan umat Islam di
situ yang khawatir dikristenkan. Saling menyalahkan ini tidak memberi
manfaat apa-apa bagi upaya membangun kerukunan. Yang penting adalah
memikirkan usaha-usaha yang perlu dilakukan untuk mencegah berulangnya
konflik Islam-Kristen. Salah satu usaha ke arah ini adalah
masing-masing umat melakukan otokritik.

Misi pengkristenan

Sejak lahirnya, agama Kristen sudah menjadi suatu agama misioner yang
mengarahkan penganutnya ke dalam dunia untuk mengkristenkannya. Mandat
misioner pengkristenan ini memenuhi halaman-halaman Kitab Suci
Perjanjian Baru. Tidak sedikit orang Kristen di Indonesia
terang-terangan menghayati misi mengkristenkan dunia. Ada sekian
sekolah teologi di Indonesia yang mengharuskan setiap lulusannya
menghasilkan satu gereja baru yang dipenuhi orang Kristen baru,
pindahan dari agama lain. Tapi, ada juga orang Kristen yang berdalih
bahwa tugas panggilan mereka bukanlah untuk mengkristenkan dunia,
melainkan untuk mengabarkan Injil kepada semua orang, supaya mereka
menjadi murid-murid Yesus Kristus. Dalih ini sebenarnya sia-sia, sebab
ketika orang menjadi murid Yesus Kristus, ia menjadi penganut agama
Kristen, atau menjadi seorang yang dikristenkan. Sejak usia
kanak-kanak, setiap orang Kristen sudah diajar untuk “mencari jiwa”
bagi Yesus Kristus, dan jika banyak jiwa dihasilkan upah besar konon
menanti di surga. Pendek kata, menjadi orang Kristen berarti menjadi
orang yang harus mengkristenkan orang lain, dengan berbagai cara:
mulai dari pemberitaan Injil secara lisan kepada orang bukan-Kristen,
lalu pemberian bantuan material kepada orang miskin yang dilakukan
banyak kali sebagai upaya pengkristenan terselubung, sampai pada
bentuk pengkristenan yang lebih canggih berupa pempribumian atau
indigenisasi teologi (= memberi bungkus/baju kultur lokal asli pada
amanat Kristen yang universal dan tidak berubah).

Di tengah usaha-usaha pengkristenan ini, sebaiknya orang Kristen
menyadari bahwa tidak ada satu pun orang Islam di Indonesia
menghendaki sesamanya yang beragama Islam pindah agama, masuk Kristen.
Begitu juga, tidak ada satu pun orang Kristen di Indonesia
menginginkan sesamanya yang beragama Kristen menjadi sasaran
pengislaman. Ini adalah kebenaran kendatipun orang bisa berpendapat
bahwa dalam masyarakat yang plural perpindahan agama itu wajar bahkan
merupakan hak setiap orang yang dijamin UU. Semua orang tahu, jumlah
umat yang besar akan memberi keuntungan politik besar dan pada
gilirannya keuntungan ekonomi yang besar juga. Jadi bisa dipahami jika
umat Muslim di Indonesia akan terus berusaha menjaga dan
mempertahankan posisi mayoritas tunggal yang menjadi penentu masa
depan Indonesia, dan bisa dimengerti juga jika mereka tidak ingin
menjadi warga negara kelas dua atau kelas tiga lagi seperti yang
mereka pernah alami dalam zaman penjajahan dulu. Kebangkitan Islam
pada aras global dewasa ini memberi tambahan energi pada usaha
mempertahankan posisi dominan ini. Dengan aspirasi Islami yang kuat
seperti ini, misi pengkristenan yang dipikul orang Kristen tentu saja
akan dipandang membahayakan eksistensi dan ketahanan umat Islam; dan
tak terhindarkan lagi misi Kristen ini sedang dilawan umat Islam
dengan segala cara, termasuk dengan tindak kekerasan yang melawan
hukum yang dilakukan sebagian kecil umat Islam di Indonesia.

Pada masa kini di Indonesia, semua orang tahu, gerak misioner
pengkristenan yang dilakukan orang Kristen sedang diawasi dan
dipelajari oleh umat Islam. Nah, keadaan di lapangan yang semacam ini
tentu mengharuskan orang Kristen melakukan pemeriksaan diri, dan
menilai apakah misi pengkristenan masih relevan untuk dijalankan.
Sebagai ganti misi pengkristenan, sudah seharusnya orang Kristen
membangun dialog dengan orang dari kepercayaan lain, untuk sama-sama
tiba pada kebenaran-kebenaran yang lebih agung. Beberapa orang Kristen
tentu saja tidak bersedia berdialog dengan umat beragama lain; bagi
mereka misi pengkristenan justru tepat dilakukan di Indonesia
mengingat 85 persen penduduk Indonesia masih Islam.

Simbol fisik

Kehadiran umat Kristen di suatu kawasan dapat dengan mudah
diidentifikasi melalui bangunan fisik gedung gereja yang dilengkapi
dengan sebuah salib sebagai simbol Kristen yang mengacu pada Yesus
Kristus yang mati disalibkan, yang menjadi inti sari iman Kristen.
Bangunan gereja memang bisa dikenali langsung karena bentuknya yang
khas dan karena simbol salib yang menjulang di atasnya. Ruko atau
rukan yang di kota-kota besar di Indonesia kerap dijadikan tempat
beribadah umat Kristen juga dapat dikenali sebagai gedung gereja
karena simbol salib ini.

Karena gedung gereja yang dianggap sebagai rumah Allah dirasakan
sangat penting dan bernilai dan simbol salib begitu bermakna, umat
Kristen terdorong untuk membangun gedung gereja mereka beserta
salibnya dengan megah dan menelan biaya besar. Bahkan sekarang ini di
Jakarta ada sebuah gedung gereja yang baru dibangun dengan
menghabiskan biaya, kabarnya, sampai trilyunan rupiah. Kalau biaya
besar tersedia dan izin resmi membangun gedung gereja sudah dimiliki,
memang tidak ada yang bisa mencegah pembangunan gedung gereja yang
sangat besar sekalipun. Dengan membangun gedung gereja yang
megah-megah, orang Kristen sebetulnya sedang memuliakan diri mereka
sendiri (self-glorifying) , lalu melupakan Yesus yang telah mati
terhina di kayu salib, yang lambang kematiannya, ironisnya, dipasang
menjulang tinggi di gedung-gedung megah gereja.

Ya, mereka berhak dan dapat membangun gedung-gedung gereja besar
karena mereka mempunyai banyak uang yang dihimpun dari banyak sumber.
Tetapi masalahnya adalah konteks sosial di mana bangunan gereja
didirikan. Kalau sebuah gedung gereja dibangun di tengah suatu konteks
kehidupan sosial umat Islam mayoritas, dan di situ tidak ada orang
Kristen tinggal, munculnya kecurigaan pengkristenan dan kemarahan umat
Islam di kawasan itu sudah harus diantisipasi. Orang Kristen pun bisa
dipastikan akan menuduh tengah terjadi pengislaman bila di suatu
daerah Kristen dibangun sebuah masjid sementara tidak ada satu pun
orang Islam di daerah itu. Jadi, konteks sosial harus serius
dipertimbangkan ketika umat-umat beragama di Indonesia mau membangun
rumah ibadah mereka.

Di tengah berbagai konflik Islam-Kristen, sekian orang Islam telah
mengingatkan bahwa orang Kristen di Indonesia harus tahu bagaimana
membawa diri sebagai umat beragama minoritas. Orang dengan berbagai
alasan hukum dan politik boleh tidak setuju dengan pernyataan yang
memang memihak dan penuh prasangka ini. Namun yang sedang dihadapi
orang Kristen dalam hal ini bukanlah pertama-tama masalah hukum dan
politik yang rasional, melainkan suasana hati dan persepsi umat Islam
yang dibentuk oleh banyak faktor sosio-ekonomis, suasana hati dan
persepsi yang bisa tidak rasional dan karena itu bisa destruktif.

Mengingat pada aras nasional rakyat Indonesia masih sangat banyak yang
miskin, dan mereka yang miskin ini sebagian besar adalah orang Islam
dengan bangunan-bangunan masjid mereka yang bersahaja, sudah
sepatutnya orang Kristen di Indonesia, yang tinggal di daerah maupun
di kota besar, tidak membangun gedung-gedung besar dan mewah tempat
ibadah mereka. Gedung gereja yang megah bisa menyampaikan pesan-pesan
negatif kepada umat Islam, bahwa orang Kristen itu kaya raya tapi
tidak peka dan tidak peduli pada nasib sebagian besar rakyat Indonesia
yang beragama Islam, bahwa orang Kristen yang minoritas itu sedang
dengan angkuh mempertontonkan kekuasaan dan kejayaan mereka, bahwa
orang Kristen itu sedang bersiap-siap untuk mengkristenkan Indonesia
secara besar-besaran. Daripada menimbulkan pesan-pesan negatif dan
berbahaya ini, lebih baik dana besar yang mereka miliki digunakan
untuk memberdaya rakyat miskin Indonesia dengan tanpa pamrih.

Fundamentalisme Kristen

Kita semua tahu, kalangan Islam yang paling sensitif terhadap beragam
upaya pengkristenan di Indonesia adalah kalangan Islam garis keras
yang terhimpun dalam sekian ormas Islam yang siap dimobilisasi setiap
saat untuk berkonfrontasi terbuka di lapangan. Kita semua juga tahu,
kalangan Kristen fundamentalis, karena fanatisme mereka, adalah
kalangan yang paling tidak peka terhadap perasaan-perasaan umat Islam
di Indonesia yang kebanyakan terkondisi untuk melihat diri sebagai
umat yang sedang terancam oleh kekuatan-kekuatan global. Kalangan
Islam fundamentalis sudah dengan terang-terangan ingin menjadikan
syariat Islam sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Karena pengaruh gerakan pengkristenan global dari gereja-gereja di
Barat, kalangan fundamentalis Kristen di Indonesia, seperti
saudara-saudara mereka di Amerika Serikat, ingin juga menjadikan Yesus
Kristus dan Alkitab yang dipandang sebagai firman Allah yang sempurna
sebagai landasan membangun bangsa dan negara. Seorang pentolan kaum
fundamentalis Kristen di Indonesia menyatakan bahwa jika ekonomi
Indonesia didasarkan pada Yesus Kristus, ekonomi Indonesia akan jaya!

Jadi, fundamentalisme keagamaan memang merupakan masalah baik bagi
umat Kristen maupun bagi umat Islam di Indonesia ketika kedua umat ini
hendak bersama-sama membangun kerukunan di dalam suatu negara yang
bukan negara sekuler dan juga bukan negara agama. Orang Kristen
fundamentalis harus diingatkan, jika Indonesia mau dijadikan negara
agama, Indonesia bagaimanapun akan berubah bukan menjadi negara
Kristen, tapi negara Islam. Dan sebelum ini terjadi, tentu akan timbul
banyak konflik. Jadi sebaiknya fundamentalisme keagamaan apapun
dijauhi.***- –

Mengelola Stres


Mengelola Stres

“Ketika Anda berbicara tentang pendidikan, karir, atau jasa, Anda sedang
berbicara tentang kehidupan. Dan kehidupan harus dinikmati. Kehidupan
mestinya menyenangkan.”
— Barbara Bush, mantan Ibu Negara Amerika

DAMPAK krisis keuangan di Amerika terhadap perekonomian global semakin
serius. Bahkan Bank Indonesia mengakui krisis yang terjadi di luar
prediksi mereka. Saham di Bursa Efek Jakarta diberitakan rontok secara
drastis pada awal Oktober kemarin. BEJ pun menutup perdagangan saham
selama tiga hari. Pemerintah mengatakan bahwa krisis keuangan di AS akan
memberi dua dampak kepada Indonesia, keterbatasan likuiditas dan
perlambatan ekonomi. Dampak tersebut akan dirasakan dalam kurun waktu enam
bulan hingga satu tahun.

Tetapi, belum enam bulan berjalan, dampak itu sudah terasa di sebagian
sektor. Yang paling membuat pening kepala pertama kali, tentu saja para
pemangku kepentingan perusahaan dan pemilik saham begitu tahu sahamnya
jeblok. Di beberapa daerah, para pengusaha yang mengekspor kerajinannya ke
Amerika dan Eropa dikabarkan mengalami penurunan pengiriman barang secara
drastis. Hal ini menyebabkan beberapa pengusaha merumahkan karyawannya
sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Sementara itu, pedagang barang
elektronik kesulitan mendapatkan pasokan barang menyusul kenaikan harga
akibat naiknya harga dolar. Sedangkan sebagian turis mancanegara
dikabarkan membatalkan kunjungannya ke Indonesia.

Memang ada yang tenang-tenang saja melihat krisis global yang terjadi saat
ini. Tetapi, tidak sedikit pula yang ketar-ketir melihat situasi ini. Daya
beli masyarakat memang cenderung menurun seiring kenaikan harga BBM yang
terjadi pada bulan Mei lalu. Kenaikan harga BBM ini tentu juga
mengakibatkan efek domino terhadap naiknya kebutuhan pokok, barang dan
jasa lainnya. Sayangnya, kenaikan BBM ini tidak disertai dengan kenaikan
pendapatan masyarakat. Nah, dengan ditambah krisis global yang terjadi
saat ini, membuat sebagian masyarakat menjadi semakin was-was dan tidak
sedikit pula yang menjadi stres.

Stres? Betul. Jika hal ini terjadi, tentu saja akan menambah panjang
deretan penderita stres di negeri ini. Mengingat penderita gangguan
kejiwaan di negara ini mengalami peningkatan yang signifikan semenjak
harga BBM naik. Bahkan WHO sendiri mengingatkan, krisis keuangan global
yang terjadi saat ini, bisa membuat banyak orang mengalami depresi, stres,
gangguan kejiwaan dan mudah putus asa.

Stres yang dialami seseorang, sejatinya sesuatu hal yang sulit untuk
dihindari. Stres memikirkan beban hidup. Stres di tempat kerja atau stres
karena sebab lain. Masalahnya adalah bagaimana mengelola stres dengan baik
agar tidak berdampak negatif bagi kesehatan jiwa dan tubuh. Stres yang tak
terkendali akan memicu naiknya tekanan darah dan berisiko terkena serangan
jantung. Stres dapat pula menaikkan kadar kolesterol dalam darah. Kondisi
ini yang nantinya membuat pembuluh darah tersumbat, sehingga penderita
rentan terhadap stroke.

Bagaimana tanda-tanda stres dapat dikenali? Ada sejumlah sinyal yang
sesungguhnya dapat Anda rasakan ketika Anda mengalami stres, seperti:
mudah tersinggung, naiknya tekanan jantung, meningkatnya tekanan darah,
merasa berkeringat atau sering menggigil, sulit tidur, sakit kepala, sakit
pencernaan, sakit di leher, sakit punggung bagian bawah, mengalami sakit
yang tidak biasa, pergi ke toilet lebih sering dari biasanya, lebih banyak
merokok dan minum, merasa gelisah tanpa sebab, kehilangan selera makanan,
kesenangan atau bahkan seks, selalu dirundung kesedihan, menjadi pelupa,
atau gejala-gejala lain yang tidak biasanya

Pada hakekatnya, stres dapat dikendalikan secara dini bila seseorang
menyadari datangnya stres di awal. Bagaimana mengelola stres yang terjadi
pada diri kita? Beberapa saran berikut semoga dapat membantu Anda.

Melakukan perawatan terhadap tubuh
Anda dapat mengusir stres dengan memanjakan tubuh Anda. Apa saja misalnya?
Berendamlah di air hangat. Hal ini dapat membuat Anda merasakan rileks
sekaligus mengendurkan otot-otot yang kaku. Pijatan yang lembut di tangan,
kaki, dan wajah juga dapat membuat peredaran darah menjadi lancar. Untuk
mata Anda, taruhlah irisan buah ketimun di mata sembari terpejam. Anda
bisa juga menyalakan lilin amoterapi. Dan dengan diiringi musik alunan
lembut, tutup mata anda, dan bayangkan hal-hal yang menyenangkan dalam
hidup. Atau Anda dapat juga melakukan pedicure atau facial.

Berolahraga, melakukan meditasi atau yoga
Anda dapat melakukan olahraga yang ringan seperti jogging, jalan sehat,
aerobik atau angkat beban. Olahraga membuat tubuh Anda menjadi segar dan
sehat, sehingga Anda dapat berpikir dengan jernih. Jika Anda dapat
berpikir dengan jernih, maka Anda dapat melihat dan menyelesaikan masalah
dengan lebih baik. Anda bisa juga melakukan meditasi atau yoga. Dengan
yoga, tubuh akan lebih rileks. Bagaimana bila ketegangan menunjukkan
kenaikan yang signifikan? Ambillah nafas dalam tiga hitungan, kemudian
keluarkan juga dalam tiga hitungan. Secara bertahap lakukan dengan
menaikkan hitungan menjadi lima, enam, tujuh dan seterusnya.

Membaca buku dan mendengarkan musik
Luangkanlah waktu untuk rileks dengan membaca buku atau mendengarkan musik.

Menyingkir dari rutinitas
Menyingkir dari rutinitas? Tentu saja. Jangan berpikir ini hal yang sulit.
Anda bisa melakukannya secara sederhana. Mencuci pakaian, menyetrika
pakaian, berkebun. Atau bisa juga melakukan rekreasi yang murah meriah
dengan keluarga atau teman sejawat.

Makan dan minum dengan baik dan benar
Konsumsilah menu secara seimbang terutama yang memiliki kandungan serat
seperti sayuran dan buah. Kurangi pula mengkonsumsi gula rafinasi. Dan
ingat, kurangi rokok, alkohol, dan kafein. Orang yang bersahabat dengan
alkohol, kafein, nikotin seringkali tak dapat melawan stres. Perbanyaklah
minum air putih. Tubuh bisa jadi tak mengalami dehidrasi walau tubuh tak
merasa haus. So, saat Anda ke kamar mandi, pastikan urin Anda berwarna
terang. Dan jangan lupa, tidurlah dengan cukup.

Sesungguhnya, krisis ekonomi yang terjadi hanyalah bagian dari sekian
banyak masalah yang dihadapi manusia. Walau begitu, tetap saja harus
disikapi secara arif dan legowo. Krisis global saat ini bisa jadi jauh
dari perkiraan banyak orang. Oleh karena itu dalam diri seseorang, harus
tertanam kesadaran bahwa ada hal-hal yang tak bisa dikendalikan. Hal-hal
yang di luar perkiraan sebelumnya. Ini penting, agar kita tidak kecewa
nantinya jika ternyata rencana-rencana yang sudah diatur jauh meleset dari
harapan. Kekecewaan itu mungkin menghalangi tujuan yang telah kita
tetapkan di awal. Untuk menghadapi hal-hal seperti ini, mental kita harus
sudah siap. Inilah sesungguhnya pondasi dasar dalam menghadapi stres yang
terjadi. Mental yang siap, kuat, dan tahan uji.

Betapapun beratnya badai krisis, tetap harus kita hadapi dengan bijak.
Karena, walau katakanlah ada bagian yang hilang akibat krisis tersebut,
kita patut bersyukur bahwa masih terdapat kelebihan-kelebihan yang kita
miliki. Kita masih bisa hidup dengan sehat, gaji yang dibayar cukup, dan
kelebihan lainnya yang mungkin orang lain belum tentu dapatkan.

Dan pada akhirnya, kunci dalam menghadapi stres sesungguhnya bagaimana
Anda dapat menikmati hidup ini, ikhlas dan sabar dalam menghadapi cobaan,
serta selalu bersyukur atas segala yang diberikan olehNya. Dan terakhir,
berdoalah untuk selalu memohon kepadaNya agar senantiasa Anda diberi
petunjuk dalam menjalani hidup ini. (131008)

Sumber: Mengelola Stres oleh Sonny Wibisono, penulis, tinggal di Jakarta

Kiai Nikahi Bocah 12 Tahun


Rabu, 22/10/2008 17:50 WIB
Kiai Nikahi Bocah 12 Tahun
Anggota DPR: Tak Masalah Asal Semua Tercukupi
Hestiana Dharmastuti – detikNews

Jakarta – Tindakan Pujiono Cahyo Widianto atau Syekh Puji menikahi Lutfiana Ulfa (12) menuai kontroversi. Bagi Wakil Ketua DPR Hilman Rosyad Syihab menilai secara agama, kesehatan, psikologis maupun sosiologis pernikahan itu tidak ada masalah.

Hilman menjelaskan, secara syariah Islam selama perempuan sudah haid maupun belum haid sekali pun dapat dinikahkan.

“Jadi secara hukum agama nggak ada masalah, diperbolehkan. Rasulullah menikahi Aisyah di usia 7 tahun, tetapi nggak campur sampai akil balig,” kata Hilman kepada detikcom, Selasa (22/10/2008) .

Hilman mengatakan, dari sisi kesehatan juga tidak masalah menikahi bocah di bawah umur.

“Kalau sudah balig nggak masalah, selama asupan gizinya tercukupi. Jadi kalau dia hamil dan masih dalam masa pertumbuhan kan dibutuhkan gizi baik. Selama tercukupi gizinya ya nggak masalah,” papar dia.

Selain itu, lanjut Hilman, jika dilihat dari sisi psikologis pun tidak ada masalah. “Karena perkembangan psikologis beriringan dengan perkembangan biologis. Jika normal, secara metabolisme mempengaruhi sikap psikologisnya, ” ujar dia.

Politisi PKS ini pun menuturkan, dari kacamata sosial pernikahan kiai semacam ini cerita lama.

“Itu banyak dilakukan di kalangan pesantren. Orang tua akan bangga anaknya dinikahkan kiai ketimbang dengan pemuda tanggung,” ujarnya.

Bagaimana dari sisi pendidikan? “Kalau suaminya baik dan konsen pada pendidikan istri maka melibatkan istrinya meneruskan pendidikan. Kalau tidak mau pendidikan formal ya di pesantren kan ada Diniyah Ula (SD) dan Diniyah Wustho (SMP). Kalau khawatir dengan lingkungan, ya masukkan ke pesantren,” papar Hilman.

Menurut dia, perkawinan itu menjadi masalah jika terbukti ada pemaksaan dan pelanggaran hak anak.

“Itu bisa dikaitkan dengan UU Perlindungan Anak dan UU KDRT,” ujarnya.

Pujianto adalah kiai nyentrik pemilik Ponpes Miftakhul Jannah, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang. Ia sebelumnya menghebohkan dengan berita bagi-bagi zakat sebesar Rp 1,3 miliar. Pada Agustus ini, Syech Puji menikah secara siri dengan Lutfiana Ulfa yang baru lulus SD. Ulfa merupakan istri keduanya.

(aan/iy)