Pemprop DKI Minta Maaf ke PGI

Ketum PBNU dan PGI tinjau lokasi bersama 
Pemprop DKI Minta Maaf ke PGI


Jakarta, KOMENTAR
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto mengakui tindakan Satpol PP tidak perlu terjadi. Karena itu, secara resmi Pemprop DKI Jakarta meminta maaf ke PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) terkait aksi penyerbuan dan perusakan Kantor PGI. “Tadi ada pertemuan dengan PGI, masalah sudah selesai, Pemprop DKI siap ganti rugi,” kata Prijanto, kemarin (27/08).

Sedangkan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Adang Firman kepada pers mengatakan, ka-sus penyerbuan dan perusakan Kantor PGI, ditindaklanjuti pihaknya. Kini, kasus tersebut ditangani Polres Jakarta Pusat. “Petugas sudah menerima laporan sehubungan kerusakan di Kantor PGI dan sampai tadi (kemarin, red), petugas masih mengumpulkan bukti sekaligus jadwal pemeriksaan setelah penyelidikan di la-pangan selesai,” kata Kapolda seraya mengatakan, 
sejumlah oknum Satpol PP akan dimintai keterangannya. Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) sendiri, secara resmi telah melaporkan kasus perusakan kantor mereka yang terletak di Jalan Salemba 10, Jakarta Pusat, oleh aparat Satpol PP ke Markas Kepolisian Resort Jakarta Pusat, Selasa (26/08) malam.

Ketua Departemen Pemuda PGI, Janedi Jagau, yang bertindak sebagai pelapor mengatakan, kantor yang merupakan pusat koordinasi ribuan gereja di tanah air tersebut rusak karena dilempar aparat berseragam Satpol PP saat terjadi bentrokan dengan mahasiswa di Jalan Dipone-goro, Selasa petang. “Kami sangat menyesalkan tindakan brutal Satpol PP itu. Kami minta tanggung jawab dari pemerintah,” ujarnya. Secara terpisah, Presiden Dewan Gereja-gereja Sedunia, Pendeta Soritua Albert Ernst Nababan, menyesalkan kasus perusakan Kantor PGI oleh aparat pemerintah. SAE Nababan di depan Wakil Gubernur DKI Jakarta, yang mengunjungi tempat kejadian, meminta agar penanganan kasus ini harus diselesaikan secepatnya. “Sungguh memprihatinkan kekerasan dilakukan oleh negara,” katanya.

Sedangkan Tokoh Kristen Evangelis (Ev) Erwin A Pohe mendesak aparat kepolisian agar mengusut tuntas penyerangan kantor PGI. “Polisi tidak boleh pandang bulu. Siapa pun yang melakukan perusakan, haruslah ditindak secara tegas,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Gerakan Mahasiswa Kristen Indone-sia (GMKI), Cabang Jakarta, Charles Hutahayan menuntut agar dilakukan tindakan hukum terhadap Satpol PP terkait penyerangan dan peru-sakan yang dilakukan Selasa. Di tempat yang sama, Kepa-la Dinas Trantib & Linmas Pemprop DKI, Harjanto Ba-djuri menegaskan bahwa penyerangan dimulai dari pancingan dan pelemparan batu serta botol minuman dari sejumlah anggota GMKI. Ia menolak bahwa pihaknya me-mulai penyerang terlebih dulu. Ia juga mengaku mewakili Pemprop DKI meminta maaf atas kejadian yang terjadi dan siap mengganti rugi kerugian yang ada.

Namun Charles membantah pernyataan Badjuri yang mengatakan bahwa anggota GMKI yang memulai pelemparan. Menurutnya, penyerangan terlebih dulu dilakukan Satpol PP karena tidak suka dengan spanduk yang bertuliskan ‘Menolak Pemberlakuan Perda Ketertiban Umum.’ Camat Senen, Hidayatullah, Rabu, mengakui anak buahnya salah dalam penyerangan yang terjadi itu.(spc/zal)

Sumber: Harian Komentar

Iklan

2 Tanggapan

  1. Sudahlah terima saja nasib kalian yang minoritas, inikan demokrasi, suara terbanyak adalah kebenaran.
    Kalo kagak puas, pergi sana, cari saja sendiri, negara-negara yang beradab maju, agar kalian dihormati, sekalipun minoritas, sekalipun lemah.
    Maaf kami Indonesia, karena satu dan lain hal maka kami masih bar-bar.

  2. sebagai anggota GMKI hanya bisa kasihan atas peristiwa karena jarak yang jau tapi sesungguhnya gedung itu harus dibangun secara baik seperti layaknya sebuah kantor yang bertempat di jakarta ibu kota negara. mungkin juga karena gedung itu merusak pemandangan ibu kota negara maka peristiwa itu terjadi.
    sebagai kader juga saya mau tanya sama senior GMKI yang ada di DPR-RI dimana tanggung jawabmu jangan habis manis sepa dibuan ….ut mones unum sint

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: