Aliansi Injili Sedunia Umumkan Kerjasama Global dengan World Vision


Aliansi Injili Sedunia Umumkan Kerjasama Global dengan World Vision

Disalin dari: http://id.christianpost.com/php_functions/print_friendly.php?tbl_name=church&id=847

Friday, Sep. 26, 2008 Posted: 7:41:43PM PST

Aliansi injili terbesar di dunia dan salah satu organisasi Kristiani pemberi bantuan terbesar mengumumkan hubungan kerjasama global mereka Rabu lalu.

World Evangelical Alliance (WEA), yang mewakili sekitar 420 juta Kristiani injili di seluruh dunia, dan World Vision International, yang bekerja di 98 negara dan melayani hampir 100 juta orang, sepakat untuk bekerjasama mewujudkan gagasan mengenai kepedulian holistik bagi anak, mengembangkan keadilan sosial, dan memberikan kontribusi bagi terwujudnya kesatuan dan kerjasama di kalangan Kristiani.

“World Vision International memiliki sejarah panjang dalam hubungan efektifnya dengan orang miskin dan terhimpit,” kata Rev Dr Geoff Tunnicliffe, direktur internasional WEA. “Kami sangat senang World Vision dapat bergabung bersama dengan anggota dan mitra gobal kami lainnya untuk dapat membentuk sinergi yang besar dan berpengaruh terhadap Kristiani di seluruh dunia,” katanya

Sementara itu, wakil presiden WVI untuk Christian Commitments, Valdir Steuernagel, berkata bahwa dirinya memiliki harapan besar bahwa kemitraan tersebut dapat membantu kedua organisasi tersebut guna memenuhi misi mereka dan memperkuat tubuh gereja.

“Kami percaya kerjasama kami dengan WEA akan membantu kami memperkuat hubungan masyarakat secara umum dengan gereja-gereja di seluruh dunia guna mendukung advokasi kami terhadap anak-anak, keluarga dan komunitas untuk dapat mengatasi kemiskinan dan ketidakadilan,” kata Steuernagel.

“Kami berharap dapat lebih membangun hubungan kerjasama kami yang lalu dengan WEA dan menciptakan sebuah hubungan kerjasama yang kuat selama bertahun-tahun dapat terwujud.”

World Vision International bergabung dengan WEA sebagai Mitra Global-nya yang ke-12. Keanggotaan sebagai Mitra Global diberikan kepada jaringan-jaringan internasional yang memiliki spesialisai dalam suatu bidang yang dapat memberikan kontribusi terhadap misi dan tujuan WEA. >

Ethan Cole
Koresponden Kristiani Pos

Peserta ICIS III Sepakat Agama Bukan Akar Konflik


Peserta ICIS III Sepakat Agama Bukan Akar Konflik

Jakarta,3/8(Pinmas-Dep. Agama)–Konferensi Internasional Cendekiawan Islam
ke-3 menyepakati bahwa, akar penyebab dari ketegangan dan konflik tidak
disebabkan oleh faktor-faktor agama, melainkan disebabkan oleh beberapa
faktor dari dalam masyarakat dan dari kekuatan-kekuatan luar, antara lain
eksploitasi politik, ekonomi, dan sosial.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam keputusan bersama peserta International
Conference of Islamic Scholars (ICIS) ke-3 dalam bentuk “Pesan Jakarta”.
Forum yang berlangsung di Hotel Borobudur, Jakarta 29 Juli- 1 Agustus
ditutup secara resmi oleh Menteri Luar Negeri Dr. N. Hassan Wirajuda.

“Kami prihatin terhadap perbedaan antara Islam sebagai agama perdamaian dan
kesatuan dan kenyataan bahwa dunia muslim masih tercoreng oleh konflik,
kekerasan, kemiskinan dan penderitaan.”

ICIS merupakan sebuah forum pertemuan para ulama dan cendikiawan Muslim
untuk membahas permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat Muslim di seluruh
dunia yang diprakarsai bersama oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)
dan Departemen Luar Negeri RI sejak tahun 2004.

Peserta ICIS ke-3 juga menyepakati bahwa globalisasi telah menghasilkan
kekuatan ke dalam dan ke kuar yang menuntut negara-negara dan bangsa-bangsa
untuk terus meninjau struktur politik yang dapat menciptakan dampak sosial
terhadap kemanusiaan, termasuk ketegangan, konflik dan kekerasan.

Selain itu forum memutuskan untuk memainkan peranan yang aktif dalam
mengkampanyekan kasih sayang dan pengertian mendalam mengenai perdamaian,
tanpa membedakan mazhab yang ada ataupun kebangsaan (ulama sans frontiers).
Pembentukan ulama sans frontiers itu dengan prinsip-prinsip sebagai berikut;
pemahaman dan kepekaan, dialog, keterbukaan dan kesabaran, solidaritas
kemanusiaan, keadilan serta, kepemimpinan yang memiliki visi dan pandangan
jauh ke depan

Peserta juga berkomitmen untuk melindungi kelompok-kelompok yang paling
rentan termasuk wanita dan anak-anak, usia lanjut, dan orang-orang cacat,
khususnya dalam masa konflik dan krisis. Pula memberdayakan peran pemuda dan
wanita Muslim agar mereka dapat berperan dalam masyarakat, termasuk dalam
pencegahan konflik dan pembangunan perdamaian.

Forum ini juga mendorong media untuk menyampaikan berita-berita yang
berimbang dan obyektif mengenai komunitas muslim di seluruh dunia dan
menahan penyebaran Islamophobia, dan penistaan Islam, dan memberdayakan
masyarakat untuk mendekati media. Untuk itu akan mendirikan pusat-pusat
media di kota-kota besar negara-negara Barat, yang akan berpartisipasi dalam
berdebatan publik, penyediaan informasi dan menjembatani antara masyarakat
Muslim dengan media Barat.

Sementara dalam pidato penutupannya, Menlu Hasan Wirayuda mengingatkan
kembali pesan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada pembukaan ICIS ke3
bahwa untuk menciptakan perdamaian dan pembangunan bukanlah tugas pemerintah
semata, namun merupakan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat dan
pemangku kepentingan. Sedangkan Sekretaris Jenderal ICIS dan Ketua Umum PBNU
K.H. Hasyim Muzadi menggaris bawahi keperluan umat Islam untuk melakukan
introspeksi, agar dapat memberikan kontribusi positif bagi perdamaian. (ks)


Pormadi Simbolon
DKI Jakarta
http://pormadi.weebly.com

SERUAN KEPRIHATIAN ATAS TRAGEDI MYANMAR (TOKOH LINTAS AGAMA)


INDONESIAN COMMITTEE ON RELIGIONS FOR PEACE (IComRP)

KOMITE INDONESIA AGAMA untuk PERDAMAIAN

SERUAN KEPRIHATIAN ATAS TRAGEDI MYANMAR

Kami para tokoh lintas agama yang tergabung dalam IComRP menyatakan bela sungkawa dan kesedihan yang mendalam atas jatuhnya korban tindak kekerasan yang biadab dari para penguasa Myanmar dan aparat kemanan negeri tersebut berupa tewasnya ratusan Bhiksu, warga masyarakat dan seorang wartawan Jepang serta tercideranya ribuan warga masyarakat yang tak berdosa .

Kami para tokoh lintas agama menyeruhkan agar para penguasa Myanmar segera menghentikan segala bentuk tindak kekerasan dan membebaskan semua tahanan politik serta memulai sebuah dialog damai yang sungguh-sungguh dengan kelompok-kelompok agama dan pihak oposisi dinegara tersebut .

Kami menyeruhkan agar Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB Ban Ki-moon segera mengambil langkah-langkah tegas terhadap para penguasa Myanmar agar supaya menghentikan segala tindak kekerasan terhadap kelompok-kelompok agama dan pihak oposisi dinegara tersebut serta memulai sebuah dialog perdamaian .

Kami menyeruhkan agar Pemerintah Indonesia mengambil segala langkah yang perlu agar keanggotaan Myanmar dalam ASEAN untuk sementara dibekukan . Kami menyeruhkan agar masyarakat internasional bekerja-sama sekuat tenaga dalam mengupayakan sebuah penyelesaian politik yang damai dan adil di Myanmar .

Kami para tokoh agama menyatakan kekaguman kami terhadap masyarakat agama Buddha di Myanmar yang telah menunjukkan keberanian yang luar biasa dengar turun kejalan-jalan dan mengadakan unjuk rasa secara damai guna menuntut reformasi dibidang politik dan ekonomi . Para Bhiksu Myanmar telah menunjukkan jati diri mereka sebagai sebuah kekuatan moral bagi tercapainya perdamaian . Maka dari itu kami mendukung sepenuhnya aksi unjuk rasa secara damai dari para Bhiksu Myanmar .

Kami para tokoh agama yakin bahwa kami semua adalah anggota dari sebuah keluarga besar umat manusia maka dari itu penderitaan masyarakat bangsa Myanmar adalah juga penderitaan kami semua .

Kami berdoa menurut agama dan kepercayaan kami masing-masing agar bangsa Myanmar segera keluar dari tragedi ini dan memasuki era baru dalam kehidupan politik yang demokratis diantara keluarga bangsa-bangsa dimuka bumi ini .

Jakarta, 01 Oktober 2007

Para Tokoh Lintas Agama

On 10/1/07, Theophilus Bela <theo_bela@yahoo.co.id> wrote:

Dear all,

Senin, tanggal 1 Oktober 2007 tepat pukul 13.00 WIB telah dilangsungkan sebuah konperensi pers para tokoh lintas agama dari Indonesian Committee on Religions for Peace (IComRP) di Jakarta .Sekitar 45 tokoh agama yang hadir dalam acara jumpah pers tersebut .

Acara dipandu oleh Bpk.Prof.Din Syamsuddin, Ketua Umum IComRP yang juga adalah Ketua Umum PP Muhammadiyah, organisasi Islam terbesar kedua di Indonesia dengan jumlah pengikut sekitar 35 juta orang .Juga mewakili Islam yaitu Bapak Drs.Amidhan, Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) Pusat .

Dari pihak Katolik hadir : Romo Benny Susetyo, Pr.yang menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan antar Agama dan Kepercayaan KWI .

Juga hadir Ibu M.I.Susanna dari Presidium Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) .Seorang wakil lagi dari komunitas Katolik ialah Theophilus Bela, M.A. yang menjabat sebagai Sekjen IComRP dan Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) . FKKJ ialah sebuah forum yang menangani gereja-gereja yang diganggu atau dirusak oleh massa .

Hadir mewakili Kristen Protestan yaitu Bapak Bonar Simangunsong, Ketua Umum Majelis Umat Kristen Jakarta (MUKI) dan penasihat IComRP dan FKKJ .Juga hadir mewakili Kristen ialah Bapak Gustaf Dupe, Sekretaris Umum FKKJ .

Yang mewakili umat Hindu ialah Bapak DR.I Made Gde Erata M.A., Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia Pusat (PHDI) dan Bapak N.Suartanu, seorang Ketua PHDI .

Umat Konghucu diwakili oleh Bapak Wawan Kurniawan dari Majelis Tinggi Agama Konghucu Indonesia (MATAKIN)

Tokoh-tokoh Buddha yang hadir yaitu Bapak DR.Rusli dari DPP Walubi dan Bhiksu Tadisa Paramita, Koordinator Dewan Sangha Walubi (Perwalian Umat Buddha Indonesia). Juga hadir Bhiksu Samantha Kusak dari Mahabudhi .Perlu ditambahkan bahwa dalam acara tersebut hadir 30 Bhiksu Buddha dan ini memberi kita yang hadir sebuah bayangan tentang sosok para Bhiksu Myanmar yang berunjuk rasa secara damai dijalan-jalan dinegeri tersebut .

Pada pembukaan acara konperensi pers yang dihadiri banyak wartawan dalam dan luar negeri tersebut Prof.Din Syamsuddin mempersilahkan Theophilus Bela, Sekjen IComRP membacakan Seruan Keprihatinan Atas Tragedi Myanmar dan teks lengkap seruan tersebut dapat Anda lihat dalam lampiran surat ini .Perlu dijelaskan bahwa pada alinea kedua seruan tersebut dan pada baris kedua harus dibaca “Kami para tokoh lintas agama menyeruhkan agar para penguasa Myanmar segera menghentikan segala bentuk tindak kekerasan dan membebaskan semua tahanan politik termasuk Aung San Suu Kyi, pemimpin Liga Nasional untuk Demokrasi …….dan pihak oposisi dinegara tersebut.”

Setelah selesai pembacaan seruan tersebut Din Syamsuddin mempersilahkan masing-masing tokoh agama untuk berbicara mengenai masalah Myanmar tersebut .Dalam kesempatan tersebut Bhiksu Tadisa Paramita membacakan sebuah pernyataan tertulis mewakili umat Buddha . Setelah semua tokoh agama berbicara para wartawan diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan .

Setelah acara selesai para wartawan masih mengajukan pertanyaan kepada beberapa tokoh agama yang masih hadir diruang pertemuan .

Silahkan membaca seruan para tokoh agama IComRP dalam lampiran surat ini .

Terima kasih untuk perhatian dan kerja-sama yang baik .

PS. Bapak Din Syamsuddin mengumumkan bahwa pada hari Senin tanggal 8 Oktober 2007 yang akan datang beliau akan mengadakan acara buka puasa dirumah beliau dengan mengundang para tokoh agama dari IComRP dan para wartawan .Mohon dicatat acara buka puasa tersebut .Bagi yang berminat silahkan menghubungi saya dengan dengan nomor HP dan email dibawah ini .

Salam hormat,

Theophilus Bela,M.A.