Pastor Yans (Yohanes Tanumiharja) Dikeluarkan Paksa dari Paroki


Pastur Yans Dikeluarkan Paksa dari Rumah
SINGARAJA, KOMPAS.com – Sekelompok orang mengeluarkan Pastor Gereja Paroki Santo Paulus Romo Yohanes Tanumiarja alias Romo Yans beserta keluarga secara paksa dari kediamannya di Jalan Kartini, Singaraja, Selasa (24/8/2010)

Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 09.00 Wita itu, dilakukan sekelompok
orang dari Keuskupan Denpasar setelah Romo Yans dianggap tidak menaati aturan
Gereja Katolik serta keputusan di internal induk organisasi keagamaan Katolik
yang membawahi Bali serta Nusa Tenggara Barat.

Pada aksi paksa itu sempat terjadi penganiayaan serta perusakan pada bagian
bangunan gereja, tepatnya pagar masuk dan sejumlah kaca jendela berikut pintu
masuk bangunan rumah tersebut.

Seorang anak perempuan bernama Aurelia (5) yang ketika kejadian berada di dalam
rumah, mengalami luka di bagian kepala akibat pecahan kaca saat sekelompok orang

tersebut mengamuk dan menyeret semua penghuni keluar dari rumah itu.

Selain Aurelia, Theo yang merupakan pengikut Romo Yans, juga mengalami pemukulan

serta pengeroyokan dalam kejadian perusakan kawasan suci tersebut.

Pasukan pengendali massa di bawah komando Kompol Ida Bagus Wedana Jati dari
Kepolisian Resor Buleleng tidak bisa mencegah aksi sekelompok orang yang
menyebut bahwa tindakan mereka tersebut merupakan bentuk penyelesaian di
internal umat Katolik.

Dalam kejadian tersebut, juga hadir beberapa pastor dari Keuskupan Denpasar yang

dipimpin oleh Romo Herman Yosep Beby serta Romo Yohanes Handriyanto Wijaya alias

Romo Hans selaku pastur yang diberi mandat untuk menggantikan tugas-tugas Romo
Yans di gereja umat Katolik Singaraja.

Dalam kelompok tersebut, juga terlihat mantan Kabid Humas Polda Bali Komisaris
Besar Polisi (purn) AS Reniban yang tiba bersama rombongan keuskupan Denpasar
untuk melakukan pengusiran kepada keluarga Romo Yans.

Ketua DPRD Kabupaten Buleleng Dewa Nyoman Sukrawan terlihat hadir setelah aksi
massa Keuskupan Denpasar yang sempat menyeret Romo Yans ketika bersembunyi di
sebuah ruangan kamar tidur bagian depan rumah.

Tak hanya Romo Yans yang digelandang massa, Yohanes Ola alias Pak Annis, selaku
pembantu Pastor Yans juga diseret serta dimasukan ke dalam mobil dan disebutkan
untuk dievakuasi ke rumah keluarga.

Salah satu pendukung Romo Yans, yakni Antonius Kiabeni, warga Jalan Pulau
Sugara, Singaraja, mengatakan upaya paksa atau eksekusi merupakan kewenangan
aparat hukum dan bukan dilakukan oleh sekelompok orang.

Pihaknya mengaku akan menyelesaikan kejadian tersebut secara hukum dengan
melapor ke Polres Buleleng, khususnya mengenai aksi kekerasan yang menyebabkan
Aurelia menderita luka di bagian kepalanya hingga mengakibatkan harus mendapat
perawatan medis.

Dalam kejadian tersebut, rombongan Keuskupan Denpasar memberi tanda balutan pita

berwarna orange dan putih yang melingkar di tangan atau kepala sebagai identitas

pendukung pastor baru, yakni Romo Hans.
Haruskah hal ini terjadi? (Kompas.com)

Waspada (Sikap Pemimpin oleh AB Susanto)


Waspada
Oleh: A. B. Susanto

Salah satu sifat pemimpin yang baik adalah senantiasa waspada terhadap kondisi lingkungan sekitar yang kian kompleks dan berubah dengan cepat. Dia juga waspada terhadap arus informasi yang begitu cepat dan deras, yang kerap mengubah nasib perusahaan dalam waktu sekejap.

Pemimpin yang demikian, menurut Day dan Shoemaker, memiliki tingkat kesadaran yang tinggi, ditandai dengan kuatnya rasa ingin tahu, selalu siaga, serta berani bertindak meski berbekal informasi yang tidak lengkap. Tak kalah penting, mereka rajin mencari tahu serta mampu mengenali isyarat kemungkinan timbulnya masalah. Kewaspadaan juga mencakup kemampuan mengenali peluang-peluang untuk menciptakan pertumbuhan dan juga ancaman-ancaman yang berpotensi menimbulkan kerusakan dahsyat bagi perusahaan. Kesemuanya dilakukan sebelum pesaing melakukannya.

Krisis yang menimpa banyak negara atau perusahaan, seperti krisis ekonomi di Asia pada akhir dekade 1990-an, krisis keuangan 2008, kasus tumpahnya minyak BP di teluk Meksiko, dan tercemarnya susu buatan China acap terjadi akibat kekurangwaspadaan para pemimpin.

Kewaspadaan pemimpin dapat menciptakan iklim yang kondusif bagi pengumpulan dan penyebaran informasi yang berasal dari aneka ragam sumber. Sumber daya yang memadai juga dapat dialokasikan. Proses perencanaan menjadi lebih luwes dengan jangkauan lebih luas.

Pemimpin dengan tingkat kewaspadaan tinggi, menurut Day dan Shoemaker, bersikap terbuka terhadap aneka ragam perspektif, memiliki tinjauan strategis, dan mendorong pengikutnya untuk rajin melakukan penelusuran secara luas dengan menciptakan budaya penemuan (culture of discovery).

Mereka adalah orang-orang yang sangat mumpuni dalam mendengarkan, mengobservasi, serta berhadapan dengan ambiguitas dan paradoks.

Pemimpin yang waspada memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan berorientasi jangka panjang. Mereka merasa nyaman dikelilingi oleh pengikut yang dinamis, cerdas, serta rajin mencari peluang-peluang baru. Mereka jauh dari sikap otoriter, yang lebih suka memutuskan sendiri segala sesuatu tanpa mempertimbangkan orang lain serta menganggap orang-orang yang tidak sepaham sebagai musuh. Sebaliknya, mereka adalah pendengar yang baik, serta terus-menerus melebarkan jejaring.

Agar memiliki tinjauan strategis, pemimpin yang waspada menerapkan pendekatan yang lebih luwes terhadap strategi, menampung aneka ragam masukan, dan memantau secara dinamis.

Mereka terlebih dahulu melihat kondisi di luar organisasi sebelum menyusun rencana strategis, bukan langsung menentukan target pertumbuhan dan kinerja keuangan. Pemimpin juga mendorong pemikiran lebih mendalam melalui aneka inisiatif, sehingga orang-orang di bawahnya merasa tertantang untuk menghasilkan peluang-peluang baru beserta implikasinya.

Pemimpin yang waspada mengembangkan budaya penemuan di seluruh organisasi. Mereka sengaja menciptakan celah agar dapat dimanfaatkan karyawan untuk menelusuri wilayah-wilayah di luar fokus mereka. Mereka juga menciptakan budaya yang mendorong keberanian mengambil risiko dan fleksibilitas yang lebih tinggi.

Sayangnya, pemimpin dengan tingkat kewaspadaan yang tinggi masih tergolong sedikit. Kebanyakan dari mereka masih terlalu berfokus pada hal-hal yang sifatnya operasional, terjebak dalam rutinitas tetapi cenderung abai terhadap situasi yang terjadi di lingkungan sekitar.

Aneka pujian

Agaknya, hal ini disebabkan oleh faktor penghargaan. Pemimpin yang berhasil kinerja unggul mendapat aneka pujian dan penghargaan. Demikian pula sebaliknya, pemimpin yang gagal mengeluarkan perusahaan dari krisis dikritik habis, bahkan diberhentikan.

Namun, pemimpin yang mampu mengantisipasi dan menghindarkan perusahaan dari krisis jarang mendapat penghargaan. Masalah lainnya terletak pada pengelolaan SDM, seperti dalam hal kebijakan promosi Biasanya seorang karyawan dipromosikan berkat kemampuannya mencapai target yang terukur, seperti meningkatnya penjualan dan efisiensi biaya.

Namun, kemampuannya untuk mengenali kondisi lingkungan sekitar secara lebih rinci kurang diperhatikan. Faktor-faktor lain penyebab kurang waspadanya pemimpin adalah rendahnya komitmen, kurangnya disiplin, serta buruknya daya tahan pemimpin.

Lantas, resep-resep apa sajakah yang dapat diterapkan guna menumbuhkembangkan pemimpin yang senantiasa bersikap waspada dalam perusahaan? Menurut Wolfe, para pemimpin harus memberikan pengakuan dan penghargaan bagi karyawan yang membuka mata dan telinganya guna mengamati lingkungan perusahaan.

Pemimpin tidak boleh sekadar meminta karyawan mengerjakan sesuatu tanpa memberi penjelasan atau kesempatan mengajukan pertanyaan secara kritis. Jika demikian, karyawan tidak akan merasa nyaman mengemukakan pendapatnya. Berikutnya merekrut karyawan yang awas terhadap tren-tren di pasar dan perubahan peta persaingan, saat ini dan masa mendatang.

Termasuk karyawan yang menawarkan pandangan-pandangan baru seputar perusahaan dan lingkungan sekitar. Kriteria yang sama juga dapat digunakan untuk penilaian kinerja, pengembangan karier, dan kebijakan kompensasi.

Melalui kewaspadaan yang tinggi, pemimpin bukan saja mampu mengenali peluang-peluang untuk kemudian memanfaatkannya secara optimal, melainkan juga potensi timbulnya masalah pada masa depan. Oleh karena itu, seorang pemimpin harus senantiasa mengedepankan kewaspadaan. (dicopas dari milis AIPI Politik)

Surat untuk Anak-anak Muda Indonesia


Surat untuk Anak-anak Muda Indonesia
Dari : Anies Baswedan
Hal : Indonesia Mengajar
Saya menulis khusus pada Anda dengan sebuah keyakinan bahwa kita bersama bisa saling dukung demi kemajuan republik dan bangsa kita. Saya yakin karenasejarahsudah membuktikan bahwa Republik ini berdiri, tumbuh, berkembang dan majuseperti sekarang karena ditopang oleh anak-anak muda yang tecerdaskan, tangguhdan energik seperti Anda.

Hari ini kondisi kita jauh lebih maju daripada saat kita menyatakan merdeka.Saat republik berdiri, angka buta huruf adalah 95%. Saya membayangkan betapa beratnya beban para pemimpin republik muda di waktu itu. Mereka harus menggerakan kemajuan dari nol, dari nol besar. Puluhan juta rakyatnya sanggup berjuang dalam revolusi kemerdekaan, tapi tidak sanggup menuliskan namanya sendiri. Hari ini melalui kerja kolektif seluruh bangsa, kita berhasil memutarbalikan hingga tinggal 8% yang buta huruf. Tidak banyak bangsa besar didunia yang dalam waktu 60 tahun bisa berubah sedrastis ini. Itu prestasi kolosal, dan kita boleh bangga. Tapi daftar masalah yang belum terselesaikan masih panjang. Melek huruf adalah langkah awal. Langkah berikutnya adalah akses yang merata, akses untuk setiap anak pada pendidikanberkualit as. Pendidikan berkualitas adalah kunci mengkonversi dari kemiskinan dan keterbelakangan menjadi kemajuan, menjadi bangsa yang cerdas, adil dan makmur.Garda terdepan dalam soal pendidikan ini adalah guru. Di balik kompleksitas perdebatan yang rumit dan panjang soal sistem pendidikan, soal kurikulum,soal ujian dan semacamnya, berdiri para guru. Mereka bersahaja, berdiri di depan anakdidiknya; mereka mendidik, merangsang dan menginspirasi. Dalam himpitan tekanan ekonomi, mereka hadir di hati anak-anak Indonesia. Hati mereka bergetar setiapmelihat anak-anak itu menjadi orang di kemudian hari. Setiap ucapan terimakasih adalah tanda atas pahala guru-guru ini. Mereka adalah profesi terpercaya, pada pundak guru-guru ini kita titipkan persiapan masa depan republik ini.

Hari ini kita berhadapan dengan masalah: variasi kualitas guru dan distribusi guru. Menghadapi masalah ini kita bisa berkeluh kesah, menyalahkan negara dan menuding pemerintah. Atau kita gulungkan lengan baju dan berbuat sesuatu.Saya mengajak kita semua untuk turun tangan. Libatkan diri kita untukmempersiapkan masa depan republik. Untuk kita, untuk masa depan anak-anak kita dan untuk melunasi janji kemerdekaan: mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saat ini saya dan banyak kawan seide sedang mengembangkan program Indonesia Mengajar, yaitu sebuah inisiatif dengan misi ganda: pertama, mengisi kekurangan guru berkualitas di Sekolah Dasar, khususnya di daerah terpencil; dan kedua menyiapkan lulusan perguruan tinggi untuk jadi pemimpin masa depan yangmemiliki pengetahuan, pengalaman dan kedekatan dengan rakyat kecil di pelosok negeri.

Kami mengundang putra-putri terbaik republik ini untuk menjadi PengajarMuda, menjadi guru SD selama 1 tahun. Satu tahun berada di tengah-tengah rakyat dipelosok negeri, di tengah anak-anak bangsa yang kelak akan meneruskan sejarah republik ini. Satu tahun berada bersama anak-anak di dekat keindahan alam,dipesisir pulau-pulau kecil, di puncak-puncak pegunungan dan di lembah-lembah hijau yang membentang sepanjang khatulistiwa.

Saya yakin pengalaman satu tahunini akan menjadi bagian dari sejarah hidup yang tidak mungkin bisa Anda lupakan:desa terpencil dan anak-anak didik itu akan selalu menjadi bagian dari diriAnda.Di desa-desa terpencil itu para Pengajar Muda akan menorehkan jejak,menitipkan pahala; bagi para siswa SD disana, alas kaki bisa jadi tidak ada, baju bisa jadi kumal dan ala kadarnya tapi mata mereka bisa berbinar karena kehadiran Anda.

Anda hadir memberikan harapan. Anda hadir mendekatkan jarak mereka dengan pusat kemajuan. Anda hadir membuat anak-anak SD di pelosok negeri memiliki mimpi.Anda hadir membuat para orang-tua di desa-desa terpencil ingin memiliki anak yang terdidik seperti anda. Ya, ketertinggalan adalah baju mereka sekarang, tapi Anda hadir merangsang mereka untuk punya cita-cita, punya mimpi. Mimpi adalah energi mereka untuk meraih baju baru dimasa depan. Kemajuan dan kemandirian adalah baju anak-anak di masa depan. Anda hadir disana, di desa mereka, Anda hadir membukakan pintu menuju masa depan yang jauh lebih baik.Sebagai Pengajar Muda, Anda adalah role model, Anda menjadi sumber inspirasi.Kita semua yakin, mengajar itu adalah memberi inspirasi.

Menggandakan semangat,menyebarka n harapan dan optimisme; hal-hal yang selama ini terlihat defisit dipelosok negeri ini.Bukan hanya itu, selama 1 tahun para Pengajar Muda ini sebenarnya akan belajar.Pengalaman berada di pelosok Indonesia, tinggal di rumah rakyat kebanyakan,berinter aksi dekat dengan rakyat. Menghadapi tantangan mulai dari sekolah yang minim fasilitas, desa tanpa listrik, masyarakat yang jauh dari informasi sampai dengan kemiskinan yang merata; itu semua adalah wahana tempaan, itu pengembangan diri yang luar biasa.

Anda dibenturkan dengan kenyataan republik ini. Anda ditantang untuk mengeluarkan seluruh potensi energi Anda untuk mendorong kemajuan. Satu tahun ini menjadi leadership training yang luar biasa. Sukses itu sering bukan karena berhasil meraih sesuatu, tetapi karena Anda berhasil menyelesaikan dan melampaui tantangan dan kesulitan. Setahun Anda berpeluangmembekali diri sendiri dengan resep untuk sukses.Apalagi, kita semua tahu bahwa: You are a leader only if you have follower.Keberhasil an Anda menjadi leader di hadapan anak-anak SD adalah pengalaman leadership yang kongkrit.

Biarkan anak-anak itu memiliki Anda, mencintaiAnda, menyerap ilmu Anda, mengambil inspirasi dari Anda. Anda mengajar selama setahun,tapi kehadiran Anda dalam hidup mereka adalah seumur hidup, dampak positifnya seumur hidup.

Sesudah satu tahun menjadi Pengajar Muda, Anda bisa meniti karir di berbagai bidang. Anda memulai karir dengan bobot pengalaman dan nilai kepemimpinan yang luar biasa. Saya sering tekankan: your high GPA will get you a jobinterview, but your leadership gets you the bright future.

Setahun menjadi Pengajar Muda tidak akan membuat Anda terlambat dibandingkan kawan-kawan yang tidak menjadi Pengajar Muda. Perusahaan-perusaha an, institusi masyarakat dan lembagapemerintahan semua akan memandang Anda sebagai anak-anak muda yang cerdas,berpengalama n, kreatif, berkepemimpinan kuat, konstruktif dan grounded.Mereka sangat mencari anak-anak muda seperti itu. Mereka akan membuka lebar pintunya bagi kehadiran Pengajar Muda.

Sejak awal bulan Juni 2010 Gerakan Indonesia Mengajar membuka peluang bagi bakat-bakat muda terbaik bangsa seperti Anda, dari berbagai disiplin ilmu dan dari dalam negeri maupun dari luar negeri, untuk menjadi Pengajar Muda.Sarjana yang direkrut oleh Gerakan Indonesia Mengajar hanyalah best graduate,sarjana- sarjana terbaik: berprestasi akademik, berjiwa kepemimpinan, aktifbermasyarakat, kemampuan yang komunikasi baik.

Sebelum berangkat, Anda akan dibekali dengan pelatihan yang komplit sebagai bekal untuk mengajar, untuk hidup dan untuk berperan di pelosok negeri.Selama menjadi Pengajar Muda, Anda akan mendapatkan gaji yang memadai dan kompetitif dibandingkan kawan Anda yang bekerja di sektor swasta. Anda akan dibekali dengan teknologi penunjang selama program dan jaringan yang luas untuk memilih karier sesudah selesai mengabdi sebagai Pengajar Muda.

Selama menjadi Pengajar Muda,Anda tidak akan dibiarkan sendirian. Kami akan hadir dekat dengan Anda.Seselesainya program ini, Anda meniti karier sebagai anak-anak terbaik bangsa.Dalam beberapa tahun kedepan, Anda menjadi garda terdepan Indonesia di era globalisasi baik di sektor swasta maupun publik. Kelak Anda menjadi pemimpin di bidang masing-masing dengan kompetensi kelas dunia dan ditopang pemahaman mendalam tentang bangsa sendiri.

One day you become world class leader, but grounded and strong roots in the heart of the nation. Suatu saat mungkinAndamenjadi CEO, menjadi guru besar,menjadi pejabat tinggi atau yang lainnya, saat itu di posisi apapun,

Anda selalu bisa mengatakan bahwa “Saya pernah hidup di desa terpencil dan mengabdi untuk bangsa ini”; hari ini kita bisa dengan mudah menghitung berapa banyak kalangan sipil yang sanggup mengatakan kalimat itu.Di atas segalanya, program ini menawarkan kesempatan untuk setahun mengajar,seumur hidup menginspirasi anak bangsa. Setahun menempa diri, seumur hidup memancarkan gelora kepemimpinan. Saya menggugah, sekaligus menantang Anda. Saya mengajak Anda untuk bergabung bersama Indonesia Mengajar. Menjadi bagian dari ikatan untuk membangun Indonesia kita.

Salam hangat,
Anies Baswedan
anies.baswedan@ indonesiamengajar. org

Pendaftaran Pengajar Muda dan info lebih jauh di http://www.indonesiamengaj ar.org
(deadline pendaftaran 30 Juli 2010).

Cut Tari Minta Maaf Didampingi Suaminya


Inilah Pengakuan Cut Tari!

JAKARTA, KOMPAS.com — Presenter Cut Tari akhirnya menyatakan permohonan maafnya kepada masyarakat Indonesia menyusul kasus video asusila yang telah menggemparkan dan membuat resah.

Di hadapan pers dengan didampingi kuasa hukumnya, Hotman Paris Hutapea, dan suaminya, Johannes Joesoef Subrata, Cut Tari sambil menahan air matanya secara implisit telah mengakui keterlibatannya dalam video mesum tersebut.

Sebelum berbicara, Cut Tari terlihat menarik napas panjang dalam-dalam dan kemudian meluncurlah kalimat-kalimat di bawah ini:
Kepada Bapak Presiden RI beserta ibu
Bapak Kapolri beserta ibu
Bapak Kabareskrim beserta ibu
Bapak-ibu dan penyidik Mabes Polri
Tokoh agama dan tokoh masyarakat yang saya hormati
Para orangtua dan masyarakat Indonesia…
 
Atas nama pribadi dan atas nama keluarga saya memohon maaf yang sebesar-besarnya. Mohon maaf atas pemberitaan baru-baru ini yang menyangkut diri saya yang telah menimbulkan keresahan di masyarakat. Sekali lagi saya mohon maaf..
..”

Setelah mengucapkan permohonan maaf tersebut, Cut Tari pun tak kuasa menahan tangisnya.

Sementara itu, ketika didesak benar-tidaknya ia ikut terlibat, Hotman langsung memberikan jawabannya. “Jangan nanya lagi tentang benar-tidak,” tegasnya.

Untuk masalah hukum saya serahkan seluruhnya kepada penegak hukum, Mabes Polri, dan aparat penegak hukum. Demikian permohonan maaf saya sampaikan dan insya Allah pintu maaf terbuka untuk saya. Sudah ya,” ujar Cut Tari mengakhiri pengakuannya. (ANI/EH)

(dari: Kompas.com)

Cinta dan Pekerjaan


Bekerja tanpa cinta, semua akan sia-sia. Ungkapan ini amat bermakna bagi semua orang yang bekerja. Untuk apa bekerja, kalau terpaksa? Untuk apa bekerja hanya karena paksaan atasan? Dengan cinta, bekerja menjadi asyik, makin hidup dan membawa kekuatan.

Bekerja adalah hakekat manusia. Manusia yang mempunyai pekerjaan akan dipandang lebih bermakna, berharga dan dihormati. Orang yang tidak bekerja, maaf, sering kurang dihormati. Dengan bekerjalah, seseorang bisa mengaktualisasikan diri untuk membangun diri, keluarga dan bangsa. Orang yang bekerja pantas makan, orang yang tidak bekerja tidak pantas makan.

Cinta adalah kekuatan tertinggi yang ada dalam diri manusia. Dengan cinta, kekerasan dilembutkan, kekakuan dicairkan. Demikian pula dalam hal pekerjaan, dengan cinta pekerjaan menjadi baik dan selesai memuaskan. Dengan cinta manusia melihat segalanya menjadi indah.

Maka patut direnungkan, bekerja tanpa cinta adalah sia-sia, kurang bermakna. Tanpa cinta, pekerjaan tidak berjalan dengan baik. Kekuatan cinta dan martabat pekerjaan dalam diri manusia merupakan kekuatan sinergis untuk membangun diri, keluarga, komunitas dan bangsa. Kiranya cinta menjiwai hidup kita semua karena cinta itu sendiri berasal dari SANG CINTA yaitu Allah atau Tuhan.