Salib (dalam kekristenan)


Cross – Tanda khas Kristiani, yang mengungkapkan keyakinan iman bahwa Tuhan Yesus Kristus wafat  demi keselamatan umat manusia. Santo Paulus merangkum seluruh isi pewartaannya dalam salib (1Kor 1:17-18).

Ada banyak cara yang digunakan orang-orang Kristiani untuk mengenangkan wafat Yesus di salib, misalnya tanda salib, penyembahan salib pada hari Jumat Agung, Jalan Salib, dan Pesta Salib Suci. Selain cara-cara khusus itu, wafat Yesus di salib selalu dikenangkan dan dihadirkan lagi dalam sakramen-sakramen Gereja.

(Sumber: O’Collins, Gerald, dkk., Kamus Teologi, Kanisius: Yogyakarta, 1996)

Oknum Pendeta Diduga Perkosa 19 Mahasiswa


TARUTUNG – Puluhan mahasiswi Sekolah Biblevro, Tarutung, Sumatera Utara, mendatangi Kantor Pusat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Kamis (28/1/2010). Mereka mengadukan kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Laguboti, salah soerang oknum Pendeta (Pdt) HKBP.

Pria yang juga menjadi staf pengajar di Sekolah Biblevro itu, diduga telah memperkosa 19 Mahasiswi yang ada di sekolah tersebut.

Para mahasiswa yang didampingi pendeta perempuan HKBP, Pdt Dr Dewi Sri Sinaga, mendesak agar pimpinan HKBP segera menggelar rapat guna membahas kasus pelecehan seksual itu.

Menurut Dewi, pelecehan seksual terhadap 19 mahasiswi itu sudah terjadi sejak Desember lalu. “Ini sudah berulang-ulang terjadi dan HKBP tidak pernah mengambil sikap tegas terhadap pendetanya. Ini harus dihentikan sekarang juga,” terang Dewi.

Menurut perempuan yang juga salah satu dosen di STT HKBP Pematang Siantar, perilaku oknum pendeta itu sudah sangat mencoreng tubuh Kristus yang diyakini sebagai dasar kerja kepenginjilan.

“Ini pasti akan kita bawa ke jalur hukum. Namun sejauh ini kita berharap ada ketegasan dari internal HKBP. Serta kami meminta agar keseluruhan mahasiswi didukung,” katanya.

Dewi pun menyesalkan adanya pihak-pihak yang terkesan menghalang-halangi ke-19 mahasiswa, korban pelecehan oleh oknum pendeta itu, untuk menempuh jalur hukum. “Jalur hukum itu ada, dan kita akan menempuhnya,” tegas Dewi.

“Kami akan tetap di Tarutung ini untuk meminta kejelasan nasib kami. Sebab kami dikirim orang tua kami untuk belajar Al kitab di sekolah tersebut bukan belajar mengenai pelecehan seksual,” teriak sebagian mahasiswi.(Baringin Lumban Gaol/Koran SI/ded)

Sumber: http://news. okezone.com/index.php/read/2010/01/28/340/298758/oknum-pendeta-diduga-perkosa-19-mahasiswa