Habib Rizieq: Jangan Ganggu Perayaan Natal


Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, mengatakan, pihaknya tidak akan mengganggu perayaan Natal yang akan dilakukan umat Kristiani pada 25 Desember mendatang. Rizieq pun memastikan bahwa FPI siap mendukung pemerintah dalam membantu pengamanan Natal dan Tahun Baru 2012.

“Sudah rutin setiap tahun, tiap pergantian kapolda, FPI selalu diajak untuk menjaga konduisivitas lingkungan. Kami sebagai anggota masyarakat akan ikut menjaga keamanan dan ketenteraman,” ujar Rizieq, Kamis (22/12/2011), saat dijumpai wartawan di markas FPI, Jalan Petamburan III, Jakarta.

Rizieq mengatakan, hingga kini memang belum ada permintaan polisi untuk menurunkan personel FPI dalam membantu pengamanan Natal dan Tahun Baru. Namun, jika diperlukan, pihaknya siap mengawal langsung pelaksanaan Natal dan Tahun Baru.”Kami siap 24 jam untuk bantu,” kata Rizieq.

Lebih lanjut, Rizieq mengatakan, FPI berprinsip menghargai pluralisme sosial. Namun, FPI tidak sependapat dengan pluralisme teologi yang disebutnya mencampuradukkan ajaran agama. Karena itu, FPI mengimbau umat Muslim untuk tidak mengganggu perayaan Natal umat Kristiani.

“Haram hukumnya mencaci maki, menghina, atau mengganggu agama lain. Gangguan dalam bentuk apa pun itu tidak boleh. Biarkan umat Kristiani percaya agamanya yang paling benar dan biarkan umat Muslim percaya agamanya yang paling benar,” ujarnya.

Rizieq menuturkan, menjelang Natal ini, pihaknya menerima banyak undangan untuk perayaan Natal. Menurut dia, ini salah satu bentuk upaya untuk merukunkan hubungan antar-agama.

“Umat Islam tidak boleh ikut perayaan Natal karena itu bentuk pencampuradukkan agama, tetapi pada saat bersamaan umat Islam haram ganggu umat Kristiani karena haknya menjalankan ibadah. Karena itu, kami minta kedua belah pihak untuk bisa hargai aturan hukum agama,” papar Rizieq.
(Kompas.com/ 22-12-2011)

FPI Ikut Lacak Pelaku Penyebar Komik Nabi


JAKARTA – Front Pembela Islam (FPI) mengaku ikut melacak keberadaan pelaku penyebaran komik Nabi Muhammad SAW melalui jaringan dunia maya.

“Kita ada tim pelacak. Temen-temen para hacker juga menawarkan diri untuk menemukan pelaku,” kata Ketua DPP FPI Sobri Lubis saat berbincang dengan okezone, Senin (24/11/2008).

Menurut Sobri, tim dari FPI dan para hacker, akan bertemu untuk membahas pelacakan pelaku ini, dan mebeberkan hasil pelacakannya. FPI juga mendukung langkah Mabes Polri yang akan terus melakukan pelacakan terhadap pelaku yang telah meresahkan umat Islam di Indonesia ini.

Terkait ancaman pidana 6 tahun penjara dan denda Rp1 miliar yang akan dikenakan pada pelaku, FPI meminta hukuman mati. Namun hal akan dikesampingkan terlebih dahulu.

“Lebih baik tangkap dulu. Urusan itu belakangan. Polri saja bisa menangkap Habib Rizieq lebih dahulu, masalah hukumnya baru ditetapkan,” tukas Sobri. (hri)

Diperoleh dari: http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/11/24/1/167040/fpi-ikut-lacak-pelaku-penyebar-komik-nabi

Polisi Buru Enam Aktivis FPI


Polisi Buru Enam Aktivis FPI

Batang, (ANTARA News) –  Kepolisian Resor (Polres) Batang, Jawa Tengah, terus memburu enam aktivis Front Pembela Islam (FPI) Kota Pekalongan yang diduga merusak dan menganiaya pemilik gudang minuman keras (miras) Batang pada 27 Agustus 2008.

“Kami akan terus memburu enam aktivis FPI yang diduga melarikan diri luar kota,” kata Kapolres Batang AKBP Achmad Lutfhi di Batang, Sabtu.

Polres Batang telah mengidentifikasi enam aktivis FPI tersebut dan berharap mereka menyerahkan diri tanpa harus ditangkap polisi, sementara pengejaran sendiri sudah sampai ke sejumlah tempat, termasuk rumah mereka.

Kapolres meminta keenam aktivis FPI Kota Pekalongan segera menyerahkan diri karena identitas pelaku sudah diketahui dan diduga kin tengah bersembunyi di Solo. “Sampai kapan pun, kami akan terus mengejar para tersangka,” tandasnya.

Selain memburu keenam tersangka, Polres Batang juga akan melakukan pengamanan pada sidang kasus perusakan dan penganiayaan yang dilakukan tiga tersangka.

“Pengejaran dan pemantauan terhadap keenam aktivis FPI terus kami lakukan, termasuk saat Ketua FPI Kota Pekalongan Abbu Ayyash disidangkan di Pengadilan Negeri Batang,” katanya.  (*)

COPYRIGHT © 2008

Diperoleh dari: http://antara.co.id/arc/2008/11/22/polisi-buru-enam-aktivis-fpi/