Gangguan Kebebasan Beribadah di Jabotabek Makin Marak


Pada hari Sabtu malam Minggu kemarin (tengah malam) saya dikejutkan karena menerima sms dari tiga kawan termasuk langsung dari Ibu Pdt. Luspida Simanjunatak dari Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur di Kota Bekasi yang memeberitahukan bahwa pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2010 dipagi hari akan ada  serangan dari massa bringas atas gereja beliau .

Karena saya membaca berita sms tadi sekitar jam 2 dini hari maka yang dapat saya perbuat ialah meneruskan berita tersebut kepada pihak  yang berwajib yaitu polisi untuk meminta bantuan agar melindungi gereja HKBP Pondok Timur dari serangan massa tersebut .

Keesokan harinya yaitu pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2010 pagi-pagi saya mengontak lagi Ibu Pdt. Luspida Simanjuntak dan menanyakan pada beliau bagaimana keadaan disekitar gerejanya di Bekasi pada pagi hari itu . Juga saya menghubungi lagi pihak aparat keamanan untuk meminta bantuan mereka melindungi gereja di Bekasi tersebut .

Sekitar pkl. 07.35 Ibu Pdt. Luspida melaporkan bahwa massa bringas sebanyak 300 orang sudah mulai menduduki gereja tempat  ibadahnya .  Saya balas bertanya pada beliau apa sudah ada polisi dilokasi ? Beliau menjawab bahwa sudah ada polisi namun jumlahnya  tidak terlalu besar seperti para demonstran . Kemudian saya mendengar bahwa jumlah polisi yang datang kelokasi bertqambah dan juga ada tentera dari Kodim setempat juga ikut datang kelokasi .

Karena adanya demonstrasi massa bringas tersebut maka acara  kebaktian hari Minggu pagi yang biasanya diadakan pada pukul 09.00  terpaksa tertunda hingga pukul 10.00 pagi WIB. Tapi karena suasana  tidak kondusip maka kebaktian hari Minggu tersebut hanya dibuat dalam bentuk doa singkat saja .

Tadi pada hari Senin tanggal 19 Juli sore saya sudah berbicara dengan Ibu Pdt. Luspida Simanjuntak per telpon dan mendapat penjelasan bahwa massa yang berdemonstrasi digereja mereka telah membubarkan diri pada pkl. 12.30 siang pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2010 . Massa  demonstran membubarkan diri setelah para anggota jemaat gereja
meninggalkan tempat ibadah mereka .

Ibu Pdt. Luspida Simanjutak menghimbau kepada segenap warga gereja HKBP diseluruh Bekasi dan di DKI Jakarta untuk datang ke gereja tempat  ibadah HKBP Pondok Timur di Jalan Puyuh Raya no. 14, Kelurahan/Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada hari Minggu,  tanggal 25 Juli 2010 pkl. 09.00 pagi WIB .

Ibu Pdt. Luspida juga meminta saya untuk mencarikan seorang  Pendeta untuk memberi khotbah pada hari Minggu mendatang karena beliau sendiri masih trauma karena kejadian hari Minggu kemarin itu .

Apabila Anda ingin mengetahui perkembangan lebih lanjut tentang gangguan yang terjadi pada hari Minggu kemarin silahkan menghubungi Ibu Pdt. Luspida Simanjuntak melalui nomor Hp beliau 08139 8845 454 atau pada seorang pengurus jemaat Bapak Gultom melalui Hp 0813 1822 2028

Yang berikut ialah tentang gangguan atas sebuah gereja Pantekosta didaerah Bogor yang terjadi pada hari Senin, tanggal 19 Juli 2010 . Berita tentang kejadian tersebut baru kami baca di website Vivanews http://www.vivanews. com dengan judul “Eksekusi Gereja Ricuh….” Disana diberitakan bahwa pihak Satpol PP Kabupaten Bogor telah mendatangi sebuah gereja Pantekosta di Jalan Raya Naragong, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor untuk menutup gereja tersebut atas perintah Bupati Bogor Rachmat Yasin yang berasal dari partai PKS . Dalam kejadian tersebut telah terjadi saling lempar batu dan ada 9 anggota Satpol PP  yang cedera serta 3 anggota Polsek Cileungsi mendapat luka berat .

Sudah ada 9 orang yang ditahan karena kejadian tersebut . Kami  baru hanya mengetahui kejadian tersebut dari artikel Vivanews tersebut dan kami masih mencari nama jelas dari gereja yang naas itu dan juga nama Pendeta gembala sidang dari gereja tersebut . Mungkin ada diantara Anda yang bisa membantu kami dalam hal ini .

Kami minta Anda juga untuk menghubungi gereja GKI Taman Yasmin  Bogor karena pada hari Minggu tanggal 25 Juli yang akan datang mereka akan mengadakan lagi kebaktian ditrotoar jalan raya karena  lokasi gereja mereka masih disegel/ditutup oleh Pemda Kota Bogor .

Mohon Anda sekalian juga memantau gereja HKBP Filadelfia di  Jejalen Raya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi dengan Bp Pdt. Palti Panjaitan apakah beliau merasa aman untuk mengadakan kebaktian hari Minggu pagi pukul 09.00 dipinggir jalan karena lokasi gerejanya masih ditutup/disegel Bupati Bekasi yang juga dari partai PKS .

Harian berbahasa Inggris The Jakarta Globe baru saja mengeluarkan sebuah artikel tentang gangguan keamanan berbau sara didaerah-daerah pinggiran kota metropolitan Jakarta khususnya di Bekasi . Artikel tersebut mengemukakan pendapat dari berbagai ragam tokoh agama dan juga dari Komnas HAM . Silahkan membuka website harian tersebut http://www.thejakartaglobe .com lalu pencet kata “News” lalu pencet lagi kata “City” dan Anda akan menjumpahi disebelah kiri bawah layar sebuah  artikel berjudul “Suburbs a Hotbed for Religious Strife” . Perlu diingat bahwa 65 persen dari pabrik-pabrik negeri kita terdapat  diwilayah antara Bekasi hingga Karawang . Jadi jangan heran bahwa ada begitu banyak orang datang dari seluruh penjuru tanah air dan mencari nafkah pencaharian diwilayah tersebut . Tentu saja para pendatang yang  begitu banyak mempunyai latar belakang suku, agama dan bahasa yang amat beragam pula . Semoga aparat Pemda setempat (Bupati dan Walikota) serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat memahami hal tersebut dan mengambil kebijaksanaan yang adil bagi semua orang yang hidup disana .

Terima kasih untuk perhatian Anda sekalian salam hormat

Theophilus Bela

Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ),
Sekjen Indonesian Committee on Religion and Peace (IComRP),
Duta Besar Peramaian (Ambassador for Peace)

Dua RUU Syariah Baru Berpotensi Memicu Polemik dan Disintegrasi Bangsa


   

Setelah RUU Pornografi yang sarat berbau syariah dan banyak menuai kontra dari masyarakat disahkan menjadi UU Pornografi, kini pemerintah kembali menggodok dua RUU baru yang juga berbau syariah.

Pemerintah melalui komisi VIII di DPR RI tengah sibuk mempersiapkan RUU Zakat dan Produk Halal yang bakal menjadi calon UU syariah baru yang diperkirakan pada bulan Juli atau Agustus RUU ini selesai digarap. Sampai saat ini sekitar 11 pasal rancangan RUU telah di setujui.

Tak berbeda dengan UU Pornografi sebelumnya yang mendapat banyak tentangan dari berbagai kelompok maupun individu di Indonesia demikian juga RUU Pengelolaan Zakat dan Produk Halal yang saat ini sedang dipersiapkan juga menuai protes dan kritikan tajam khususnya dari masyarakat non Muslim di Indonesia .

Dalam merespon hal tersebut Fraksi PDS RI di komisi VIII berinisiatif mengudang para perwakilan pemimpin agama Kristen diwakili oleh PGI, PGLII, Budha, dan Hindu,Tao.

Ketua Fraksi PDS di DPR Carol Daniel Kadang dalam sambutannya menjelaskan maksud dan tujuan diadakannya diskusi publik yakni untuk membahas masalah RUU Pengelolaan Zakat dan RUU Jaminan Produk Halal.

Sebagai pembicara kunci dalam pertemuan tersebut Dr. Ruyandi Hutasoit. Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDS Tiurlan Hutagaol dan Stefanus Amalo dengan nara sumber: Erick Barus selaku sekretaris eksekutif bidang marturia dan hubungan antar agama PGI, Cornelius D Ronowidjojo selaku Ketua Umum DPP PIKI, dan Ketua DPP Majelis Budha Mahayanan Indonesia Aggi Tjetje.

RUU Zakat dan produk Halal semuanya itu dasarnya adalah syariah. “Negara kita adalah negara Pancasila dan bukan negara agama”. Berdasarkan survei pada 4 maret 2008 di beberapa Universitas negeri seperti UI, UGM, dan Airlangga 80% lebih memilih syariah sebagai dasar negara. Hal ini merupakan suatu hal yang sangat ironis mengingat pilihan tersebut keluar dari kelompok intelektual muda yang notabene adalah generasi penerus bangsa,”kata Pdt. Nus Remas dalam ibadah pembukaan pertemuan di gedung Nusantara MPR-DPR RI, Jakarta pada (20/2/2009) lalu.

Nus Remas menambahkan bahwa tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mempertahankan pluralisme di tengah-tengah bangsa.

“…Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati”,ujar Nus Remas menghimbau kepada umat Kristiani agar dapat menerapkan firman Tuhan tersebut dalam menyikapi segala sesuatu yang mengarah pada upaya memecah belah bangsa dan diskriminasi.

Peraturan pembayaran zakat yang diterapkan berbeda dengan perpuluhan dalam Kristen yang mana dasarnya adalah kasih, sedangkan dalam zakat jika tidak bayar ada sanksinya.

Pemerintah jika tetap memaksakan syariah maka Indonesia berada dalam keadaan terancam. RUU Pengelolaan Zakat dan RUU Jaminan Produk Halal juga merupakan suatu bentuk RUU diksriminatif sama halnya dengan UU Pornografi. Apa yang dianggap haram oleh sebagian orang belum tentu haram bagi sebagian orang lainnya.

Dari 79 orang anggota DPR yang beragama Kristiani hanya 13 orang yang berani untuk menolak RUU tersebut,”kata Stefanus Amalo, anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PDS.

Berdasarkan beberapa studi yang telah dilakukan bahwa potensi zakat di Indonesia yang dapat dihimpun mencapai kisaran 6,132-89,9 trilyun per tahun,”tambahnya.

Permasalah yang muncul dengan adanya RUU Pengelolaan Zakat tersebut adalah bahwa zakat memiliki dasar hukum berdasarkan Alquran yang merupakan aturan agama Islam, hal ini bertentangan dengan sifat UU yang mana setiap UU yang ditetapkan di negara Indonesia harus berlaku untuk setiap orang dan mengikat seluruh warga negara Indonesia.

Jika suatu aturan agama tertentu menjadi acuan bagi suatu UU maka dikemudian hari bukan tidak mungkin ada agama atau kelompok lain yang mengajukan UU yang berdasarkan keyakinan mereka, yang mana ini justru akan menunjukkan ketidakpastian hukum di negara Indonesia kelak.

Permasalahan lainnya adalah bahwa zakat menjadi bagian dalam penanggulangan kemiskinan namun hanya untuk kelompok agama tertentu yang meyakini agama tersebut. Jika RUU Pengelolaan Zakat ini disahkan maka akan ada pembedaan dalam masyarakat karena masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk yang terdiri dari berbagai agama.

Bagi umat Muslim ketika mereka membayar zakat maka akan mengurangi pajak penghasilan yang haus dibayarkan, sedangkan bagi yang tidak membayar pajak maka besarnya pajak penghasilan tetap dan tidak ada pengurangan, hal ini akan memicu kecemburuan dalam masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut PGI diwakili oleh Erick Barus menghimbau kepada semua pihak untuk bersikap hati-hati dan tidak gegabah serta perlu paham betul tentang apa yang dimaksud dengan istilah haram dan halal.

Dilain pihak Pdt. Dachlan Setiawan dari PGLII justru secara tegas menolak RUU diskriminasi tersebut. Menurutnya, jika suatu UU ditilik dari isinya telah mendasarkan pada syariah tertentu dan kaidah agama apapun yang hanya berlaku dan diterima oleh penganut agama tertentu lalu kemudian dipaksakan menjadi hukum publik yang diberlakukan di negara yang pluralitas, maka harus ditolak,”tandasnya.

Suatu produk hukum sudah pasti mengikat semua warga negara, itu sudah merupakan konsekuensinya,”jelasnya.

Fraksi PDS di DPR RI berupaya untuk menggagalkan pengesahan RUU tersebut, karena dipandang memihak terhadap satu Agama. Jika DPR tetap pengesahkan dalam sidang paripurna,maka PDS akan melakukan pembangkangan.

>

Maria F
Reporter Kristiani Pos

Sumber: http://id.christianpost.com/dbase.php?cat=society&id=1077

Abu Bakar Ba’asyir :Mati Pemerintah Dzolim Jika Menghukum Amrozi Cs


Terkait rencana eksekusi terpidana bom bali
http://www.youtube. com/watch? v=DWN3IwXFlIg
———— ——— ——— ——— ——— ——— ——
Abu Bakar Ba’asyir :
Mati Pemerintah Dzolim Jika Menghukum Amrozi Cs
Wednesday, 30 July 2008

Ketua Majelis Mujahidin Indonesia Abu Bakar Baasyir menilai pemerintah Indonesia sangat dzolim jika jadi mengeksekusi mati para pelaku bom bali I. Hal ini dikarenakan pemerintah memberikan hukuman yang tidak setimpal dengan kesalahan yang dilakukan Amrozi Cs. Pemerintah dianggap hanya melihat kasus tersebut secara kasat mata. Padahal menurutnya, pada kasus Bom Bali I semestinya dilihat siapa sebenarnya yang memiliki bom yang meledak pada waktu itu.

“Semua ahli bom baik dalam maupun luar negeri menyatakan bom yang meledak dan sampai membunuh banyak orang itu sebenarnya bukan bom biasa tapi mikronuklir,” katanya dalam sebuah video yang dipublikasikan lewat internet di situs youtube.com. Video tersebut tercatat dirilis Sabtu (26/7) oleh seseorang yang menggunakan username rofiq1924.

Abu Bakar Baasyir meragukan bahwa Amrozi Cs dapat membuat bom yang memiliki daya ledak sebesar itu. Seraya mengutip pernyataan ahli bom dari Australia yang mengatakan bahwa kalau ada orang yang percaya bahwa Amrozi bisa membuat bom seperti itu bukan orang bodoh, tetapi idiot.

Ustadz yang pernah ditahan di dalam penjara karena kasus imigrasi ini mengaku pernah berdebat dengan pihak kepolisian. “Kalau polisi percaya Amrozi bisa membuat bom seistimewa seperti itu mestinya bukan ditahan tetapi menjadi penasehat militer, dijadikan dosen di sekolah militer mengajari untuk membuat bom tersebut,” ujarnya.

Abu Bakar Baasyir sepakat jika Amrozi Cs dihukum karena kesalahannya melakukan pengeboman yang mengakibatkan kerusakan dan luka-luka. Namun, ia tetap tidak percaya jika bom milik Amrozi bisa membunuh orang. Abu Bakar Baasyir mencurigai bom yang meledak itu milik CIA.

Pimpinan Pondok Pesantren Ngruki Solo ini khawatir jika pemerintah Indonesia yang tidak takut Allah tapi takut pada George W. Bush ini nekad mengeksekusi mati Amrozi Cs akan mengakibatkan bala’ (bencana besar) yang ditimpakan oleh Allah SWT.

Menurutnya, Amrozi Cs bukanlah teroris namun justru kontra teroris. Mereka merupakan mujahid yang membela Islam dan kaum musliminin dari teror AS dan kawan-kawannya, hanya saja langkah mereka melakukan pengeboman itu keliru.

“Kalau tetap nekad mengeksekusi, jangan orang Islam yang ditunjuk jadi regu tembak eksekusi,” ujarnya menasehati Kapolri. Ia mengkhawatirkan jika orang Islam yang melakukan eksekusi akan mengakibatkannya murtad karena membunuh seorang pejuang Islam. “Tapi saya anjurkan mundur saja, jangan nekad mengeksekusi. Saya khawatir ada bala’ dari Allah kalau tetap nekad. Saya sudah memperingatkan!” pungkasnya.

[ihsan/www.suara-islam. com]

Presiden Menyanyi Lagu Batak di Pesta Toba


_PARAPAT, SUMUT, JUMAT–Setelah menyaksikan sederetan pergelaran seni dan budaya pada puncak acara dan penutupan Pesta Danau Toba 2008, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantunkan lagu Batak berjudul Nasonang Do Hitana Dua.

Pada saat Presiden melantunkan bait pertama lagu itu, ribuan anggota masyarakat yang memadati Lapangan Pagoda, Parapat, Sumut, Jumat malam langsung memberikan sambutan berupa tepuk tangan.

Tidak itu saja, sejumlah menteri yang mengikuti menghadiri acara itu juga ikut bernyanyi bersama Presiden dan Ibu Negara Ani Yudhoyono dengan artis ibukota berdarah Batak, Joy Tobing.

Ribuan anggota masyarakat baik yang berada di dalam maupun luar lapangan secara spontan mengikuti iringan musik dan bersama-sama menyanyikan lagu batak yang artinya dalam bahasa Indonesia yakni
diantara kita berdua senang.

Selain acara hiburan pada puncak acara Pesta Danau Toba itu juga diisi dengan lahirnya rekor baru dari Museum Rekor Indonesia (MURI) terhadap ulos (kain khas batak, red) terpanjang di Indonesia dan dunia dengan panjang 55 meter dan lebar 84 centimeter.

Ulos terpanjang itu dibuat oleh wanita batak yang bernama Monang bru Sibarani warga Desa Huta Na Gundang Pitu Batu, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir selama 750 jam atau 2,5 bulan.

Dalam kesempatan itu, Jaya Suprana, menyerahkan langsung piagam MURI kepada Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin dan pria berkaca mata itu menilai Syamsul Arifin sebagai kepala daerah terlucu yang pernah ditemuinya.( ANT)

JY
http://entertainmen t.kompas. com/read/ xml/2008/ 07/19/01503626/ presiden. menyanyi. lagu.batak. di.pesta. toba_._,_.___