Siaran Pers: Pernyataan Pengunduran Diri Arifinto Sebagai Anggota DPR RI


Assalamu alaikum warohmatullohi wa barokatuhu 

Salam Sejahtera untuk Kita Semua

Dengan ini saya
Nama : Arifinto
Anggota DPR-RI No. A-72/Fraksi PKS (2009-2014)
Selaku Perintis dan juga Pendiri Partai Keadilan

saya merasa terpanggil untuk tampil secara bertanggung jawab demi keberlangsungan, kesinambungan, dan nama baik serta kebesaran partai saya.

Atas pemberitaan terhadap diri saya dan dinamika media yang berkembang saat ini,  saya meminta maaf kepada seluruh kader, simpatisan,  konstituen PKS, serta kepada seluruh anggota DPR-RI yang terhormat.

Dengan seluruh kesadaran diri saya, tanpa paksaan dari siapa pun, dan pihak mana pun, demi kehormatan diri dan partai saya, setelah pernyataan ini, saya akan segera mengajukan kepada Partai saya untuk mundur dari jabatan sebagai anggota DPR-RI. Semoga keputusan yang saya ambil ini membawa kebaikan dan pembelajaran yang bermanfaat bagi diri, partai, konstituen saya, seluruh anggota DPR-RI. Semoga ini menjadi pewarisan positif dan konstruktif  bagi bangsa dan negara ini di masa yang akan datang.

Untuk selanjutnya saya akan tetap bekerja untuk kepentingan partai saya, baik dalam posisi saya sebagai atau bukan sebagai anggota DPR-RI. Selain itu saya juga akan meningkatkan kualitas diri saya dengan terus menerus memperbaiki diri dengan senantiasa beristighfar, mengkhatamkan Al-Quran, meminta taushiyah kepada para ulama, bersedekah kepada fakir miskin, dan juga semua kebaikan yang dapat saya lakukan demi kejayaan hidup saya di akhirat nanti. 

Wassalamu alaikum warahmatullohi wa barokatuh

(Milis Aipi)

Pemilu 2014, Kader PKS Maju Jadi Capres (Tantangan bagi Partai Nasionalis)


Anis Matta
Pemilu 2014, Kader PKS Maju Jadi Capres
“Para kader (PKS) menuntut supaya kami mengusung kader sendiri.”
Jum’at, 4 Februari 2011, 07:32 WIB

Elin Yunita Kristanti

VIVAnews — Pemilihan presiden masih tiga tahun lagi, namun wacana soal calon presiden pada Pemilu 2014 nanti sudah mengemuka. Salah satunya dari PKS. Meski belum menyebut nama, partai ini berniat mengusung calonnya sendiri.

“Kami akan mengajukan calon Presiden 2014 dari kader sendiri,” kata Sekretaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Anis Matta di Yogyakarta, Kamis 3 Februari 2011 malam.

Ditegaskan Anis, itu adalah kebijakan dasar yang telah ditetapkan partai. Salah satu yang jadi dasar adalah karena PKS sudah berusia 17 tahun. “Para kader (PKS) menuntut supaya kita mengusung kader sendiri.”

Anis memprediksi akan ada peralihan generasi pada 2014 mendatang.  “Dan kami adalah bagian dari generasi baru yang akan memimpin Indonesia ke depan.”

Ditambahkan dia, sebelum masuk ke tahapan pemilu, PKS sudah gencar melakukan uji coba di ajang pemilukada. “Di semua Pemilukada kami mengajukan kader sendiri sebagai calon,” kata Anis. “Kalau dulu kami cuma mengusung, kalau sekarang hampir di semua Pemilukada kader kami yang maju.”

Keyakinan PKS untuk mengusung calonnya sendiri sebagai capres juga pernah diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Fahri Hamzah.

“Saat ini, kader PKS sedang percaya diri untuk memajukan calon presiden sendiri,” kata Fahri Hamzah dalam perbincangan dengan VIVAnews.com, Senin 11 Januari 2011.

PKS, kata dia, memiliki banyak kandidat yang memiliki daya pilih lebih tinggi.

“Lihat saja pada tren pilkada di provinsi-provinsi besar. PKS menang di sana. Ada pola pemenangan yang bisa kita gunakan,” kata Wakil Ketua Komisi III Bidang Hukum DPR ini.

Rencana pengusungan capres sendiri oleh PKS juga pernah digaungkan pula oleh Wakil Sekretaris Jenderal PKS Mahfudz Siddiq. Mahfudz menyatakan tak puas dengan mekanisme yang berjalan di Sekretariat Gabungan (Setgab) dan mengajak partai-partai untuk membangun koalisi ‘partai tengah’ untuk mengimbangi koalisi Partai Demokrat dan Golkar.

“Perlu kekuatan tengah untuk mengimbangi Golkar dan Demokrat,” kata Mahfudz Siddiq, Selasa, 21 Desember 2010. Bahkan, ujar Ketua Komisi I DPR itu, bukan tak mungkin kekuatan tengah dapat memunculkan capres sendiri. “Atau bahkan berkolaborasi dengan PDIP yang kecil kemungkinannya bergabung ke Demokrat atau Golkar,” kata Mahfudz. (hs)

Laporan: Erick Tanjung| DIY

• VIVAnews

http://politik.vivanews.com/news/read/202862-pemilu-2014–kader-pks-maju-jadi-capres

Kekerasan Berbasis Agama Tidak Bisa Ditutup-tutupi


Pemerintah tidak boleh menutup- nutupi kasus-kasus kekerasan berbasis agama yang terjadi selama ini. Sebaliknya, pemerintah harus lebih tegas mengambil langkah-langkah yang netral dan adil, termasuk mencari solusi melalui dialog yang melibatkan semua komunitas keagamaan.

Hal itu dinyatakan Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Musdah Mulia di Jakarta, Senin (20/12). Musdah Mulia terpilih kembali sebagai Ketua Umum ICRP periode 2011-2014 dalam Konferensi ICRP yang berlangsung sejak Sabtu pekan lalu. Dalam sebulan ke depan, Ketua Umum akan membentuk formatur ICRP.

Jika ditutup-tutupi, lanjut Musdah, kasus-kasus kekerasan berbasis agama akan terus menjadi masalah yang serius, ibarat luka atau borok yang tidak diobati. Akibatnya, kasus-kasus kekerasan berbasis agama kembali terulang.

Oleh karena itu, lanjut Musdah, ICRP mengimbau pemerintah agar tegas merespons kasus-kasus kekerasan yang berbasis agama. ”Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang tegas, netral, dan adil terhadap mereka yang anarki di lapangan,” kata Musdah.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah dan DPR perlu melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kerukunan Beragama yang masuk ke Program Legislasi Nasional 2011.

”Pemerintah tidak dapat menyusun RUU itu secara gegabah atau sepihak,” ujar Musdah.

Secara terpisah, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antar- agama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia Romo Benny Susetyo Pr mengatakan, negara memang harus lebih tegas bertindak dalam kekerasan berbasis agama.

”Jadi, jangan seakan-akan negara tidak hadir atau tidak ada,” tutur Romo Benny. Ia menambahkan, ajaran semua agama selalu menyebarkan nilai-nilai perdamaian, kebaikan, kejujuran, dan kemanusiaan.

Atas dasar nilai-nilai itu, menurut Romo Benny, penganut agama-agama yang berbeda dapat hidup berdampingan dengan penuh kedamaian dan kegembiraan, bukan ketakutan. (Kompas.com)

Siapa Bilang Muslim Tidak Boleh Ucapkan Selamat Natal?


Ajaran Islam Tak Pernah Larang Ucapan Selamat Natal

detikNewsdetikcom – Den Haag, Ucapan selamat adalah masalah non-ritual, tidak berkaitan dengan ibadah, tapi muamalah. Pada prinsipnya semua tindakan non-ritual adalah dibolehkan, kecuali ada nash ayat atau hadis yang melarang.

Hal itu dituturkan Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA kepada detikcom, Sabtu (18/12/2010), merujuk isi materi yang disampaikannya dalam pengajian ICMI Eropa bekerjasama dengan pengurus Masjid Nasuha di Rotterdam, Jumat sehari sebelumnya.

Tema ucapan selamat Natal diangkat karena hampir setiap tahun muncul pertanyaan sekitar hukum ucapan selamat Natal bagi seorang muslim, khususnya di Belanda.

Menurut Sofjan, tidak ada satu ayat Al Quran atau hadits pun yang eksplisit melarang mengucapkan selamat atau salam kepada orang non-muslim seperti di hari Natal.

“Bahkan dalam Al Quran Surat An Nisa Ayat 86 umat Islam diperintahkan untuk membalas salam dari siapa pun tanpa ada batasan ucapan itu datang dari siapa,” ujar Sofjan.

Lanjut Sofjan, bagi orang yang mengklaim ucapan selamat kepada orang non-muslim tidak boleh, seharusnya mendatangkan dalil dan argumentasinya dari Al Quran atau Hadits. Dan itu tidak ada. Adapun hadis dari Aisyah yang berbunyi, “Jangan ucapkan salam kepada orang Yahudi dan Nasrani,” adalah dalam konteks dan latar belakang perang dengan Bani Quraizah ketika itu.

“Seperti halnya banyak larangan berkaitan dengan kafir pada umumnya adalah berkaitan dengan kafir al harbi atau combatant,” terang Sofjan.

Umat Islam khususnya di Belanda dan Eropa atau Indonesia bukan dalam keadaan perang, sehingga diperintahkan oleh agama agar berlaku adil dalam bergaul dalam masyarakat multikultural. Salah satu bentuk birr, qistu, adil dan ihsan adalah saling hormat-menghormati dalam pergaulan termasuk memberi dan membalas salam.

Hal ini juga sesuai dengan Surat Al Mumtahinah Ayat 9. “Jika memakan sembelihan ahli kitab adalah halal seperti halal dan bolehnya mengawini wanita ahli kitab, tentu melarang untuk mengucapkan salam termasuk yang tidak mungkin, karena lebih dari itu pun sudah halal dan dibolehkan,” papar doktor bidang syariah ini.

Adapun ayat yang melarang al muwalah seperti dalam Surah Al Mumtahinah Ayat 9 menjadikan orang non-muslim wali masuk dalam kategori mutlak, yang dibatasi cakupan larangannya dalam keadaan perang oleh ayat lain, hal ini dalam istilah fiqihnya disebut muqayyad. Ayat 9 Al Mumtahinah adalah ayat terakhir turun tentang al muwalah.

Maka hanya ada dua kemungkinan status hukumnya: menafsir dan menjelaskan ayat mutlak yang diturunkan sebelumnya, atau berfungsi menasikh (abrogasi) ayat sebelumnya.

Maka sesuai dengan kaidah usuliyah: annal mutlaq minan nushush yuhmal alalmuqayyad idza ittahadal hukmu was sabab.

Dalam hal ini hukum dalam keduanya adalah satu yaitu haramnya al muwalah, sebabnya juga satu yaitu karena sebab kekufuran, sehingga ayat yang mutlak (absolut) dimasukkan ke dalam ayat muqayyad, berarti sebab hukum haram adalah karena al kufur al muharib (kafir combatant).

Jadi, al muwalah itu haram hukumnya kepada orang kafir combatant yang sedang berperang dengan orang Islam, adapun kafir bukan harbi dikecualikan dari ayat itu.

Banyak ulama yang membolehkan salam kepada orang non-muslim yang tidak harbi, seperti Ibnu Masud, Abu Umamah, Ibnu Abbas, Al Auzayi, An Nakhoi, Attobary dll.
(Detiknews.com)

Waspadai Rencana Sweeping Gereja-gereja di Tangerang, Bekasi, dan Depok


Mudah-mudahan ini ini tidak benar akan terjadi.

Dari Milis GMKI :
Monitor terus Metro TV Radio Elshinta-Sonora ada pergerakan Massa Ormas FPI-Mujahidin utk mengrusak gereja2 mulai dr pinggiran Tangerang,Depok, Bekasi.Ada rencana mau bergerak Sweeping ke gereja2 yg ada di Mal,Hotel.dgn alasan tdk ada izin Pemda,Polri. Rapatkan barisan seluruh Umat Kristen,Keturunan ,Kt hrs berani lawan jgn sampai peristiwa ’98 terulang kembali.Amin ini kirim ke anak2 Tuhan aja biar bw dlm doa

Gangguan Kebebasan Beribadah di Jabotabek Makin Marak


Pada hari Sabtu malam Minggu kemarin (tengah malam) saya dikejutkan karena menerima sms dari tiga kawan termasuk langsung dari Ibu Pdt. Luspida Simanjunatak dari Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur di Kota Bekasi yang memeberitahukan bahwa pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2010 dipagi hari akan ada  serangan dari massa bringas atas gereja beliau .

Karena saya membaca berita sms tadi sekitar jam 2 dini hari maka yang dapat saya perbuat ialah meneruskan berita tersebut kepada pihak  yang berwajib yaitu polisi untuk meminta bantuan agar melindungi gereja HKBP Pondok Timur dari serangan massa tersebut .

Keesokan harinya yaitu pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2010 pagi-pagi saya mengontak lagi Ibu Pdt. Luspida Simanjuntak dan menanyakan pada beliau bagaimana keadaan disekitar gerejanya di Bekasi pada pagi hari itu . Juga saya menghubungi lagi pihak aparat keamanan untuk meminta bantuan mereka melindungi gereja di Bekasi tersebut .

Sekitar pkl. 07.35 Ibu Pdt. Luspida melaporkan bahwa massa bringas sebanyak 300 orang sudah mulai menduduki gereja tempat  ibadahnya .  Saya balas bertanya pada beliau apa sudah ada polisi dilokasi ? Beliau menjawab bahwa sudah ada polisi namun jumlahnya  tidak terlalu besar seperti para demonstran . Kemudian saya mendengar bahwa jumlah polisi yang datang kelokasi bertqambah dan juga ada tentera dari Kodim setempat juga ikut datang kelokasi .

Karena adanya demonstrasi massa bringas tersebut maka acara  kebaktian hari Minggu pagi yang biasanya diadakan pada pukul 09.00  terpaksa tertunda hingga pukul 10.00 pagi WIB. Tapi karena suasana  tidak kondusip maka kebaktian hari Minggu tersebut hanya dibuat dalam bentuk doa singkat saja .

Tadi pada hari Senin tanggal 19 Juli sore saya sudah berbicara dengan Ibu Pdt. Luspida Simanjuntak per telpon dan mendapat penjelasan bahwa massa yang berdemonstrasi digereja mereka telah membubarkan diri pada pkl. 12.30 siang pada hari Minggu tanggal 18 Juli 2010 . Massa  demonstran membubarkan diri setelah para anggota jemaat gereja
meninggalkan tempat ibadah mereka .

Ibu Pdt. Luspida Simanjutak menghimbau kepada segenap warga gereja HKBP diseluruh Bekasi dan di DKI Jakarta untuk datang ke gereja tempat  ibadah HKBP Pondok Timur di Jalan Puyuh Raya no. 14, Kelurahan/Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi pada hari Minggu,  tanggal 25 Juli 2010 pkl. 09.00 pagi WIB .

Ibu Pdt. Luspida juga meminta saya untuk mencarikan seorang  Pendeta untuk memberi khotbah pada hari Minggu mendatang karena beliau sendiri masih trauma karena kejadian hari Minggu kemarin itu .

Apabila Anda ingin mengetahui perkembangan lebih lanjut tentang gangguan yang terjadi pada hari Minggu kemarin silahkan menghubungi Ibu Pdt. Luspida Simanjuntak melalui nomor Hp beliau 08139 8845 454 atau pada seorang pengurus jemaat Bapak Gultom melalui Hp 0813 1822 2028

Yang berikut ialah tentang gangguan atas sebuah gereja Pantekosta didaerah Bogor yang terjadi pada hari Senin, tanggal 19 Juli 2010 . Berita tentang kejadian tersebut baru kami baca di website Vivanews http://www.vivanews. com dengan judul “Eksekusi Gereja Ricuh….” Disana diberitakan bahwa pihak Satpol PP Kabupaten Bogor telah mendatangi sebuah gereja Pantekosta di Jalan Raya Naragong, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor untuk menutup gereja tersebut atas perintah Bupati Bogor Rachmat Yasin yang berasal dari partai PKS . Dalam kejadian tersebut telah terjadi saling lempar batu dan ada 9 anggota Satpol PP  yang cedera serta 3 anggota Polsek Cileungsi mendapat luka berat .

Sudah ada 9 orang yang ditahan karena kejadian tersebut . Kami  baru hanya mengetahui kejadian tersebut dari artikel Vivanews tersebut dan kami masih mencari nama jelas dari gereja yang naas itu dan juga nama Pendeta gembala sidang dari gereja tersebut . Mungkin ada diantara Anda yang bisa membantu kami dalam hal ini .

Kami minta Anda juga untuk menghubungi gereja GKI Taman Yasmin  Bogor karena pada hari Minggu tanggal 25 Juli yang akan datang mereka akan mengadakan lagi kebaktian ditrotoar jalan raya karena  lokasi gereja mereka masih disegel/ditutup oleh Pemda Kota Bogor .

Mohon Anda sekalian juga memantau gereja HKBP Filadelfia di  Jejalen Raya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi dengan Bp Pdt. Palti Panjaitan apakah beliau merasa aman untuk mengadakan kebaktian hari Minggu pagi pukul 09.00 dipinggir jalan karena lokasi gerejanya masih ditutup/disegel Bupati Bekasi yang juga dari partai PKS .

Harian berbahasa Inggris The Jakarta Globe baru saja mengeluarkan sebuah artikel tentang gangguan keamanan berbau sara didaerah-daerah pinggiran kota metropolitan Jakarta khususnya di Bekasi . Artikel tersebut mengemukakan pendapat dari berbagai ragam tokoh agama dan juga dari Komnas HAM . Silahkan membuka website harian tersebut http://www.thejakartaglobe .com lalu pencet kata “News” lalu pencet lagi kata “City” dan Anda akan menjumpahi disebelah kiri bawah layar sebuah  artikel berjudul “Suburbs a Hotbed for Religious Strife” . Perlu diingat bahwa 65 persen dari pabrik-pabrik negeri kita terdapat  diwilayah antara Bekasi hingga Karawang . Jadi jangan heran bahwa ada begitu banyak orang datang dari seluruh penjuru tanah air dan mencari nafkah pencaharian diwilayah tersebut . Tentu saja para pendatang yang  begitu banyak mempunyai latar belakang suku, agama dan bahasa yang amat beragam pula . Semoga aparat Pemda setempat (Bupati dan Walikota) serta Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat memahami hal tersebut dan mengambil kebijaksanaan yang adil bagi semua orang yang hidup disana .

Terima kasih untuk perhatian Anda sekalian salam hormat

Theophilus Bela

Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ),
Sekjen Indonesian Committee on Religion and Peace (IComRP),
Duta Besar Peramaian (Ambassador for Peace)

Menkominfo Umpamakan Video Porno Mirip Ariel dengan Tuhan Yesus


Menkominfo Umpamakan Video Porno Mirip Ariel dengan Tuhan Yesus

(source: detiknews)
(18/6/2010)Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menunjukkan sesuatu yang tidak pantas sebagai seorang negarawan.Saat memberikan pidato mengenai kasus video porno mirip Ariel-Luna-Cut Tari, Kamis (16/6) kemarin, politisi Partai Kesejahteraan Rakyat (PKS) tersebut mengatakan persoalan video porno mirip ketiga bintang papan atas di Indonesia itu harus dijelaskan kepada publik, karena bila tidak hal ini akan semakin panjang seperti persoalan Nabi Isa dan Yesus dalam pandangan Islam dan Kristen.

tifatulMenurut Tifatul, umat Islam menganggap yang disalib itu hanyalah mirip Isa, sementara Kristen menganggap yang disalib adalah Yesus.

“Dan ini (soal mirip Isa/Yesus) implikasinya masih panjang sampai sekarang. Yang mirip-mirip ini kalau nggak diselesaikan bisa panjang,” kata Tifatul.

Adapun analogi Tifatul Sembiring ini disampaikannya saat breakfast meeting di kantor dinas Kemenkominfo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, dimana ketika itu hadir orang-orang dari lembaga seperti Komisi Penyiaran Indonesia, Mabes Polri, Dewan Pers, pengelola forum diskusi internet maupun pengelola ISP.

Setelah kabar ini tersebar di media, twitter sang menteri, Jumat (18/6), menuai banyak komentar yang kebanyakan mengaku kecewa dan keberatan dengan pernyataan beliau.

“Pak Tifatul nggak perlulah ambil perumpamaan Yesus/Isa terhadap kasus video porno. Disebut “perumpamaan/pengandaian’ pun tidak cocok dengan konteksnya,” komentar @sallysety.

“Kayaknya membandingkan Ariel dll dengan Yesus adalah analogi yang kacau dan melecehkan,” komentar @hasief.

Tifatul sendiri mencoba menjelaskan ucapannya kemarin kepada para pengikutnya di media mikro blogging tersebut. Ia menyatakan, Islam meyakini bahwa yang disalib bukan Nabi Isa, tapi orang yang ‘mirip’ Isa.  “Nasrani meyakini yang disalib Yesus. Bisa cek pada ahli teologi,” tulis Tifatul menanggapi komentar followernya ber-ID @nafaurbach.

Di akhir tweetnya terhadap isu itu, Tifatul menulis, “Saya juga manusia biasa, bisa salah. Jika terjadi, dengan legowo saya akan sampaikan maaf. Jadi aneh jika ada yang hujat/ bodoh-bodohkan orang saat diskusi.”

Sungguh menyedihkan seorang pejabat publik mengeluarkan pernyataan yang membahayakan keutuhan bangsa. Terlepas dari kekeliruan yang mungkin ia lakukan, tetap saja hal ini harus disikapi dengan serius. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku pimpinan negara hendaknya mengambil tindak tegas dalam persoalan ini. Jika tidak, maka hal ini akan menjadi “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja.(jawaban.com)

Sumber: mirifica.net