Mengoreksi Berita Media Soal Kerusuhan Temanggung yang Sudutkan Islam


BUKU PUTIH TERKAIT KERUSUHAN DI TEMANGGUNGForum Umat Islam Bersatu (FUIB)

Jl. MT Haryono 50 Temanggung 

Sehubungan dengan peristiwa kerusuhan berlatar belakang penistaanagama di Temanggung pada hari Selasa, 8 Februari 2011, muncullahpemberitaan di media baik elektronik maupunsurat kabar yang tidak seimbang.

Dalam hal ini umat Islam sangat dirugikan karena pemberitahuan tersebut menempatkan umat Islam sebagai pelaku atas semua kerusuhan yang terjadi. Sehingga umat Islam Temanggung yang faktanya adalah sebagai KORBAN penistaan agama, justru menjadipihak yang TERTUDUH.

Atas dasar kenyataan tersebut, perlu dibuat upaya pelurusan beritadengan data-data yang akurat dan objektif baik di lapangan, maupun melalui saksi-saksi yang secara langsung melihat dan mengalami peristiwatersebut. Maka perlu dilahirkan sebuah BUKU PUTIH untuk mengakomodasi data-data itu semua, demi menjaga ketertiban dan keamanan, khususnya diTemanggung dan sekitarnya, serta umumnya di seluruh wilayah NKRI.

KRONOLOGI

1. Pada tanggal 23 Oktober 2010, Antonius Richmond Bawengan yangmerupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur diketahui tertangkap tanganmenyebarkan selebaran yang berisi penistaan agama. Salah satu selebaranitu diletakkan di depan rumah warga dusun Kenalan desa Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, yang bernama H Bambang Suryoko.

2. Warga yang mengetahui perbuatan Richmond, bersama pengurus RT yangbernama Bp. Fatchurrozi (Fauzi), yang juga anggota Polsek Kaloran,langsung melaporkannya ke Polsek Kranggan, kemudian dilimpahkan kePolres Temanggung.

3. Pada tanggal 21 November 2010. Oleh Kejaksaan Negeri Temanggung, berkas pemeriksaan sudah dinyatakan P21 (lengkap).

4. Sidang pertama digelar pada tanggal 13 Januari 2011 dengan agenda pembacaan dakwaan.

5. Sidang kedua digelar pada tanggal 20 Januari 2011 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi

6. Sidang ketiga digelar pada tanggal 27 Januari 2011, dengan agenda pemeriksaan dua orang saksi dan seorang saksi ahli.

7. Sidang keempat digelar pada tanggal 8 Februari 2011, dengan agenda pembacaan tuntutan.

8. Pada sidang keempat setiap pengunjung sidang yang masuk ke areaPengadilan Negeri Temanggung diperiksa oleh petugas, untuk memastikan tidak adanya benda-benda terlarang yang mereka bawa ke area tersebut.

9. Setelah pembacaan tuntutan, massa mulai gelisah, hakimmeninggalkan ruangan tanpa sepatah kata pun, dan tersangka diamankan oleh aparat. Hal itu mengakibatkan suasana menjadi lebih gelisah danmassa menjadi tidak terkendali.

10. Kemudian beberapa tokoh ulama berusaha menenangkan pengunjung sidang. Diantara tokoh tersebut adalah KH Syihabuddin (pengasuh PonpesWonoboyo) dan KH Rofi’i (pengasuh Ponpes di Kemuning).

11. Setelah sekitar 30 menit kemudian sidang dilanjutkan denganagenda pembacaan vonis, tanpa pledoi terlebih dahulu. Hakim memutuskan hukuman 5 (lima) tahun penjara, sesuai dengan tuntutan jaksa.

12. Dalam suasana ketegangan tersebut, beberapa orang melarangpenggunaan kamera, baik yang dibawa wartawan maupun warga, sehinggamassa pun terprovokasi menjadi lebih emosional. Apalagi sidangsebelumnya ada insiden pemukulan terhadap seorang pengunjung yang dilakukan oleh seorang Polisi bernama Kurniawan.

13. Ada provokasi sekelompok orang yang memecah kaca di Pengadilan Negeri Temanggung. Suasana pun semakin ricuh. Aksi pecah kaca punkemudian berlanjut, dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal,diikuti pembakaran ban di tiga titik di lingkungan Pengadilan. Tidak diketahui dari mana ban itu masuk. Padahal, sebelum masuk halaman pintu gerbang timur Pengadilan (hanya satu pintu gerbang yang dibuka), setiap pengunjung sudah diperiksa dengan saksama oleh petugas menggunakan metaldetector14. Di depan tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari para ustadz dankyai yang sedang melihat jalannya sidang, dilemparkanlah gas air mata kemudian diikuti oleh suara tembakan. Menurut saksi mata, tidak ada tembakan peringatan terlebih dahulu.

15. Korban yang berhasil diketahui sampai saat ini ada 9 orang, dilarikan di Rumah Sakit. Empat orang di antaranya yang masih dalamperawatan adalah: Sholahuddin, 40 tahun. Putra pengasuh Ponpes Al-Munawar, Kertosari Temanggung. Luka tembak di kepala, dengan enam jahitan.Roy Hanif, 15 tahun. Asal Gandurejo, Ngablak, Magelang. Luka tembakdi kepala dan pelipis kiri, bahu sebelah kiri berubah bentuk, dicurigai patah tulang. Suparman, 28 tahun. Luka 3 cm di daerah mata sebelah kiri. Madyo, 48 tahun. Asal Braol, Campursari, Ngadirejo, Temanggung. Korban dilempar batu dari jarak dekat oleh personil Brimob di tamanKartini, depan stadion Bumi Phala, sekitar 300 meter dari pengadilan. Mengalami patah tulang di kaki sebelah kanan dan harus dioperasi.

16. Semua korban tersebut berobat atas biaya sendiri.

17. Kegelisahan massa semakin menjadi-jadi ketika putra pengasuhpondok Al-Munawwar Kertosari jatuh terkena tembakan, dan diisukan sampai meninggal dunia.

18. Pengunjung sidang dikejar-kejar polisi. Selain mengejar pengunjung, beberapa polisi juga merusak puluhan sepeda motor pengunjung yang diparkir di seberang jalan Pengadilan Negeri.

19. Sebagian pengurus Forum Umat Islam Bersatu  berlindung masuk kePanti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAY) dan menutup gerbang panti PAYuntuk mengantisipasi masuknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

20. Namun polisi masih tetap mengejar mereka. Di depan pintu gerbang PAY, polisi mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas “Neng kene celeng, asu, PKI kabeh. Pateni wae!” (bahasa Jawa, artinya: orang-orang di sini babi, anjing dan PKI semua. Bunuh saja!” Lalu polisi melemparkan gas airmata tiga kali ke halaman PAY21. Setelah terjadi negosiasi antara pimpinan massa dan polisiakhirnya pemilik motor diperbolehkan mengambil motor. Namun mereka terlebih dahulu dipukuli dan diambil gambar motor dan pemiliknya. Saatitu polisi juga bertakbir dan berkata : “Polisi juga Islam”. Takbir dilafazkan secara cengengesan sambil memukuli massa yang kelihatan mempunyai jenggot.

22. Sekelompok orang yang tidak di kenal di depan BPR Surya Yudha mengajak massa untuk melanjutkan aksi ke Parakan dan membakar gereja. Provokator serupa juga ada di sebelah barat. Sambil mengatakan “munafik”ke orang-orang yang tidak mau mengikutinya. Mereka terus mengajak massa untuk membakar gereja. Massa diam tidak bergerak mengikuti mereka. Lalu beberapa saat pembakaran gereja benar-benar terjadi. Tidak diketahuisiapa kelompok yang membakar gereja tersebut.

23. Beberapa saksi melihat di dalam gereja sudah ada beberapa orang yang ikut memprovokasi massa untuk merusak gereja dengan memulai pelemparan. Ketika ditanya identitasnya, orang-orang tersebut tetap tidak menunjukkan, bahkan mereka langsung lari menghilang.

24. Saksi lain melihat ada orang bercadar sudah berada di dalamgereja Pantekosta. Setelah gereja terbakar orang itu berlari keluar sambil mencopot cadarnya dan bergabung dengan massa penonton.

KESIMPULAN

1. Adanya kesengajaan untuk memantik kemarahan massa dengan pelemparan gas air mata di depan para ustadz dan kyai.

2. Kerusuhan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada kelompok tertentu yang memang merencanakannya.

3. Setiap pengunjung yang masuk ke halaman Pengadilan Negeri Temanggung harus diperiksa dengan ketat oleh petugas Polri sehingga sangat aneh ketika terjadi pembakaran ban di halaman Pengadilan Negeri Temanggung. Siapa yang melakukannya ? Siapa yang meloloskannya sehingga ban yang ukurannya sangat besar bisa masuk?

4. Salah satu pemicu kemarahan massa adalah ketidakadilan hukum dalam penanganan kasus ini

5. Apa yang telah dilakukan oleh Antonius Richmon Bawengan olehAntonius richmon Bawengan adalah perbuatan yang sangat berbahaya, sangat potensial untuk memecah belah sendi-sendi kehidupan bermasyarakat bahkan bisa menyebabkan disintegrasi Negara Kesatuan republic Indonesia.

Dan Antonius  Richmon Bawengan terbukti memperlihatkan militansinya dan sangat terlatih untuk melakukan penistaan agama semacam ini.

Penampilannya sangat tenang, SAMA SEKALI TIDAK MERASA BERSALAH dan dengan percaya diri menolak untuk didampingi pengacara. Bahkan informasi sementara yang kami himpun, ada indikasi kuat bahwa Antonius Richmon Bawengan juga melakukan aksi serupa di Poso yang memicu kerusuhan Poso, sebelum di Temanggung. Namun Polri hanya mau menyelidiki apa yang telahdikerjakan oleh Antonius Richmon Bawengan di Temanggung saja, tanpa mau menyelidiki latar belakangnya, latar belakang pendidikannya, organisasi yang memback up nya, siapa pendukung dananya, siapa aktor intelektual yang ada di baliknya. Padahal Forum Umat Islam Bersatu sangat yakin polisi punya kemampuan untuk mengungkap semuanya. Sikap polisi semacam ini akan memicu Antonius Richmon Bawengan untuk berbuat serupa di tempatlain.

6. Ada proses peradilan yang dilanggar sehingga berpotensi menjadikan terdakwa terbebas dari semua dakwaan ketika melakukan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung. Pelanggaran tersebut adalah: Tidak adanya pengacara yang mendampingi terdakwa padahal ancamanhukumannya 5 (lima) tahun. Apakah ini kelalaian atau kesengajaan yang dilakukan oleh Majelis hakim PN Temanggung dalam upaya untuk membebaskan Antonius Richmon Bawengan melalui PK-nya nanti ? Sidang pembacaan tuntutan oleh jaksa itu tidak  jelas statusnya, karena hakim meninggalkan ruang sidang begitu saja, tanpa ada sepatahkata pun.

SERUAN
1. Forum Umat Islam Bersatu mendesak kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Temanggung karena tidak bisa menjalankan deteksi dini, tidak mampu mengantisipasi kerusuhan, tidak bisa melakukan pembinaan anggotanya sehingga Polri yang seharusnya bisa mencegah terjadinya kerusuhan, tetapi justru menjadi salah satu penyebab utama massa menjadi beringas dan tidak terkendali.

2. Forum Umat Islam Bersatu menuntut aparat keamanan untuk mengusut tuntas kelompok dan actor intelektual di belakang Antonius Richmon Bawengan sebab keresahan massa dan provokasi yang memantik kerusuhan di Temanggung 8 February 2011 semuanya bermula dari kasus Antonius Richmon Bawengan. Bila kelompok  dan actor intelektual ini tidak disentuh, sangat patut kuat diduga akan melanjutkan aksi ke daerah-daerah lain.

3. Forum Umat Islam Bersatu membentuk sebuah tim advokasi yang diberi nama TANGKIS (Tim Advokasi dan Perlindungan Korban Penistaan Terhadap Islam) dan mengajak seluruh ahli hukum dan advokat untuk bergabung dalamtim ini.

4. Mendesak kepada DPRD Temanggung dan atau Bupati Temanggung untuk membentuk Tim Investigasi Independen untuk menuntaskan kasus ini.

Temanggung, 9 Februari 2011

FORUM UMAT ISLAM BERSATU (FUIB) 
 Taufan Sugianto. S.Pd
Sekretaris

MOST WANTED HIGH REWARD KAFIR (KAFIR PALING DICARI DI SELURUH DUNIA)


Al Qaeda Mengumumkan Pendeta Koptik Zakaria Botros Sebagai “Kafir Yang PalingDicari Di Seluruh Dunia Al-Qaeda juga menawarkan upah USD $60 juta bagi kepala Botros.

Silakan pula baca Musuh Islam Nomer Satu. Al-Qaeda mengarahkan serangan pada penginjil Arab yang beroperasi di AS karena dia telah menyebarkan Injil kepada Muslim. 

Oleh Joel C. Rosenberg untuk Flashtraffic, 9 September 2008. 

Anda mungkin belum pernah mendengar Pendeta Zakaria Botros, tapi pentinguntuk mengetahui tokoh ini. Dia adalah penginjil Arab Amerika yang palingefektif, terkenal, konstroversial di dunia Muslim. Dia bagaikan Rush Limbaugh bagi para Revivalis. Khotbahnya lucu, cerdas, meyakinkan, dan provokatif.

Musuh-musuhnya tidak hanya ingin membungkamnya, tapi membunuhnya sekalian. Minggu lalu aku dapat kehormatan mewawancarai Botros melalui telpon daritempat tinggalnya yang tersembunyi di AS. Dia mengatakan padaku bahwa dia baru saja tahu website Al Qaeda memasang fotonya dan menyebutnya sebagai Kafir yang“paling dicari” di seluruh dunia. Mereka juga sudah memasang harga bayaran bagikepalanya. Christian Broadcasting Network melaporkan bahwa harga kepalanya adalah $60 juta. Botros tidak tahu berapa tepatnya. Tapi bandingkan saja dengankepala Osama Bin Laden yang “hanya” dihargai Pemerintah AS $25 juta. 

Kenapa yah para Muslim sangat jengkel dengan pendeta tua Koptik Kristen dari Mesir yang sudah berusia 70 tahunan ini? Jawabnya adalah karena Botros memerangiIslam melalui udara, dan dia menang. Botros mengabarkan Injil melalui teknologi satelit canggih yang mampumenembus benteng-benteng para Pemerintah Islam untuk menahan penginjilan ditanah Islam. Dengan begitu, Botros secara langsung menantang Muhammad sebagai Nabi, dan Al-Quran sebagai firman Allah SWT.

Secara sistematis dia membahas kehidupan Muhammad, kisah demi kisah, untuk menunjukkan sifatnya yang buruk danpenuh dosa. Dia membahas Al-Quran dengan seksama, ayat demi ayat, sambil menunjukkan isinya yang bertentangan satu sama lain dan tiadanya konsistensipesan. Tidak hanya kesalahan Islam saja yang dia jabarkan, tapi juga penyampaianpesan pada Muslim mengapa Yesus mengasihi mereka dan bersedia menerima danmengampuni mereka.

 Jika hal ini dilakukan Botros secara diam-diam, atau jika siaran TVsatelitnya tiada yang menonton, maka tentunya tidak akan ada keributan yangditimbulkannya. Tapi program TV-nya yang berlangsung selama 90 menit – denganpesan campuran antara khotbah, ajaran, dan jawaban dari para penelpon (yang kebanyakan jengkel) dari seluruh dunia – merupakan program TV “wajib tonton” diseluruh dunia Muslim.

Program TV-nya ditayangkan empat kali seminggu dalambahasa Arab, yang merupakan bahasa asli Botros, di jaringan TV satelit bernamaAl Hayat (TV Hidup). Siaran TV ini bisa dilihat di seluruh negara-negara diAfrika Utara, Timur Tengah, Asia Tengah, dan juga seluruh Amerika Utara, Eropa,Australia, dan New Zealand. Tidak hanya bisa ditonton di mana saja, tapi jugaoleh sekitar 50 juta Muslim setiap hari. 

Selain itu, website Botros dalam berbagai bahasa juga didatangi jutaanpeminat. Di website ini, para Muslim bisa membaca khotbahnya dan mempelajariartikel-artikel jawaban atas FAQ (Frequently Asked Question =Pertanyaan-pertanyaan Yang Paling Banyak Diajukan).

Pengunjung pun juga bisamasuk ruang chat bernama “Pal Chat” di mana mereka tidak hanya boleh tapi jugadianjurkan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang paling susah pada parapenjawab di website itu yang kebanyakan adalah para murtadin yang membelot keKristen dan tahu betul apa yang biasanya dipikirkan umat Muslim. 

Akibatnya, Botros – yang sudah mengudara sejak tahun 2003 – telah jadi namaterkenal sehari-hari di dunia Muslim. Koran Arab menyebutkan sebagai “MusuhMasyarakat Islam #1″. Jutaan Muslim membencinya, tapi tetap menonton dan mendengarkannya. Mereka memproses informasi dari Botros dan membicarakan hal itudengan teman-teman dan keluarganya. Ketika Botros menantang Imam-imam radikal Muslim untuk menjawab tuduhan-tuduhannya terhadap Islam dan Al-Quran, jutaanpenonton menunggu bagaimana para Imam akan menjawabnya. Tapi ternyata jawaban jarang muncul, karena mereka lebih memilih menyerangnya daripada menjawabnya.Tapi semakin banyak Muslim radikal menyerangnya, Botros justru jadi semakintenar. Karena semakin tenar, maka semakin banyak pula Muslim yang menontonnya.

Semakin banyak Muslim mengamati, semakin banyak pula Muslim yang akhirnya berkesimpulan bahwa Botros ternyata benar dan mereka pun lalu murtad dan beralih agama ke Kristen. Botros memperkirakan setidaknya 1.000 Muslim per bulan berdoa untuk menerima Kristus lewat telepon genggamnya. Sebagian Muslim berdoa menerima Kristus di siaran TV bersama Botros.

Ini tentunya hanya pucuk gunung es saja, karena dari sekian banyak penelpon, memang hanya sedikit yang akhirnya bisa masuk percakapan per telpon. Juga karena tidak cukup banyak penjawab terlatih yang bisa menerima telpon dari para penonton. 

Botros yakin kebanyakan Muslim bukanlah Muslim radikal, tapi dia menjelaskanbahwa Muslim tersesat secara rohani, dan dia ingin sekali menolong mereka mendapatkan jalan kembali ke Tuhan yang menciptakan dan mencintai mereka. “Aku percaya semua ini hasil kerja Tuhan,” kata Botros padaku. “Dialah yang membimbingku. Dia menjelaskan padaku apa yang harus kukatakan. Dia menunjukkan pada apa yang harus kutulis di websiteku. Dia menunjukkan lebih banyak lagi bagaimana cara menggunakan teknologi untuk mencapai orang-orang dengan pesan keselamatanNya.” 

Sejumlah faktor yang mempengaruhi fenomena Botros ini: 

PERTAMA, bentuk media baru – khususnya TV satelit dan Internet (bentuk-bentukutama TV al Hayat) – memungkinkan orang bertanya tentang Islam, tanpa takutdianiaya atau dibunuh. Ini mengakibatkan untuk pertama kalinya penonton – bahkandari Saudi, dimana Injil-Injil disita dan dibakar – menelpon show itu untukberdebat dengan Botros dan kolega-koleganya dan bahkan menyatakan kemurtadanmereka [dan masuk Kristen].

 KEDUA, siaran Botros dalam bahasa Arab – bahasa sekitar 200 juta orang,kebanyakan Muslim. Kemahiran Botros berbahasa Arab Klasik tidak hanya memungkinkannya mencapai audiens yang lebih luas, dan memungkinkannya untuk membahas lebih dalam literatur Arab yang berjilid-jilid sehingga melaporkan kepada Muslim-muslim KTP tentang kepincangan-kepincangan dalam Islam. 

KETIGA, analisanya tidak dapat dibantah. Contoh pembahasannya tentang “Apakahjihad sebuah kewajiban bagi semua Muslim ?”; “Apakah wanita lebih rendah daripria dalam Islam?”; “Benarkah Mohammed mengatakan bahwa monyet-monyet wanitaharus dirajam dengan batu ?” “Apakah meminum air kencing nabi-nabi memang diwajibkan shariah ?”. Botros menjawab setiap pertanyaan dengan kutipan dari sumber-sumber Islam yang jelas, dari teks otoritatif Quran, hadis danteologi-teologi Muslim ternama, dari dulu sampai sekarang. 

Ia juga mengundang para ulama untuk menunjukkan kesalahan metodologinya(kalau ada). Tapi ia menuntut bahwa jawaban ulama harus didasarkan pada”al-dalil we al-burhan,” – “dalil dan bukti.” DAN ternyata, tanggapan ulama sering dalam bentuk BUNGKAM KESUMAT, yang membuat siaran-siaran Botros semakin menggiurkan bagi penonton Muslim.

Ulama yang sering merujuk kepada kesimpulan-kesimpulan Botros mau tidak mau MALAH menyatakan persetujuan mereka dengannya – sehingga sering menunjukkan wajah-wajah merah malu pada siaran TV langsung ini. 

Botros menghabiskan tiga tahun untuk menarik perhatian dunia pada sebuah hadis otentik namun sangat memalukan bahwa : wanita Muslim harus MENYUSUI lelakitidak semuhrim (bahkan lelaki tidak dikenal) agar dapat berada dalam saturuangan sendiri dengan si lelaki tersebut. 

MESIR : fatwa MENYUSUI lelaki dewasa !! Seorang pakar hadis, Abd al-Muhdi, dihadapkan pada hadis ini pada sebuah siaran TV live yang dimoderasi oleh pembawa acara Hala Sirhan.

Al-Muhdi menegaskan bahwa meyusui lelaki dewasa, menurut shariah, adalah sebuah CARA SAH untuk memudahkan wanita-wanita, yang tadinya “terlarang” bagi lelaki yang tidak semuhrim, mengadakan hubungan dengan lelaki lain – logikanya adalah bahwa dengan”menyusui” lelaki itu, ia menjadi seperti “putera” sang wanita dan oleh karena itu tidak lagi bisa memiliki nafsu birahi terhadap wanita tersebut. 

Yang paling lucu, Ezzat Atiyya, kepala Departemen Hadis di Universitasal-Azhar – institusi Islam Sunni yang paling otoritatif – malah mengeluarkan fatwa untuk mengabsahkan “Rida’ al-Kibir” (istilah shariah bagi “menyusui orangdewasa”), yang sampai mengakibatkan kemarahan besar dalam dunia Islam sampai fatwa itu harus dicabut. (Tapi hadis-nya masih eksis!) 

Botros memainkan peranan penting dalam memfokus pada masalah memalukan inidan memaksa ulama untuk memberi tanggapan. Seorang tamu lain pada show Hala Sirhan, Abd al-Fatah, malah semakin mempermalukan para ulama: " Saya tahu kalian semua menonton siaran pendeta itu dan tidak seorangpun dari kalian [menunjuk pada Abd al-Muhdi] mampu menanggapinya, karena ia selalu mengutip sumber-sumbersahih !” 

Karena impotensi mereka menjagal Botros, satu-satunya strategi yang tersisa bagi ulama adalah menuntut kematiannya (dengan hadiah US$5 juta bagi kepalanya) atau tidak mengacuhkannya. Setiap kali namanya muncul, mereka mengutuknya sebagai siapa lagi kalau bukan antek-antek Yahudi.

Taktik ini mungkin memuaskan beberapa Muslim TAPI tetap saja masyarakat umum terus menuntut agar ulama memberikan jawaban tegas dan konkrit kepada sang pendeta. 

Contoh paling dramatis adalah pada siaran TV internasional, Iqra. Sang pembawa acara, Basma, Muslimah konservatif berhijab, menanyakan kepada dua ulama, termasuk Sheikh Gamal Qutb, yang pernah menjabat sebagai mufti agung universitas al-Azhar, untuk menjelaskan legalitas ayat Quran (4:24) yang mengijinkan lelaki untuk menggagahi wanita-wanita tahanan perang. Ia berulang-ulang menanyakan: “Betulkah menurut shariah, sex dengan budak masihberlaku ?” 

Kedua ulama tidak memberikan jawaban jelas, mereka cuma bisa OOT (Out OfTopic) dan mengutuk Yahudi. Basma menegaskan kembali : pemuda-pemuda Muslim bingung dan PERLU JAWABAN seketika ini juga, karena “ada sebuah saluran TV khusus dan seorang lelaki yang mendiskusikan masalah ini selama 20 tahun &belum juga mendapatkan tanggapan dari kalian.” 

Sheikh Qutb yang wajahnya memerah berteriak, “Percuma menanggapi orang-oranghina macam itu !” dan angkat kaki dengan marah dari set film. Ia kemudian kembali lagi, tapi menolak untuk mengakui bahwa Islam memang mengijinkan budak-budak sex dan malah menghabiskan waktu mengumpat dan mengutuk Botros.

Ketika Basma mengatakan “99% Muslim, termasuk saya, tidak mengerti masalah pergundikan dalam Islam dan sulit menerimanya.” Sang sheikh menjawab, “Kalian tidak perlu mengerti.” Dan bagi Muslim-muslim yang menonton dan dipengaruhi Botros, ia menghardik, “Itu urusan kalian ! Kalau putera saya sakit dan memilihuntuk mengunjungi seorang mekanik dan bukan seorang dokter – maka itu urusan dia!” 

Namun sukses utama Botros adalah tujuannya untuk menyelamatkan jiwa Muslim. Ia selalu memulai dan mengakhiri programnya dengan menyatakan bahwa ia mencintai semua Muslim dan ingin menjauhi mereka dari kepalsuan dan membawa mereka menuju kebenaran. Dengan demikian Father Zakaria Botros memerangi api dengan api. 

Father Brotos  

Walau ia tidak dikenal secara luas di Barat (ataupun Indonesia), pendeta Koptik, Dr Zakaria Botros/Boutros — yg dicap sbg “MUSUH UTAMA ISLAM #1” oleh surat kabar Arab, al-Insan al-Jadid — terus mencuatkan kontroversi dlm dunia Islam. Bersama dgn missionaris yg kebanyakan Muslim murtadin — iatampil secara teratur dlm saluran Arab al-Hayat (i.e., “LifeTV”) yg disiarkan dari AS. Bebas dari sensor negara2 Islam ataupun serangan2 fisik Muslim, di sini ia menangani topik2 teologi yg kontroversial.

Siaran2 Botros ttg tradisi dan hukum Islam ini memang sering mempermalukan pemimpin2Islam diseluruh Timur Tengah.

Pendeta yg sering mengenakan salib besar ini, duduk dgn Quran dan Injil di dekatnya dan tanpa tedeng alilng2 ia menyerang ajaran Islam sampai keakar2nya. Ia terkenal karena mengumumkan ‘10Tuntutan’nya terhdp dunia Islam, antara lain : cabut ayat2 Quran yg memusuhi dan menganjurkan pembunuhan terhdp kaum Yahudi, Kristen dan memaksa Yahudi dan Kristen utk memeluk Islam. ‘Kalau kalian tidak sanggup mencabut ayat2Quran itu,’ katanya, ‘jangan anggap bahwa kami akan cabut dari agama kami. (Milis APIK)

Empat Agenda Organisasi Islam Radikal


Negara Wajib Lindungi Korban Intoleransi

JAKARTA, KOMPAS.com – Negara wajib melindungi hak-hak dan kebebasan kelompok yang akan dan telah menjadi korban tindakan intoleran, kekerasan, atau kriminal. Kewajiban tersebut sebagai implementasi kebebasan beragama atau berkeyakinan, mencakup kebebasan beribadah dan lainnya.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum SETARA Institute, Bonar Tigor Naipospos, dalam konferensi pers hasil riset lembaganya bertajuk ‘Radikalisasi Agama di Jabodetabek dan Jawa Barat’, Rabu (22/12/2010) di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat.

“Kelompok minoritas agama atau keyakinan yang menjadi korban kekerasan dan intoleran itu merupakan sasaran dari agenda beberapa organisasi Islam radikal,” kata Bonar.

Sebab itu, lanjut Bonar, negara hendaknya menerapkan asas non-diskriminasi dan kesetaraan setiap warga negara di mata hukum (equality berfore the law).”Kalau asas itu sudah dijalankan, setiap orang atau kelompok nantinya dapat saling menghormati,” ujarnya.

Seperti diberitakan, SETARA Institute mencatat adanya empat agenda organisasi Islam radikal, yakni: 1) penegakan syariat Islam, 2) pemberantasan kemaksiatan, 3) pemberantasan aliran sesat dan 4) anti pemurtadan. SETARA Institute beranggapan, bila keempat agenda itu dikumandangkan di tengah masyarakat, ruang publik bakal diisi dengan hal-hal yang bersifat kebencian yang tertuju pada kaum minoritas agama atau keyakinan serta kelompok usaha di bidang yang menimbulkan kemaksiatan.

Pada sebuah titik, saat ada tindakan yang penuh tidak toleran, kekerasan dan kejahatan, negara harus menunaikan kewajiban melindungi hak-hak asasi manusia.

“Ada dua langkah yang bisa ditempuh negara. Pertama, kewajiban mencegah aksi intoleransi yang mengganggu dan mengancam kebebasan orang lain. Kedua, bila pelanggaran terjadi, negara wajib memproses pelaku sesuai hukum,” jelas Bonar.
(Kompas.com)

Waspadai Upaya Pemurtadan Agama Berkedok Bantuan Gempa


Jumat, 30 October 2009 03:25 WIB
Padang, (tvOne)

Mantan Ketua Dewan Dakwah Islamiah Indonesia (DDII) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), Buya H. Mas`oed Abidin mengingatkan masyarakat daerah itu, terutama yang terkena bencana gempa bumi jangan sampai berubah aqidah karena berharap bantuan.

Buya Mas`oed Abidin menyatakan itu, ketika diminta tanggapannya adanya penyitaan 24 buah Injil, selebaran dan komik anak-anak oleh Polresta Padang Pariaman, Kamis (29/10). Dia sangat menyayangkan adanya relawan yang berkedok menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk memurtadkan (mengkafirkan) masyarakat yang memeluk Islam.

“Betul sejumlah masyarakat Sumbar pas cagempa tengah berada dalam keadaan susah, lapar dan rumah rusak. Namun, bukan berharap bantuan untuk mengubah aqidah (agama) mereka,” kata buya menyesalkan ulah oknum tak bertanggung jawab tersebut.

Jadi, relawan yang ingin merusak aqidah masyarakat Minang, agar kembali sadar dan sebaiknya kembali bawa misi tersebut jauh-jauh. “Masyarakat korban benar berharap bantuan yang disalurkan dengan ikhlas tanpa ada iming-imingnya mengkafirkan, ” katanya.

Ia menambahkan, kalau ada “udang dibalik batu” sebaiknya tak disalurkan bantuan. Justru itu, masyarakat Sumbar yang berada di daerah terkena bencana gempa beberapa waktu lalu, diminta tak terpengaruh dengan bantuan yang sampai merubah aqidah.

“Harga Islam bukanlah sebungkus mie instan. Lebih baik masyarakat makan tanah dan berlindung di bawah langit dari pada aqidah berubah,” katanya mengingatkan masyarakat.

Dugaan kasus pemurtadan di kawasan Patamuan, Padang Alai, Kabupaten Padang Pariaman, tercium pihak Polresta Pariaman. Polresta berhasil menyita 24 buah Injil. Selain itu, juga selebaran dan komik anak-anak dengan judul “Si Bodoh” dan “Bagaimana Caranya jadi Kaya” yang diduga komik itu disebarkan ke sekolah-sekolah. Selanjutnya, ketiga pelaku pemurtadan itu juga datang dalam rangka memberikan bantuan uang, yakni bagi orang dewasa Rp10 ribu/orang, anak-anak Rp5.000/orang.

Kasat Reskrim Polresta Pariaman, AKP Hendri Yahya, menyebutkan ada tiga orang pelaku, St dan RG asal California, AS didampingi penerjemah mereka Doni dari Jakarta. “Kita sudah mengopi paspor dan identitasnya mereka, kini tengah dilacak organisasi mereka,” katanya dan menambahkan, pihaknya belum bisa menetapkan tindakan atas kasus tersebut. Bila sudah, Mabes Polri yang akan menangani.

Tindak misionaris itu tercium ketika beredarnya video hasil rekaman ponsel berisi ajakan murtad berdurasi 48 detik di Kabupaten Padang Pariaman.

http://www.tvone. co.id/berita/ view/26528/ 2009/10/30/ waspadai_ upaya_pemurtadan _agama_berkedok_ bantuan_gempa