Lemhannas: Pancasila Terjepit Radikalisme dan Liberalisme


Jakarta (ANTARA News) – Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Budi Susilo Soepandji mengatakan saat ini Pancasila dalam keadaan “terjepit” diantara pusaran radikalisme dan liberalisme.

“Pancasila saat ini `terjepit`. `Terjepit ditengah pusaran radikalisme dan liberalisme,” katanya saat memberikan sambutan dalam acara Seminar Nasional dan Workshop tentang “Aktualisasi Nilai-Nilai Pancasila Sebagai Solusi dan Identitas Bangsa”, di Gedung Lemhannas, di Jakarta, Rabu.

Menurut Gubernur Lemhannas, Pancasila tampak masih kokoh sebagai ideologi, pandangan hidup dan dasar negara. Namun pada kenyataannya muncul berbagai fenomena yang menunjukkan implementasi Pancasila semakin jauh dari harapan dan cita-cita pendiri bangsa.

“Pola pikir, pola sikap dan pola tindak berbagai komponen bangsa tidak lagi mencerminkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila,” katanya.

Sejak reformasi digulirkan, Indonesia dihadapkan dalam berbagai perubahan di berbagai aspek kehidupan. Perlahan-lahan, katanya, nilai-nilai Pancasila mulai tergeser.

“Disisi lain pluralitas yang belum mampu dikelola menjadi alat pemersatu justru menjadi sesuatu yang menakutkan bagi persatuan dan kesatuan bangsa. Sejarah maupun keberadaan Pancasila mulai dilupakan,” katanya.

Selain itu, kata Gubernur Lemhannas, kondisi saat ini menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan mulai diabaikan. Ini ditandai dengan meningkatnya pelanggaran terhadap hak asasi manusia.

“Kurang dipahaminya rasa persatuan dan kesatuan bangsa kerap menimbulkan konflik SARA, etnonasionalime sempit yang menjurus ke gerakan separatisme,” katanya.

Sementara, toleransi antarumat beragama mengalami degradasi. Kemiskinan, ketidakadilan, dan fanatisme agama yang sempit menjadi lahan subur bagi tumbuhnya faham radikalisme, jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa Pancasila berada diantara pusaran radikalisme dan liberalisme. Untuk itu, katanya, perlu diambil langkah konkret.

Jawabannya, menurut Gubernur Lemhannas adalah jangan melupakan sejarah. Ia menekankan pentingnya untuk mempelajari esensi dibalik sejarah karena dalam sejarah terkandung nilai teladan dan moral yang tidak tenilai.

“Diperlukan langkah nyata dan sistematis yang melibatkan seluruh komponen bangsa. Upaya aktualisasi sistematik yang dilakukan mencakup upaya yang bersifat politik, praktis, dan operasional,” katanya.

Menurut Gubernur Lemhannas, upaya politis sangat diperlukan mengingat Pancasila lahir melalui proses politik yang melibatkan seluruh kelompok dan golongan.

“Teladan yang ditunjukkan pendahulu bangsa harus dapat dijadikan contoh untuk menyusun rencana aksi guna melakukan aktualisasi nilai-nilai Pancasila,” katanya.
(Antaranews.com)

MOST WANTED HIGH REWARD KAFIR (KAFIR PALING DICARI DI SELURUH DUNIA)


Al Qaeda Mengumumkan Pendeta Koptik Zakaria Botros Sebagai “Kafir Yang PalingDicari Di Seluruh Dunia Al-Qaeda juga menawarkan upah USD $60 juta bagi kepala Botros.

Silakan pula baca Musuh Islam Nomer Satu. Al-Qaeda mengarahkan serangan pada penginjil Arab yang beroperasi di AS karena dia telah menyebarkan Injil kepada Muslim. 

Oleh Joel C. Rosenberg untuk Flashtraffic, 9 September 2008. 

Anda mungkin belum pernah mendengar Pendeta Zakaria Botros, tapi pentinguntuk mengetahui tokoh ini. Dia adalah penginjil Arab Amerika yang palingefektif, terkenal, konstroversial di dunia Muslim. Dia bagaikan Rush Limbaugh bagi para Revivalis. Khotbahnya lucu, cerdas, meyakinkan, dan provokatif.

Musuh-musuhnya tidak hanya ingin membungkamnya, tapi membunuhnya sekalian. Minggu lalu aku dapat kehormatan mewawancarai Botros melalui telpon daritempat tinggalnya yang tersembunyi di AS. Dia mengatakan padaku bahwa dia baru saja tahu website Al Qaeda memasang fotonya dan menyebutnya sebagai Kafir yang“paling dicari” di seluruh dunia. Mereka juga sudah memasang harga bayaran bagikepalanya. Christian Broadcasting Network melaporkan bahwa harga kepalanya adalah $60 juta. Botros tidak tahu berapa tepatnya. Tapi bandingkan saja dengankepala Osama Bin Laden yang “hanya” dihargai Pemerintah AS $25 juta. 

Kenapa yah para Muslim sangat jengkel dengan pendeta tua Koptik Kristen dari Mesir yang sudah berusia 70 tahunan ini? Jawabnya adalah karena Botros memerangiIslam melalui udara, dan dia menang. Botros mengabarkan Injil melalui teknologi satelit canggih yang mampumenembus benteng-benteng para Pemerintah Islam untuk menahan penginjilan ditanah Islam. Dengan begitu, Botros secara langsung menantang Muhammad sebagai Nabi, dan Al-Quran sebagai firman Allah SWT.

Secara sistematis dia membahas kehidupan Muhammad, kisah demi kisah, untuk menunjukkan sifatnya yang buruk danpenuh dosa. Dia membahas Al-Quran dengan seksama, ayat demi ayat, sambil menunjukkan isinya yang bertentangan satu sama lain dan tiadanya konsistensipesan. Tidak hanya kesalahan Islam saja yang dia jabarkan, tapi juga penyampaianpesan pada Muslim mengapa Yesus mengasihi mereka dan bersedia menerima danmengampuni mereka.

 Jika hal ini dilakukan Botros secara diam-diam, atau jika siaran TVsatelitnya tiada yang menonton, maka tentunya tidak akan ada keributan yangditimbulkannya. Tapi program TV-nya yang berlangsung selama 90 menit – denganpesan campuran antara khotbah, ajaran, dan jawaban dari para penelpon (yang kebanyakan jengkel) dari seluruh dunia – merupakan program TV “wajib tonton” diseluruh dunia Muslim.

Program TV-nya ditayangkan empat kali seminggu dalambahasa Arab, yang merupakan bahasa asli Botros, di jaringan TV satelit bernamaAl Hayat (TV Hidup). Siaran TV ini bisa dilihat di seluruh negara-negara diAfrika Utara, Timur Tengah, Asia Tengah, dan juga seluruh Amerika Utara, Eropa,Australia, dan New Zealand. Tidak hanya bisa ditonton di mana saja, tapi jugaoleh sekitar 50 juta Muslim setiap hari. 

Selain itu, website Botros dalam berbagai bahasa juga didatangi jutaanpeminat. Di website ini, para Muslim bisa membaca khotbahnya dan mempelajariartikel-artikel jawaban atas FAQ (Frequently Asked Question =Pertanyaan-pertanyaan Yang Paling Banyak Diajukan).

Pengunjung pun juga bisamasuk ruang chat bernama “Pal Chat” di mana mereka tidak hanya boleh tapi jugadianjurkan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang paling susah pada parapenjawab di website itu yang kebanyakan adalah para murtadin yang membelot keKristen dan tahu betul apa yang biasanya dipikirkan umat Muslim. 

Akibatnya, Botros – yang sudah mengudara sejak tahun 2003 – telah jadi namaterkenal sehari-hari di dunia Muslim. Koran Arab menyebutkan sebagai “MusuhMasyarakat Islam #1″. Jutaan Muslim membencinya, tapi tetap menonton dan mendengarkannya. Mereka memproses informasi dari Botros dan membicarakan hal itudengan teman-teman dan keluarganya. Ketika Botros menantang Imam-imam radikal Muslim untuk menjawab tuduhan-tuduhannya terhadap Islam dan Al-Quran, jutaanpenonton menunggu bagaimana para Imam akan menjawabnya. Tapi ternyata jawaban jarang muncul, karena mereka lebih memilih menyerangnya daripada menjawabnya.Tapi semakin banyak Muslim radikal menyerangnya, Botros justru jadi semakintenar. Karena semakin tenar, maka semakin banyak pula Muslim yang menontonnya.

Semakin banyak Muslim mengamati, semakin banyak pula Muslim yang akhirnya berkesimpulan bahwa Botros ternyata benar dan mereka pun lalu murtad dan beralih agama ke Kristen. Botros memperkirakan setidaknya 1.000 Muslim per bulan berdoa untuk menerima Kristus lewat telepon genggamnya. Sebagian Muslim berdoa menerima Kristus di siaran TV bersama Botros.

Ini tentunya hanya pucuk gunung es saja, karena dari sekian banyak penelpon, memang hanya sedikit yang akhirnya bisa masuk percakapan per telpon. Juga karena tidak cukup banyak penjawab terlatih yang bisa menerima telpon dari para penonton. 

Botros yakin kebanyakan Muslim bukanlah Muslim radikal, tapi dia menjelaskanbahwa Muslim tersesat secara rohani, dan dia ingin sekali menolong mereka mendapatkan jalan kembali ke Tuhan yang menciptakan dan mencintai mereka. “Aku percaya semua ini hasil kerja Tuhan,” kata Botros padaku. “Dialah yang membimbingku. Dia menjelaskan padaku apa yang harus kukatakan. Dia menunjukkan pada apa yang harus kutulis di websiteku. Dia menunjukkan lebih banyak lagi bagaimana cara menggunakan teknologi untuk mencapai orang-orang dengan pesan keselamatanNya.” 

Sejumlah faktor yang mempengaruhi fenomena Botros ini: 

PERTAMA, bentuk media baru – khususnya TV satelit dan Internet (bentuk-bentukutama TV al Hayat) – memungkinkan orang bertanya tentang Islam, tanpa takutdianiaya atau dibunuh. Ini mengakibatkan untuk pertama kalinya penonton – bahkandari Saudi, dimana Injil-Injil disita dan dibakar – menelpon show itu untukberdebat dengan Botros dan kolega-koleganya dan bahkan menyatakan kemurtadanmereka [dan masuk Kristen].

 KEDUA, siaran Botros dalam bahasa Arab – bahasa sekitar 200 juta orang,kebanyakan Muslim. Kemahiran Botros berbahasa Arab Klasik tidak hanya memungkinkannya mencapai audiens yang lebih luas, dan memungkinkannya untuk membahas lebih dalam literatur Arab yang berjilid-jilid sehingga melaporkan kepada Muslim-muslim KTP tentang kepincangan-kepincangan dalam Islam. 

KETIGA, analisanya tidak dapat dibantah. Contoh pembahasannya tentang “Apakahjihad sebuah kewajiban bagi semua Muslim ?”; “Apakah wanita lebih rendah daripria dalam Islam?”; “Benarkah Mohammed mengatakan bahwa monyet-monyet wanitaharus dirajam dengan batu ?” “Apakah meminum air kencing nabi-nabi memang diwajibkan shariah ?”. Botros menjawab setiap pertanyaan dengan kutipan dari sumber-sumber Islam yang jelas, dari teks otoritatif Quran, hadis danteologi-teologi Muslim ternama, dari dulu sampai sekarang. 

Ia juga mengundang para ulama untuk menunjukkan kesalahan metodologinya(kalau ada). Tapi ia menuntut bahwa jawaban ulama harus didasarkan pada”al-dalil we al-burhan,” – “dalil dan bukti.” DAN ternyata, tanggapan ulama sering dalam bentuk BUNGKAM KESUMAT, yang membuat siaran-siaran Botros semakin menggiurkan bagi penonton Muslim.

Ulama yang sering merujuk kepada kesimpulan-kesimpulan Botros mau tidak mau MALAH menyatakan persetujuan mereka dengannya – sehingga sering menunjukkan wajah-wajah merah malu pada siaran TV langsung ini. 

Botros menghabiskan tiga tahun untuk menarik perhatian dunia pada sebuah hadis otentik namun sangat memalukan bahwa : wanita Muslim harus MENYUSUI lelakitidak semuhrim (bahkan lelaki tidak dikenal) agar dapat berada dalam saturuangan sendiri dengan si lelaki tersebut. 

MESIR : fatwa MENYUSUI lelaki dewasa !! Seorang pakar hadis, Abd al-Muhdi, dihadapkan pada hadis ini pada sebuah siaran TV live yang dimoderasi oleh pembawa acara Hala Sirhan.

Al-Muhdi menegaskan bahwa meyusui lelaki dewasa, menurut shariah, adalah sebuah CARA SAH untuk memudahkan wanita-wanita, yang tadinya “terlarang” bagi lelaki yang tidak semuhrim, mengadakan hubungan dengan lelaki lain – logikanya adalah bahwa dengan”menyusui” lelaki itu, ia menjadi seperti “putera” sang wanita dan oleh karena itu tidak lagi bisa memiliki nafsu birahi terhadap wanita tersebut. 

Yang paling lucu, Ezzat Atiyya, kepala Departemen Hadis di Universitasal-Azhar – institusi Islam Sunni yang paling otoritatif – malah mengeluarkan fatwa untuk mengabsahkan “Rida’ al-Kibir” (istilah shariah bagi “menyusui orangdewasa”), yang sampai mengakibatkan kemarahan besar dalam dunia Islam sampai fatwa itu harus dicabut. (Tapi hadis-nya masih eksis!) 

Botros memainkan peranan penting dalam memfokus pada masalah memalukan inidan memaksa ulama untuk memberi tanggapan. Seorang tamu lain pada show Hala Sirhan, Abd al-Fatah, malah semakin mempermalukan para ulama: " Saya tahu kalian semua menonton siaran pendeta itu dan tidak seorangpun dari kalian [menunjuk pada Abd al-Muhdi] mampu menanggapinya, karena ia selalu mengutip sumber-sumbersahih !” 

Karena impotensi mereka menjagal Botros, satu-satunya strategi yang tersisa bagi ulama adalah menuntut kematiannya (dengan hadiah US$5 juta bagi kepalanya) atau tidak mengacuhkannya. Setiap kali namanya muncul, mereka mengutuknya sebagai siapa lagi kalau bukan antek-antek Yahudi.

Taktik ini mungkin memuaskan beberapa Muslim TAPI tetap saja masyarakat umum terus menuntut agar ulama memberikan jawaban tegas dan konkrit kepada sang pendeta. 

Contoh paling dramatis adalah pada siaran TV internasional, Iqra. Sang pembawa acara, Basma, Muslimah konservatif berhijab, menanyakan kepada dua ulama, termasuk Sheikh Gamal Qutb, yang pernah menjabat sebagai mufti agung universitas al-Azhar, untuk menjelaskan legalitas ayat Quran (4:24) yang mengijinkan lelaki untuk menggagahi wanita-wanita tahanan perang. Ia berulang-ulang menanyakan: “Betulkah menurut shariah, sex dengan budak masihberlaku ?” 

Kedua ulama tidak memberikan jawaban jelas, mereka cuma bisa OOT (Out OfTopic) dan mengutuk Yahudi. Basma menegaskan kembali : pemuda-pemuda Muslim bingung dan PERLU JAWABAN seketika ini juga, karena “ada sebuah saluran TV khusus dan seorang lelaki yang mendiskusikan masalah ini selama 20 tahun &belum juga mendapatkan tanggapan dari kalian.” 

Sheikh Qutb yang wajahnya memerah berteriak, “Percuma menanggapi orang-oranghina macam itu !” dan angkat kaki dengan marah dari set film. Ia kemudian kembali lagi, tapi menolak untuk mengakui bahwa Islam memang mengijinkan budak-budak sex dan malah menghabiskan waktu mengumpat dan mengutuk Botros.

Ketika Basma mengatakan “99% Muslim, termasuk saya, tidak mengerti masalah pergundikan dalam Islam dan sulit menerimanya.” Sang sheikh menjawab, “Kalian tidak perlu mengerti.” Dan bagi Muslim-muslim yang menonton dan dipengaruhi Botros, ia menghardik, “Itu urusan kalian ! Kalau putera saya sakit dan memilihuntuk mengunjungi seorang mekanik dan bukan seorang dokter – maka itu urusan dia!” 

Namun sukses utama Botros adalah tujuannya untuk menyelamatkan jiwa Muslim. Ia selalu memulai dan mengakhiri programnya dengan menyatakan bahwa ia mencintai semua Muslim dan ingin menjauhi mereka dari kepalsuan dan membawa mereka menuju kebenaran. Dengan demikian Father Zakaria Botros memerangi api dengan api. 

Father Brotos  

Walau ia tidak dikenal secara luas di Barat (ataupun Indonesia), pendeta Koptik, Dr Zakaria Botros/Boutros — yg dicap sbg “MUSUH UTAMA ISLAM #1” oleh surat kabar Arab, al-Insan al-Jadid — terus mencuatkan kontroversi dlm dunia Islam. Bersama dgn missionaris yg kebanyakan Muslim murtadin — iatampil secara teratur dlm saluran Arab al-Hayat (i.e., “LifeTV”) yg disiarkan dari AS. Bebas dari sensor negara2 Islam ataupun serangan2 fisik Muslim, di sini ia menangani topik2 teologi yg kontroversial.

Siaran2 Botros ttg tradisi dan hukum Islam ini memang sering mempermalukan pemimpin2Islam diseluruh Timur Tengah.

Pendeta yg sering mengenakan salib besar ini, duduk dgn Quran dan Injil di dekatnya dan tanpa tedeng alilng2 ia menyerang ajaran Islam sampai keakar2nya. Ia terkenal karena mengumumkan ‘10Tuntutan’nya terhdp dunia Islam, antara lain : cabut ayat2 Quran yg memusuhi dan menganjurkan pembunuhan terhdp kaum Yahudi, Kristen dan memaksa Yahudi dan Kristen utk memeluk Islam. ‘Kalau kalian tidak sanggup mencabut ayat2Quran itu,’ katanya, ‘jangan anggap bahwa kami akan cabut dari agama kami. (Milis APIK)

Kekerasan Berbasis Agama Tidak Bisa Ditutup-tutupi


Pemerintah tidak boleh menutup- nutupi kasus-kasus kekerasan berbasis agama yang terjadi selama ini. Sebaliknya, pemerintah harus lebih tegas mengambil langkah-langkah yang netral dan adil, termasuk mencari solusi melalui dialog yang melibatkan semua komunitas keagamaan.

Hal itu dinyatakan Ketua Umum Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Musdah Mulia di Jakarta, Senin (20/12). Musdah Mulia terpilih kembali sebagai Ketua Umum ICRP periode 2011-2014 dalam Konferensi ICRP yang berlangsung sejak Sabtu pekan lalu. Dalam sebulan ke depan, Ketua Umum akan membentuk formatur ICRP.

Jika ditutup-tutupi, lanjut Musdah, kasus-kasus kekerasan berbasis agama akan terus menjadi masalah yang serius, ibarat luka atau borok yang tidak diobati. Akibatnya, kasus-kasus kekerasan berbasis agama kembali terulang.

Oleh karena itu, lanjut Musdah, ICRP mengimbau pemerintah agar tegas merespons kasus-kasus kekerasan yang berbasis agama. ”Pemerintah perlu mengambil langkah-langkah yang tegas, netral, dan adil terhadap mereka yang anarki di lapangan,” kata Musdah.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah dan DPR perlu melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Kerukunan Beragama yang masuk ke Program Legislasi Nasional 2011.

”Pemerintah tidak dapat menyusun RUU itu secara gegabah atau sepihak,” ujar Musdah.

Secara terpisah, Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Antar- agama dan Kepercayaan Konferensi Wali Gereja Indonesia Romo Benny Susetyo Pr mengatakan, negara memang harus lebih tegas bertindak dalam kekerasan berbasis agama.

”Jadi, jangan seakan-akan negara tidak hadir atau tidak ada,” tutur Romo Benny. Ia menambahkan, ajaran semua agama selalu menyebarkan nilai-nilai perdamaian, kebaikan, kejujuran, dan kemanusiaan.

Atas dasar nilai-nilai itu, menurut Romo Benny, penganut agama-agama yang berbeda dapat hidup berdampingan dengan penuh kedamaian dan kegembiraan, bukan ketakutan. (Kompas.com)

Siapa Bilang Muslim Tidak Boleh Ucapkan Selamat Natal?


Ajaran Islam Tak Pernah Larang Ucapan Selamat Natal

detikNewsdetikcom – Den Haag, Ucapan selamat adalah masalah non-ritual, tidak berkaitan dengan ibadah, tapi muamalah. Pada prinsipnya semua tindakan non-ritual adalah dibolehkan, kecuali ada nash ayat atau hadis yang melarang.

Hal itu dituturkan Prof. Dr. Sofjan Siregar, MA kepada detikcom, Sabtu (18/12/2010), merujuk isi materi yang disampaikannya dalam pengajian ICMI Eropa bekerjasama dengan pengurus Masjid Nasuha di Rotterdam, Jumat sehari sebelumnya.

Tema ucapan selamat Natal diangkat karena hampir setiap tahun muncul pertanyaan sekitar hukum ucapan selamat Natal bagi seorang muslim, khususnya di Belanda.

Menurut Sofjan, tidak ada satu ayat Al Quran atau hadits pun yang eksplisit melarang mengucapkan selamat atau salam kepada orang non-muslim seperti di hari Natal.

“Bahkan dalam Al Quran Surat An Nisa Ayat 86 umat Islam diperintahkan untuk membalas salam dari siapa pun tanpa ada batasan ucapan itu datang dari siapa,” ujar Sofjan.

Lanjut Sofjan, bagi orang yang mengklaim ucapan selamat kepada orang non-muslim tidak boleh, seharusnya mendatangkan dalil dan argumentasinya dari Al Quran atau Hadits. Dan itu tidak ada. Adapun hadis dari Aisyah yang berbunyi, “Jangan ucapkan salam kepada orang Yahudi dan Nasrani,” adalah dalam konteks dan latar belakang perang dengan Bani Quraizah ketika itu.

“Seperti halnya banyak larangan berkaitan dengan kafir pada umumnya adalah berkaitan dengan kafir al harbi atau combatant,” terang Sofjan.

Umat Islam khususnya di Belanda dan Eropa atau Indonesia bukan dalam keadaan perang, sehingga diperintahkan oleh agama agar berlaku adil dalam bergaul dalam masyarakat multikultural. Salah satu bentuk birr, qistu, adil dan ihsan adalah saling hormat-menghormati dalam pergaulan termasuk memberi dan membalas salam.

Hal ini juga sesuai dengan Surat Al Mumtahinah Ayat 9. “Jika memakan sembelihan ahli kitab adalah halal seperti halal dan bolehnya mengawini wanita ahli kitab, tentu melarang untuk mengucapkan salam termasuk yang tidak mungkin, karena lebih dari itu pun sudah halal dan dibolehkan,” papar doktor bidang syariah ini.

Adapun ayat yang melarang al muwalah seperti dalam Surah Al Mumtahinah Ayat 9 menjadikan orang non-muslim wali masuk dalam kategori mutlak, yang dibatasi cakupan larangannya dalam keadaan perang oleh ayat lain, hal ini dalam istilah fiqihnya disebut muqayyad. Ayat 9 Al Mumtahinah adalah ayat terakhir turun tentang al muwalah.

Maka hanya ada dua kemungkinan status hukumnya: menafsir dan menjelaskan ayat mutlak yang diturunkan sebelumnya, atau berfungsi menasikh (abrogasi) ayat sebelumnya.

Maka sesuai dengan kaidah usuliyah: annal mutlaq minan nushush yuhmal alalmuqayyad idza ittahadal hukmu was sabab.

Dalam hal ini hukum dalam keduanya adalah satu yaitu haramnya al muwalah, sebabnya juga satu yaitu karena sebab kekufuran, sehingga ayat yang mutlak (absolut) dimasukkan ke dalam ayat muqayyad, berarti sebab hukum haram adalah karena al kufur al muharib (kafir combatant).

Jadi, al muwalah itu haram hukumnya kepada orang kafir combatant yang sedang berperang dengan orang Islam, adapun kafir bukan harbi dikecualikan dari ayat itu.

Banyak ulama yang membolehkan salam kepada orang non-muslim yang tidak harbi, seperti Ibnu Masud, Abu Umamah, Ibnu Abbas, Al Auzayi, An Nakhoi, Attobary dll.
(Detiknews.com)

Menkominfo Umpamakan Video Porno Mirip Ariel dengan Tuhan Yesus


Menkominfo Umpamakan Video Porno Mirip Ariel dengan Tuhan Yesus

(source: detiknews)
(18/6/2010)Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menunjukkan sesuatu yang tidak pantas sebagai seorang negarawan.Saat memberikan pidato mengenai kasus video porno mirip Ariel-Luna-Cut Tari, Kamis (16/6) kemarin, politisi Partai Kesejahteraan Rakyat (PKS) tersebut mengatakan persoalan video porno mirip ketiga bintang papan atas di Indonesia itu harus dijelaskan kepada publik, karena bila tidak hal ini akan semakin panjang seperti persoalan Nabi Isa dan Yesus dalam pandangan Islam dan Kristen.

tifatulMenurut Tifatul, umat Islam menganggap yang disalib itu hanyalah mirip Isa, sementara Kristen menganggap yang disalib adalah Yesus.

“Dan ini (soal mirip Isa/Yesus) implikasinya masih panjang sampai sekarang. Yang mirip-mirip ini kalau nggak diselesaikan bisa panjang,” kata Tifatul.

Adapun analogi Tifatul Sembiring ini disampaikannya saat breakfast meeting di kantor dinas Kemenkominfo di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, dimana ketika itu hadir orang-orang dari lembaga seperti Komisi Penyiaran Indonesia, Mabes Polri, Dewan Pers, pengelola forum diskusi internet maupun pengelola ISP.

Setelah kabar ini tersebar di media, twitter sang menteri, Jumat (18/6), menuai banyak komentar yang kebanyakan mengaku kecewa dan keberatan dengan pernyataan beliau.

“Pak Tifatul nggak perlulah ambil perumpamaan Yesus/Isa terhadap kasus video porno. Disebut “perumpamaan/pengandaian’ pun tidak cocok dengan konteksnya,” komentar @sallysety.

“Kayaknya membandingkan Ariel dll dengan Yesus adalah analogi yang kacau dan melecehkan,” komentar @hasief.

Tifatul sendiri mencoba menjelaskan ucapannya kemarin kepada para pengikutnya di media mikro blogging tersebut. Ia menyatakan, Islam meyakini bahwa yang disalib bukan Nabi Isa, tapi orang yang ‘mirip’ Isa.  “Nasrani meyakini yang disalib Yesus. Bisa cek pada ahli teologi,” tulis Tifatul menanggapi komentar followernya ber-ID @nafaurbach.

Di akhir tweetnya terhadap isu itu, Tifatul menulis, “Saya juga manusia biasa, bisa salah. Jika terjadi, dengan legowo saya akan sampaikan maaf. Jadi aneh jika ada yang hujat/ bodoh-bodohkan orang saat diskusi.”

Sungguh menyedihkan seorang pejabat publik mengeluarkan pernyataan yang membahayakan keutuhan bangsa. Terlepas dari kekeliruan yang mungkin ia lakukan, tetap saja hal ini harus disikapi dengan serius. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) selaku pimpinan negara hendaknya mengambil tindak tegas dalam persoalan ini. Jika tidak, maka hal ini akan menjadi “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja.(jawaban.com)

Sumber: mirifica.net

INDONESIA NEGARAKU, ISLAM AGAMAKU


dari google.comKetika saya menonton film-fil Amerika Serikat (AS), ada satu hal yang tidak pernah hilang dari pengamatanku. Satu hal itu adalah kebanggaan warga AS. Ialah bendera Amerika. Kadang terlihat tergantung di depan pintu rumah, kadang di tempel di kemeja atau topi,  dan pasti bendera kebanggaan mereka itu selalu ada.

Akhir-akhir ini saya coba surfing blog di blogspot, saya sering ketemu blog-blog warga Malaysia. Mayoritas mereka juga selalu memasang foto bendera mereka di sisi kanan atau kiri blog mereka. Sebuah bendera Malaysia, dan di sampingnya bertuliskan “JAYA MALAYSIAKU”.

Bagi kita di Indonesia, kebanggaan itu menurut saya ada pada jaman Soekarno.  Bendera itu selalu tertempel di topi atau seragam pemerintah. Setiap kali bertemua antara yang satu dengan yang lain, selalu berteriak, “Merdeka Bung! Atau Hidup Indonesia Raya!

Bila kita amati situasi bangsa dan negara ini sekarang, hampir rasa kebanggaan sebagai warga negara Indonesia hilang, meskipun selalu didelorakan, “Aku Cinta Produk Indonesia!” atau ketika kasus Ambalat yang memicu kerenggaran hubungan antar negara dengan Malaysia, baru rasa kebanggaan itu muncul pada warga Indonesia.

Yang lebih tidak enak lagi, para oknum pejabat negeri ini sibuk memikirkan untuk mempertahankan kekuasaan atau jabatan. Sedangkan rakyat atau mereka yang dilayaninya dibiarkan hidup sengsara dan menderita. Apa lagi yang menjadi kebanggaan mereka sebagai warga Indonesia? Mereka hanya bangga dengan kekuasaannya.

Kita salut terhadap warga AS yang bangga dengan negaranya, Malaysia dengan kebanggaannya sendiri.

Sebenarnya, di Indonesia banyak hal yang sangat membanggakan yang dipuji oleh manca negara. Pancasila adalah salah satu yang dipuji sebagai kebanggaan Indonesia karena bisa mempersatukan warga negara indonesia yang majemuk, plural, mutlikultural atau apa saja sebutannya.

Bila dikaji lebih dalam,  soal kebanggaan Indonesia ada beberapa hal: bendera merah putih lambang negara Indonesia.   Ada aneka agama (sekurangnya 6 agama) dan dengan berbagai bahasa dan dipersatukan bahasa Indonesia.

Kebanggaan itu bisa terpatri dalam lubuk Indonesia bila menyadari aneka kebanggaan yang dimilikinya itu. Suatu saat nanti para warga negara Indonesia suatu saat mengatakan;

  1. INDONESIA NEGARAKU, ISLAM AGAMAKU;
  2. INDONESIA NEGARAKU, KATOLIK AGAMAKU;
  3. INDONESIA NEGARAKU, KRISTEN AGAMAKU;
  4. INDONESIA NEGARAKU, BUDDHA AGAMAKU;
  5. INDONESIA NEGARAKU, HINDU AGAMAKU;
  6. INDONESIA NEGARAKU, KONGHUCU AGAMAKU; dst.

Kebanggaan itu tidak perlu mengurangi rasa, nilai dan jiwa keindonesiaan kita dan kehidupan keagamaan kita. Sebab Pancasila adalah pedoman atau prinsip hidup bersama dalam bernegara dan berbangsa  di tengah keberbedaan kita. Nilai-nilai Pancasila seperti ketuhanan, kemanusiaa, perdsatuan, kerakyatan yang dipimpin kebijaksanaan dan keadilan sosiak menjadi prinsip dalam hidup bersama sebagai warga negara.

Agama adalah perekat hubungan kita secara vertikal dengan Tuhan dan horizsontal dengan sesama dan seagama.  Agama lain  harus dihormati.

Apakah kita masih bangga dengan dengan bendera merah putih sebagai lambang negara Indonesia? Apakah anda masih bangga dengan Pancasila? Wallahualam. Bila masih bangga, insyaallah. (Pormadi S)

Rumah Ibadah di Temanggung Dirusak dan Dibakar


TEMANGGUNG – Kembali sebuah rumah ibadah menjadi sasaran perusakan dan pembakaran oleh massa tidak dikenal di Desa Tlogowero, Kecamatan Bansari, Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (6/12).

Dari keterangan yang dihimpun menyebutkan, peristiwa dimulai saat puluhan orang datang ke tempat itu, lalu merusak bangunan tempat ibadah tersebut, hingga tinggal kerangka bangunan.

Massa menghancurkan genteng, melepas jendela dan pintu kemudian dibakar. Aksi perusakan tersebut berlangsung cepat. Perusakan itu diduga karena mereka tidak menghendaki keberadaan rumah ibadah itu.

Saat dikonfirmasi, Kapolres Temanggung AKBP Antony Agustinus Koylal membenarkan kejadian tersebut dan polisi sedang mendalami kasus itu.

“Kami masih menyelidiki kasus tersebut dan melakukan koordinasi dengan kepala desa dan camat setempat,” ujarnya, seperti dikutip oleh Kompas.com.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, urainya, satu regu polisi mengamankan tempat tersebut. Polisi juga memasang garis polisi mengelilingi bangunan yang rusak tersebut dan tim identifikasi dari Polres Temanggung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurutnya, peristiwa serupa juga pernah terjadi pada tahun 2007 dan mereka telah bersepakat untuk damai. “Hingga saat ini belum ada saksi yang kami minta keterangannya,” tukasnya.

Kapolres juga berharap kepada masyarakat setempat untuk tidak mudah terprovokasi. “Kami juga meminta tokoh masyarakat untuk tetap menjaga suasana agar tetap kondusif,” tukasnya.

Sumber: http://www. cc hristianpost. co.id/missions /persecution / 20091207/5068/Rumah-Ibadah-di-Temanggung-Dirusak-dan-Dibakar/index.html