Vatikan Klarifikasi Komentar Paus Soal Kondom


TEMPO Interaktif, Jakarta – Gereja Katolik telah mengklarifikasi pernyataan Paus yang menyatakan kontrasepsi dapat digunakan untuk mencegah kehamilan yang tidak diinginkan.

Pengawas moral Vatikan, Kongregasi Ajaran Iman, mengeluarkan sebuah pernyataan menekankan bahwa beberapa komentator telah salah mengerti dan salah memahami komentar Paus dalam wawancara panjang yang dirilis bulan lalu berjudul Terang Dunia.

Dalam buku itu, Paus mengatakan bahwa kondom bukan solusi nyata atau moral untuk memerangi HIV dan AIDS, tetapi menambahkan bahwa penggunaan kondom dalam beberapa kasus, seperti untuk pelacur laki-laki, bisa menjadi langkah pertama dalam seksualitas manusia yang lebih bermoral dan bertanggung jawab.

Sejak komentar itu dipublikasikan di surat kabar Vatikan bulan lalu, Tahta Suci telah berada di bawah tekanan dari para teolog konservatif untuk mengeluarkan semacam klarifikasi setelah kebingungan yang meluas tentang apakah Paus Benediktus XVI melanggar ajaran gereja.

Sebuah pernyataan Vatikan yang dikeluarkan hari ini menegaskan kembali bahwa gereja menganggap prostitusi tidak bermoral.”

Namun, mereka yang terlibat dalam prostitusi dan menderita positif HIV dan yang berusaha untuk mengurangi risiko penularan dengan penggunaan kondom dapat mengambil langkah pertama dalam menghormati kehidupan orang lain,” katanya.

Ini menekankan logika Paus adalah ‘sesuai penuh dengan tradisi teologis moral gereja’.

Komentar Benediktus XVI telah menyebabkan kebingungan sejak publikasinya sebelum tanggal rilis resmi dikutip di surat kabar Vatikan L’Osservatore Romano pada 20 November.

Terjemahan Italia resmi membuat dua kesalahan yang memicu kebingungan; ia menggunakan kata dibenarkan dalam analisis Paus dan juga menggunakan versi feminin pelacur sebagai lawan dari maskulin – sebuah perbedaan penting mengingat bahwa kondom dalam hubungan heteroseksual adalah bentuk kontrasepsi buatan, yang ditentang gereja.
(Tempointeraktif.com)

TIDAK PUNYAK ANAK = AIB?


Di tengah masyarakat, banyak pasangan suami-istri muda yang sudah menikah 3,5,7 bahkan sudah 10 tahun, namun belum juga punya anak. Tuhan belum menganugerahkan buah hati mereka. Mereka sudah berusaha ke dokter, ke dukun alias orang pintar untuk mengusahakan agar segera hamil, namun juga belum berhasil. Bahkan ada yang mengatasinya dengan mengadopsi anak, yang lebih parah lagi ada yang menceraikan suami atau istrinya.

Namun tidak jarang juga ada orang yang mencuri bayi di Puskesmas, bahkan ada yang membeli bayi di rumah sakit dengan harga tinggi.

Di beberapa suku, pasangan suami istri yang belum punya anak dianggap sebagai aib atau sesuatu yang membuat malu. Istri atau suami dianggap mandul dan tidak “dianggap” alias tidak diperhitungkan dalam adat suku tertentu. Untuk itu banyak orang melakukan aneka tindakan untuk mengurangi rasa malu.

Bagi yang keluarga muda yang belum punya anak, apakah tidak punya anak menjadi sesuatu aib bagi anda? Dan apa tujuan pernikahan itu sebenarnya?

Pada dasarnya diakui dan dapat diterima umum bahwa menikah itu bertujuan untuk melanjutkan keturunan, mengejar kebahagiaan suami istri dan mengusahakan pendidikan yang baik bagi anak-anaknya. Persoalannya, apakah suami istri bisa bahagia tanpa anak?

Untuk memenuhi kebutuhan akan anak, sebagian orang lebih baik memilih mengadopsi anak secara legal. Dengan demikian pun, kebahagiaan semakin lengkap.

Namu bagi pembaca sekalian, apakah tidak punya anak = aib?

Sumber: http://sosbud.kompasiana.com/2010/01/15/tidak-punya-anak-aib/

Anggota DPRD DARI FPKS: MENDESAK PENERTIBAN TERNAK BABI DI MEDAN


DPRD MEDAN KEMBALI DESAK PENERTIBAN TERNAK BABI

Medan, 7/10 (ANTARA) – DPRD Medan kembali mendesak Pemerintah  Kota Medan segera melakukan penertiban hewan ternak berkaki empat di daerah itu, menyusul sosialisasi penegakkan peraturan yang akan dilaksanakan. “Hewan ternak kaki empat khususnya babi sudah sangat meresahkan masyarakat, jadi pemko harus segera menindaklanjuti sosialisasi yang akan dilakukan dengan langkah penertiban,” kata Anggota FPKS DPRD Medan, Ikrimah Hamidi kepada ANTARA di Medan, Rabu.
Menurut dia, persoalan ternak babi sudah melahirkan protes masyarakat sejak tahun 2006. Namun tuntutan agar peternakan tersebut  ditertibkan tidak terealisasi sampai saat ini. Dia mengkhawatirkan lambannya proses penertiban ternak babi akan berdampak pada konflik horizontal, karena ternak babi yang berada di daerah pemukiman sudah sangat meresahkan.

Dia sendiri mengaku pihaknya sudah menyarankan agar Pemko Medan menggunakan Perda tata ruang sebagai payung hukum untuk melakukan penertiban. Tapi faktanya saran yang sudah disampaikan sejak beberapa tahun lalu itu baru disahuti sekitar dua bulan ini.

Guna melakukan langkah penertiban terhadap ternak babi, Pj Wali Kota Rahudman Harahap, menurut Ikrimah, telah mengeluarkan peraturan untuk itu. Namun pihaknya belum menerima salinan peraturan yang dikeluarkan, sehingga tidak tahu bagaimana ketentuan di dalamnya.

“Kami berharap Peraturan Wali Kota tentang penertiban hewan ternak berkaki empat di pemukiman warga itu disosialisasikan ke DPRD terlebih dulu, sehingga anggota dewan bisa turut membantu memberi  pengertian kepada warga,” katanya.

Pj Wali Kota Medan, Rahudman Harahap di tempat terpisah mengatakan, pihaknya akan melakukan sosislisasi kepada para peternak hewan berkaki empat yang berada di kawasan pemukiman penduduk untuk segera memindahkan usahanya.

“Sosialisasi akan dilaksanakan minggu depan dan setelah itu akan digelar aksi penertiban terhadap ternak yang masih berada di kawasan pemukiman penduduk,” katanya. Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Medan, Purnama Dewi, mengatakan pihaknya akan diikutsertakan dalam sosialisasi tersebut sekaligus melihat dugaan pencemaran lingkungan.

Dinas lingkungan hidup akan menerapkan peraturan yang berlaku jika menemukan dugaan pencemaran lingkungan oleh usaha ternak hewan berkaki empat di pemukiman, katanya.
 

Sumber: ANTARA.co.id

15 Langkah Besar Akan Diwujudkan Presiden SBY-Boediono


SBY PAPARKAN 15 LANGKAH BESAR

Jakarta (SI) – Calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono menegaskan kembali visi misi pemerintahannya lima tahun ke depan jika terpilih.

Pada orasi politiknya di hadapan ribuan pendukungnya di Gelora Bung Karno, Jakarta, kemarin, SBY menjabarkan 15 langkah besar pemerintahan yang akan datang bila dirinya mendapatkan  mandat dari rakyat Indonesia untuk kembali menjadi presiden.

Lima visi dan misi pemerintahan SBY-Boediono pada 2009-2014 adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi, mewujudkan pemerintahan yang bersih, penegakan HAM, penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, serta pembangunan yang adil dan merata.

Adapun 15 langkah besar yang akan dilakukannya antara lain pengentasan masyarakat dari kemiskinan  hingga berkurang 8-10%, pengurangan pengangguran 5-6%, peningkatan mutu pendidikan, peningkatan ketahanan pangan, serta pembangunan infrastruktur di Kalimantan, Sulawesi, Papua, dan Jawa. “Semua itu adalah faktor yang penting, diperlukan pemerintahan yang bersih, yang tanggap dan siap untuk membantu rakyatnya. Rakyat memerlukan pemimpin yang tepat”, tandas SBY pada kampanye akbar terakhir tersebut.

SBY juga menambahkan bahwa dirinya adalah pemimpin yang mampu mengayomi seluruh rakyat Indonesia tanpa membedakan agama, suku, dan etnik.

Menurut SBY, tokoh bangsa yang akan memimpin Indonesia lima tahun ke depan adalah pemimpin yang dapat mempertahankan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai harga mati.

“Suku seperti Aceh, Minang, Bugis, Papua, semua disayangi. Selain itu pemimpin juga harus sanggup memimpin pemerintahan yang bersih dan bukan pemimpin yang memperkaya diri sendiri,” ujar SBY.

Menurut SBY, pemimpin yang pantas untuk Indonesia adalah pemimpin yang telah memberikan bukti, bukan janji, serta telah memberikan hasil nyata selama lima tahun terakhir.

“Yang kita butuhkan adalah pemimpin yang bukan menebarkan angin surga dan menyebarkan fitnah ke sana-kemari. Pemimpin harus yang mempunyai kerja nyata dan bukan yang tidak tahu situasi dunia,” tandasnya.

Pasangan capres-cawapres SBY-Boediono kemarin melakukan kampanye pilpres putaran terakhir setelah sebelumnya berkampanye ke berbagai daerah di Tanah Air.

Di akhir pidatonya yang hanya berdurasi 10 menit, SBY meminta para pendukungnya untuk waspada. Menjelang dilaksanakannya pemungutan suara pada tanggal 8 Juli, menurut SBY, banyak kampanye hitam yang diarahkan kepada pasangan SBY-Boediono.

“Saya mengajak saudara semua untuk sabar dan tabah serta berdoa agar yang melakukan kampanye hitam mendapatkan hidayah dari Allah SWT,” katanya.

Ribuan simpatisan SBY-Boediono yang datang dari berbagai daerah dan berasal dari 23 partai pendukung mulai berkumpul di Gelora Bung Karno sejak pukul 10.00 pagi. Massa yang tergabung dalam majelis zikir Nurussalam datang dari Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat serta Jabodetabek memadati stadion sejak pukul 12.00 WIB.

Mengakhiri orasi politiknya, pasangan SBY-Boediono didampingi Ibu Ani Yudhoyono dan Ibu Herawati Boediono berjalan menuruni panggung utama dan bersalaman  dengan para pendukungnya.

Sebelum melakukan kampanye akbar di Gelora Bung Karno, SBY bersilaturahmi dengan 3.000 purnawirawan TNI/Polri di Tenis Indoor Senayan. Acara ini bertemakan “silaturahmi dan doa bersama purnawirawan TNI/Polri dan veteran beserta keluarga, dalam rangka menyukseskan Pilpres 2009”.

Beberapa pensiunan jenderal turut hadir dalam acara  ini, yaitu mantan Wakil KSAD Letjen Purn Cornel Simbolon, mantan Panglima TNI Jenderal Purn Endriartono Sutarto, mantan Panglima TNI Marsekal Purn Djoko Suyanto, dan mantan KSAD R Hartono. (rarasati syarief) 

 

 

Sumber: SEPUTAR INDONESIA, Minggu, 5 Juli 2009

70% BLT Digunakan untuk Konsumsi Rokok


VIVAnews – Anggota Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi mengatakan, 70 persen dari 19 juta penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang diberikan pemerintah dipakai untuk konsumsi rokok. 

Ini artinya, BLT yang diberikan ke masyarakat miskin bukan dipakai untuk mengentaskan kemiskinan, tapi justru membantu industri rokok di Indonesia agar lebih berkembang.

Tulus mengatakan Indonesia itu seperti surganya industri rokok. Di dunia ini, hanya Indonesia dan Zimbabwe yang masih membolehkan industri rokok beriklan di televisi. Selain itu, cukai rokok di Indonesia juga terendah di dunia, selain Kamboja. “Kamboja hanya 20 persen dan Indonesia 37 persen, negara lainnya di atas 60 persen,” kata dia kepada VIVAnews di sela-sela acara hari tanpa tembakau di Monas, Jakarta, Minggu 31 Mei 2009.

Menurut dia, karena faktor itu, tak heran jika konsumsi rokok sifatnya selalu dinomorduakan setelah membeli beras. Jadi sangat tidak heran jika setengah dari bantuan BLT dipakai untuk konsumsi rokok. “Besarnya sampai Rp 52 ribu, itu survei Badan Pusat Statistik tahun 2008 lalu,” ujarnya.

Jadi, jangan heran jika banyak warga Indonesia yang tetap miskin. Sebab secara sistem pemerintah tidak memperhatikan nasib kesejahteraan warganya. “Kebutuhan masyarakat miskin itu pertama beras, kedua rokok, setelahnya baru pendidikan dan kesehatan,” katanya. 

Sehingga jangan heran jika banyak warga miskin yang bodoh-bodoh, karena secara tidak langsung memang pemerintah mendorong dengan tetap mengijinkan beriklan.

Menurut Tulus, seharusnya dalam syarat penerima BLT, ditambahkan satu poin, yaitu warga yang tidak merokok. Sehingga tidak mensubsidi industri rokok.


Sumber :

http://bisnis. vivanews. com/news/ read/62219- 70__blt_digunaka n_untuk_konsumsi _rokok

 

10 Cara Mencegah Flu Babi (swine flu/ H1N1)


Jangan ditanggapi dengan hati ya, jangan serius. (Ini dari milis tetangga).

Cara mencegah penularan flu babi:

1. Jangan berjabat tangan dengan babi yang sedang flu (selain akan tertular flu oleh babi, anda juga akan dianggap orang gila)

2. Jangan berciuman dengan babi yang sedang flu (apalagi yang ini, anda ga mau kan diliat orang sedang berciuman dengan babi)

3. Cucilah tangan setelah anda bergulat dengan babi di kandang babi

3. Jangan suka mengucapkan kata babi ke pada orang lain (contoh: babi lu……)

4. Jangan tidur  dengan  babi

5. Jangan menerima babi sebagai teman Anda di facebook karena dia dapat mengharvest teman2 Anda di facebook

6. Jikapun Anda memang memelihara babi, sediakan selalu sapu tangan/tissue untuk babi-babi Anda menutup hidung dan mulutnya bila bersin.

7. Hindarilah berenang di kolam renang babi, setidaknya untuk saat ini.

8. Jangan memforward email ini ke babi-babi, dikhawatirkan mereka jadi tau sehingga mencari cara penularan lain

9. Hindari memakai segala asesori babi (kaos gambar babi, anting2 babi, kalung babi, ikat pinggang sabuk babi, dll), babi-babi yang sedang flu itu mungkin akan mengira Anda adalah simpatisan babi, sehingga kemungkinan mereka akan menyerbu Anda untuk meminta perlindungan karena saat ini banyak yang memburu mereka untuk membunuhnya.

10.Salah satu yang juga penting adalah agar para babi ngepet untuk segera menyadarkan diri dan kembali ke jalan yang benar sebelum mereka menciptakan varian baru virus tersebut; flu babi ngepet.

Telaah — Abad 21, Abadnya Asia


Telaah — Abad 21, Abadnya Asia

Oleh Bob Widyahartono, MA *)

Jakarta (ANTARA News) – Asia yang mana? Marilah kita mencermati perkembangan kawasan Asia yang dinamis dan sadar akan masa depan bangsa bangsa Asia. Bahkan, seorang Jeffrey D. Sachs, Director of Earth Institute and Quetelet Professor of Sustainable Development, Columbia University tanpa ragu menyambut datangnya Abad Asia dalam tulisannya Welcome to the Asian Century (January 2004).

Jauh jauh hari ia menyentak para pengamat ekonomi, termasuk di Indonesia. Sachs tidak hanya mengulang-ulang pengamatannya mengenai Asia, tetapi disebutkan munculnya juga India sebagai pemeran makin aktif dalam abad Asia.

Melegakan juga ada seorang Barat yang secara sadar dan obyektif berani setegas itu dan bukan “pem-bebekan” kelompok hawkish Amerika Serikat (AS). Kelompok hawkish (rajawali yang ganas) yang dalam dirinya tidak menyukai bangkitnya
Asia.

Kini, justru AS yang diterjang krisis ekonomi berantakan, sementara bangsa rakyatnya menantikan 20 Januari 2009 dengan angin segarnya yang dibawa Barack Obama Jr. selaku presiden pengganti George Walker Bush.

Asia yang disebut Sachs adalah negara perhimpunan bangsa Asia Tenggara (ASEAN), Korea Selatan (Koresl), China, Jepang plus India. Mulai tahun 1970 sampai 1995an memasuki tahun 2000, para pemimpin Asia mulai memberdayakan masyarakat keluar dari kemelaratan menuju kemakmuran (from rags to riches).

Kenyataan tentang Asia tersebut sejak akhir tahun 1990an merupakan suatu cerita keajaiban tekad manusia (human spirit), yang digerakkan oleh budaya produktivitas untuk mencapai kemajuan.

Dalam pandangan Asia, industrialisasi dan modernisasi perekonomian dan masyarakat bukan westernisasi ala AS. Jelas tiada nilai-nilai universal, karena sejarah, budaya, agama dan sebagainya sangat beragam antara negara negara. Jelas pula bahwa, penonjolan nilai nilai Asia bukanlah defensif sifatnya dalam interaksi dengan mitra kerja Barat, terutama AS.

Masih cukup banyak ekonom pembangunan (development economists) di Indonesia hingga kini masih juga mengagumi dan mendewakan kehebatan elit AS yang tergolong hawkish.

Mereka terkesan lupa bahwa kehebatan AS tersebut hanya bersandar pada kemajuan teknologi informasi, produksi dan transportasi. Keunggulan tekonologi tersebut tidaklah langgeng karena dalam hitungan satu dua tahun sudah tersedia di dunia. AS yang kini terkoyak oleh kegagalan kegagalan faham neo liberalisme dalam perekonomian sejak tahun 2000an.

Hal menarik adalah bahwa kejaran teknologi oleh suatu negara yang tertinggal dapat menimbulkan kekecewaan kalau negara itu secara politis atau ekonomi tidak mengalami kemajuan atau salah-manaje (mismanaged).

Sejak Deng Xiaoping, negarawan China menyuguhkan kebijakan gaige kaifang,
kebijakan reformasi dan membuka diri awal 1978. Kemudian, Manmohan Singh menjadi Perdana Menteri (PM) India menerapkan kebijakan reformasi ekonomi, kawasan Asia Timur itu mengalami pertumbuhan yang menggerakkan budaya produktivitas kawasan.

Dominasi AS dalam ekonomi sudahlah lalu (it is over). Kondisi sekarang ini muncul perekonomian dunia yang diwakili oleh kekuatan ekonomi, Uni Eropa (UE) , Jepang, China yang menjadi kekuatan ekonomi, mesin pertumbuhan Intra-Asia yang makin solid.

India mulai akhir 1990an yang melibatkan diri di bawah kepemimpinan Manmohan Singh juga akan memberi makna pada kawasan ekonomi Asia, demikian juga Korsel.

Proses pembentukan kawasan ekonomi Asia merupakan perjalanan tersendiri. Kelemahan terbesar China adalah dalam proporsi yang sangat kecil dalam sumber daya manusia terdidik.

China hanya memiliki 2,5 juta sumber daya manusia lulusan perguruan tinggi dan akademi dari jumlah 1,3 miliar penduduk, walaupun manusia China itu ulet, tidak mau menderita terus terusan dan dengan budaya produktivitas yang handal. Andaikata persentase terdidik China yang sama dengan AS, maka China memiliki mencapai 14 jutaan tenaga terdidik perguruan tinggi dan atau akademi.

Keunggulan India adalah dalam jumlah penduduk yang fasih berbahasa Inggris, yakni sekitar 150 juta dari sekitar satu miliar penduduk. Dalam kemajuan mutu penduduk, India berada dalam posisi unggul dibandingkan China, dengan pertumbuhan India sekitar 6% hingga 7%.

Perkembangan Asia sejak awal abad ini menyurutkan anggapan bahwa AS adalah New Rome sebagai pemimpin politik, ekonomi sosial dan budaya dunia abad 21.

Asia-lah yang menjadi mercusuarnya abad 21, meskipun bisa saja mengalami beberapa hambatan dalam perjalanan mencapai kemakmuran (prosperity).

Keberhasilan Asia semacam itu akan merupakan era kemajuan kemakmuran dan ilmu pengetahuan tidak saja dinikmati oleh Asia, tetapi juga UE, dan juga AS. Hal yang pasti, para pemimpin AS dan intelektualnya harus menyadari bahwa AS hanya hanya menjadi salah satu perekonomian yang makmur dan tidak berhegemoni mendominasi kawasan lain.

Serangkaian hal itulah yang menjadi tantangan riil di Indonesia, terutama kelas menengah untuk aktif membangun manusia yang makin berbudaya produktivitas dan etis, bukan pameran diri penuh janji-janji atau slogan politis melulu. (*)

*) Bob Widyahartono MA (bobwidya@cbn.net.id) adalah pengamat ekonomi, terutama studi Asia Timur, dan Lektor Kepala Fakultas Ekonomi Universitas Tarumanegara (FE Untar) Jakarta.

COPYRIGHT © 2009 ANTARA

Sumber: http://www.antara.co.id/print/?i=1231516474