Berbagai Tindak Kekerasan Cederai Budaya Hargai Kehidupan


Jumat, 22 April 2011 07:05 WIB |

Uskup Agung Semarang Mgr.Yohanes Pujasumarta mengatakan, berbagai tindak kekerasan terjadi belakangan ini telah mencederai budaya menghargai kehidupan.

“Lepas dari alasan apapun, budaya kekerasan tidak bisa dibenarkan,” kata Mgr.Yohanes Pujasumarta dalam pesan Paskah 2011 yang disampaikan di Semarang, Jumat.

Menurut dia, sejumlah tindak kekerasan yang terjadi belakangan ini seperti kasus Cikeusik, Pandeglang, Banten; kerusuhan Temanggung; hingga yang terakhir peristiwa ledakan di Cirebon.

Ia menilai, berbagai kejadian tersebut bukanlah suatu kecelakaan, namun suatu kesengajaan atau telah direncanakan.

Para pelakukanya, lanjut dia, bukanlah perorangan, namun orang-orang dengan maksud tertentu yang ingin menimbulkan ketakutan dan mengganggu keamanan.

Selain itu, ia sangsi jika motif dalam berbagai tindak kekerasan yang terjadi tersebut didasarkan atas motif agama.

“Motifnya lebih ke kekuasaan politik yang dibungkus dalam nuansa agama,” katanya.

Oleh karena itu, lanjut dia, Paskah 2011 ini merupakan momentum untuk mengubah kehidupan dari “Culture of Death” menjadi “Culture of Life”.

“Mengubah budaya kekerasan menjadi kelembutan. Nurani menyuarakan untuk memelihara kehidupan, bukan melenyapkannya,” tambahnya.

Ia menegaskan, manusia bukanlah pemilik atau penguasa kehidupan, melainkan pelayan untuk mengembangkan, menerima dan melestarikan kehidupan.

(Antaranews.com)

Awas Ada Ancaman atas Gereja Santo Johanes Baptista Parung, Kabupaten Bogor


Thursday, April 21, 2011, 9:46 AM 

Dear all,

Selasa kemarin pihak Bupati Kabupaten Bogor dari partai PPP dalam sebuah rapatmendesak pihak gereja Katolik Paroki Santo Johanes Baptista Parung untuk tidak menggelar acara kebaktian Minggu Suci di lahan miliknya sendiri tapi harus memindahkannya ke sebuah lokasi lain di Telaga Kahuripan. Hal ini tentu akan menyulitkan pihak umat paroki karena Telaga Kahuripan letaknya cukup jauh dari lokasi gereja di Tulang Kuning .

Selain itu masyarakat di sekitar Kecamatan Parung juga mendukung pihak gereja untuk tetap mengadakan kebaktian 3 Hari Suci di lokasi gereja di Kampung Tulang Kuning.

Berikut ini kami berikan alamat lengkap gereja sbb :

Paroki Santo Johanes Baptista
Jalan Raya Metro Parung
Kampung Tulang Kuning
Rt 01, Rw 06
Desa Waru Induk No. 36
Kecamatan Parung Kabupaten Bogor (sesudah gerbang Perum Metro Parung bersebelahan dengan Klenteng/Bio)
Telepon gereja 0251-861 0067
Pengurus gereja Bapak Alexander AM Hp 08129 317 931 dan +62 85814911 977

Adapun acara misa kudus (kebaktian) 3 Hari Suci sbb :

Hari Kamis Putih (hari ini)
tanggal 21 April. Misa Suci jam 18.00 -20.00 WIB

Hari Jumat Agung (besok) tanggal 22 April Kebaktian jam 14.00 – 18.00WIB

Malam Paskah, Sabtu tanggal 23 April. Kebaktian jam 18.00 – 20.00 WIB

Minggu Paskah, hari Minggu tanggal 24 April jam 07.30 – 09.30 WIBpagi

Mohon dengan sangat Anda semua meliput dan memantau acara Minggu Suci di Parung

Untuk informasi selanjutnya mohon Anda menghubungi pihak gereja atau Bapak Alex dengan nomor telpon di atas. Terima kasih sebesar-besarnya atas perhatian dan bantuan serta kerja sama yang baik dari Anda sekalian

Kepada yang merayakannya saya ingin ucapkan Selamat Pesta Paskah bagi Anda dan keluarga sekalian

Salam hormat
Theophilus Bela
Ketua Umum Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)Sekjen Indonesian Committee on Religion and Peace (IComRP)Duta Besar Perdamaian (Ambassador For Peace)
(Milis APIK)

Gerakan Lintas Agama Bentuk Perlawanan Terhadap Perusuh


Jumat, 11 Februari 2011

Gerakan tokoh lintas agama bentuk perlawanan secara damai terhadap rusuh massa di Temanggung, Jawa Tengah, pascasidang kasus penistaan agama, Selasa (8/2), kata Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloysius Budi Purnomo.

“Gerakan lintas agama ini memberikan perlawanan damai terhadap provokator yang berdampak negatif di Temanggung, kesatuan dan kerukunan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya saat dialog sekitar 200 tokoh lintas agama berasal dari Yogyakarta dan sejumlah daerah lainnya di Jateng, di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, di Magelang, Jateng, Jumat sore.

Rusuh massa di Temanggung telah mengakibatkan sejumlah gereja dan kompleks sekolah Kristen di daerah itu rusak. Polisi telah menetapkan delapan tersangka dan memeriksa puluhan orang yang diduga terkait dengan kejadian tersebut.Ia mengatakan, rusuh di Temanggung telah merusak citra bangsa. Tindakan pelaku penistaan agama Antonius Richmond Bawengan (50), warga beralamat di Jakarta, yang telah divonis hukuman lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Temanggung, katanya, bukan hanya penodaan terhadap agama Islam tetapi juga semua agama.

Pada kesempatan itu Budi menyampaikan keprihatinan Uskup Agung Semarang, Monsinyur Johannes Pujasumarta, atas rusuh massa di Temanggung.

“Beliau menyampaikan keprihatinannya baik kepada teman-teman sesama maupun umat Islam yang tercoreng karena peristiwa itu,” katanya.

Ia menyatakan dukungan terhadap gerakan mewujudkan persaudaraan sejati lintas iman dan agama.

Kekerasan, katanya, dilawan bukan dengan kekerasan tetapi melalui dialog dan seruan persaudaraan sejati serta perdamaian.

“Kami mendukung ajakan deklarasi persaudaraan sejati, persaudaraan sejati menjadi gerakan berkat bagi bangsa ini,” katanya.

Ia menyebut, kekerasan di Temanggung dan daerah lain di Indonesia tidak meruntuhkan pandangan gereja bahwa Islam membawa kedamaian untuk sesama dan semesta.

“Banyak umat Islam yang berkehendak baik dari pada kelompok kecil yang mengatasnamakan Islam yang merusak kehidupan. Islam juga berwatak damai, tidak ada faedahnya kekerasan dilawan dengan kekerasan. Lebih mengedepankan cinta kasih dari pada kebencian, ampuan dari pada balas dendam, perselisihan hanya menghancurkan kerukunan,” katanya.

Tokoh Gerakan Gusdurian yang juga putri sulung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (almarhum), Alissa Qotrunnada Wahid, mengatakan, kekerasan tidak menyelesaikan masalah.

“Penistaan dan perbedaan keyakinan selalu ada, tetapi penyelesaiannya bukan dengan kekerasan, melainkan melalui dialog,” katanya usai dialog itu.Ia mengemukakan, hingga saat ini masyarakat cenderung masih bicara soal golongan dari pada keindonesaian.

“Padahal harus ada porsi bicara, misalnya menyangkut kelompok, NU (Nahdlatul Ulama), Islam, Jawa, Indonesia. Yang tidak ada adalah bicara porsi sebagai orang Indonesia,” katanya.

Ia mengimbau perlunya bangsa Indonesia merevitalisasi dan menghidupi semangat Bhinneka Tunggal Ika. Dialog lintas agama yang rencananya berlangsung di Pendopo Pengayoman Rumah Dinas Bupati Temanggung, Jumat, dibatalkan karena tidak mendapat izin dari kepolisian. Sekitar 200 tokoh lintas agama berasal dari Yogyakarta dan sejumlah daerah lainnya di Jateng mengalihkan kegiatan itu di aula Pondok Pesantren API Tegalrejo, Kabupaten Magelang.(*)(U.M029/Z002. (Antaranews.com)

Perusuh Diangkut Truk dari Luar Temanggung » Massa perusuh di sidang penistaan agama di Temanggung


Selasa, 8 Februari 2011,

Kerusuhan di Temanggung, Jawa Tengah, menyebabkan setidaknya tiga gereja dibakar dan dirusak massa. Amuk massa ini terkait sidang penistaan agama dengan terdakwa Anthonius Richmond Bawengan.

Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) menyatakan heran dengan kerusuhan ini karena selama ini tidak pernah ada konflik agama di Temanggung. Sekretaris Eksekutif Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan KWI Romo Benny Susetyo mengatakan gerombolan perusuh bukanlah warga Temanggung.

Berdasarkan laporan yang masuk ke KWI, massa datang diangkut truk dari luar Temanggung.”Itu diangkut, kok, menggunakan truk dari Semarang dan sekitarnya. Jangan masyarakat Temanggung dong yang dikorbankan,” kata Romo Benny di Wahid Institute, Jakarta, 8 Februari 2011.

“Selama ini masyarakat Temanggung hidup aman dan damai. Sejak awal tidak pernah ada konflik.”

Romo Benny mensinyalir massa perusuh memang digerakkan. Ini memperlihatkan ada kelompok yang sedang memainkan permasalahan hukum. Ingin diciptakan kesan bahwa seolah-olah masyarakat tidak toleran, padahal massa tersebut jelas-jelas diorganisir oleh pihak-pihak tertentu.

Lalu siapa yang memobilisir? “Saya tidak mau menduga. Polisi pasti tahu, jangan pura-pura tidak tahu,” Romo Benny menegaskan.

Ia juga mengingatkan agar pemerintah, melalui kepolisian, jangan terkesan membiarkan tindakan anarkis semaam ini. “Pemerintah jangan main api karena indikasi semakin nyata. Pelaku harus dihukum,” ujar Romo Benny.

Romo Benny juga mengklarifikasi bahwa gereja Katolik di Temanggung tidaklah dibakar dan hanya dirusak pagarnya. Pastor dan suster di situ dalam keadaan aman dan tidak ada satupun yang dipukuli. “Ini perlu diklarifikasi. Jangan sampai konflik meluas,” Benny menjelaskan. (kd)
(Vivanews.com)

Gereja Katolik Temanggung juga diamuk massa


Selasa, 8 Februari 2011, pagi ini jam 11.10 saya mendapat berita dari Rm.  Sadhana, MSF, pastor pembantu Paroki Temanggung, bahwa gereja Katolik Temanggung diamuk massa. Berita selengkapnya menyusul. Mohon supaya berita disampaikan kepada pihak-pihak yang bertanggungjawab untuk mengatasi masalah tersebut. Salam, doa ‘n Berkah Dalem, + J. Pujasumarta

(milis APIK)

Menurut informasi dari sumber yang bisa dipercaya: Massa yang di luar ini kemudian merusak gereja-gereja setelah terjadi keributan di depan PN Temanggung. Gereja yang sudah dirusak : Gereja Katolik St.Petrus dan Paulus, dengan menghamburkan hosti, Gereja Bethel Indonesia, Gereja Pantekosta, mobil dalmas dibakar dan sepeda moto.