Waspadalah! Inilah sekte anti-Kristen menggunakan nama ‘Gereja’


Berbagai cara dilakukan kelompok-kelompok anti-Kristen untuk menjatuhkan Kekristenan. Selain dengan menantang langsung Kekristenan, mereka juga menyerang dengan memasukkan hal-hal yang memiliki nilai-nilai Kekristenan.

Salah satunya adalah dengan menyalahgunakan kata ‘Gereja’ yang dipelintir sebagai bagian dari penyesatan mereka.

Kata ‘Gereja’ yang secara umum berarti tempat berkumpulnya orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, kini seolah mudah untuk dikaitkan dengan berbagai hal, meski itu berlawanan dengan makna sejati dari ‘Gereja’ itu sendiri.

Dengan tujuan utama untuk membingungkan dan menyesatkan umat Kristen dan orang-orang yang belum mengenal Kristen secara jelas. Berbagai alasan diajukan untuk membela dan mengesahkan usaha penyesatan mereka, diantaranya untuk menjatuhkan, menjelekkan dan menertawakan Kekristenan yang mereka nilai terlalu kolot. Selain juga dengan alasan untuk mengekspresikan perlawanan mereka terhadap gereja dan Kristen dan ajang parodi yang mencari perhatian.

Berikut adalah sebagian kecil daftar agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan baru, yang menjadikan kata ‘Gereja’ sebagai bagian dalam agama dan kepercayaan mereka, baik agama dan kepercayaan yang nyata maupun parodi (fiksi). Walau dinilai berlawanan dengan Kekristenan, jutaan orang telah mengikuti ajaran-ajaran sesat ini. Diantaranya adalah:

Landover Baptist Church (Gereja Baptis Landover), sebuah gereja parodi dari kaum atheis dan agnostik di Amerika Serikat yang bertujuan untuk menyinggung umat Kristen Fundamental (Gereja Baptis dan Gereja Injili) yang mereka anggap tertutup dengan dunia luar. Gereja fiksi yang memiliki situs resmi ini, dijadikan sarana mengejek dan menjatuhkan nilai-nilai Kekristenan oleh kaum anti-Kristen. Mayoritas ejekan mereka tidak memiliki dasar yang kuat.

The Church of the Flying Spaghetti Monster (Gereja Pastafarian), sebuah agama parodi dari kelompok atheis tentang gereja yang melawan adanya teori penciptaan dari Alkitab, dimaksudkan untuk menyinggung gereja yang teguh membela asal mula dunia yang diawali dengan Penciptaan oleh Allah, yang bagi kelompok pastafarian, telah melawan ke’atheis’an mereka. Agama parodi ini telah diakui sebagai agama resmi di beberapa negara di Eropa seperti di Swedia, Jerman dan Swiss.

Missionary Church of Kopimism (Gereja Kopimisme), adalah kepercayaan bahwa meng’copy’ dan ‘paste’kan sebuah infomasi adalah hal yang suci. Kepercayaan ini diakui oleh pemerintah Swedia pada 5 Januari 2012.

The Church of SubGenius (Gereja SubGenius), adalah agama parodi yang telah diikuti ratusan ribu orang. Agama parodi ini digambarkan sebagai sebuah gereja sangat terbuka dengan nilai-nilai sekuler, budaya pop, agama-agama zaman-baru, teori-teori konspirasi, trend psikologi masa kini serta teknik-teknik motivasi dan trik-trik dalam bisnis penjualan. Agama parodi ini memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan sekularisme Amerika Serikat dan telah menjadi inspirasi bagi beberapa penulis buku, pelukis dan penyanyi rock dan pop terkenal.

The First Church of the Last Laught (Gereja Pertama dari Tawa Akhir), adalah gereja jadi-jadian yang dibuat untuk menertawakan Kekristenan selama perayaan Festival Parade Saint Stupid di San Fransisco, AS.

The Church of Aphrodite (Gereja Aprodite), adalah agama paganisme yang memuliakan cinta diatas segalanya. Agama yang terinspirasi dari sejarah Yunani kuno yang bercampur dengan ritual Druid, Mesir kuno, kepercayaan Roma, Santeria, Vodoo, agama pribumi Indian, Hinduisme dan Budhaisme ini memiliki ritual hidup bebas dengan motto ‘Cinta yang Bebas’.

The Church of Scientology (Gereja Scientology), adalah kepercayaan terhadap pengajaran seorang makhluk luar angkasa bernama Xenu, yang memperkenalkan dirinya sebaga penguasa luar angkasa yang merupakan bagian dari ‘Konfederasi Galaktik’. Kepercayaan ini menjadi populer setelah beberapa bintang film terkenal dan penyanyi terkenal menjadi anggota dari kepercayaan ini. Salah satunya adalah Tom Cruise.

Church of All Worlds (Gereja Seluruh Dunia), adalah kepercayaan pantheisme akan tuhan yang berasal dari bumi, kepercayaan ini bertujuan untuk menghormati ayah dan ibu pertiwi (Gaia) yang dihancurkan oleh manusia. Mereka juga menyembah dewa-dewi dari kepercayaan Yunani kuno. Salah satu pengaruh mereka dapat terlihat dari Sekolah Penyihir Grey yang menjadi inspirasi dari Sekolah Penyihir Hogwarts-nya seri Harry Potter.

Moorish Orhodox Church (Gereja Orthodox Moorish), sebuah kepercayaan yang dibuat kelompok Afrika-Asia asal Amerika Serikat yang menggabungkan ritual ibadah mereka dari Budha, Hindu, Freemason, Gnostik, Islam, Kristen dan Taoisme. Sedang intitut penelitian Islam Kristen mereka disebut Moorish Science Institute.

First Arachnid Church (Gereja Arachnid), adalah kepercayaan sekelompok orang di Amerika terhadap laba-laba. Mereka menganggap laba-laba memiliki kekuatan yang sama seperti Tuhan, salah satu bentuk kepercayaan mereka yang diekspos media adalah Spiderman.

Iglesia Maradoniana (Gereja Maradona), adalah sebuah perkumpulan penggemar dari pemain bola kaki terkenal asal Argentina, Diego Armando Maradona. Mereka mengadakan ritual yang menyembah Maradona dengan menggunakan ‘Salam Maradona’ serta mengikuti 10 Perintah Utama Maradonian.The Church of Oprahnism (Gereja Oprah), adalah kepercayaan bagi orang-orang yang mengikuti keyakinan baru Oprah Winfrey, seorang pembawa acara terkenal yang memasukkan nilai-nilai pemikiran dari Zaman Baru dan memperkenalkan dirinya sebagai orang yang mempunyai kendali yang bebas terhadap dunia, terlepas dari Tuhan.

Church of Satan (Gereja Setan), adalah kepercayaan dan pemujaan terhadap setan yang dinilai harus dipuji melebihi Tuhan. Kepercayaan yang lahir dari Amerika Serikat ini menjadi dalang dari ribuan kasus pembunuhan brutal bayi-bayi dan orang-orang yang menjadi korban ritual berdarah mereka.

The Church of Euthanasia (Gereja Euthanasia),adalah sebuah organisasi politik yang mengaku ingin memulihkan kondisi dunia dengan menyeimbangkan antara manusia dan spesies lainnya di bumi yang salah satunya dengan mengajak orang lain agar membunuh siapa saja yang dianggap tidak berguna, termasuk mendukung tindakan aborsi, hukuman mati, bunuh diri, kanibalisme dan sodomi.

Selain agama dan kepercayaan diatas, beberapa yang terkenal lainnya seperti: Aryan Nations Church (Gereja Arya), Branch Davidian (Gereja Davidian), Free Primitive Church (Gereja Orang Primitif), The Church of the Garbage Eaters (Gereja untuk Orang-Orang Pemakan Sampah), Celestial Church of Christ (Gereja Semesta), The God Salvation Church of Earth vFlying Saucer (Gereja Piring Terbang), Covenant of Unitarian Universalist (Gereja Unitarian Universal), Unification Church (Gereja Unifikasi) dan ratusan agama sesat dan aneh lainnya, telah menggunakan kata ‘Gereja’ sebagai bagian dari usaha penyesatan mereka.

Diharapkan dengan mengetahui adanya penyalahgunaan ini, Umat Kristen dapat lebih sigap dan tegas melihat kuatnya arus penyesatan yang dilakukan anti-Kristus, yang salah satunya menggunakan topeng-topeng yang dicuri dari nilai-nilai Kristen. (TimPPGI)

link sumberhttp://www.cathnewsindonesia.com/2012/01/16/waspadalah-inilah-sekte-anti-kristen-menggunakan-nama-gereja/

PPP: Bubarkan Ahmadiyah pertahankan FPI


Sumber: WASPADA ONLINE

JAKARTA – Pro kontra terhadap Ahmadiyah terus bergulir. Partai Persatuan Pembangunan menuntut Jemaah Ahmadiyah dibubarkan tetapi meminta pemerintah mempertahankan organisasi massa Front Pembela Islam (FPI).

“PPP tak setuju apabila FPI dibubarkan. FPI adalah aset bangsa. Pemerintah tidak akan tenang bekerja apabila FPI dibubarkan,” kata Ketua Fraksi PPP yang juga Ketua DPP PPP, Hasrul Azwar, petang ini.

Hasrul menekankan, FPI juga merupakan salah satu elemen masyarakat yang di dalamnya tersimpan aspirasi grassroot. PPP berpendapat, pemerintah sebaiknya berkoordinasi dengan FPI bila ada hal-hal yang dirasa mengganjal. “Jadi pemerintah seharusnya membina, bukan membinasakan FPI,” kata Hasrul.

PPP pun meminta pemerintah merespons dan menindaklanjuti sikap kritis FPI. Di sisi lain, PPP meminta FPI  tidak melakukan tindakan melawan hukum. “Ini adalah sikap tegas PPP. Pemerintah pun harus berani bersikap tegas,” ujar Hasrul.

Sebelumnya, FPI sempat membuat heboh karena jajaran pimpinannya menyuarakan penggulingan Presiden, apabila pemerintah sampai berani menghancurkan ormas Islam, termasuk FPI. Presiden Yudhoyono pun telah menanggapi ancaman FPI. Ia meminta FPI untuk tidak main ancam seperti itu.

Selain meminta pemerintah mempertahankan FPI, PPP juga meminta pemerintah membubarkan Ahmadiyah. “PPP secara resmi meminta kepada pemerintah, dalam hal ini Presiden, untuk membubarkan organisasi Ahmadiyah dan menyatakan aliran Ahmadiyah terlarang,” kata Hasrul. Menurutnya, berdasarkan UU, Presiden memiliki kewenangan untuk membubarkan suatu organisasi dan menyatakan suatu aliran terlarang.
Editor: HARLES SILITONGA
(dat05/viva)

Obama Kecam Pastur Pembakar Quran


Presiden Barack Obama Sabtu (2/3) mengecam pembakaran Al Qur’an oleh seorang pastor Amerika Serikat. Obama menyebut pembakar Quran tersebut sangat tidak toleran dan fanatik. “Penodaan atas setiap naskah suci, termasuk Al Qur’an, adalah sangat tidak toleran dan fanatik,” kata Obama dalam pernyataan untuk menghormati mereka yang tewas dalam serangan itu.

Obama melontarkan kecaman setelah demonstrasi hebat pecah di Afghanistan menyusul pembakaran Quran di Florida, Amerika Serikat. Demonstrasi menyebabkan 17 orang tewas di Afgfhanistan.

Sepuluh orang tewas di tengah demonstrasi yang digelar di pusat kota Kandahar di Afghanistan selatan. Demonstrasi meluas ketika polisi terlibat bentrok dengan kerumunan massa pada Sabtu (2/3). Sehari sebelum demonstrasi, tujuh staf PBB tewas akibat diserang oleh sekelompok massa di kota Mazar-i-Sharif di Afghanistan utara. Itu adalah serangan terburuk terhadap badan dunia tersebut di Afghanistan sejak serangan 2001.

Obama mengutuk aksi pembakaran Quran. Namun demikian, dia juga tidak bisa menolelir aksi penyerangan yang mengakibatkan korban tewas. “Menyerang dan membunuh orang yang tidak bersalah sebagai aksi pembalasan adalah melampaui batas, penghinaan pada kesusilaan dan martabat manusia. Tidak ada agama yang mentoleransi pembunuhan dan pemenggalan orang tak bersalah. Tidak ada pembenaran pada tindakan tidak terhormat dan tercela,” katanya. “Sekarang lah waktunya untuk membangkitkan kemanusiaan bersama bahwa kita berbagi. Itulah yang ditunjukkan oleh para pekerja AS yang kehilangan jiwa mereka dalam upaya untuk membantu rakyat Afghanistan.” (Republika.co.id)

Protes Pembakaran Alquran, 10 Tewas


Sedikitnya 10 orang terbunuh dan 83 lainnya terluka di Kandahar, wilayah selatan Afghanistan. Tragedi ini terjadi dalam aksi protes atas pembakaran Alquran yang dilakukan sekte Kristen radikal fundamentalis di Amerika Serikat, Sabtu, 2 April 2011, waktu setempat.

Ini adalah kerusuhan terburuk dalam beberapa bulan terakhir. “Dua di antara korban tewas adalah polisi Afghanistan,” kata pejabat setempat, seperti dikutip dari laman Reuters.

Sejumlah pengunjuk rasa membawa bendera Taliban dan meneriakkan yel-yel seperti, “Hidup Taliban”, dan “Matilah Amerika”. Dalam kerusuhan yang berlangsung beberapa jam itu, mereka juga melakukan penjarahan, membakar ban, dan menyasar orang asing, termasuk melakukan pelecehan terhadap seorang wanita SMA.

Kerusuhan didorong kemarahan atas tindakan ekstrimis Terry Jones, yang melakukan pembakaran kitab suci Islam di hadapan 50 orang di sebuah gereja di Florida, 20 Maret lalu. Informasi ini tertuang dalam website Terry Jones.

Tahun lalu, Jones juga berniat membakar Alquran tapi batal. Aksi penistaan terhadap agama ini awalnya tidak disadari warga Afghanistan. Mereka baru tahu setelah Presiden Hamid Karzai menyampaikan kalimat kecaman dalam kotbah salah Jumat lalu. Kecaman inilah yang kemudian memobilisasi massa turun ke jalan-jalan dan menggelar aksi protes.

Pejabat Afghanistan dan PBB menduga aksi protes yang awalnya berlangsung damai telah ditunggangi kelompok tertentu yang menyulut kerusuhan. Atas dugaan ini, Taliban membantah terlibat. “Kemarahan terhadap orang asing sudah terpupuk. Sedikit percikan api saja sudah mampu membakar emosi warga,” kata Thomas Ruttig, pejabat Jaringan Analis Afghanistan.

Terry Jones memang pendeta yang radikal. September 2010 dia pernah merencanakan pembakaran Al Quran, sebagai bentuk protes terhadap rencana pendirian sebuah Masjid di Ground Zero, bekas reruntuhan menara kembar yang dibom teroris. Rencana pembakaran itu dilakukan tanggal 11 September sebagai bentuk peringatan atas ledakan itu. Rencana itu dihujat banyak kalangan. Vatikan mengecam sang Pendeta dan menyebutnya sebagai tindakan tidak waras.

Vatikan mendesak Presiden Barrack Obama untuk segera menghentikan tindakan sang pendeta karena hanya akan melukai hati-hati saudara-saudara muslim. Presiden Iran, Ahmadinejad memuji sikap Vatikan dan mengirim surat ucapan terima kasih kepada Paus di Vatikan. “Saya menyampaikan terima kasih kepada Yang Mulia atas kecaman kepada perbuatan tercela dari suatu gereja di Florida, AS, untuk melecehkan Kitab Suci Qur’an yang dapat menimbulkan kesedihan bagi jutaan Muslim di penjuru dunia,” demikian petikan surat itu seperti yang dimuat oleh kantor berita Iran, Fars.

Rencana pembakaran Al Quran itu, kata Vatikan, jelas sensasi belaka dan merupakan perbuatan tercela. Setiap agama berhak melindungi kesucian ajarannya. 

Konferensi Wali Gereja (KWI) dan Persatuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) juga mengecam keras rencana Terry Jones itu. Mereka mengirim surat kepada Presiden Barrack Obama dan mendesaknya agar menghentikan rencana jahat Terry Jones itu.

Aksi ini dinilai bukan pekerjaan orang waras, dan mendesak otoritas Amerika Serikat agar segera menindak sang pendeta.
(Vivanews.com)

Pembubaran Ahmadiyah Bukan Solusi


Pembubaran Ahmadiyah seperti yang pernah kencang diwacanakan Menteri Agama Suryadharma Alie dinilai cendikiawan Muslim Azyumardi Azra tak menuntaskan kasus tindak kekerasan. Sebaliknya, pembubaran Ahmadiyah bertentangan dengan UUD 1945 yang menjamin kebebasan beragama, berserikat, dan berkumpul.

Azyumardi berpendapat, penegakan hukum yang tegas serta edukasi di tingkat akar rumput merupakan solusi yang terbaik. “Kuncinya penegakan hukum yang tegas dan tak pandang bulu. Dengan demikian, mereka kapok, jera melakukan tindak kekerasan. Karena (tindak kekerasan terhadap umat beragama) melanggar UUD 1945, merusak tatanan hukum dan harmoni di masyarakat,” kata Azyumardi, yang juga Guru Besar Sejarah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, kepada Kompas.com, Rabu (9/2/2011).

Azyumardi juga menekankan pentingnya bagi ulama, tokoh masyarakat, dan di tingkat akar rumput untuk memberikan edukasi dan deradikalisasi kepada masyarakat. Masyarakat diminta tak alergi terhadap keberadaan jamaah Ahmadiyah.

“Jangan cepat marah. Perkuat saja keimanan kita sendiri. Kementerian Agama perlu memberikan pendidika yang lebih intensif lagi kepada umat Islam di tingkat bawah supaya tidak goyah keimanannya,” katanya.

“Kementerian Agama jangan hanya sibuk dengan urusan haji saja. Urusan haji kan urusan orang Islam saja. Nah, Indonesia ini kan lebih dari sekedar orang Islam. Di sini banyak orang beragama lain. Ini juga harus dibina,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Azyumardi juga mengingatkan peran Kementerian Agama, yaitu membangun harmoni dan memperkuat toleransi kerukunan umat beragama. Cendikiawan Muslim ini percaya, Ahmadiyah tak merusak agama Islam.

“Keimanan saya tetap saja meskipun ada orang-orang Ahmadiyah. Ahmadiyah tak mengurangi keimanan saya kepada Nabi Muhammad,” katanya.

Imbau Ahmadiyah

Di sisi lain, Azyumardi juga meminta jamaah Ahmadiyah untuk tidak melakukan kegiatan dakwahnya secara terbuka.

“Kita juga mengimbau Ahmadiyah, tinggalkanlah misi dakwahnya yang agresif itu,” kata Azyumardi, yang juga Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Jakarta.

“Dakwah itu kalau mau dilakukan, jangan mencolok. Apalagi di SKB (surat keputusan tiga menteri) dikatakan tidak boleh menyiarkan secara terbuka. Jadi, Ahmadiyah juga cobalah menahan diri. Jangan mengirim rombongan Ahmadiyah ke suatu daerah yang bisa eksplosif, seperti yang terjadi di Cikeusik,” kata Azyumardi.

Azyumardi berpendapat, apa yang terjadi di Cikeusik bisa jadi mencerminkan bahwa dakwah jamaah Ahmadiyah dilakukan secara kasat mata.

“Mereka mengirim pendakwahnya, sekaligus juga mempertahankan aset-aset Ahmadiyah yang berada di situ. Kalau mereka tenang-tenang saja, saya kira itu tidak memancing kemarahan orang-orang Islam yang memang sudah berkeinginan menghancurkan Ahmadiyah tanpa memikirkan bahwa tindakan mereka itu tidak bisa ditolerir,” katanya.

Menantang

Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dalam penjelasannya terkait insiden Cikeusik, Rabu (9/2/2011) malam, juga mengungkapkan bahwa ada sikap menantang yang ditunjukkan jemaah Ahmadiyah yang datang ke rumah Pimpinan Ahmadiyah Cikeusik, Suparman.

Pada hari Minggu (6/2/2011) pagi, urai Kapolri, sebanyak 15 orang jemaah Ahmadiyah datang dan menolak saat diminta meninggalkan rumah pimpinannya.

“Pihak Polres Pandeglang telah mempersiapkan anggota yang dipimpin Kapolsek dan Kasat Samapta untuk mengamankan lokasi tersebut dan berupaya untuk mengevakuasi lokasi tersebut dan berupaya untuk mengevakuasi warga Jamaah Ahmadiyah. Namun, mereka menolak dan menentang serta beralasan rumah tersebut bukan milik saudara Ismail Suparman, tapi merupakan inventaris milik Jamaah Ahmadiyah, dan harus dipertahankan,” kata Kapolri.

Sementara itu, Pimpinan Ahmadiyah Cikeusik, Suparman, beberapa waktu lalu, mengatakan, hubungan warga Ahmadiyah dan warga sekitar selama ini baik-baik saja. Parman, demikian dia biasa dipanggil, menceritakan, keberadaan jamaah Ahmadiyah di Kampung Peundeuy, Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, sudah ada sejak ia pindah ke desa tersebut pada 1992. Warga sekitar dan perangkat desa mengetahui kegiatan mereka dalam beribadah dan tidak pernah ada gangguan sama sekali.

Meski isu penyerangan terhadap jamaah Ahmadiyah kerap muncul, Parman yang sehari-hari menjadi guru mengaji di kampungnya tidak merasa khawatir karena hubungan mereka dan warga sekitar baik-baik saja. ​Penulis: Hindra Liu ​Editor: Heru Margianto. (Kompas.com)

Ini Isi Tiga Selebaran dan Buku Bawengan


Temanggung – Antonius Richmond Bawengan, terdakwa penistaan agama disidangkan di Pengadilan Negeri Temanggung karena menyebarkan sejumlah selebaran dan buku yang dianggap melecehkan keyakinan agama tertentu. Akibat perbuatannya itu, Pengadilan Negeri Temanggung pun kemarin telah memvonis pria asal Manado ini lima tahun penjara.

Menurut Kepala Hubungan Masyarakat PN Temanggung Agus Setiawan, Bawengan saat itu menyebarkan tiga selebaran dan dua buku.

Tiga selebaran itu berukuran kertas folio dan dibagi tiga kolom. Masing-masing berjudul “Bencana Malapetaka Kecelakaan (Selamatkan Diri Dari Dajjal), “Tiga Sponsor-Tiga Agenda-Tiga Hasil” dan “Putusan Hakim Bebas”.

Isi ketiga selebaran itu pada dasarnya merupakan kritik pada kondisi masyarakat saat ini. Tak hanya mengkritik ajaran Islam, dalam ketiga selebaran itu juga mengkritik agama Nasrani.

Dalam halaman muka selebaran berjudul “Tiga Sponsor-Tiga Agenda-Tiga Hasil” misalnya, terdapat tiga gambar tiga agama. Gambar bintang segi enam yang dikenal sebagai simbol agama Yahudi, gambar Yesus sebagai simbol Nasrani dan gambar bulan sabit dengan bintang di tengahnya sebagai simbol Islam.

Selebaran yang lain, berjudul “Bencana Malapetaka Kecelakaan (Selamatkan Diri Dari Dajjal), di halaman depannya tertulis malapetakan saat ini diantaranya adalah bencana tsunami, gempa, banjir dan lain sebagaianya. “Tiga selebaran itu satu set,” kata Agus Setiawan, Rabu (9/2) sore.

Adapun dua buku yang disebarkan terdakwa, masing-masing berjudul “Ya Tuhanku, Tertipu Aku!” yang terdiri dari 60 halaman dan “Saudaraku Perlukah Sponsor” yang terdiri dari 35 halaman. Keduanya merupakan buku saku dengan isi yang tak jauh berbeda dengan tiga selebaran sebelumnya.

Baik pada selebaran dan buku, banyak dikutip ayat-ayat al-Quran dan Injil, untuk menguatkan kritik terhadap agama-agama tertentu.

Terdakwa Antonius, merupakan warga Jakarta Timur asal Manado yang mampir ke rumah seorang rekannya di Desa Kranggan Kecamatan Kranggan Temanggung. Buku dan selebaran itu disebarkan terdakwa pada Oktober lalu di Temanggung. Ulahnya itu lantas memicu warga menangkap dan menyerahkannya ke kepolisian.

Selasa (8/2) kemarin, sebelum terjadi amuk massa di Temanggung, kasusnya disidangkan di Pengadilan Negeri Temanggung. Dengan agenda sidang pembacaan tuntutan, pada hari itu juga terdakwa langsung divonis 5 tahun penjara karena dianggap melanggar pasal 156 KUHP tentang penistaan agama. Vonis itu merupakan vonis maksimal sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum.

Ketua PN Temanggung Dwi Dayanto mengatakan proses putusan itu telah sesuai dengan prosedur persidangan. Vonis dijatuhkan bersamaan dalam sidang pembacaan tuntutan. “Jadi tidak buru-buru, memang seperti itu,” kata dia.

Sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/politik/2011/02/09/brk,20110209-312312,id.html

 

 

SETARA: Ada 216 Peristiwa Intoleransi


Review 2010
SETARA: Ada 216 Peristiwa Intoleransi

Penulis: Maria Natalia | Editor: Inggried

Senin, 24 Januari 2011

JAKARTA, KOMPAS.com – Setara Institute mencatat, terjadi 216 peristiwa intoleransi atau pelanggaran kebebasan beragama di Indonesia sepanjang tahun 2010. Lima provinsi tercatat memiliki rekaman jumlah peristiwa intoleransi terbanyak, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah.

“Negara sampai saat ini memang belum memberikan perlindungan tegas atas kebebasan beragama. Dari beberapa provinsi tersebut, kami mengklasifikasikan lima provinsi yang tertinggi terjadi pelanggaran di antaranya Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Sumatera Utara, dan Jawa Tengah,” jelas Ketua Setara Institute, Hendardi, dalam jumpa pers di Hotel Atlet Century, Jakarta Selatan, Senin (24/01/2011).

Ia merinci, di Jawa Barat tercatat 91 peristiwa, Jawa Timur mencapai 28 peristiwa. Sementara itu, di Jakarta tercatat 16 peristiwa, Sumatera Utara 15 peristiwa dan terakhir Jawa Tengah dengan 10 peristiwa.

Menurut peneliti Setara Institute, Ismail Hasani, 216 peristiwa tersebut diklasifikasi mennjadi 286 tindakan. Ismail mengatakan, 103 diantaranya dilakukan oleh negara. Salah satunya tindakan berupa pernyataan pejabat-pejabat publik yang provokatif dan mengundang terjadinya kekerasan sebanyak 17 kasus.

“Dari negara sendiri tercatat untuk condoning (kekerasan), hitungan kami ada 17 tindakan, kemudian pembiaran sebanyak 24 tindakan, dimana negara membiarkan terjadinya pelanggaran kebebasan beragama,” kata Ismail.

Berdasarkan penelitian Setara, pelanggaran intoleransi paling banyak dialami oleh jemaat Kristiani, yang mencapai 75 peristiwa. Pelanggaran ini salah satunya menimpa rumah ibadah umat Kristiani, seperti penyerangan, penyegelan, penolakan, dan larangan aktivitas ibadah. Peristiwa ini terjadi di 43 rumah ibadah. Sisanya terjadi juga pada rumah ibadah Ahmnadiyah, Umat Islam, LDII, vihara, dan Wahabi.

“Kami merekomendasikan pada Pemerintah agar peristiwa pelanggaran ini jangan hanya dibiarkan, harus ada tindakan tegas. Kasus ini kan seperti gunung es. Ini data, tapi di luar sana banyak juga yang tidak ter-cover. Pemerintah harus memberikan jaminan perlindungan yang lebih kuat lagi,” tegas Ismail
(Kompas.com)