Pemerintah Blitar Batal Tutup Enam Sekolah Katolik

Pemerintah Daerah Blitar membatalkan niatnya menutup sejumlah sekolah di wilayah itu yang tidak mau mengikuti aturan memberikan tambahan pelajaran agama bagi siswanya yang beragama Islam.

Romo Didik, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Surabaya, menjelaskan bahwa pada hari ini, Pengurus Yayasan sekolah itu memenuhi undangan dari Kementerian Agama Kota Blitar demi membicarakan masalah itu.

Ada sejumlah kesepakatan yang didapatkan dari pertemuan itu. Yakni Pendidikan Agama non-Katolik tetap dilaksanakan, yang pelaksanaannya dilakukan oleh guru yang kompeten atau lembaga agama yang terkait. Berikutnya kegiatan dimaksud di atas akan dilaksanakan di luar sekolah. (Nota: lihat link: http://surabaya.tribunnews.com/2013/01/17/yayasan-katolik-ajukan-tiga-opsi-ke-kemenag-blitar).

“Petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan itu akan disusun secara bersama-sama,” kata Romo Didik saat dihubungi dari Jakarta, Rabu (16/1) malam.

“Jadi tidak ada penutupan sekolah katolik,” tegas dia.

Sebelumnya, DPR dan pemerintah diberitakan bergerak cepat untuk mengatasi adanya rencana penutupan enam sekolah swasta di kota Blitar, Jawa Timur, karena menolak memberikan tambahan pelajaran agama bagi siswanya yang beragama Islam.

Anggota Komisi III DPR dari daerah pemilihan itu, Eva Kusuma Sundari, mengisahkan kisruh itu diawali oleh adanya Surat Edaran Bersama (SEB) antara Kantor Kementerian Agama Setempat dengan Walikota mengenai hal itu. Surat itu bernomor 8 tahun 2012.

Di suratnya disebutkan bahwa wajib bagi setiap anak didik harus bisa membaca Al Quran.

Surat itu lalu disusul surat peringatan ke enam sekolah swasta di kota Blitar yang dianggap tidak menerapkan pendidikan agama bagi siswanya yang beragama lain. Yakni SMA Katolik Diponegoro, STM Katolik, TK Santa Maria, SD Katolik Santa Maria, serta SD Katolik dan SMP Yos Sudarso.

Enam sekolah tersebut tidak bersedia memberikan tambahan kurikulum atau pelajaran agama bagi siswanya yang beragama Islam. Pihak sekolah beralasan, penerapan kurikulum yang diberlakukan sekolahnya bisa diterima siswa ataupun wali murid.

Disebutkan di dalam peringatan bahwa dasar untuk itu mengacu pada Peraturan Pemerintah No.55 tahun 2007 tentang pendidikan agama, yang mengacu pada UU Sistem Pendidikan Nasional.

Jika hingga batas waktu 19 Januari 2013, pihak sekolah belum menyatakan kesiapan untuk memberikan tambahan pelajaran, maka pemerintah akan mencabut ijin operasional enam sekolah tersebut.(MWP)

sumber:
http://www.beritasatu.com/nasional/92184-pemerintah-blitar-batal-tutup-enam-sekolah-katolik.html

2 Tanggapan

  1. Pendidikan Agama Islam harus diterapkan di setiap sekolah, jika memang terdapat murid yang beragama Islam.

  2. Kalau orang tua mau anaknya mendapatkan pendidikan agama Islam, mestinya disekolahkan di sekolah Islam saja dan bukannya malah memasukkan anaknya di sekolah Khatolik.
    Sekolah Khatolik tentu butuh dana tambahan untuk bisa menyediakan guru baru tersebut. Apakah pemda mau membantu biaya operasional sekolah untuk penyediaan guru agama Islam ini termasuk untuk membayar gaji guru agama Islam tersebut?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: