Buku MBKM Akan Perbaiki Hubungan Muslim-Kristen

SEORANG pejabat Gereja menyambut baik peluncuran buku ‘Muslim Bertanya, Kristen Menjawab’ (MBKM), yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, bertujuan untuk memperbaiki hubungan Muslim-Kristen, serta membantu umat Kristiani memahami agama mereka dengan lebih baik. 

“Buku Muslim Bertanya, Kristen Menjawab tidak bertujuan untuk membuka peluang debat agama untuk mencari siapa yang benar dan siapa yang salah. Hal ini akan mudah terjadi karena buku ini memuat hal-hal yang sensitif yang berkaitan langsung dengan perspektif dan keyakinan yang berbeda,” kata Pastor Antonius Benny Susetyo, sekretaris eksekutif Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan KWI. 

Ia berbicara setelah peluncuran buku itu kemarin di kantor Center for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) di Jakarta Pusat. Buku itu ditulis dalam Bahasa Jerman oleh Pastor Christian W Troll SJ dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Pater Markus Solo Kewuta SVD, dari Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama untuk Hubungan Kristen-Muslim di Asia.
“Buku ini ingin menjelaskan, mencerahkan dan menambah wawasan untuk membina dan meningkatkan rasa saling pemahaman serta saling menghormati. Dikenal maka disayang,” kata Romo Benny.

Ia mengatakan, “Pengalaman bergelut dengan Dialog umat beragama di berbagai belahan bumi dan dari berbagai kurun waktu, baik pada diri penulis membuktikan bahwa ada banyak umat Kristiani yang belum paham betul akan detail ajaran imannya.”
Imam itu menambahkan, “Pengalaman pula membuktikan bahwa seorang yang menguasai betul pengetahuan akan imannya, dan bukan saja pada level kognitip, tetapi lebih dari itu meyakininya dengan sepenuh iman dan menghidupinya di dalam keseharian. Mereka yang sungguh-sungguh dibekali dengan pengetahuan itu tidak akan mudah tersinggung, marah atau bersikap emosional ketika aspek fundamental iman mereka dipertanyakan.”.

Ia berharap, “Semoga langkah ini semakin mempererat persahabatan dan ketenggangan umat Kristiani dan umat Muslim, serta meningkatkan rasa saling pemahaman dan saling menghormati di dalam perbedaan demi perdamaian dan keharmonisan di Indonesia.” “Perbedaan diantara umat Kristiani dan umat islam adalah karunia yang patut disyukuri karena dengan itu kita semua diperkaya. Sebaliknya persamaan di antara kita adalah modal kekuatan dan sokoguru kita untuk tujuan kita bersama,” tambahnya. [Perisai.net].

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: