Jadikan Indonesia Negara Darusalam

Kelompok-kelompok yang ingin mengubah Pancasila dan gerakan-gerakan pengebom adalah musuh kita bersama,” kata KH Said Aqiel Siroj
________

Bendera Merah Putih dan panji-panji Nahdlatul Ulama tiba di Tugu Proklamasi di jalan Pegangsaan Timur, Jakarta, Jumat (25/11) siang. Bendera dan panji-panji tersebut diusung dalam Kirab Resolusi Jihad Nahdlatul Ulama yang diikuti sejumlah anak organisasi itu selama enam hari. Kirab dimulai dari Surabaya sejak 20 November 2011. Bendera Merah Putih dikibarkan dalam upacara bendera sederhana.

Ketua Tim Pengarah Kirab Resolusi Jihad NU Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menyatakan, salah satu tujuan kirab ini adalah untuk membangkitkan rasa cinta Tanah Air.

”Pengawalan panji-panji NU adalah untuk pengabdian kepada agama, bangsa, dan negara, serta untuk meneruskan dan melestarikan cita-cita luhur pendiri NU Kiai Haji Hasyim Asy’ari dan kiai-kiai lainnya,” kata Muhaimin yang juga Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Ketua Umum Pengurus Besar NU KH Said Aqil Siroj memaparkan sejarah resolusi jihad KH Hasyim Asy’ari, yang kemudian dikenal sebagai resolusi jihad NU. Setelah Indonesia merdeka, tentara Netherland Indian Civil Administration (NICA) yang dibentuk oleh Pemerintah Belanda membonceng pasukan sekutu yang dipimpin Inggris.

”NICA berusaha melakukan agresi di Surabaya dengan alasan mengurus tentara Belanda yang ditawan Jepang. Tapi, mereka turun di Jakarta dengan senjata lengkap. Kiai Hasyim Asy’ari bersama para ulama berkumpul di Tebuireng, 22 Oktober, kemudian diserukan resolusi jihad melawan pasukan gabungan NICA dan Inggris,” kata KH Said Aqiel Siroj.

Resolusi jihad ditandatangani di kantor NU Bubutan, Surabaya. Isi resolusi jihad adalah pertama, kemerdekaan Indonesia yang telah diproklamasikan pada 17 Agustus 1945 harus dipertahankan. Kedua, Pemerintah RI sebagai satu-satunya pemerintahan yang sah harus dipertahankan dengan harta maupun nyawa. Ketiga, musuh-musuh Indonesia, khususnya orang-orang Belanda yang kembali ke Indonesia dengan menumpang pasukan sekutu (Inggris), sangat mungkin ingin menjajah kembali Indonesia setelah Jepang ditaklukkan.

Keempat, umat Muslim khususnya warga NU harus siap bertempur melawan Belanda dan sekutu mereka yang berusaha menguasai kembali Indonesia. Kelima, kewajiban jihad merupakan keharusan bagi setiap Muslim yang tinggal dalam radius 94 kilometer.Karena itu, meletuslah perang rakyat semesta dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang kemudian diperingati sebagai Hari Pahlawan.
”Kita sudah merebut Indonesia dengan bertaruh nyawa. Karena itu, jadikan Indonesia negara darusalam (tempat yang penuh kedamaian dan keselamatan), bukan darul Islam (negara Islam). Kelompok-kelompok yang ingin mengubah Pancasila dan gerakan-gerakan pengebom adalah musuh kita bersama,” kata KH Said Aqiel Siroj.

(Kompas, 28 November 2011)

Satu Tanggapan

  1. SARA atau Kelas Perlu disadari bahwa kelompok miskin di negara kita adalah mayoritas, dan ironisnya mereka adalah yang paling tidak berdaya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: