Nasionalisme Semakin Dipertanyakan

Menjelang usia Republik Indonesia ke-66, nasionalisme justru makin dipertanyakan. Ini seiring dengan kekhawatiran Indonesia menjadi negara gagal. Di sisi lain, sistem demokrasi yang dianut Indonesia setelah tumbangnya Soeharto justru tak kunjung bisa mewujudkan kesejahteraan bagi warga negaranya.

Krisis nasionalisme di Indonesia mengemuka dalam diskusi publik ”Carut Marut Nasionalisme Indonesia” di Jakarta, Jumat (25/3). Salah satu pembicara, pengajar di Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Indonesia, Edy Prasetyono, menuturkan bahwa nasionalisme Indonesia tidak didasarkan atas ikatan primordialisme, tetapi kesamaan sejarah perjuangan, nasib, dan kehendak bersama. Edy mengungkapkan, prinsip kehendak bersama perwujudannya adalah rasa keadilan bagi setiap warga negara. Namun, justru hal ini yang masih belum dirasakan oleh setiap warga negara Indonesia.

Menurut Edy, tantangan nasionalisme Indonesia makin kompleks pada saat negara dihadapkan pada gejala radikalisme. ”Radikalisme yang membuat orang tidak toleran terhadap perbedaan. Ini yang pasti membawa kehancuran terhadap ikatan kebangsaan,” katanya.

Otonomi daerahPeneliti utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Siti Zuhro, mengungkapkan, pelaksanaan desentralisasi dan otonomi daerah sejak 2001 menunjukkan realitas negatif tentang keindonesiaan dengan kedaerahan. Rasa kedaerahan jauh lebih menonjol. Otonomi daerah, menurut Siti, belum mampu menyerap keragaman dalam keindonesiaan.

Penerapan otonomi daerah seiring dengan era demokratisasi setelah tumbangnya Soeharto tutur Siti lebih lanjut, sebenarnya dianggap menjadi jalan bagi kolektivisme masyarakat Indonesia yang terbagi atas berbagai pulau dan golongan suku bangsa. ”Ancaman riil NKRI tidak datang dari luar, tetapi dari dalam ketika otonomi daerah justru gagal membawa kesejahteraan,” ujar Siti.

Senada dengan Siti, Edy juga mengatakan bahwa tantangan nasionalisme Indonesia juga muncul dari implikasi hubungan pusat dan daerah yang bermasalah. ”Kadang-kadang pemerintah daerah suka melakukan kebijakan di luar kewenangannya. Banyak daerah yang minta wilayah laut. Ini kan jelas berbahaya bagi keutuhan wilayah republik ini,” kata Edy. (Kompas, 26 Maret 2011)

2 Tanggapan

  1. […] Nasionalisme Semakin Dipertanyakan […]

  2. […] Nasionalisme Semakin Dipertanyakan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: