Gerakan Lintas Agama Bentuk Perlawanan Terhadap Perusuh


Jumat, 11 Februari 2011

Gerakan tokoh lintas agama bentuk perlawanan secara damai terhadap rusuh massa di Temanggung, Jawa Tengah, pascasidang kasus penistaan agama, Selasa (8/2), kata Ketua Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang, Romo Aloysius Budi Purnomo.

“Gerakan lintas agama ini memberikan perlawanan damai terhadap provokator yang berdampak negatif di Temanggung, kesatuan dan kerukunan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya saat dialog sekitar 200 tokoh lintas agama berasal dari Yogyakarta dan sejumlah daerah lainnya di Jateng, di Pondok Pesantren Asrama Perguruan Islam (API) Tegalrejo, Kabupaten Magelang, di Magelang, Jateng, Jumat sore.

Rusuh massa di Temanggung telah mengakibatkan sejumlah gereja dan kompleks sekolah Kristen di daerah itu rusak. Polisi telah menetapkan delapan tersangka dan memeriksa puluhan orang yang diduga terkait dengan kejadian tersebut.Ia mengatakan, rusuh di Temanggung telah merusak citra bangsa. Tindakan pelaku penistaan agama Antonius Richmond Bawengan (50), warga beralamat di Jakarta, yang telah divonis hukuman lima tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Temanggung, katanya, bukan hanya penodaan terhadap agama Islam tetapi juga semua agama.

Pada kesempatan itu Budi menyampaikan keprihatinan Uskup Agung Semarang, Monsinyur Johannes Pujasumarta, atas rusuh massa di Temanggung.

“Beliau menyampaikan keprihatinannya baik kepada teman-teman sesama maupun umat Islam yang tercoreng karena peristiwa itu,” katanya.

Ia menyatakan dukungan terhadap gerakan mewujudkan persaudaraan sejati lintas iman dan agama.

Kekerasan, katanya, dilawan bukan dengan kekerasan tetapi melalui dialog dan seruan persaudaraan sejati serta perdamaian.

“Kami mendukung ajakan deklarasi persaudaraan sejati, persaudaraan sejati menjadi gerakan berkat bagi bangsa ini,” katanya.

Ia menyebut, kekerasan di Temanggung dan daerah lain di Indonesia tidak meruntuhkan pandangan gereja bahwa Islam membawa kedamaian untuk sesama dan semesta.

“Banyak umat Islam yang berkehendak baik dari pada kelompok kecil yang mengatasnamakan Islam yang merusak kehidupan. Islam juga berwatak damai, tidak ada faedahnya kekerasan dilawan dengan kekerasan. Lebih mengedepankan cinta kasih dari pada kebencian, ampuan dari pada balas dendam, perselisihan hanya menghancurkan kerukunan,” katanya.

Tokoh Gerakan Gusdurian yang juga putri sulung mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid (almarhum), Alissa Qotrunnada Wahid, mengatakan, kekerasan tidak menyelesaikan masalah.

“Penistaan dan perbedaan keyakinan selalu ada, tetapi penyelesaiannya bukan dengan kekerasan, melainkan melalui dialog,” katanya usai dialog itu.Ia mengemukakan, hingga saat ini masyarakat cenderung masih bicara soal golongan dari pada keindonesaian.

“Padahal harus ada porsi bicara, misalnya menyangkut kelompok, NU (Nahdlatul Ulama), Islam, Jawa, Indonesia. Yang tidak ada adalah bicara porsi sebagai orang Indonesia,” katanya.

Ia mengimbau perlunya bangsa Indonesia merevitalisasi dan menghidupi semangat Bhinneka Tunggal Ika. Dialog lintas agama yang rencananya berlangsung di Pendopo Pengayoman Rumah Dinas Bupati Temanggung, Jumat, dibatalkan karena tidak mendapat izin dari kepolisian. Sekitar 200 tokoh lintas agama berasal dari Yogyakarta dan sejumlah daerah lainnya di Jateng mengalihkan kegiatan itu di aula Pondok Pesantren API Tegalrejo, Kabupaten Magelang.(*)(U.M029/Z002. (Antaranews.com)

ALLAHU AKBAR oleh Gus Mus (KH Mustofa Bisyri, Rembang)


From: “kira” ALLAHU

Allahu Akbar!
Pekik kalian menghalilintar

Membuat makhluk-makhluk kecil tergetarAllahu Akbar!

Allah Maha Besar!
Urat-urat leher kalian membesar meneriakkan Allahu Akbar
Dan dengan semangat jihad nafsu kebencian kalian membakar apa saja yangkalian anggap mungkar

Allahu Akbar, Allah Maha Besar!
Seandainya 5 milyar manusia penghuni bumi sebesar debu ini sesat semuaatau saleh semua,
tak sedikit pun akan mempengaruhi KebesaranNya
Melihat keganasan kalian aku yakin kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman

Yang kasih sayangNya meliputi segalanya
Bagaimana kau begitu berani mengatas-namakanNya ketika dengan pongah kau melibas mereka yang sedang mencari jalan menujuNya?

Mengapa kalau mereka memang pantas masuk neraka tidak kalian biarkansaja Tuhan mereka yang menyiksa mereka.

Kapan kalian mendapat mandat dan wewenang dariNya untuk menyiksa danmelaknat?

Allahu Akbar!
Syirik adalah dosa paling besar.
Dan syirik yang paling akbar adalah mensekutukanNya dengan mempertuhankan diri sendirim
Dengan memutlakkan kebenaran sendiri.
Laa ilaaha illallah!

Mengoreksi Berita Media Soal Kerusuhan Temanggung yang Sudutkan Islam


BUKU PUTIH TERKAIT KERUSUHAN DI TEMANGGUNGForum Umat Islam Bersatu (FUIB)

Jl. MT Haryono 50 Temanggung 

Sehubungan dengan peristiwa kerusuhan berlatar belakang penistaanagama di Temanggung pada hari Selasa, 8 Februari 2011, muncullahpemberitaan di media baik elektronik maupunsurat kabar yang tidak seimbang.

Dalam hal ini umat Islam sangat dirugikan karena pemberitahuan tersebut menempatkan umat Islam sebagai pelaku atas semua kerusuhan yang terjadi. Sehingga umat Islam Temanggung yang faktanya adalah sebagai KORBAN penistaan agama, justru menjadipihak yang TERTUDUH.

Atas dasar kenyataan tersebut, perlu dibuat upaya pelurusan beritadengan data-data yang akurat dan objektif baik di lapangan, maupun melalui saksi-saksi yang secara langsung melihat dan mengalami peristiwatersebut. Maka perlu dilahirkan sebuah BUKU PUTIH untuk mengakomodasi data-data itu semua, demi menjaga ketertiban dan keamanan, khususnya diTemanggung dan sekitarnya, serta umumnya di seluruh wilayah NKRI.

KRONOLOGI

1. Pada tanggal 23 Oktober 2010, Antonius Richmond Bawengan yangmerupakan warga Duren Sawit, Jakarta Timur diketahui tertangkap tanganmenyebarkan selebaran yang berisi penistaan agama. Salah satu selebaranitu diletakkan di depan rumah warga dusun Kenalan desa Kranggan, Temanggung, Jawa Tengah, yang bernama H Bambang Suryoko.

2. Warga yang mengetahui perbuatan Richmond, bersama pengurus RT yangbernama Bp. Fatchurrozi (Fauzi), yang juga anggota Polsek Kaloran,langsung melaporkannya ke Polsek Kranggan, kemudian dilimpahkan kePolres Temanggung.

3. Pada tanggal 21 November 2010. Oleh Kejaksaan Negeri Temanggung, berkas pemeriksaan sudah dinyatakan P21 (lengkap).

4. Sidang pertama digelar pada tanggal 13 Januari 2011 dengan agenda pembacaan dakwaan.

5. Sidang kedua digelar pada tanggal 20 Januari 2011 dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi

6. Sidang ketiga digelar pada tanggal 27 Januari 2011, dengan agenda pemeriksaan dua orang saksi dan seorang saksi ahli.

7. Sidang keempat digelar pada tanggal 8 Februari 2011, dengan agenda pembacaan tuntutan.

8. Pada sidang keempat setiap pengunjung sidang yang masuk ke areaPengadilan Negeri Temanggung diperiksa oleh petugas, untuk memastikan tidak adanya benda-benda terlarang yang mereka bawa ke area tersebut.

9. Setelah pembacaan tuntutan, massa mulai gelisah, hakimmeninggalkan ruangan tanpa sepatah kata pun, dan tersangka diamankan oleh aparat. Hal itu mengakibatkan suasana menjadi lebih gelisah danmassa menjadi tidak terkendali.

10. Kemudian beberapa tokoh ulama berusaha menenangkan pengunjung sidang. Diantara tokoh tersebut adalah KH Syihabuddin (pengasuh PonpesWonoboyo) dan KH Rofi’i (pengasuh Ponpes di Kemuning).

11. Setelah sekitar 30 menit kemudian sidang dilanjutkan denganagenda pembacaan vonis, tanpa pledoi terlebih dahulu. Hakim memutuskan hukuman 5 (lima) tahun penjara, sesuai dengan tuntutan jaksa.

12. Dalam suasana ketegangan tersebut, beberapa orang melarangpenggunaan kamera, baik yang dibawa wartawan maupun warga, sehinggamassa pun terprovokasi menjadi lebih emosional. Apalagi sidangsebelumnya ada insiden pemukulan terhadap seorang pengunjung yang dilakukan oleh seorang Polisi bernama Kurniawan.

13. Ada provokasi sekelompok orang yang memecah kaca di Pengadilan Negeri Temanggung. Suasana pun semakin ricuh. Aksi pecah kaca punkemudian berlanjut, dilakukan oleh orang-orang yang tidak dikenal,diikuti pembakaran ban di tiga titik di lingkungan Pengadilan. Tidak diketahui dari mana ban itu masuk. Padahal, sebelum masuk halaman pintu gerbang timur Pengadilan (hanya satu pintu gerbang yang dibuka), setiap pengunjung sudah diperiksa dengan saksama oleh petugas menggunakan metaldetector14. Di depan tokoh-tokoh masyarakat yang terdiri dari para ustadz dankyai yang sedang melihat jalannya sidang, dilemparkanlah gas air mata kemudian diikuti oleh suara tembakan. Menurut saksi mata, tidak ada tembakan peringatan terlebih dahulu.

15. Korban yang berhasil diketahui sampai saat ini ada 9 orang, dilarikan di Rumah Sakit. Empat orang di antaranya yang masih dalamperawatan adalah: Sholahuddin, 40 tahun. Putra pengasuh Ponpes Al-Munawar, Kertosari Temanggung. Luka tembak di kepala, dengan enam jahitan.Roy Hanif, 15 tahun. Asal Gandurejo, Ngablak, Magelang. Luka tembakdi kepala dan pelipis kiri, bahu sebelah kiri berubah bentuk, dicurigai patah tulang. Suparman, 28 tahun. Luka 3 cm di daerah mata sebelah kiri. Madyo, 48 tahun. Asal Braol, Campursari, Ngadirejo, Temanggung. Korban dilempar batu dari jarak dekat oleh personil Brimob di tamanKartini, depan stadion Bumi Phala, sekitar 300 meter dari pengadilan. Mengalami patah tulang di kaki sebelah kanan dan harus dioperasi.

16. Semua korban tersebut berobat atas biaya sendiri.

17. Kegelisahan massa semakin menjadi-jadi ketika putra pengasuhpondok Al-Munawwar Kertosari jatuh terkena tembakan, dan diisukan sampai meninggal dunia.

18. Pengunjung sidang dikejar-kejar polisi. Selain mengejar pengunjung, beberapa polisi juga merusak puluhan sepeda motor pengunjung yang diparkir di seberang jalan Pengadilan Negeri.

19. Sebagian pengurus Forum Umat Islam Bersatu  berlindung masuk kePanti Asuhan Yatim Muhammadiyah (PAY) dan menutup gerbang panti PAYuntuk mengantisipasi masuknya orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

20. Namun polisi masih tetap mengejar mereka. Di depan pintu gerbang PAY, polisi mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas “Neng kene celeng, asu, PKI kabeh. Pateni wae!” (bahasa Jawa, artinya: orang-orang di sini babi, anjing dan PKI semua. Bunuh saja!” Lalu polisi melemparkan gas airmata tiga kali ke halaman PAY21. Setelah terjadi negosiasi antara pimpinan massa dan polisiakhirnya pemilik motor diperbolehkan mengambil motor. Namun mereka terlebih dahulu dipukuli dan diambil gambar motor dan pemiliknya. Saatitu polisi juga bertakbir dan berkata : “Polisi juga Islam”. Takbir dilafazkan secara cengengesan sambil memukuli massa yang kelihatan mempunyai jenggot.

22. Sekelompok orang yang tidak di kenal di depan BPR Surya Yudha mengajak massa untuk melanjutkan aksi ke Parakan dan membakar gereja. Provokator serupa juga ada di sebelah barat. Sambil mengatakan “munafik”ke orang-orang yang tidak mau mengikutinya. Mereka terus mengajak massa untuk membakar gereja. Massa diam tidak bergerak mengikuti mereka. Lalu beberapa saat pembakaran gereja benar-benar terjadi. Tidak diketahuisiapa kelompok yang membakar gereja tersebut.

23. Beberapa saksi melihat di dalam gereja sudah ada beberapa orang yang ikut memprovokasi massa untuk merusak gereja dengan memulai pelemparan. Ketika ditanya identitasnya, orang-orang tersebut tetap tidak menunjukkan, bahkan mereka langsung lari menghilang.

24. Saksi lain melihat ada orang bercadar sudah berada di dalamgereja Pantekosta. Setelah gereja terbakar orang itu berlari keluar sambil mencopot cadarnya dan bergabung dengan massa penonton.

KESIMPULAN

1. Adanya kesengajaan untuk memantik kemarahan massa dengan pelemparan gas air mata di depan para ustadz dan kyai.

2. Kerusuhan ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Ada kelompok tertentu yang memang merencanakannya.

3. Setiap pengunjung yang masuk ke halaman Pengadilan Negeri Temanggung harus diperiksa dengan ketat oleh petugas Polri sehingga sangat aneh ketika terjadi pembakaran ban di halaman Pengadilan Negeri Temanggung. Siapa yang melakukannya ? Siapa yang meloloskannya sehingga ban yang ukurannya sangat besar bisa masuk?

4. Salah satu pemicu kemarahan massa adalah ketidakadilan hukum dalam penanganan kasus ini

5. Apa yang telah dilakukan oleh Antonius Richmon Bawengan olehAntonius richmon Bawengan adalah perbuatan yang sangat berbahaya, sangat potensial untuk memecah belah sendi-sendi kehidupan bermasyarakat bahkan bisa menyebabkan disintegrasi Negara Kesatuan republic Indonesia.

Dan Antonius  Richmon Bawengan terbukti memperlihatkan militansinya dan sangat terlatih untuk melakukan penistaan agama semacam ini.

Penampilannya sangat tenang, SAMA SEKALI TIDAK MERASA BERSALAH dan dengan percaya diri menolak untuk didampingi pengacara. Bahkan informasi sementara yang kami himpun, ada indikasi kuat bahwa Antonius Richmon Bawengan juga melakukan aksi serupa di Poso yang memicu kerusuhan Poso, sebelum di Temanggung. Namun Polri hanya mau menyelidiki apa yang telahdikerjakan oleh Antonius Richmon Bawengan di Temanggung saja, tanpa mau menyelidiki latar belakangnya, latar belakang pendidikannya, organisasi yang memback up nya, siapa pendukung dananya, siapa aktor intelektual yang ada di baliknya. Padahal Forum Umat Islam Bersatu sangat yakin polisi punya kemampuan untuk mengungkap semuanya. Sikap polisi semacam ini akan memicu Antonius Richmon Bawengan untuk berbuat serupa di tempatlain.

6. Ada proses peradilan yang dilanggar sehingga berpotensi menjadikan terdakwa terbebas dari semua dakwaan ketika melakukan Peninjauan Kembali (PK) di Mahkamah Agung. Pelanggaran tersebut adalah: Tidak adanya pengacara yang mendampingi terdakwa padahal ancamanhukumannya 5 (lima) tahun. Apakah ini kelalaian atau kesengajaan yang dilakukan oleh Majelis hakim PN Temanggung dalam upaya untuk membebaskan Antonius Richmon Bawengan melalui PK-nya nanti ? Sidang pembacaan tuntutan oleh jaksa itu tidak  jelas statusnya, karena hakim meninggalkan ruang sidang begitu saja, tanpa ada sepatahkata pun.

SERUAN
1. Forum Umat Islam Bersatu mendesak kepada Kapolri untuk mencopot Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Temanggung karena tidak bisa menjalankan deteksi dini, tidak mampu mengantisipasi kerusuhan, tidak bisa melakukan pembinaan anggotanya sehingga Polri yang seharusnya bisa mencegah terjadinya kerusuhan, tetapi justru menjadi salah satu penyebab utama massa menjadi beringas dan tidak terkendali.

2. Forum Umat Islam Bersatu menuntut aparat keamanan untuk mengusut tuntas kelompok dan actor intelektual di belakang Antonius Richmon Bawengan sebab keresahan massa dan provokasi yang memantik kerusuhan di Temanggung 8 February 2011 semuanya bermula dari kasus Antonius Richmon Bawengan. Bila kelompok  dan actor intelektual ini tidak disentuh, sangat patut kuat diduga akan melanjutkan aksi ke daerah-daerah lain.

3. Forum Umat Islam Bersatu membentuk sebuah tim advokasi yang diberi nama TANGKIS (Tim Advokasi dan Perlindungan Korban Penistaan Terhadap Islam) dan mengajak seluruh ahli hukum dan advokat untuk bergabung dalamtim ini.

4. Mendesak kepada DPRD Temanggung dan atau Bupati Temanggung untuk membentuk Tim Investigasi Independen untuk menuntaskan kasus ini.

Temanggung, 9 Februari 2011

FORUM UMAT ISLAM BERSATU (FUIB) 
 Taufan Sugianto. S.Pd
Sekretaris

Berani Bubarkan Ormas, FPI Ancam Gulingkan


TEMPO Interaktif, Jakarta – Front Pembela Islam mengancam akan menggulingkan pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono jika berani membubarkan organisasi masyarakat, termasuk FPI. “FPI akan jadi ben Ali Tunisia. Indonesia akan jadi Mesir. Kita akan menghimpun tenaga penggulingan SBY karena dia sudah membelokan isu,” kata Juru Bicara FPI Munarman melalui saluran telepon hari ini, Kamis (10/2).

Munarman menanggapi pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Kupang, kemarin. Dalam peringatan Hari Pers Nasional itu presiden mengungkapkan ormas yang terbukti melanggar hukum melakukan kekerasan, dan meresahkan masyarakat, jika perlu harus dibubarkan. Pernyataan itu dilontarkan tidak lama setelah ada tragedi penyerangan jamaah Ahmadiyah di Cikeusik, Banten yang menelan 3 korban tewas.

Menurut Munarman, perintah itu salah sasaran, sebab menurutnya di kedua tempat kejadian kekerasan tersebut tidak ada ormas yang terlibat. Mantan Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia ini justru menuding pemerintah mengalihkan isu Ahmadiyah dan Temanggung menjadi rencana pembubaran organisasi masyarakat.

Apabila presiden kemudian berupaya untuk membubarkan FPI maka pihaknya akan menghimpun tenaga untuk mencegahnya. Bahkan, menggulingkan pemerintahan.

Sumber: Tempo Interaktif

Syafii Maarif Sebut Dipo Alam Kehilangan Hati Nurani


Solo – Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Syafii Maarif, menyesalkan sikap Sekretaris Kabinet Dipo Alam yang menyerang martabat para tokoh yang mengkritisi pemerintahan SBY. Syafii menyebut Dipo berpikir destruktif dan telah kehilangan hati nurani.

Hal tersebut disampaikan oleh Syafii Maarif dalam orasi politik pada deklarasi rumah pengaduan pembohongan publik di Gedung Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Solo, Jumat (11/2/2011).

Dalam pidato tersebut, Syafii mengatakan Dipo telah dengan sengaja menyerang para tokoh antipembohongan dengan menyebut para pengkritik itu sebagai gagak hitam pemakan bangkai yang nampak seperti merpati berbulu putih.

“Ucapan itu disampaikan oleh seorang mantan aktivis mahasiswa yang kini telah duduk sebagai Sekretaris Kabinet. Saya katakan, dengan pernyataan itu menunjukkan dia seorang yang kreatif tetapi destruktif dan telah kehilangan hati nurani,” ujarnya.

Lebih lanjut Syafii menegaskan, gerakan antipembohongan tidak pernah mengarah pada terjadinya pemakzulan kekuasan. Gerakan tersebut digelorakan untuk bersama membangun negara yang sedang dalam kondisi terpuruk.

“Kita ingin bangkit bersama menjadi lebih baik. Yang pasti, perubahan itu harus ada,” tegasnya.

Deklarasi rumah pengaduan pembohongan publik di Solo tersebut dihadiri oleh sekitar 300 orang dari kalangan aktivis LSM, mahasiswa, politisi dan tokoh-tokoh lokal. Sedangkan beberapa tamu dari Jakarta yang hadir diantaranya Romo Beny Susetyo, Sukardi Rinakit, Ray Rangkuti, dan Effendi Gazali.

(mbr/fay)

Sumber: detiknews.com, 11 Feb 2011

Pemerintah Kecam Ancaman Makar


Jakarta (ANTARA News) – Pemerintah mengecam keras niat dan ajakan sejumlah ormas yang secara terbuka menyerukan perbuatan makar dalam menyikapi pembubaran ormas yang diinstruksikan Presiden.

“Sungguh disayangkan bahwa beberapa pihak telah memaknai pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai pembubaran ormas secara tidak utuh, bahkan ada yang memunculkan reaksi berlebih,” demikian siaran pers Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat.

Padahal pernyataan Presiden Yudhoyono yang disampaikan saat menghadiri Peringatan Hari Pers Nasional di Kupang tersebut secara jelas menyebutkan ormas yang dimaksud adalah ormas melakukan tindakan kekerasan, pengrusakan atau perbuatan lain yang mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tindakan tegas yang diinstruksikan Presiden untuk membubarkan ormas yang melakukan tindakan anarkis akan dilakukan dengan tetap berpedoman pada peraturan perundang-undangan, sebagaimana diatur dalam UU RI Nomor 8 Tahun 1985 dan Peraturan Pemerintah RI Nomor 18 Tahun 1986.

Langkah ini dimaksudkan agar keamanan negara dan ketertiban masyarakat dapat tetap dijaga dan dijamin secara bermartabat, tegas pemerintah dalam siaran persnya itu.

“Segenap bangsa Indonesia khususunya para tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pendidikan dan segenap warga masyarakat diharapkan tidak terpengaruh dan dapat tetap memelihara kerukunan dan ketenangan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, sesuai dengan tataran kewenangan dan kapasitas masing-masing,” demikian pemerintah.(*)

M-NLM/A025

Sumber: antaranews.com