Ini Pekan Kerukunan Antar-umat Beragama Sedunia

Minggu, 6 Februari 2011

Sejumlah tokoh agama, tokoh nasional, dan ratusan umat berbagai agama seluruh Indonesia merayakan Pekan Kerukunan Antar-Umat Beragama Sedunia (The World Interfaith Harmony Week) di Jakarta.

“Acara ini merupakan agenda resmi PBB yang bertujuan untuk mengkampanyekan pentingnya kesadaran kehidupan antaragama yang harmonis,” kata Ketua Presidium Inter-Religious Council (IRC) Indonesia Din Syamsuddin dalam sambutannya di Istora Senayan Jakarta, Minggu.

Din menambahkan, acara itu juga menjadi wahana mempertemukan tokoh lintas agama dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kebangsaan. Mulai 2011, PBB mengimbau seluruh umat beragama di dunia untuk setiap tahun rutin merayakan pekan pertama Februari sebagai Pekan Kerukunan Antar-Umat Beragama di Dunia.

Di Indonesia acara tersebut digelar di Istora Senayan Jakarta dan dihadiri tokoh agama, tokoh nasional, ratusan umat bergama, dan artis-artis nasional.

Hadir juga Ketua MPR RI, Taufik Kiemas, Ketua DPR RI Marzuki Alie, Ketua DPD RI Irman Gusman, serta Sekjen Religions for Peace New York, William F. Vendley.

“Semoga acara ini bisa memberikan pesan kepada seluruh umat di Indonesia, mari sebagai bangsa yang majemuk, kita tetap menjalin persatuan dan kesatuan sebagai bangsa yang besar,” kata Din Syamsudin.

Perayaan itu merupakan inisiatif Raja Jordan Abdullah II dan Pangeran Ghazi bin Muhammad yang diajukan pada September 2010 dalam The Annual Meeting of the UN General Assembly.

Sekjen Religions for Peace New York, William F. Vendley, berharap seluruh pihak di Indonesia bekerjasama dalam menciptakan perdamaian.

“Hari ini, Indonesia dapat menunjukkan kepada dunia bagaimana hidup bersama dalam harmoni,” kata Vendley.

(Antaranews.com)

2 Tanggapan

  1. Percumah buang2 duit rayain acara ky begitu…….di indonesia sangat sulit utk bertoleransi antar umat bergama untuk era sekarang ini, karena Pancasila dan UUD sudah kalah suara oleh ormas2 Radikal… Kita liat saj kenyataan nya di lapangan para petinggi munafik ngomong di publik pura2 padahal menutup mata sementara kaum minoritas
    ‘ dibantai ‘ oleh kaum mayoritas dan tidak ada tindakan yg jelas cuma ngomong doang di televisi supaya dibilang nasionalis….

  2. Kita semua harus bisa menanggapi semua permasalahan dengan tenang, tidak perlu emosi menyududutkan si A dan si B, melainkan kita terima semua permasalahan sambil mencarikan jalan keluarnya, mengarahkan, mengingatkan dan menyadarkan. yakinlah tidak ada kepercaaan yg mengajarkan membalas dengan kekerasan. “peace”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: