Butet: Bentrok Ahmadiyah Ancam Kerukunan

Seniman Butet Kartaredjasa dalam monolognya di acara Pekan Kerukunan Antarumat Beragama Sedunia mengatakan, bentrok antara warga dan Jemaah Ahmadiyah di Pandeglang, Banten, mengancam kerukunan beragama di Indonesia.   

“Di saat perayaan Pekan Kerukunan Antarumat Beragama Sedunia, di Pandeglang, Banten, hari ini, ada belasan pemuda Ahmadiyah dibacok oleh massa dengan berkedok agama,” kata Butet Kartaredjasa di Jakarta, Minggu (6/2/2011).

Pada kesempatan itu, dengan semangat kerukunan beragama, ia mempertanyakan kepada aparat kepolisian mengapa membiarkan umat beragama di Indonesia tidak bisa teguh menjalankan ibadahnya.

Butet juga mengingatkan kepada pemerintah agar tidak berbohong, bahwa kerukunan beragama di Indonesia sedang dalam ancaman berbahaya. “Dengan semangat kerukunan beragama, saya ingatkan kepada pemerintah agar jangan bohong, bahwa kerukunan kita dalam ancaman bahaya,” katanya.   

Menurut dia, dalam situasi seperti itu ada dua hal yang cukup penting untuk ditegaskan, yakni kehidupan berbangsa dan kehidupan beragama.   

Ia menawarkan agar persoalan itu diselesaikan atas dasar toleransi beragama, bukan toleransi politik atau yang lain. “Toleransi beragama adalah toleransi yang bertujuan untuk membangun kemaslahatan semua umat beragama supaya tercipta kerukunan,” katanya.   

Untuk itu, Butet berpendapat, ketokohan agama dapat menjadi inspirasi untuk menyelesaikan masalah itu.   

Pada kesempatan yang sama, Ketua Presidium Inter Religious Council (IRC) Indonesia, Din Syamsuddin, menolak berkomentar mengenai bentrok antara warga dan Jemaah Ahmadiyah di Banten, yang mengakibatkan beberapa orang terluka itu. “Saya belum mendapatkan informasi yang jelas mengenai hal itu,” katanya.    

Sekitar seribuan warga Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, menyerang Jemaah Ahmadiyah di Desa Umbulan setempat, Minggu sekitar pukul 10.30 WIB.     Sekitar 20 petugas dari Polsek Cikeusik dan Polres Pandeglang sudah melakukan pengamanan di lokasi agar situasi tidak anarkis, namun karena kalah jumlah akhirnya sebagian Jemaah Ahmadiyah menjadi bulan-bulanan warga.     Situasi mulai bisa dikendalikan sekitar pukul 12.30 WIB, dan sejumlah korban dievakuasi petugas kepolisian. Warga juga merusak dua kendaraan milik Jemaah Ahmadiyah, serta rumah yang menjadi tempat kegiatan mereka. ​Editor: A. Wisnubrata ​
Sumber : ANT

(Kompas.com)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: