Tanggapa USKUP AGUNG MERAUKE soal INVESTASI DI MERAUKE.

——- Forwarded message ———-From: Nicholaus Adi Seputra

Date: 2011/1/11

Konfrater MSC di mana pun anda berada    
Pak Budi,
Rekan-rekan MKPP
Rekan-rekan UKIBC dan KKI – USA
dan    Rekan-rekan yang baik 

Syaloom………………. 
Beberapa waktu yang lalu, di banyak tempat sudah ramai dibicarakan di email berita ini: 

USKUP AGUNG MERAUKE “MEMAKSA” RAKYAT UNTUK TERIMA INVESTASI DI MERAUKE. 

Saya hanya mendengar informasi samar-samar tentang hal itu, dan tidak pernah tahu berita lengkap yang dibicarakan di mana-mana. Maka, untuk apa saya memberikan tanggapan atas berita yang tidak jelas itu. Kemarin, tanggal 10 Januari 2010 ada seorang rekan yang meneruskan email itu ke saya, sehingga saya mendapatkan “email itu secara utuh”.

Menurut berita itu, Diana Gebze  (Ketua Solidaritas Rakyat Papua Tolak Mifee = Sorpatom, Jumat 26/11-10 ) membeberkan bahwa : “Pihak Gereja Katolik, dalam hal ini, Uskup Agung Merauke, harus bertanggung jawab atas penderitaan orang Papua, karena saat orang Papua menolak dan tidak hendak menerima investor Asing atas Program Pemerintah Indonesia ini, justru uskup Merauke memaksa rakyat Papua di Merauke untuk menerima proyek ini”. 

Tanggapan saya: 

1. Sejauh saya tahu dan sejauh saya ingat, Bupati John Gluba Gebze, DPRD dan Dinas-dinas terkait, para tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama, tidak pernah duduk bersama untuk rapat koordinasi dalam rangka membahas hal-hal penting tentang para investor, luas tanah yang diperlukan, berapa besar ganti rugi, dan bagaimana keterlibatan pelbagai pihak atas masuknya para investor itu. 

Yang ada adalah informasi bahwa Merauke akan dijadikan KOTA AGROPOLITAN, AGRO WISATA dan AGRO INDUSTRI (sekitar tahun 2006). Kemudian muncul berita dalam 1- 2 tahun terakhir ini, bahwa Merauke dipilih untuk menjadi tempat untuk program MIFEE.  Apa isi program MIFEE, siapa yang terlibat dan dilibatkan, instansi mana yang akan menangani, semuanya kabur bagi saya. Yang pasti, saya tidak pernah hadir dalam rapat-rapat mereka.

2. Saya juga tidak pernah tampil untuk mempromosikan program ini, karena bagi saya semuanya belum / tidak jelas. Bahwa Merauke perlu banyak investor, itu memang benar. Pemda Kab. Merauke tidak akan mungkin dapat membangun masyarakat dengan kekuatannya sendiri. Pemda membutuhkan investor. Saya pun memahami dan mendukung hadirnya investor. Namun belum pernah ada investor yang berunding bersama sampai tuntas dan tertulis tentang hal-hal yang amat pokok dan penting untuk kemajuan bersama, terlebih untuk membangun masyarakat lokal secara berkesinambungan dan untuk jangka waktu panjang.  Kepada para investor yang telah ada, saya menanyakan dan meminta fotokopi “surat kontrak moral-sosial” dengan masyarakat lokal. Isi surat kontrak itu adalah kerelaan dan kepedulian para investor untuk mengembangkan SDM setempat melalui bidang pendidikan, kesehatan dan pengembangan infra-struktur dan sosial ekonomi.  Sampai hari ini, surat kontrak yang sayaminta itu tidak pernah ada, meski secara lisan mereka menyanggupinya.

3.  Keuskupan sudah sejak dulu ( tahun 1905, berarti sudah lebih dari 100 tahun) memberikan penyadaran kepada masyarakat tentang hak-hak azasi manusia, pentingnya tanah untuk generasi mendatang, pelestarian hutan dan lingkungan hidup, perlunya pendidikan dan peningkatan kesehatan serta penyediaan air bersih.

4.  Tentang Demonstrasi  yang terjadi tanggal 25  November 2010 di Merauke.

Dikesankan di dalam tulisan itu, bahwa saya hadir di Gedung DPRD Kab. Merauke dan melawan para demonstrans itu.   Realita yang ada adalah :

“Tanggal 1-18 November 2010 saya ada di Jakarta dalam rangka Sidang Agung Gereja Katolik Indonesia dan Rapat KWI.

Tanggal 19 – 23 Nov 2010 saya ada di Agats untuk menghadiri pesta 40 tahun Keuskupan Agats. Akibat kesulitan penerbangan, saya harus kembali via Timika, bermalam di Timika dan Jayapura. Saya baru tiba di Merauke tanggal 25 Nov 2010 siang. 

Berdasarkan realita itu, menjadi jelas bahwa :
·  saya tidak ada di Merauke ketika demo itu berlangsung.
·  Saya tidak membuat pernyataan apa pun tentang program MIFEE di depan para demonstran Kiranya cukup penjelasan saya guna meluruskan  “berita miring” yang sudah beredar di mana-mana.                       
          Merauke, 12 Januari 2011                                                               Salam dari Merauke 
+ Nicholaus Adi Seputra,MSC
Uskup Agung Merauke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: