Kekerasan Multikultural 2010 Meningkat

JAKARTA, KOMPAS.com — Maarif Institute meluncurkan Jurnal Maarif edisi akhir tahun 2010 di kantor Muhammadiyah, Rabu (15/12/2010). Dalam jurnal yang menjadi refleksi akhir tahun sejumlah tokoh, di antaranya, mantan Ketua PP Muhammadiyah Syafii Maarif, peneliti LIPI Asvi Warman Adam, budayawan Radhar Panca Dahana, dan Ketua KontraS Usman Hamid, ini mengusung tema “Kekerasan dan Rapuhnya Politik Multikultural Negara”.

Direktur Eksekutif Maarif Institute Fajar Rizal Ulhaq mengatakan, jurnal tersebut sengaja diterbitkan sebagai refleksi akhir tahun karena ada kecemasan bahwa proses demokratisasi di Indonesia tengah terancam oleh berbagai macam kekerasan yang kerap terjadi di ruang publik.

Fajar mengatakan, jumlah kekerasan berlatar belakang kultural pada 2010 meningkat signifikan daripada tahun lalu. Dia mengaku menerima laporan dari sebuah aliansi/LSM di Jawa Barat yang menyebutkan bahwa ada 117 kekerasan berlatar belakang agama sampai September 2010. Data ini masih di luar kasus HKBP di Ciketing Bekasi, pembakaran masjid Ahmadiyah di Bogor, serta sweeping jemaah Ahmadiyah di Rancaekek Bandung.

“Ini baru di Jabar saja. Ini data yang tak bisa terbantahkan. Kekerasan makin menggila di ruang publik. Ini ancaman untuk proses demokratisasi di negara,” ungkapnya dalam acara peluncuran.

Karena itu, lanjutnya, kecenderungan konflik antaragama ini harus diantisipasi sejak saat ini. Selain tiga tokoh di atas, sejumlah tokoh lain juga menulis di jurnal ini, seperti pengamat komunikasi Ade Armando, budayawan dan rohaniwan Frans Magnis-Suseno, dan pengamat masalah perempuan Saparinah Sadli. ​

Penulis: KOMPAS.com Caroline Damanik ​Editor: Hertanto Soebijoto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: