Inilah Senjata mereka yang anti Katolik menyerang Gereja Katolik Roma

Artikel ini saya copy paste dari milis APIK, milis orang Katolik.

Pengantar
Berkali-kali banyak kelompok atau perorangan mencoba menghancurkan Gereja Katolik, namun upaya mereka sia-sia, itu semua karena Tuhan berkarya dalam Gereja Katolik. Di bawah ini salah satu senjata mereka yang anti Katolik.
___________

Pengajaran Resmi Katolik

Ada kalanya, agar kebenaran nyata, kesalahan harus disingkapkan danditelanjangi. Hal ini dilakukan bukan karena rasa benci kepada merekayang salah, tetapi justru karena kasih yang besar kepada mereka. Kita tidak tega melihat orang-orang dibutakan oleh kesesatan, dan denganresiko dibenci, akan memberitakan kebenaran kepadanya, walaupun itumelukai egonya.

Gereja Roma Katolik adalah salah satu institusi yang mengatasnamakanYesus Kristus, tetapi sebenarnya sangatlah jauh menyimpang dari Yesusyang sejati, Firman Tuhan, dan kebenaran. Banyak praktek Katolik yangsama sekali tidak ada dalam Alkitab, misalnya: doktrin mereka tentangMaria, tentang santo-santa, tentang api penyucian, tentang pastor yangtidak menikah, tentang misa, dan masih banyak lagi.

Walaupun demikian, banyak orang yang tidak mau percaya bahwa Katolikitu memang salah. Bahkan orang Katolik sendiri, ketika diperhadapkandengan doktrin-doktrin Katolik yang tidak alkitabiah, misalnya bahwaroti ekaristi yang dia makan dipercaya adalah benar-benar daging Yesus(ia makan daging manusia), kadang menyangkal bahwa Katolik memilikidoktrin seperti itu. Orang-orang Injili juga, kini semakin mendekatkepada Katolik, dan tidak merasa bahwa “Katolik separah itu”.

Untuk melihat sebenarnya apa pengajaran Katolik, coba kita lihatdeklarasi resmi mereka sendiri. Berikut ini adalah dokumentasi tentangKonsili Trent dan Konsili Vatican Kedua, yang merumuskan doktrin resmiKatolik.Berikut ini disadur dari tulisan David Cloud, “Rome and The Council of Trent”Ada pihak-pihak yang mau membuat semua orang berpikir bahwa GerejaRoma Katolik telah berubah dan bukan lagi institusi sesat seperti dulu.

Ted Haggard, mantan gembala sidang senior New Life Church di ColoradoSprings dan juga mantan presiden dari National Association ofEvangelicals (NAE) yang beranggotakan 30 juta orang, mengatakan padabulan Oktober 2005: “New Life tidak mencoba untuk menobatkan“orang-orang Katolik” dan bahwa gereja tersebut tidak akan pernahmenghalang-halangi anggota-anggotanya untuk “menjadi Katolik ataumenghadiri Misa Katolik” (BereanCall, Januari 2006).

Pernyataan ini mencerminkan perubahan yang sangat radikal dalamgerakan Injili, tetapi mengenai Roma sendiri, tidak banyak yang berubah.

Konsili Trent adalah sebuah konsili Katolik yangdilaksanakan dari tahun 1545 hingga 1563 dalam upaya untukmenghancurkan bangkitnya Reformasi Protestan. Konsili ini menyangkalisemua doktrin Reformasi, termasuk sola scriptura (hanya Kitab Suci) dan sola grasia(hanya kasih karunia). Trent menghujamkan 125 anathema (kutukan kekal)terhadap orang-orang Kristen yang percaya Alkitab, termasuk hal-hal dibawah ini.

SESI KEEMPAT: DEKRIT MENGENAI KANON KITAB SUCI:
“Jika seseorang tidakmenerima buku-buku yang baru saja disebut secara keseluruhan besertasemua bagian mereka [66 kitab Alkitab plus 12 buku Apokripa, yaitu duaParalipomenon, dua Esdras, Tobias, Yudit, Wisdom, Ecclesiasticus,Barukh, Sophonias, dua Makabeus], sebagai sesuatu yang kudus dankanonikal, sebagaimana sudah biasa mereka baca dalam Gereja Katolik danterkandung dalam Edisi Latin Kuno Vulgate, dan secara sadar dansengaja menolak tradisi-tradisi ini, BIARLAH DIA ANATHEMA.”

SESI KEENAM: KANON MEGENAI PEMBENARAN:

“Jika seseorang mengatakanbahwa iman yang membenarkan tidak lain dari keyakinan dalam kemurahanilahi, yang menghilangkan dosa demi Kristus, atau bahwa keyakinan inisaja yang membenarkan kita, BIARLAH DIA ANATHEMA” Canons ConcerningJustification, Canon 12).

SESI KEENAM: KANON MENGENAI PEMBENARAN:

“Jika seseorang mengatakanbahwa pembenaran yang [dia] terima tidak dipertahankan dan juga tidakbertambah di mata Allah melalui pekerjaan baik, tetapi bahwapekerjaan-pekerjaan itu hanyalah buah dan tanda-tanda BAHWA pembenarantelah terjadi, tetapi bukan yang menyebabkan pembenaran itu, BIARLAHDIA ANATHEMA” (Canons Concerning Justification, Canon 24).

SESI KEENAM: KANON MENGENAI PEMBENARAN:

“Jika seseorang mengatakan bahwa doktrin pembenaran Katolik sebagaimana dinyatakan oleh konsilikudus dalam dekrit ini, mengecilkan dalam aspek tertentu kemuliaan Allahatau karya Tuhan kita Yesus Kristus, dan bukannya malah menggambarkan kebenaran iman kita dan juga kemuliaan Allah dan Kristus Yesus,BIARLAH DIA ANATHEMA” (Canons Concerning Justification, Canon 33).

SESI KETUJUH: KANON TENTANG BAPTISAN:

“Jika seseorang mengatakan bahwa dalam Gereja Roma, yang adalah bunda dan ibu dari semua gereja,tidak terkandung doktrin yang benar mengenai sakramen baptisan, BIARLAH DIA ANATHEMA” (Canons On Baptism, Canon 3).

SESI KETUJUH: KANON TENTANG BAPTISAN:
“ Jika seseorang mengatakan bahwa baptisan bersifat pilihan, jadi bahwa tidak diperlukan untuk keselamatan, BIARLAH DIA ANATHEMA” (Canons On Baptism, Canon 5).

SESI KETUJUH: KANON TENTANG BAPTISAN:
“ Jika seseorang mengatakan bahwa anak-anak, karena mereka belum memiliki kemampuan untuk percaya,tidaklah masuk ke dalam hitungan orang-orang beriman setelahpembaptisannya, dan bahwa karena alasan ini mereka harus dibaptis ulangsetelah mereka mencapai umur pengertian; atau bahwa lebih baik jikabaptisan seseorang yang demikian dihilangkan saja, daripada tanpa percaya dari diri mereka sendiri mereka dibaptis ke dalam iman Gereja, BIARLAH DIA ANATHEMA” (Canons Concerning On, Canon 13).

SESI KETUJUH: KANON TENTANG PENGUATAN (Editor: Salah satu dari 7sakraman Katolik, mirip dengan sidi dalam gereja-gereja Protestan):

“Jika seseorang mengatakan bahwa acara penguatan atas mereka yangdibaptis adalah ritual yang kosong dan bukanlah sakramen yang sejati danbenar; atau bahwa di zaman dulu acara ini tidak lebih dari suatuacara pembelajaran, pada saat mana mereka yang mendekati usia remajamemberikan pertanggungan jawab atas iman mereka kepada Gereja, BIARLAHDIA ANATHEMA” (Canons On Confirmation, Canon 1).

SESI KETIGABELAS: KANON TENTANG SAKRAMEN KUDUS EKARISTI:
“Jikaseseorang menyangkal bahwa dalam sakramen paling Kudus Ekaristiterkandung secara sejati, benar-benar, dan substansial, tubuh dan darahbersama dengan jiwa dan keilahian Tuhan kita Yesus Kristus, dandengan demikian keseluruhan Kristus, tetapi mengatakan bahwa Ia hanyaada di dalamnya sebagai suatu tanda, atau simbol, atau kuasa, BIARLAHDIA ANATHEMA” (Canons on the Most Holy Sacrament of the Eucharist,Canon 1).

SESI KETIGABELAS: KANON TENTANG SAKRAMEN KUDUS EKARISTI:
“Jikaseseorang mengatakan bahwa Kristus yang diterima dalam Ekaristi diterimahnaya secara rohani dan bukan juga secara sakramental dan secarabenar-benar, BIARLAH DIA ANATHEMA” (Canons on the Most Holy Sacrament ofthe Eucharist, Canon 8).

SESI KEEMPATBELAS: KANON TENTANG SAKRAMEN KUDUS PENGAKUAN DOSA:
“Jika seseorang mengatakan bahwa dalam Gereja Katolik pengakuan dosabukanlah suatu sakramen yang benar-benar dibuat oleh Kristus Tuhanuntuk memperdamaikan orang-orang beriman Allah setiap kali mereka jatuhke dalam dosa setelah baptisan, BIARLAH DIA ANATHEMA (Canons Concerning the Most Holy Sacrament of Penance, Canon 1).

SESI KEDUAPULUHDUA: KANON TENTANG PERSEMBAHAN MISA:

“Jika seseorang mengatakan bahwa dalam Misa, suatu korban yang benar dan sejati tidak dipersembahkan kepada Allah; atau bahwa yang dipersembahkan tidak laindari Kristus yang diberikan bagi kita untuk DImakan, BIARLAH DIAANATHEMA (Canons on the Sacrifice of the Mass, Canon 1).

SESI KEDUAPULUHDUA: KANON TENTANG PERSEMBAHAN MISA:
“Jika seseorang mengatakan bahwa melalui kata-kata ini, Perbuatlah ini menjadiperingatan akan aku, Kristus tidak menjadikan para Rasul sebagaiimam-imam; atau tidak menahbiskan bahwa mereka dan imam-imam lain harus mempersembahkan tubuhNya dan darahNya sendiri, BIARLAH DIA ANATHEMA”(Canons on the Sacrifice of the Mass, Canon 2).

SESI KEDUAPULUHDUA: KANON TENTANG PERSEMBAHAN MISA:
“Jika seseorang mengatakan bahwa persembahan Misa hanyalah dalam hal pujian dan syukur;atau bahwa misa hanyalah peringatan akan korban yang telah genap diatas salib, bukan suatu korban yang mendamaikan; atau bahwa misa hanyaberguna bagi ia yang menerimanya, dan tidak boleh ditawarkan untukmereka yang hidup dan yang mati, untuk dosa-dosa, penghukuman, pemuasan,dan keperluan-keperluan lain, BIARLAH DIA ANATHEMA” (Canons on theSacrifice of the Mass, Canon 3).

SESI KEDUAPULUHDUA: KANON TENTANG PERSEMBAHAN MISA:
“Jika seseorangmengatakan bahwa adalah penipuan untuk merayakan Misa untuk menghormatisanto-santa untuk mendapatkan pertolongan mereka di hadapan Allah,sebagaimana dilakukan oleh Gereja, BIARLAH DIA ANATHEMA” (Canons on theSacrifice of the Mass, Canon 5).

SESI KEDUAPULUHTIGA: KANON TENTANG SAKRAMEN IMAMAT:
“Jika seseorang mengatakan bahwa tidak ada dalam Perjanjian Baru suatu imamat yangkelihatan dan eksternal, atau bahwa tidak ada kuasa untuk menguduskandan menawarkan tubuh dan darah sejati Tuhan dan untuk mengampuni dan mempertahankan dosa, tetapi hanya ada jabatan dan pelayanan pemberitaan Injil; atau bahwa mereka yang tidak berkhotbah bukanlah imam samasekali, BIARLAH DIA ANATHEMA (Canons on the Sacrament of Order, Canon1).

SESI KEDUAPULUHTIGA: KANON TENTANG SAKRAMEN IMAMAT:
“Jika seseorang mengatakan bahwa para uskup yang dipilih berdasarkan otoritas PausRoma bukanlah uskup-uskup yang benar dan sah, tetapi hanyalah penipuanmanusia, BIARLAH DIA ANATHEMA (Canons on the Sacrament of Order,Canon 8).

SESI KEDUAPULUHLIMA: DEKRIT TENTANG PURGATORI [API PENYUCIAN]:

“Karena Gereja Katolik, diajar oleh Roh Kudus, telah, mengikuti tulisan-tulisan suci dan tradisi kuno Bapa-Bapa, mengajar dalamkonsili-konsili kudus dan juga baru-baru ini dalam konsili ekumenikal ini bahwa ada suatu purgatori [api penyucian], dan bahwa jiwa-jiwa yang ditahan di sana tertolong oleh kebaikan-kebaikan orang-orang berimandan terutama oleh persembahan yang diterima di altar, konsil kudus inimemerintahkan para uskup agar mereka dengan rajin berusaha agar doktrin sehat mengenai purgatori, yang diteruskan dari Bapa-Bapa dankonsili-konsili kudus, dipercaya dan dipertahankan oleh orang-orang beriman Kristus, dan di mana-mana diajarkan dan dikhotbahkan.”

SESI KEDUAPULUHLIMA: TENTANG DOA-DOA, PENGHORMATAN, DANPENINGGALAN-PENINGGALAN SANTO-SANTA DAN TENTANG PATUNG-PATUNG KUDUS:

“Konsil kudus ini memerintahkan semua uskup dan lainnya yang memegangjabatan pengajaran dan cura animarum (Editor: suatu jabatan pengajardalam Katolik), bahwa seiring dengan praktek Gereja yang Katolik danRasuli, yang diterima dari zaman primitif agama Kristen, dan bersamaandengan pengajaran Bapa-Bapa kudus yang seia sekata dan dekrit-dekritkonsili-konsili kudus, agar mereka lebih dari hal lain mengajarkandengan tekun orang-orang beriman dalam hal doa-doa dan bantuan dari parasanto-santa, penghormatan kepada peninggalan-peninggalan, danpemakaian patung-patung yang sah, mengajarkan mereka bahwa parasanto-santa yang memerintah bersama dengan Kristus menaikkan doa merekakepada Allah demi manusia, bahwa adalah baik dan bermanfaat untukmenyebut mereka dan mengharapkan doa-doa, bantuan dan dukungan merekauntuk mendapatkan kasih karunia dari Allah melalui AnakNya,YesusKristus Tuhan kita, yang adalah satu-satunya penebus dan juru selamat kita; dan agar mereka berpikir tidak saleh siapapun yang menyangkal para santo-santa yang menikmati kebahagiaan kekal di Surga harus dilibatkan, atau yang mengatakan bahwa santo-santa tidak berdoa bagimanusia, atau bahwa permohonan kita kepada mereka untuk berdoa bagitiap-tiap kita secara individu adalah pemberhalaan, atau bahwa hal ituberlawanan dengan Firman Allah atau tidak konsisten dengan adanya satupengantara antara Allah dan manusia, Yesus Kristus, atau bahwa adalahbodoh untuk berdoa dalam suara ataupun pikiran kepada mereka yangmemerintah di Surga.”

PENGAKUAN IMAN PAUS PIUS

Paus Pius IV (1559-1565) mengeluarkan suatu rangkuman keputusan-keputusan konsil tersebut dengan judul “Pengakuan Iman PausPius.” Kita akan mengutip sebagian dari pengakuan imanini, yang sejaksaat itu sudah dianggap sebagai rangkuman otoritatif tentang imanKatolik:“Saya mengaku juga, bahwa sungguh-sungguh dan sebenarnya ada tujuhsakramen hukum yang baru….yaitu, baptisan, peneguhan, ekaristi,pengakuan dosa, pengurapan orang sakit, imamat, dan pernikahan, danbahwa mereka memberikan kasih karunia….”“Saya mengaku juga, bahwa dalam Misa dipersembahkan kepada Allahsuatu korban yang sejati, benar, dan bersifat mendamaikan bagi yanghidup maupun yang mati; dan bahwa, dalam korban Ekaristi yang mahakudus, sunguh-sungguh dan benar-benar dan secara substansi ada tubuh dandarah, bersama dengan jiwa dan keilahian Tuhan kita Yesus Kristus….”“Saya senantiasa memegang bahwa ada purgatori, dan bahwa jiwa-jiwayang ditahan di sana ditolong oleh perbuatan-perbuatan baik orang-orangberiman.”“Demikian juga, bahwa para santo-santa yang memerintah bersamaKristus, harus dihormati dan diminta bantuannya; bahwa mereka menaikkan doa-doa kepada Allah bagi kita; dan bahwa peninggalan-peninggalan mereka harus dihormati.”“Saya menegaskan sekuat-kuatnya, bahwa patung-patung Kristus, dan bunda Allah, yang perawan selalu, dan juga santo-santa lainnya, harus dimiliki dan disimpan; dan bahwa penghormatan dan penghargaan yang sama harus diberikan kepada mereka.”“Saya juga menegaskan bahwa kuasa pengampunan dosa ditinggalkan olehKristus di dalam gereja, dan bahwa pemakaian kuasa ini sungguh bermanfaat bagi orang-orang Kristen.”“Saya mengakui Gereja Roma Kudus Katolik dan Rasuli, ibu dan bunda dari semua gereja. Dan saya berjanji untuk bersumpah setia kepada uskupRoma, penerus santo Petrus, pangeran para Rasul, dan wakil Kristus.”“Saya juga mengaku, dan tanpa keraguan menerima semua hal lain yangdiberikan, didefinisikan, dan dideklarasikan, oleh kanon-kanon kudus dan konsili-konsili umum, dan terutama oleh Konsil kudus Trent. Dan juga, saya menghakimi, menolak, dan menganathemakan, semua hal yang berlawanan dengannya, dan semua kesesatan yang dihukum, ditolak, dandianathemakan oleh gereja.”“Inilah iman Katolik yang sejati, yang tanpanya tidak seorang pundapat diselamatkan…” (Miller’s Church History, hal. 1081-1082).

Pernyataan-pernyataan ini dan kutuk-kutuk ini dijalankan dalampenganiayaan yang berdarah yang ditimpakan oleh Roma kepada orang-orangKristen sejati, dan Trent tidak pernah dibatalkan.

VATICAN II DAN TRENT

Konsili Vatican II (Editor: Sebuah konsili Katolik tahun 1962 hingga1965, dan merupakan konsili umum Katolik yang terakhir) menyinggung Trent berpuluh-puluh kali, mengutip pernyataan-pernyataan konsili Trentsebagai sesuatu yang berotoritas, dan menegaskan ulang Trent di setiap kesempatan. The New Catholic Catechism mengutip Trent tidak kurang dari 99 kali. Ini baru dari perhitungan saya sendiri. Tidak ada sedikitpun petunjuk bahwa pernyataan-pernyataan dalam Konsili Trenttelah dibatalkan oleh Roma. Pada saat pembukaan Konsili Vatikan yangKedua, Paus Yohanes XXIII mengatakan, “Saya menerima sepenuhnya semua yang telah ditentukan dan dideklarasikan dalam Konsili Trent.” SetiapKardinal, Uskup, dan imam yang menjadi anggota Konsili tersebut juga menandatangani dokumen itu (Wilson Ewin, You Can Lead Roman Catholicsto Christ, Quebec Baptist Mission, edisi 1990, hal. 41).

Perhatikan beberapa contoh bagaimana Vatican II memandang Trent:“Prinsip-prinsip dogma yang telah diletakkan dalam Konsili Trent tetap berlaku…”. (Constitution on the Sacred Liturgy, hal. 37).

“Jadi, mengikuti jejak kaki Konsili Trent dan Vatican I, Konsil iniingin memberikan doktrin yang otentik tentang pewahyuan ilahi” (Constitution on Divine Revelation, hal. 678).“[Kristus] secara substansi ada di sana melalui perubahan roti dan. anggur yang, sebagaimana Konsili Trent memberitahu kita, tepat sekalidiberi nama transubstansiasi” (Constitution on the Sacred Liturgy, hal. 110).

“Dengan cara ini, norma-norma liturgis Konsili Trent dalam banyaksegi telah digenapi dan disempurnakan oleh Konsili Vatikan Kedua”(Constitution of the Sacred Liturgy, hal. 159).

“Konsili yang kudus ini menerima dengan setia iman yang agung milik nenek moyang kitadalam persekutuan hidup yang eksis antara kita dan saudara-saudara kitayang ada di kemuliaan Sorga atau yang masih sedang dimurnikan setelah kematian mereka; dan Konsili ini mengajukan kembali dekrit-dekrit Konsili Nicea Kedua, Konsili Florence, dan Konsili Trent” (Constitution on the Church, hal. 377).“Para Bapa Konsili tersebut, meneruskan karya yang dimulai oleh Konsili Trent,dengan yakin mempercayakan kepada para superior dan professor di seminari-seminary, tugas pendidikan imam-imam Kristus yang akan datang dalam semangat pembaharuan yang didukung oleh Konsili itu sendiri” (Decree on the Training of Priests, hal. 654).

Saudara-saudara, berhati-hatilah terhadap Gereja Roma Katolik dan berhati-hatilah juga terhadap para Injili dan Baptis yang sedang berafiliasi dengan Roma hari ini, yang berbicara dengan lembut mengenai kesalahan-kesalahan Roma, yang mengajarkan orang-orang non-Katolik untuk bergandengan tangan dengan Katolik demi penyelesaian isu-isusosial-politik hari ini, yang berpura-pura bahwa Gereja Roma Katoliktidak berhubungan dengan Pelacur dalam Wahyu 17. “Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: “Pergilah kamu,hai umat-Ku, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka -malapetakanya” (Wahyu 18:4).

“Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, supaya kamu waspadaterhadap mereka, yang bertentangan dengan pengajaran yang telah kamuterima, menimbulkan perpecahan dan godaan. Sebab itu hindarilah mereka! Sebab orang-orang demikian tidak melayani Kristus, Tuhan kita, tetapi melayani perut mereka sendiri. Dan dengan kata-kata mereka yang muluk-muluk dan bahasa mereka yang manis mereka menipu orang-orang yang tulus hatinya” (Roma 16:17-18).

“Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi padahakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!” (2 Tim.3:5).

“Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang denganorang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalahbait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: “Aku akan diam bersama-sama dengan mereka dan hidup di tengah-tengah mereka, dan Aku akan menjadi Allah mereka, dan mereka akan menjadi umat-Ku. Sebab itu: Keluarlah kamu dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu dari mereka,firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akanmenerima kamu” (2 Kor. 6:14-17).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: