Kronologis Kasus Gereja Katolik Singaraja Bali

Seputar Aksi Di Gereja Katolik
Singaraja

Rekan-Rekan PWKI …….
melalui kesempatan ini, Solidaritas Jurnalis Katolik Bali (SJKB) menjelaskan beberapa hal terkait aksi umat
Katolik di Denpasar saat mengambil alih Gereja Katolik Santo Paulus Singaraja pada tanggal 24 Agustus kemarin,
yang telah 15 tahun dipimpin oleh Pastor Paroki yang sudah dicabut yurisdiksinya (wewenang pelayanan patoral)
oleh Uskup Denpasar tahun 1996 dan telah dipecat oleh konggregasi SVD di Vatikan pada tahun yang sama. Adapun
penjelasan dan kronologis peristiwa sebagai berikut:

1. Tanggal 24 Agustus
pukul 05.20 wita, puluhan umat (96 orang), selain para pastor berkumpul di Gereja Katedral Roh Kudus Denpasar, Jl. Tukad Musi No 1. Denpasar. Selanjutnya berdoa didalam gereja dipimpin oleh Rm. Kris Ratu SVD, Pastor Paroki
Katedral.
2. Pukul 06.15. wita umat  dan para pastor berangkat menuju Singaraja menggunakan 4 bus, beberapa umat lain menggunakan kendaraan pribadi (mobil). Tiba di puncak Pancasari, Bedugul pada pukul 7.30 wita. Rombongan istirahat sejenak sambil menunggu rekan-rekan lain yang nyusul dari belakang. Saat itu juga beberapa tokoh umat
menjelaskan beberapa hal  terkait aksi damai pengambil-alihan gedung paroki.

3. Aksi mengambil alih Gereja Katolik Santo Paulus Singaraja dikomandani oleh Rm. Y. Handrianto Wijaya, Prsebagai Pastor Paroki resmi yang diangkat oleh Uskup Denpasar (Bali & NTB) Mgr. Dr. Silvester San Pr pada bulan Juli 2010 lalu. Rm Handrianto didampingi oleh Vikjen Keuskupan Denpasar Rm. Yoseph Wora, SVD dan Direktur Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar, Rm. Herman Yoseph Babey, Pr serta sejumlah imam sebagai  wujud solidaritas antar klerus. Kordinator Lapangan adalah Ardi Ganggas dan Yusdi Diaz.
4. Dalam perjalanan kami mendapat informasi dari intel  Polda Bali dan Polres Buleleng, bahwa, sekitar 15 orang pria bukan agama Katolik telah berada di dalam halaman  gereja paroki. Setelah dirahasia oleh intel ternyata,
4 orang didapat membawa senjata tajam dan langsung diamankan oleh aparat. Dan yang lainnya oleh intel diberi
pengertian, bahwa ini masalah internal gereja Katolik sehingga yang lain tak perlu ikut campur.
5. Pukul 09.15 wita rombongan tiba jalan Kartini (lokasi gereja) dan bergabung dengan umat Katolik di Singaraja termasuk pastor paroki yang sah. Selanjutnya, dilakukan doa dan nyanyian sebelum memasuki halaman
gereja. Namun pada saat yang sama gerbang gereja ditutup dan di depan gerbang dipasang patung Yesus. Padahal, sebelum rombongan tiba, gerbang tersebut terbuka sehingga umat bebas keluar masuk.
6. Beberapa saat kemudian gerbang dibuka paksa dan umat masuk ke dalam halaman gereja untuk mengambil orang-orang yang selama ini telah menguasai gereja Katolik tanpa garis komando hirarki gereja. Memang, gaduh dan ribut karena semua umat berteriak meminta yang didalam kamar untuk keluar. Bahkan ada yang mendobrak karena beredar informasi masih ada preman yang ada didalam ruangan.
7. Setelah gereja dikuasai, Anis Ola—Koster  Paroki Singaraja diangkut keluar ruangan. Karena  melawan, ybs dievakuasi paksa  dan diserahkan ke Ikatan Keluarga Besar Ende Lio (Wuamesu) Denpasar Bali yang langsung mengantarnya ke Denpasar.
8. Beberapa menit kemudian, giliran Rm. Yohanes Tanumiarja dievakuasi keluar dari kamarnya dan diserahkan
ke keluarga yang telah menunggunya untuk diantar ke Tuka, Badung. Rm. Yan Tanu pun melawan, namun tetap dipaksa masuk ke kendaraan yang telah disiapkan oleh keluarga.  Bahkan room sempat berteriak dan menolak masuk ke dalam
mobil.
9. Sebelumnya, ajudan Rm. Yan Tanu juga diambil paksa tanpa perlawanan dan diserahkan ke keluarga besar
Manggarai. Selanjutnya, seluruh penghuni di sekitar gereja, dan pastoran diminta untuk keluar semua, karena
ruangan akan dibersihkan untuk persiapan pastor paroki baru. Setelah itu, semua umat membersihkan semua yang ada di gereja dan pastoran.
10. Hanya dalam waktu satu jam, lima belas menit gereja dikuasai. Setelah itu, pada pukul 12.30 wita diadakan
perayaan ekaristi yang dipimpin oleh Pastor Paroki Singaraja yang baru Rm. Handrianto Pr dan didampingi 9
imam dari Keuskupan Denpasar..

My Friends… peristiwa 24 Agustus 2010 (kemarin) memang, banyak yang menafsirkan dan memberi pandangan yang berbeda-beda termasuk “sesama bis kota “. Tapi inilah hasil rekaman SJKB yang bisa kami bagikan ke teman-teman untuk dijadikan informasi tambahan seputar aksi yang dilakukan kemarin. Namun, yang terpenting dari semua itu
adalah momentum 24 Agustus, kado terindah bagi Keuskupan Denpasar yang pada bulan September nanti berusia 75
tahun.

salam dari negeri sejuta dewa

Solidaritas Jurnalis Katolik Bali (SJKB)

Emanuel Dewata Oja ——-Ketua

Agustinus Apollo——Sekretaris

58 Tanggapan

  1. Sangat disayangkan, masa yang katanya melakukan pengambil-alihan secara damai itu membawa pentung, besi, dan lain2 dan dengan beringas menghancurkan rumah tinggal (dinas romo), pendopo dan rumah koster, sampai mecederai anak kecil. selain itu juga memukuli wanita2 dan mengainaya seorang umat katolik singaraja (theo), yang tidak mungkin melakukan perlawanan seorang diri terhadap masa yang sudah beringas.

    • Baiklah dari semua peristiwa itu, keta masing-masingn berefleksi bukan mencari mana yang benar-mana yang salah. Tapi lebih berefleksi untuk ke depan kit sebagai umat katolik, kita sebagai anggota gereja katolik. TIRULAHN TELADAN YESUS, MAKA SEMUA ITU TIDAK PERLU TERJADI.
      TERIMAKASIH.

  2. Maka Yesus berpaling dan berkata kepada Petrus:”Enyahlah Iblis.Engkau batu sandungan bagiKu, sebab engkau bukan memikirkan apa yang dipikirkan Allah, melainkan apa yang dipikirkan manusia.” (Mat 16:23).

    Kalau anda memang Katolik, tentulah lebih percaya dengan cara-cara Yesus daripada cara-cara Parisi.
    Cara Tuhan Yesus adalah lembah lembut, jauh dari kekerasan, bukan seperti cara-cara Kaum Parisi yang menghasut massa untuk menganiaya Yesus!

    Semoga Tuhan mengampuni kita semua!!

    Yang jelas anda telah mencoreng Katolik, mencoreng Singaraja dan mencoreng Bali.

    • Memang kejadian ini mencoreng semuanya…
      Tetapi tidakkah anda berfikir, selama ini pihak Rm. Yan telah mencoreng kesucian sakramen… karena beliau sudah dicabut yuridiksinya… jadi semua sakramen yang beliau pimpin sudah tidak sah lagi…
      Apakah itu tidak mencoreng iman kita???
      Bayangkanlah, selama ini sebagian saudara” kita umat Katolik di Singaraja mendapat pelayanan dari orang yang sudah tidak berhak lagi…

      • @Nana: Bagaimana anda dapat mengatakan sakramen Rm Yan Tidak sah?
        Setahu saya sakramen imamat bersifat tetap.
        Romo Yan sudah diurapi, maka ia sebagai Imam. Apakah kalau SVD sudah memecat, Keuskupan Denpasar sudah memecat, keimamannya sudah sirna?
        Tidak, keimaman beliau tidak sirna, apakah uskup sudah mengadakan upacara khusus untuk mencabut keimamannya, seperti ketika Romo Yan dilantik sebagai imam?
        Bagimana bisa, Roh yang mengurapi Romo Yans ketika menerima sakramen imamat, otomatis keluar dari dirinya, karena tanda tangan seorang manusia ??

        Anda naif, hasutan sudah memerangkap anda…

        semoga Tuhan mengampuni kita…

  3. Tahun lalu, di akhir September 2009 saya punya kesempatan untuk ikut misa di gereja Santo Paulus yang terletak di Jln. Kartini Singaraja. Ada kesan tidak ada disiplin untuk acara misa tsb, apalagi kalau bicara soal suasana khidmat selama misa. Saya selalu ikut misa selama saya melakukan perjalanan2 dinas, hanya saja pengalaman di Singaraja ini cukup membekas. Aneh! Tony Unandar – Jakarta

  4. Kalo ga tau permasalahan dan kronologis yg sebenarnya, ga usah berkomentar…
    Tidak ada wanita yg dipukuli…
    Klo anak terluka karena disuruh keluar ga mau, makanya kena pecahan kaca…
    Klo mau berkomentar, tlg pelajari sejarah permasalahan yg telah terjadi selama hampir 15 th…
    Trims…

  5. Saya umat Katolik malu mendengar ini,,sangat memalukan,,,seperti gereja gak punya panutan,,,apa betul sampai mencederai nak kecil ,wanita dsbnya,,memalukan,,,memalukan,,,,untuk Rm Yans, juga salah sudah habis waktunya ga mau lengser,,untuk Rm Paroki yg baru kalo sampai premanisme ya memalukan,,,achhh,,bener kata Yesus ,jangan meniru tingkah kaum ahli Taurat ,tapi dengarkan perkataan/kotbah mereka tentang Tuhan.

  6. Sy mendukung pengambilahan gereja singaraja oleh keuskupan, apa jadinya gereja katolik kl romo paroki tdk taat dg hirarki gereja?!

    • Anda mendukung premanisme di Gereja Katolik? anda Katolik? anda preman ? Kalau Romo Yans bersikukuh, tentu karena ada yang diperjuangkan. Taat Hirarki benar, taat hatinurani/kebenaran juga benar, bukan?
      Seperti Tuhan Yesus, kepada Siapakah Dia taat, sehingga harus di salib? Kepada Agama yahudi-Nya?
      Biarkan waktu yang membuktikan! pohon yang baik, buahnya baik. Pohon yang buruk buahnya juga buruk.
      Jadi terlalu dini untuk masalah dukung-dukungan.

  7. Saya adalah umat Katolik di Yogyakarta, melihat tayangan TV nasional, Metro TV dan TV one. betapa sedih aku melihat peristiwa itu lewat layar kaca. Mengapa???? karena dalam tayangan itu yang ditonjolkan koq tindakan kekerasannya yang dilakukan oleh saudara2 dari Keuskupan Denpasar. Memang tayangan kekerasan itu yang sedang laku di TV-TV negara kita, sehingga seolah telah terjadi perang besar antar umat katolik di Bali.
    Membaca kronologi diatas sebenarnya menurut ku tidak perlu dengan membawa masa dari Denpasar, dapat dengan cara lebih terhormat.
    Yang saya ingin tahu apakah Rm.Handriyanto Wijaya,Pr itu temanku waktu beliau di Kolese St.Ignatius Yogyakarta, kalau ya mestinya dia tahu cara2 yang lebih baik dan tertutup dalam kalangan sendiri umat Kaltolik untuk menyelesaikan masalah Pastor Paroki yang “mbalelo” tersebut.
    Selamat berjuang Rm.Handri, semoga Romo dapat memulihkan keadaan membangun Paroki St.Paulus Buleleng dengan dasar Persaudaraan Sejati.

    Salam kami
    Semoga Tuhan Memberkati, “BERKAH DALEM”
    Waldji

  8. Untuk bpk Waldji, perlu anda ketahui bahwa upaya pendekatan dialogis sdh berulang kali dilakukan, bahkan dua Uskup terdahulu dan Uskup skarang sdh menawari utk tgs belajar atau pindah ke PR, dan ini sdh berjalan 14 thn. Utk lebih jelasnya bisa hub Pusat Pastoral Keuskupan Denpasar, jd jangan hanya lihat permukaannya utk berkomentar, pelajari sejarah dan akar masalahnmya

  9. inikah ajaran Yesus apabila ada seseorang yang berdosa di antara kita?
    Perbuatan ini sangat memalukan, apalagi otak dibalik semua ini Keuskupan Denpasar. Sungguh menyedihkan…

    semoga masalah ini dapat diselesaikan tetapi dengan jalan yang damai
    GBU

  10. MEMALUKAN !!! Uskup dan pembantu2nya dan tetek2 bengeknya MEMALUKAN !!!
    Tapi HEBAT, mereka puas kan sekarang … Sudah dengan gagah perkasa merasa menang. Menang dengan cara “efektif” menurut mereka. Tapi tetap saja MEMALUKAN !!!

  11. Tadi siang DPSI ST PETRUS MELA daerah Sibolga Sumatera Utara menyesalkan kejadian di Bali itu. Seperti merebut kekuasaan saja, dan itu amat memalukan terjadi di tubuh Gembala atau Imam. Sangat kecewa…

  12. Salam Damai Kristus,

    Saya tahu adanya kejadian di atas hanya dari teman gereja yang katanya sempat melihat dari tayangan televisi. Secara pribadi saya prihatin dan menyayangkan peristiwa tersebut. Yang saya tahu dan yakini: ketika Yesus meminta agar Petrus menyarungkan pedangnya ….(Mat 26:52), semestinya sejak saat itu dan sampai kapanpun tidak perlu lagi ada cara-cara yang bisa mengakibatkan kekerasan dalam menyelesaikan setiap masalah, semoga.

    Semoga damai sejahtera Tuhan Yesus selalu tinggal di hati kita.

    alex

    • Terima kasih buat yang telah memberikan komentar. Kami hanya mohon doa untuk persatuan umat katolik di Singaraja. Semoga dengan Kuasa Allah, serta Roh Kudus, Roh Pemersatu, kami umat Katolik di Singaraja dapat merangkul dan mempersatukan saudara-saudara kami seiman, yang telah tercerai berai selama 14 tahun

      • Saya setuju sekali……, tidak perlu lagi ada rasa permusuhan, dendam atau sakit hati, kini merupakan saat yang tepat untuk mempraktekkan keberanian kita sebagai orang Katolik untuk saling mengampuni, saling memahami dan mengecap buah-buah Roh (Gal 5:22) serta menghindari roh pemecah yang sangat tidak perlu. Ajaran kasih Tuhan Yesus akan menjadi sia-sia kalau kita sbg murid2Nya tidak pandai mempraktekkannya. Semoga Tuhan Yesus mengampuni ketidaktaatan, keangkuhan, kesombongan dan dosa kita.

        Salam doa dan kasih.

      • melihat kelakuan umat yg merasa menang, rasanya sulit tuk menyatukan Umat katholik Buleleng. bagaimana tidak ??? setelah kejadian yg menyedihkan, mrk malah berpesta dan makan2. ini sungguh mengenaskan.
        dah gitu bangga akan perebutan sebuah “bangunan” dengan kekerasan. seolah olah hal itu menjadi sebuah kemenangan. padahal hal ini merupakan kekalahan umat Katholik Buleleng.

        Konsolidasi ???? konsolidasi apa???? yg ada justru akan terjadi bibit2 perpecahan lagi.

      • @kurkur terimakasih atas kado kekerasan, untuk sebuah HUT keuskupan.
        Doa macam apa yang pantas untuk sekelompok umat yang tegar tengkuk? berpikir dan berucap Roh Kudus, tetapi membenarkan kekerasan sebagai manifestasi sikap.
        Menyedihkan…
        Iman tanpa perbuatan itu mati. ( St. Yakobus).

      • @ Saudara TPS: Kejadian tgl 24 Agustus 2010, sudah berlalu. Tidak perlu dibesar-besarkan. Kalau memang anda “punya niat yang baik” untuk persatuan umat Katolik di Singaraja, berdoalah dan berusahalah untuk menyatukan umat Katolik di Singaraja. Tapi kalau anda “tidak punya niat yang baik”, hanya Tuhan yang tahu apa yang akan anda lakukan buat umat Katolik di Singaraja.

        “”Lebih baik anda berdoa, intropeksi diri, dan berusaha untuk persatuan umat Katolik di Singaraja, daripada anda memberikan komentar-komentar yang ‘tidak penting dan tidak bermutu’ di website ini”.
        Thx.

        GBU

  13. Kekerasan itu tidak akan terjadi seandainya pihak Rm. Yan bersedia pindah secara baik”…
    Proses mediasi agar permasalahan berakhir damai selalu dilakukan oleh Bp. Uskup…
    Segala macam alternatif sudah ditawarkan oleh Bp. Uskup, tetapi semuanya ditolak…
    Kenapa???
    Setahu saya, sebagai umat yang mengaku Katolik harus mentaati hierarki gereja…

    • @Anda ternyata penyuka kekerasan dan kedisiplinan, bukannya Cinta Kasih dan kelembutan.

      Kalau seandainya Pihak Rm Yan ‘Si Jahat’, berarti anda memdukung menghilangkan kejahatan dengan kejahatan. Tuhan Yesus pernah menasehati, jika itu yang dilakukan, maka kejahatan kelompok anda, tentu lebih besar. Karena kejahatan yang lebih besarlah yang dapat mengalahkan kejahatan. Kejahatan harusnya dikalahkan dengan kebaikan!!!

      Lebih Parah lagi jika Dimata Tuhan pihak Rm. Yan, Benar. Maka Premanisme yang dilakukan sungguh sebuah kejahatan!

      Tidak Lihatkah anda ‘Tanda-tanda Tuhan’ pada kasus ini? Lihat, sepanjang persoalan ini tak terselesaikan, berapa jiwa yang dipanggil Tuhan ?
      2 Uskup, beberapa tokoh yang melawan Rm .Yan, dari pihak SVD, saya belum tahu… Tapi lihat, lihatlah ‘Tanda Tuhan itu’.

      Rm.Yan bertahan karena persoalan pokok belum terselesaikan dengan baik.

      Semoga Tuhan mengampuni kita.

      Oh ya, setahu saya sakramen imamat itu bersifat tetap.

      • Cinta Kasih dan Kelembutan sudah ditunjukkan oleh Bapak Uskup kepada Bapak Yan. Bahkan Bapak Uskup menawari Bpk. Yan untuk menjadi seorang Imam Diosesan, agar imamatnya “”terselamatkan” Tapi apa yang didapat oleh Bapak Uskup??? Tak ada tanggapan yang baik dr pihak Bpk. Yan. Yang adalah malah pemutarbalikkan fakta di media. Bahkan ketika Bapak Uskup mengunjungi Bpk. Yan, Bapak Uskup malah dicaci maki. Tapi apa yang dilakukan Bapak Uskup?? Beliau malah diam saja..

        Oya, saya menegaskan kata ”romo” bukan berarti ”Pastor”. Romo = Bapak/Ayah.

        Kalau memang Bpk. Yan bertahan karena persoalan pokok belum selesai, tapi mengapa ketika pihak Keuskupan Denpasar datang dengan maksud baik, Bapak Yan malah bersembunyi??? Bahkan pihak Bapak Yan malah menutup pintu gerbang gereja. Harusnya seorang “tamu” yang datang, sambutlah dengan sikap yang ‘baik’ pula. Sehingga kejadian tgl 24 Agustus 2010, tidak sampai terjadi seperti itu.

        Hati-hati menggunakan kata “Tanda – Tanda Tuhan”. Anda bukan Tuhan, malaikat pun bukan. GBU…

  14. @kurkur, maaf saya menyinggung anda, ini saya copy sebuah posting dari situs lain, yang kebetulan saya temukan, yang berasal dari perunding Rm Yan

    By: francelino on February 20, 2010
    at 10:14 am Kita semua dukung berbagai upaya yang dilakukan berbagai pihak untuk menyatukan domba-domba yang tercerai berai, asalkanya upaya itu karena kehendak Tuhan bukan kehendak manusia yang hanya untuk menyenangkan Uskup. Karena saya sendiri terlibat dalam perundingan (istilah politik) perdamaian langsung dengan bapak uskup, dan saya sendiri berulangkali menawarkan beberapa alternatif penyelesaian sesuai ajaran Katolik yakni kasih, namun justru disambut negatif oleh beliau. Tapi saya tidak pernah putus asa karena suatu saat pasti akan ada titik terang dari Kristus untuk mengakhiri arongansi kemanusiaan yang didadulukan pimpinan Katolik di Bali dalam menyelesaikan perbedaan ini. Saya pun tetap berdoa bagi semua pihak agar segera bertobat sehingga perbedaan ini bisa segera diakhiri. Amin

    • @ saudara TPS:

      Saya tidak tersinggung oleh apa yang saudara komentari. Saya hanya bersimpati oleh usaha-usaha Bapak Uskup, (baik itu Bapak Uskup Vitalis, Bapak Uskup Bria, dan juga Bapak Uskup Silvester San), yang tidak dihargai oleh pihak Bapak Yan Tanu. Saya katakan ini, karena sangat tidaklah mungkin seorang Uskup memberi saran yang tidak baik kepada bawahannya, dalam hal ini para pastor.

      Ada baiknya kalau kita mengutip postingan, kita mengerti latar belakang masalah yang sedang dihadapi serta latar belakang “orang yang memberi postingan”, apakah “orang itu telah berkata ‘benar’, atau hanya mencari “pembenaran diri”. Karena apapun yang kita pikir baik, belum tentu benar adanya.

      Saya juga bersimpati kepada orang-orang yang tidak mengerti masalah, namun telah terprovokasi/ terpengaruh oleh pihak-pihak yang tidak benar, pihak-pihak yang tidak mengerti pokok permasalahan yang terjadi di gereja Katolik Singaraja.

      Seperti yang telah dikatakan oleh Bapak Uskup, pada tanggal 17 Oktober 2010, di Gereja Santo Paulus Singaraja, bahwa “dalam permasalahan ini tidak ada yang menang dan tidak ada yang kalah”. Saya pun bisa berkesimpulan bahwa “Apa yang telah dilakukan oleh Keuskupan Denpasar adalah untuk ‘kebaikan seluruh umat Katolik di Singaraja”. Memang ada umat yang masih terluka hatinya, dengan kejadian ini. Tapi, kalau pihak Keuskupan tidak melakukan ini, saya tidak tahu, mungkin saja gereja Katolik di Singaraja, akan menjadi gereja yang non-Kudus, non-Katolik, dan non-Apostolik. Saya yakin, Bapak Uskup juga meminta campur tangan Tuhan untuk menyelesaikan masalah ini.

      Oleh sebab itu, saya mengajak saudara-saudara siapapun itu, termasuk saudara TPS, dengan rendah hati bersama-sama berdoa dan mengajak umat Katolik di Singaraja, yang masih terluka hatinya, agar kembali mengikuti Misa Kudus dan mendengarkan firman-firman Tuhan di Gereja Katolik Santo Paulus Singaraja, yang telah “diberkati ulang” oleh Bapak Uskup Silvester San pada tanggal 17 Oktober 2010.

      Amin.
      Tuhan selalu menyertai Umat Katolik di Singaraja.

  15. Dua bulan sudah kasus penyerbuan gereja katolik singaraja terjadi ttp dampaknya masih terasa sampai sekarang. Orang masih belum percaya kenapa hal itu bisa terjadi padahal saat kejadian banyak pastor2 hadir disitu? Selama ini yang dibilang kasih itu mana? Ataukah itu hanya kemunafikan saja?
    Dua bulan sudah berlalu umat yang merasa gerejanya diserbu ingin mendapat penjelasan tentang benda2 yang ada digerja saat penyerbuan itu ttp sampai sekarang seolah-olah tidak ada apa2 dan tidak ada yang bertanggung jawab. Karena disitu ada benda2 pribadi yangdipinjamkan kegereja atau hadiah2 dari umat yang diberikan untuk romo pribadi semua lenyap tanpa bekas juga uang2 pribadi romo juga lenyap. mungkin sudah masuk kantong pribadi2.
    Kita jadi bertanya=tanya apakah penyerbuan ke gereja singaraja itu untuk menggeser romo yan ataukah suatu perampokan dan penjarahan. Kalau perampokan dan penjarahan ini adalah tindakan kriminal maka pemimpin2nya harus dimasukkan kepenjara. Sebetulnya bukan sikap romo yan yang mempermalukan gereja tetapi sikap tindakan pemimpin gereja inilah yang bikin malu gereja katolik bali.
    Mari kita merenung apakah memang dibenarkan tindakan kekerasan dalam agama katolik dengan alasan apapun? Apakah mungkin karena ketidaktahuan kita tentang ajaran agama katolik sehingga kita menddukung tindakan kekerasan itu?
    Romo yan walaupun dianggap tidak sah beliau selalu menekankan umatnya untuk membaca kitab suci karena disana kita akan menemukan firman Tuhan.
    Mari umat katolik di bali kita kembali keajaran Tuhan , kita percaya Tuhan yang memilih paus dan uskup2 dan beliau2 ini harus taat kepada yang memilih mereka. Paus dan uskup harus taat kepada Tuhan apalagi kita umatnya. Amin

    • @Saudara PM: Lebih baik anda bertanya kepada pihak Keuskupan Denpasar, sebelum anda memberikan postingan di website ini. Anda akan mendapatkan informasi sejelas-jelasnya tentang kejadian 2 bulan yang lalu serta kejadian 14 tahun yang lalu. Masih ada pastor-pastor yang mau memberikan kesaksian tentang kejadian tanggal 22 Desember 1996.

      Tidaklah baik kalau kita hanya berasumsi saja kepada apa yang telah kita lihat, tapi tidak kita alami sendiri.
      GBU…

  16. Maaf mas kurkur saya ini orang singaraja. Saya sengaja dua bulan tidak berkomentar karena saya percaya uskup akan punya niat baik membangun singaraja. tetapi kenyataannya yangsaya lihat hanya kekuasaan dan kesombongan.
    Mungkin kalian berpikir romo yan dan umatnya bukan orang katolik dan bukan juga manusia sehingga bisa diperlakukan seenaknya. Setelah kejadian itu begitu enteng anda mengatakan lupakan dan mari kita bangun singaraja tanpa memikirkan perasaan mereka.

    Saya tidak perlu bertanya kepada uskup atau pastor2 tentang kejadian 24 agustus atau kejadian th 1996 karena saya masuk singaraja th 1994 jadi saya lebih banyak tahu. Sebetulnya anda yang perlu mencari informasi yang lain jangan hanya sepihak saja dengan demikian kesimpulan anda akan lebih objektif.
    Mari sebagai orang katolik kita selalu mengedepankan kejujuran apalagi dalam urusan gereja. Dalam urusan gereja saja kita berani tidak jujur apalagi kalau diluar gereja. Seperti apa sebenarnya moral kita.

    Sebagai umat romo yan sebetulnya tidak ada niat kita ingin mempertahankan romo yan selamanya di singaraja. Yang kita inginkan adalah penyelesaian masalah ini dengan damai dan kasih tanpa harus ada yang jadi korban karena kasus ini bukan hanya kesalahan romo yan tapi juga kesalahan umat terutama yang membenci romo yan dan juga kesalahan keuskiupan.

    Mungkin anda bertanya kenapa penyerbuan kesingaraja itu suatu perampokan atau penjarahan dan ini tindakan kekuasaan dan kesombongan?
    1. Kalau memang penyerbuan itu adalah niat baik seharusnya setelah itu ddilakukan inventarisasi benda2 yang ada disana mana milik gereja mana milik pribadi termasuk uang2.Yang milik pribadi harus dikembalikan secara utuh kepada pemiliknya. Namun kenyataannya sampai sekarang banyak yangbelum dikembalikan kepada pemiliknya Apakah romo yan tidak boleh memiliki uang pribadi atau benda2 hadiah dari umatnya ataukah karena romo yan dianggap kalah lalu semuanya boleh dirampas?
    2. Kalau uskup memang benar ingin dan bukan untuk mencari pembenaran diri saja membangun singaraja seharusnya ditempatkan pastor yang tidak terlibat kasus singaraja sehingga diterima semua pihak. Dengan menempatkan pastor yang sebagai komandan penyerbuan bukankah ini artinya ada yang menang dan ada yang kalah, Kami bukan membenci pastornya tapi kami membenci perbuatannya.

    Maaf mas kurkur saya orang bali yangkatolik tidak rela geraja katolik yang dirintis oleh orangtua2 kami dulu dengan kasih menjadi gereja katolik dengan penuh kekerasan dan kekuasaan.
    Saya berharap mas kurkur mau membaca kitab suci sehingga mengetahui ajaran agama kita yang sebenarnya dan dapatkalah firman Tuhan disitu. Amin

    • @saudara PM: Saya rasa tidak ada yang harus diperjelas lagi dari kasus ini. Berbagai upaya telah dilakukan oleh para Uskup (baik itu Uskup Vitalis, Uskup Bria, dan juga Uskup San) untuk berdialog dengan Bapak Yan. Namun tak ada hasilnya. Bahkan petinggi SVD pun pernah berdialog dengan Bapak Yan, tapi hasilnya pun tak ada (rasanya tak pantas untuk diungkapkan di wall ini). Saya pun menyayangkan atas sikap Bapak Yan yang menolak saran-saran baik yang dilakukan oleha para petingginya. Mungkin kalau Bapak Yan menerima saran Pemimpini SVD serta Bapak Uskup San, kejadian 24 Agustus 2010, “tidak akan” pernah terjadi. Kesabaran manusia ada batasnya. Demikian juga halnya pada Bapak Uskup. Saya yakin, kejadian kemarin juga tidak akan terjadi kalau pintu gerbang gereja tidak ditutup, dan pihak bapak Yan mau menerima kedatangan rombongan Keuskupan Dps.

      Saudara PM, saya juga orang Singaraja. Saya lahir dan besar di Singaraja. Saya tahu sejak kapan “Romo Yan” bertugas di Singaraja.. Saya pun, pernah dekat dan sempat kagum dengan “Romo Yan”… Namun, segalanya berubah, sejak Romo Yan tidak bisa memposisikan dirinya sbg seorang pastor yang setia dengan “kaul kekal”nya. Tp sudahlah Saudara PM, rasanya tdk etis klo “hal -hal itu” diungkit lagi….

      Saudara PM, anda bisa mengusulkan dan berbicara langsung kepada DPP Santo Paulus Singaraja (yang sah) untuk melakukan invetarisasi terhadap barang-barang gereja yang ada sekarang. Tidak perlu canggung dan takut
      kepada mereka. Karena setahu saya, mereka cukup terbuka untuk menerima masukan dari umat.
      Saya mengerti perasaan anda. Tidak hanya anda yang terluka dengan kejadian ini.. Saya pun merasakan kesedihan saudara-saudara umat katolik, yang masih canggung dan takut untuk pergi misa di gereja katolik
      singaraja. Itulah tugas yang harus kita kerjakan sebagai umat katolik singaraja yaitu aktif berdoa dan mengajak umat katolik singaraja untuk pergi berdoa dan misa di gereja. Amin

  17. Sdr2 umat katolik yang cinta kekerasan yg saya hormati. Tuhan mengajarkan bila pipi kirimu dipukul berilah juga yang kanan dan tidak pernah Tuhan mengajarkan hukum sebab akibat.
    Kalau membaca pernyataan2 anda sepertinya gereja katolik di bali ini bukan lagi suatu organisasi keagamaan karena tidak sesuai lagi dengan norma2 agama katolik. tetapi kelihatannya merupakan organisasi yang condong mengedepankan kekuasaan dan kekerasan.
    Mungkin sdr kurkur berpikir saya dan banyak teman2 lain . tidak kegereja karena takut. Kami tidak takut. Kami tidak ke gereja karena apa yang kami cari disana sudah tidak ada yaitu Tuhan. Bagaiman Tuhan bisa hadir kalau yang memimpin adalah orang yang mengkhianati ajaran Tuhan.
    Perlu saya ingatkan sdr bahwa dasar dari agama kita adalah hukum kasih yg diajarkan oleh Tuhan dan terdiri dari dua hukum utama yaitu :
    HUKUM UTAMA PERTAMA; Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, jiwamu dan pekiranmu
    HUKUM UTAMA KEDUA; kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri. (pernahkah anda berpikir kalau seandainya anda diperlakukan seperti yang diperlakukan terhadap rm yan, kira2 bagaiman perasaan anda. Uskuip pernah bilang sekali dia romo/pastor dia tetap romo/pastor).
    Kalau ada orang mengatakan dia mengasihi Tuhan tetapi tindakannya tidak mengasihi sesama itu namanya munafik.
    Yudas iskariot telah mengkhianati Tuhan dan menyesali tindakannya dengan menggantung diri supaya tidak menjadi contoh yang tidak baik bagi pengikut2 Tuhan. Bagaimana dengan pemimpin2 gereja yang sudah mengkhianati ajaran Tuhan apakah tidak seharusnya mengikuti jejak Yudas supaya tidak menjadi contoh yang tidak baik bagi umat2
    Mungkin cara pandang kami dan sdr kur kur tentang pergi ke gereja agak berbeda. Sdr menganggap itu tugas dengan tidak melihat apakah Tuhan hadir atau tidak sedangkan bagi kami Tuhan akan hadir bila dipimpin oleh orang yang pantas dan itu adalah kewajiban kami untuk kegereja . tetapi kalau tidak untuk apa kami kegereja. Itu hanya sia2 saja
    Kami bukan takut atau canggung kegererja tetapi kami hanya mengukur kepantasan sesuai dengan ajaran agama Katolik. Bila sudah pantas kami pasti akan kegereja. Jangan mengukur kepantasan itu dengan kekuasaan
    Pernahkah anda dengar komentar orang2 non katolik tentang kasus singaraja ” MEREKA SELALU BICARA SOAL KASIH…KASIH TETAPI PENDETA MEREKA SENDIRI MEREKA SERET KELUAR GEREJA DIHADAPAN PENDETA2 YANG LAIN. APAKAH ITU YANG MEREKA SEBUT KASIH . SEDANGKAN KITA SENDIRI TIDAK BERANI BERBUAT SEPERTI ITU THD PENDETA KITA”
    Apa kometar orang2 katolik ‘ SUDAH PANTAS DIPERLAKUKAN SEPERTI ITU KARENA TIDAK TAAT KEPADA USKUP’
    Apa yang bisa kita simpulkan dari dua fenomena ini yatiu:
    1. Bahwa orang non katolik sebetulnya lebih mengetahui soal mengasihi sesama ketimbang dengan katolik
    2. Ternyata banyak orang2 katolik yang sebetulnya tidak mengetahui ajaran agamanya dengan benar.
    Sebagai contoh seorang pastor di denpasar mengatakan bahwa orang2 yang menyerbu ke singaraja bukan preman tetapi umat keuskupan denpasar. Sekarang timbul suatu pertanyaan kenapa umat keuskupan denpasar bersikap brutal seperti itu dan tidak punya rasa perikemanusiaan, Apakah mereka tidak dibina dan diajarkan tentang ajaran agama mereka yang benar oleh pemimpin2 mereka? Atau seperti pepatah mengatakan murid kencing berlari karena guru kencing berdiri.
    Saya senang anda adalah orang singaraja tapi saya ingatkan anda supaya berkata jujur. Jangan mencari pembenaran dibawah kekuasaan uskup tapi carilah pembenaran dibawah kekuasaan Tuhan karena itu sifatnya abadi
    Semua orang mengedepankan ketaatan kepada uskup dan tidak taat kepada Tuhan dengan mengabaikan ajarannya. Mari kita renungkan apakah sikap kita ini benar.GBU

    • Jujur itu memang menyakitkan. Tapi, apa yang saya katakan itu, adalah apa yang telah saya alami dan apa adanya.
      Seandainya saya menjadi “romo yan”, saya akan berusaha : menjaga nama baik dan harga diri saya, mempertahankan imamat saya, selalu mengingat janji2 saya sebagai seorang pastor, setia pada “kaul kekal” saya, sehingga kejadian buruk itu tidak menimpa saya.

      Seandainya, anda berada di posisi Bapak Uskup, apa yang anda lakukan jika menghadapi seorang pastor, seperti “romo yan”?

      Seadainya, anda memiliki seorang anak, dan anda mengasihi dan mencintai anak anda dengan memberi segala apa yang “diinginkan”, sampai anda sendiri tak bisa mengontrol keinginannya, dan anak anda pun mulai meremehkan anda.. “Ah, toh papa saya juga akan memberikannya…” . Apa yang anda lakukansebagai orang tua?

      Tuhan Yesus saja pernah marah karena rumah Bapanya digunakan sebagai tempat berjualan.

      Kasih itu memang sabar, murah hati, penyayang, namun kasih juga memerlukan ketegasan.

      Saya rasa Bapak Uskup tidak menunjukkan kekuasaannya, tapi Bapak Uskup menunjukkan “ketegasannya”.
      Semoga tidak ada lagi romo yan – romo yan yang lain di gereja katolik keusukupan denpasar ini. Amin

      God Bless Us..

  18. Salam Krisrus
    Kami umat katolik pengikut Kristus yang selama ini adalah umat romo yan selalu diam dan tidak pernah menjawab semua isu2 miring tentang romo yan. Bukan kami takut atau memang itu benar tetapi memang kami sengaja untuk tidak memperkeruh suasana dan supaya suasana tenang sehingga kita bisa menggunakan akal sehat kita.
    Saya akan mejawab isu2 ini dan sayapun tidak mengharuskan anda percaya tapi saya minta anda
    menggunakan akal sehat anda untuk menganalisa nya dan bisa memberikan penilaian yang objektif.

    1. Tindakan kekerasan dilakukan karena pintu gerbang ditutup.
    Saya kira ada etika sopan satum dalam bertamu karena disitu ada penghuninya.
    Anda tidak pernah memberitahu sebelumnya ke gereja akan kedatangan anda dan tujuan anda datang. Tiba2 anda datang berduyun-duyun siapa tidak takut. Lalu gerbang ditutup oleh penghuninya karena kawatir terjadi apa2 apakah itu salah? Tetapi anda dobrak pintu karena alasan pintu ditutup oleh penghuninya apakah tindakan anda sebagai tamu itu benar?
    Mari kita nilai secara objektif apakah tindakan anda itu benar dan jangan karena anda kuat dan kami lemah maka tindakan anda itu bisa dibenarkan. Jangan selalu mencari pembenar untuk tindak kekeraan anda

    2. Ditemukan sertifikat2 tanah waktu penjarahan.
    Memang ada satu sertifikat tanah gereja dan tiga sertifikat tanah di seririt seluas 29 are Tanah itu milik umat stasi seririt yang dipersiapkan untuk kapela.
    Mengenai romo yan punya rumah di singaraja saya katakan tidak ada. Barang siapa yang bisa menemukan rumah romo yan di singaraja saya akan bayar 25 juta rupiah. Ini taruhan saya.

    3. Ditemukan uang dikamar romo yan.
    Memang romo yan menyimpan uang dikamarnya dan dia sendiri tidak tahu jumlahnya tetapi cukup banyak.
    Uang itu terdiri dari uang kolekta, uang stipendium, uang honor sbagai dosen agama dan uang pemberian umatnya yang datang dari luar negeri yang berupa uang euro.
    Karena keuskupan tidak mengakui romo yan maka uang kolekta itu diberikan kepda romo untuk mengelolanya baik sebagai honornya dan keperluan2 lain dalam kegiatan menggereja.
    Ada beerapa alasan romo menyimpan uang di kamar:
    a. Karena trauma pernah sebelumnya uang yang ada di bank dibobol oleh umatnya.
    b, Sebetulnya uang bagi romo adalah nomer dua dan yang penting adalah pelayanannya kepada umat. Buktinya romo tidak tahu jumlah uangnya dan banyak ditemukan uang2 yang sudah tidak dipakai.ada dalam tumpukan uang itu. Ini menunjukkan bahwa romo tidak peduli dengan uang2nya
    c. Romo tahu karakter umat singaraja kalau melihat uang. Akan lebih baik bagi mereka tidak tahu ada uang sehingga mengurangi dosa.

    4. Ditemukan benda2 porno
    Sebagai umat kami tidak percaya atas fitnah ini dengan beberapa alasan yaitu
    a. Setiap malam pendopo pastoran tidak pernah sepi orang karena umat banyak yang kesana main pingpong atau main kartu dan pulang jam 10 atau 11 malam
    b. Mari kita analisa secara psikologi
    Seseorang yang jatuh cinta atau main perempuan pasti akan ada perubahan2 pada dirinya.
    Pertama adalah perubahan pada penampilannya. Orang tersebut akan lebih necis penampilannya, pakaiannya rapi dengan baju2 dan celana panjang yang bagus2, bau badannya akan lebih harum danmenggunakan fasilitas modern seperti HP.
    Kedua adalah perubahan dalam keuangan. Orang akan lebih menghitung uangnya dan mungkin akan lebih materialistis karena untuk itu pasti memerlukan uang yang cukuip banyak.
    Mari kita lihat pada diri romo yan. Penampilannya begitu2 saja sangat sederhana, dan mungkin tidak pernah pakai parfum. Soal keuangan , sama seperti yang saya jelaskan diatas dia tidak pernah menghitung uangnya.
    Mari kita nilai sesuai fakta2 diatas apa mungkin romo yan berbuat seperti itu

    5. Isu kalau koster membawakan perempuan.
    Koster itu punya istri dan anak remaja. Mari kita ukur dengan diri kita , apakah mungkin istri kita membiarkan kaumnya dilecehkan oleh suaminya. Saya kira dia akan dibunuh oleh anak dan istrinya.

    6. Ungkapan dimana hartanya disitu hatinya kenapa romo yan tidak mau pindah.
    Mari kita mulai dari awal. Sebetulnya romo yan bukan tidak mau pindah , dia mau pindah asal itu murni karena perintah uskup, jangan karena ada rekayasa umat maka dari itu dia ingin itu diselesaikan dulu sebelum dia pindah.
    Sudah juga saya jelaskan bagaimana pandangan romo yan terhadap uang , jadi bukan karena uang romo yan tidak mau pindah.
    Ini jawaban kami menanggapi isu2 dan fitnah2 thd romo yan. Semoga umat yang cinta damai dan benci kekerasan bisa menerima penjelasan saya ini dan bisa menilainya secara objektif dan kita tidak selamanya terendan dalam dosa2 fitnah yang dibuat oleh umat2 yang cinta kekerasan. Dan umat2 yang menebar fitnah belajarlah bicara jujur, takutlah kepada Tuhan , carilah pujian dari Tuhan karena sifatnya abadi sedangkan pujian dari manusia sifatnya hanya sementara. Dan bagi pemimpin gereja ajarilah kami kejujuran dan kerendahan hati bukan kesombongan dan kekuasaan, Amin

    • Tuhan Maha Tahu dan Tuhan Maha Bijaksana.
      Manusia hanya bisa berencana, namun Tuhanlah yang berkehendak.
      Sepintar apapun kita menyembunyikan sesuatu, baik ataupun tak baik, suatu saat pasti akan terkuak dengan Kuasa Tuhan.
      Dan kita pun tak tahu kapan itu terjadi.

      Jadi, renungkanlah apa yang telah terjadi selama ini di gereja katolik singaraja.

      Tuhan tahu mana yang benar dan mana yang tidak benar, karena kebenaran akan selalu menjadi yang terutama, meski sangat sulit untuk dipertahankan.

      Semoga Tuhan mengampuni semua dosa dan perbuatan tak baik yang pernah kita lakukan, baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan.

      JLUs…

      • sebenarnya apa sich yang dipertahankan ‘romo” atau bapak Yan Tanu di gereja Katolik Singaraja? Katanya transparan! Ungkapkan dengan jujur! ungkapkan apa sih masalahnya? siapa tahu ada yang bisa membantu. Masalah HAti? HArta? atau HArga diri…………….?

  19. Disaat mulai terdesak, tak bs berkutik dan merasa terancam. Kata2 cinta kasih, lemah lembut, ayat2 kitab suci mulai digunakan dan digaung2kn hny utk sbgi tameng. Lalu dmn aplikasi semua itu, disaat ketga bpk uskup kita menawarkan hal2 yg baik u kebaikan grja sgraja. Apakh dg menghina bpk uskup itu cinta kasih? Apakah dg menyewa 25 preman sidatapa dg upah 1jt perorg bkn suatu rencana kekerasan? Kekerasan yg trjad tgl 24 agsts bknlah tujuan, tp merupakan luapan kemarahan atas reaksi pembangkangan yg trjd saat itu. Jgn kitab suci dipakai u pembenaran diri. Kalau ingin mencr jejak kebenaran, ungkapkan semua kronolgs kejadian dg jujur, jgn ada yg ditutupi. Ungkaplah kebenaran dg logika. Bukan krn takut dan merasa saudara. Ingat! Tak ada pastur yg menjalani imamatny, hny u menjaga ASET yg gak jelas dan membangkang terhdp hirarki, apalag menganggap diri spt Yesus. Benar2 menyesatkan!

  20. Saudaraku sdr kur kur
    Memang sifat manusia akan selalu mencari pembenaran atas segala tindakan salahnya akhirnya dia akan terjebak dengan kesalahan yang sama . Seandainya dia jujur mengakuinya maka dia akan bisa berubah kearah yang lebih baik

    Saudaraku menanyakan kalau saya dalam posisi bapak uskup
    Waktu masih kecil asya ingin sekali menjadi pastor dan dimata saya seorang uskup adalah orang suci yang sangat bijaksana penuh kasih dan dikagumi semua orang karena dia membuat semua orang bahagia. Seandainya saya uskup karena profesi saya sebagai orang yang bertugas menuntun jalan umat manusia supaya berjalan dalam jalan Tuhan sehingga mereka mendapatkan kebahagian di dunia dan diakhirat maka saya akan berbuat seperti apa yang saya bayangkan waktu kecil Akan sangat bahagia rasanya dicintai semua orang.
    Sebagai uskup saya punya wibawa yang besar, kuasa dan kasih yang besar yang bisa saya berikan kepada siapapun. Kenapa saya harus mempersoalkan hal2 yang kecil semacam yuridiksi kalau saya punya kuasa untuk memberikan atau mencabutnya? Kenapa karena soal yuridiksi ini saja saya membuat orang lain menderita dengan alasan hukum gereja tetapi justru saya melanggar hukum Tuhan?
    Sebagai pemimpin gereja saya akan mengelola keuskupan ini secara profesional yang akan menghasilkan produk2 bukan barang atau jasa tetapi umat2 dengan kwalitas yang baik , bukan seperti sekarang ini.
    Tentang romo yan saya sebagai profesional justru melihat dia sebagai petugas lapangan yang andal dan sudah teruji dilapangan. Dengan yuridiksi yang sudah dicabut dan fitnah2 tentang dia tetapi dia tetap mempunyai umat yang banyak. Ini membuktikan bahwa sebetulnya dia adalah pastor yang baik. kalau dia tidak baik umat2 pasti akan meninggalkan dia. Kalau dalam perusahan dia ini sebetulnya merupakasn aset yang sangat berharga. Kalau saya uskup saya akan mencari romo yan -romo yan yang lain yang sudah teruji dilapangan sebagai pastor yang baik.

    Sdr kur kur menyinggung soal sikap tegas uskup.
    Sikap tegas itu baik tetapi sikap tegas itu tidak identik dengan kekerasan dan tergantung dimana posisi kita. sebagai contoh.
    Sebagai pemimpin teroris dia akan bersikap tegas menegakkan hukum kekerasan. Kalau tiba2 dia jadi pemaaf anak buahnya pasti curiga dan akan menghukum dia dengan menembak kepalanya.
    Sebagai pemimpin KPK dia akan bersikap tegas menegakkan hukum anti koropsi. Tetapi kalau dia melanggar hukum ini pasti dia akan dipecat.
    Nah kalau dia sebagai pemimpin agama dia akan bersikap tegas menegakkan hukum atau ajaran agama yang dia pimpin yang dalam agama katolik adalah hukum kasih. Tetapi kalau dia melanggar dengan melakukan tindakan kekerasan lalu hukuman apa yang harus kita ambil. Saya tidak berhak mengadili disini silahkan pemimpin2 gereja yang lebih tinggi. Tetapi kalau sdr kur kur menanyakan bila saya dalam posisi itu maka saya akan jawab saya dengan rendah hati mengundurkan diri sebagai pemimpin karena saya sudah gagal.

    Sdr juga mencari pembenaran dari kitab suci bahwa Tuhan mengusir pedagang2 dari kenisah
    Memang kalau kita membaca kitab suci sedikit2 saja maka kita akan tahu hanya kulit2nya saja. Sebetulnya yang penting dari kitab suci itu adalah inti dari ajarannya dan merukan inti dari ajaran agama kita. Kalau tahu hanya kulit2nya saja akan membuat anda menjadi lebih tersesat lagi dan ayat2 itu akan anda pakai menjadi pembenaran tindakan anda yang justru bertentangan dengan ajaran agama kita
    Saudaraku kenapa kita harus membuat orang lain menjadi susah. Bukankah dengan membuat orang lain bahagia kitapun akan dibuatnya bahagia dan kita buat orang lain susah maka kitapun dibuatnya susah.
    Janganlah selalu berpikir apa yang saya dapatkan hari ini tetapi selalulah berpikir apa yang sudah saya berikan hari ini. Amin GBU

    • Yang terkasih Bapak PM:

      Kejujuran yang bagaimana yang anda maksudkan? Apakah kejujuran yang diajarkan oleh bapak yan??
      Memang “romo” yan selalu mengajak umatnya untuk membaca kitab suci.. Tapi sayang, “perbuatan dan perilakunya” sangat bertolak belakang dengan “ajaran-ajaran kitab suci.. Sampai diapun berani memaki-maki seorang Bapak Uskup.. Tapi apa yang dilakukan oleh Bapak Uskup?? Bapak Uskup hanya diam saja.. Bahkan dia sempat menyewa preman sidatapa untuk mengahadap pihak keuskupan denpasar. Apakah itu ajaran dalam kitab suci????
      Saudara PM, janganlah menggunakan ajaran-ajaran kitab suci untuk menjadikan tameng akan apa yang telah dilakukan oleh “romo” yan..
      Sebenarnya saya “iba” dengan anda.. Anda telah ditipu “oleh seorang imam palsu”, tapi anda masih membelanya.

      Semoga apa yang anda “bela” dan anda anggap “benar” itu,,,, memang “benar adanya”…, sebab hanya Tuhanlah yang melihat dan bisa menilai “kebenaran-kebenaran” yang telah dilakukan oleh umatnya. Amin GBU..

  21. Disaat mulai terdesak, tak bs berkutik dan merasa terancam. Kata2 cinta kasih, lemah lembut, ayat2 kitab suci mulai digunakan dan digaung2kn hny utk sbgi tameng. Lalu dmn aplikasi semua itu, disaat ketga bpk uskup kita menawarkan hal2 yg baik u kebaikan grja sgraja. Dmn nilai2 kasih itu 14 thn lalu, saat umat khusuk melakukan pertobatan, tp sbgian org berteriak2 smbl memukul dan membanting bambu2 di dlm GEREJA, tmpt yg harusny disakralkan. Itulah yg dinamakn kekerasan. Apakh dg menghina bpk uskup itu cinta kasih? Apakah dg menyewa 25 preman sidatapa dg upah 1jt perorg bkn suatu rencana kekerasan? Kekerasan yg trjad tgl 24 agsts bknlah tujuan, tp merupakan luapan kemarahan atas reaksi pembangkangan yg trjd saat itu. Itukah cinta kash yg didengung2kn Yan Tanu dan pengikutny? Jgn gunakan kitab suci u pembenaran diri. Kalau ingin mencr jejak kebenaran, ungkapkan semua kronolgs kejadian dg jujur, jgn ada yg ditutupi. Ungkaplah kebenaran dg logika. Bukan krn takut dan merasa saudara. Ingat! Tak ada pastur yg menjalani imamatny, hny u menjaga ASET yg gak jelas dan membangkang terhdp hirarki, apalag menganggap diri spt Yesus. Benar2 menyesatkan!

  22. Alasanny msh spt yg dulu. “Masalah yg blm selesai”. Apa sih masalhny, smpe ngotot bgt gak mau pindah2. Ungkapkn donk dg jujur, siapa tau bs dibantu. Katany jujur dan transparan. Mgkn bs ditebak masalahny? Masalah HAti? HArta ? Ato HArga diri? Ha ha ha tdk jelas.

  23. Sdr kur kur yth
    Saya melihat anda sangat emosi menanggapi saya . Kalau anda emosi maka anda tidak bisa menggunakan akal sehat anda. Gunakanlah akal sehat anda sehingga anda bisa berpikir dengan jernih.

    Anda mengatakan tindakan dan perilaku romo yan bertolak belakang dengan ajaran2 kitab suci. Kebetulan anda mengatakannya saya sebagai umat romo yan ingin sekali mengetahuinya yang mana sebenarnya tindakan dan perilakunya yang menyimpang yang selama ini selalu anda katakan. Tetapi saya minta anda harus punya bukti2 yang kuat karena sayapun akan mencari bukti2 itu. Tetapi kalau anda tidak punya bukti yang kuat lebih baik anda diam karena menuduh tanpa bukti yang kuat itu namanya fitnah. Bagi orang katolik haram untuk menfitnah orang lain.

    Setahu saya romo yan tidak pernah me=maki2 uskup juga ketika ada diskusi di pendopo pastoran.
    Saya minta sdr kur kur jangan membuat fitnah atau anda buktikan dimana anda pernah mendengar romo yan me-maki2 uskup. Anda tidak senang orang me-maki2 uskup tetapi coba lihat diri anda bagaimana anda telah me-maki2 romo yan. Jadilah orang yang konsekwen. Ingat fitnah itu haram bagi orang beragama katolik.

    Saya tidak membela siapapun termasuk romo yan. Saya hanya ingin sebagai orang beragama katolik marilah kita berkata jujur. Apapun yang kita isukan harus punya bukti2 yang kuat jangan hanya menyebar fitnah.
    Sdr kur kur.. saya akan menghargai sekali kalau anda mau mengatakan kekurangan romo yan secara jujur dengan bukti2 yang cukup
    GBU

    • Yang Terhormat Bapak PM:

      Saya sama sekali tidak emosi seperti yang anda katakan. Mgkin anda yang membacanya, yang terlalu emosi.

      Maaf, saya tidak mau membuang-buang energi, demi memberikan bukti-bukti yang anda minta. Sudah banyak orang yang tahu apa yang yang telah “romo” yan perbuat selama kurang lebih hampir 15 thn, menguasai tanah keuskupan denpasar. Dan saya tidak ingin menulis di web “segala perbuatan” yang dilakukan oleh “romo yan”.
      Saya juga tidak memaki “romo” yan, saya hanya berbicara “apa adanya” dan “tidak dilebih-lebihkan”.

      Sekiranya, apa yang telah dilakukan oleh romo yan, tidaklah membuat umat katolik di singaraja slg beradu argumentasi, yang malah akan membuat ketidakrukunan antara umat katolik di singaraja.

      Semoga tidak ada lagi “romo yan – romo yan” yang lain, yang ingin menguasai gereja dan tanah keuskupan.

      Kiranya kita berdoa, semoga para pastor di manapun mereka berada dan bertugas, slalu mengingat apa yang telah diikarkannya sebagai serorang imam atau biarwan yang setia kepada “KAUL KEKAL”nya..

      May God bless ” Umat Katolik di Singaraja…

  24. Sdr paulwij & Paulin yth
    Sebagai orang beragama sewajarnyalah kita selalu memakai kitab suci agama kita baik dalam berpikir berbicara maupun berbuat. Walauoun sudah memakai kitab sucipun kita sering masih salah, apalagi kalau tidak?

    Kalau berbicara soal gereja kita pasti ingat Tuhan dan ingat Tuhan pasti ingat ajarannya yang tertuang dalam kitab suci. Atau barangkali anda punya pemikiran lain seprti berbicara gereja ingat bisnis. Bisnis apa yang bisa kita buat di gereja dan bagaimana caranya menyingkirkan pastor2 yang menghalangi jalan kita.
    Saudaraku marilah kita buat gereja itu tempat untuk mencari Tuhan bukan tempat mencari makan. Kita cari makan diluar gerja dan kelebihannya kita sumbangkan kegereja untuk membangun gereja.

    Saudara menyebar isu ada menyewa preman dari sidetapa sebanyak 25 orang dengan bayaran 1 juta perorang. Sejujurnya saya katakan saya tidak tahu jelas soal itu, karena sebagai pengurus malam sebelum kejadian saya hadir digereja dan diinformasikan bahwa uskup datang ingin mengadakan dialog, tidak ada kita membicarakan soal preman. Kita hanya membicarakan soal memberikan mandat kepada orang tertentu sebagai panitia penyambutan karena waktu sangat mendesak. Malah kami mendengar malam itu bahwa dari keuskuipan akan membawa 150 orang preman disamping umat2 dari paroki di bali ini. Kalau diperhitungkan jumlah yang akan datang sekitar 250 – 300 orang. Mengingat banyaknya orang yang akan datang maka kami sarankan supaya umat2 kecuali yang diperlukan supaya tidak usah datang dan kami tekankan panitia supaya jangan sampai tejadi kerusuhan. Pagi sebelum kejadian ibu2 memasak dan ada yang bertugas mencari kue sebanyak minimal 300 potong sebelum jam 9.00 yang dipersiapkan untuk menjamu tamu.
    Mari kita pelajari hal ini dengan kepala dingin. Saya bukan ingin membela diri tetapi saya melihat ada suatu yang aneh disini
    1. Anda bilang kami menyewa 25 preman pdahal kami tahu anda akam membawa 150 preman. Apakah itu mungkin kami membiarkan diri kami menjadi bulan2an preman anda. Kalau benar kami menyewa preman pasti kami akan sewa lebih banyak dari preman keuskuipan supaya kami menang.
    2. Apakah mungkin jaman sekarang orng mau mati atau terluka demi 1 juta rupiah untuk hal2 yang dia tidak tahu? Apalagi dia bukan orang katolik. Kalau untuk demonstrasi saja saya kira mereka mau, tetapi untuk berkelahi apa mungkin. Juga untuk penyewanya apakah mereka bodoh untuk mengambil risiko biaya yang harus ditanggung untuk pengobatan mereka yng luka dan juga kalau ada yang sampai mati pasti ada kemungkinan risiko masuk penjara?
    Perlu anda ketahui bahwa orang sidetapa sekarang bukan orang sidatape 10 th yang lalu. Sekarang ekonomi mereka sangat baik dengan hasil kebun cengkeh mereka dan hasil anyaman bambu mereka yang diekspor ke luar negeri. Kita harus bertanya apa ini mungkin
    3. Mungkin anda bilang kami masak2 untuk menyiapkan preman2 kami
    Apakah mungkin hanyauntuk 25 orang preman kami masak 10 kg ayam dan masak nasi berkilo-kilo.?
    Apakah mungkin hanya untuk 25 orang kami menyiapkan kue 300 potong dan aqua 12 doos?
    Dari kasus ini saya melihat ada sesuatu yang aneh disini. Saya tidak membela diri tapi mari kita cermati Saya mengira sepertinya ada skenario yang matang dalam penyerbuan ini dengan membuat isu ada preman untuk mencapai beberapa tujuan:
    a. Dengan isu preman non katolik membuat umat2 keuskiupan denpasar dan paroki2 lain mempunyai kewajiban untuk merebut gereja karena dijaga oleh orang2 non katolik
    b. Isu ini membuat semua orang yang mendengarnya akan membenarkan tindakan kekerasan ini dan menganggap merupakan suatu keharusan diambil tindakan ini.
    c. Setelah kita sadar baru kita tahu kalau kita sudah di bodoh2 i orang.

    Saudaraku, kami umat sering bertanya-tanya kenapa anda sangat membenci romo yan. Perbuatan apa yang romo yan lakukan sehingga sampai 14 th kalian membencinya? Kalau hanya soal yuridiksi saja saya kira tidak mungkin. Pasti ada ambisi pribadi yang terhalang karena kehadiran romo yan . Dan kelihatannya setan kebencian anda yang sudah 14 th itu sudah beranak pianak dan sudah menyebar ke paroki2 lain.
    Sekarang anda bisa senang saudaraku karena kebencian anda yang selama 14 th itu sudah terbalaskan dengan bantuan para pastor yang membawa umat keuskuipan dan membawa umat2 paroki lain dengan pakaian adatnya yang gagah telah menyeret romo yan dan kosternya keluar dari gereja. Setan kebencian kalian sudah menyebar kedalam diri mereka membuat mereka jadi buta, hati mereka jadi buta. Pastor2 tidak ingat lagi dengan kotbah2 yang mereka teriakkan diatas altar setiap hari minggu dan umat2 juga tidak ingat lagi dengan ajaran agama mereka dan janji permandian yangmereka ucapkan setiap malam paskah, mereka sudah bertindak sadis dalam penyerbuan itu. Mereka lupa dengan harga diri mereka dan mereka rendahkan agama yang mereka pimpin.
    Kami tidak terdesak saudaraku tetapi kami kalah. Kami orang2 katolik yang cinta damai dan anti kekerasan dan juga romo yan sudah kalah. Tetapi yang lebih kalah adalah gereja katolik di bali. Gereja katolik yang seharusnya berubah menjadi gereja Kristus sekarang sudah berubah menjdi gereja yang kita tidak tahu namanya karena umatnya dan pemimpinnya sudah dimasuki oleh setan2 kebencian thd seorang pastor. Sebetulnya yang paling kalah adalah Tuhan. Tuhan dikalahkan oleh setan2 kebencian yang sudah 14 th menguasai gereja di bali. Orang2 pilihanNYA bersama pngikutnya sudah mengkhianati ajaranNYA, hamba2NYA lebih taat kepada manusia daripada kepada Tuhan.
    Semoga mereka cepat sadar dan terbuka mata hatinya bahwa sebetulnya mreka hanya alat yang dipakai segelintir orang untuk membalaskan kebendian mereka selama 14 th terhadap seorang pastor yang dianggap menghalangi jalan mereka.

    Dengan kasus singaraja ini banyak umat jadi berpikir mundur. Mereka bertanya apa itu sebenarnya uskup, apa itu pastor, apa fungsi dn tugas mereka. Sebagai orang yang diaanggap dipilih Tuhan apakah mereka tukang pemberi sakramen ataukah mereka punya misi yang Tuhan tugaskan untuk mereka?
    Dengan banyaknya umat sekarang yang berteriak-teriak untuk membela uskup, hierarki dan tahta suci di roma dan menegakkan hukum gereja apakah mereka ditempatkan di bali untuk menegakkan hukum gereja? Lalu Tuhan dan kitab suci kita mau bawa kemana?
    Banyak pertanyaan timbul di umat, semoga mereka mendapat pencerahan dan bisa berjalan dijalan yang benar

    Saudaraku inginkan saya mengungkapkan kronologis kejadian di singaraja.
    Sebelumnya saya minta maaf karena sebelum th 2000 saya tidak banyak tahu jelas karena saya belum terlibat. tetapi apapun yang saya katakan disini bisa saya pertanggung jawabkan karena ada bukti dan saksi.
    Kita mulai dari 1 sept 1995 ada surat pengunduran diri dari kutua2 kring. Hal ini dilaporkan pastor ke uskup dan jawaban uskup ” Kamu memang dibenci di singaraja karena kamu menyelamatkan aset2 gereja. Kembali ke singaraja dan bekerja dengan baik”

    Tgl 5 maret dan 10 maret ada sk perpindahan pastor ke monang maning.
    Dari sini sebetulnya awalnya karena surat ini dianggap rekayasa dari umat. Masalah ini sudah dibicarakan di kodim dan stempelnya dianggap tidak asli (untuk lebih pasti anda tanya bimas agama katolik yang bertugas saat itu. semoga ia mau berbicara jujur)
    Pastor dan umat ingin masalah ini diselesaikan secata tuntas baru akan pindah . Pastor tidak ingin pindah oleh rekayasa umat tetapi dia akan pindah bila karena keinginan murni dari uskuip
    Pertanyaannya : Apakah tidak mau pindah disini karena niat untuk mengangkangi gereja ataukah ingin mengajarkan umat supaya bersikap jujur?

    Anda menyinggung soal pertobatan sedang yang lain berteriak. Sepertinya kasus itu adalah kasus 21 dec 1996. Saya jadi ingat karena ada seorang teman bergurau mengatakan dosa mereka mungkin besar sekali sampai harus mendatangkan uskup dan beberapa pastor untuk supaya dosa mereka bisa dihapus. Ada beberapa pertanyaan:
    Bukankah saat itu anda dan teman2 anda sudah meninggalkan gereja dan karena anda juga pastornya dapat masalah?
    Kenapa anda tiba2 bawa uskup dan beberapa pastor kegereja padahal saat itu umat di gereja sedang kerja bakti dan bukankah ini suatu tindakan provokasi terhadap umat di gereja?
    Saya jyga menyalahkan sang pemimpin kenapa mau saja diatur oleh umat untuk hal2 yang tidak baik. Kenapa sebagai pemimpin tidak bisa membaca hal spt itu.
    Jadi dengn provokasi anda membuat mereka terprovokasi lalu anda anggap mereka salah dan anda benar?
    Dengan kejadian ini anda sudah membuat citra pastor dan umatnya tambah jelek dimata umat2 paroki lain karena mereka tidak tahu masalahnya. Anda mengedepankan faktor berdoa dan faktor uskup tetapi anda menutupi faktor provokasi yang anda lakukan. Jangan begitu saudaraku. Jangan membuat orang lain kelihatan jelek karena ulah kita.

    Kejadian selanjutnya adalah kejadian Oktober 2000 dimana saat itu uskup yang baru melakukan rekonsiliasi. Uskup mengajak umat kembali bergabung .
    Semua umat dengan sangat antusias menyambut rekonsiliasi ini tetapi kenapa anda dan teman2 anda MENOLAK rekonsiliasi ini. Padahal ini adalah gagasan uskup sendiri kenapa anda menolaknya.
    Katanya harus taat kepada uskup kenapa anda dan teman2 anda justru melawan uskup? Mungkin anda bisa jelaskan kenapa?
    Teman2 anda yang mau bergabung anda sebut pengkhianat apasih yang sebetulnya anda perjuangkan?
    Memang rekonsiliasi ini tidak berjalan lama karena uskup memecah lagi dengan memberi mereka pastor dan tempat berdoa.
    Umat bertanya-tanya kenapa bisa begitu, kenapa uskup tidak konsisten. Ketika mereka mendatangi keuskupan untuk menanyakan hal itu salalu uskup menolak untuk bertemu mereka. Mereka berpikir pasti ada suatu yang TIDAK BERES dikeuskupan. Dari sinilah mereka menuju ketempat yang BERES yaitu gereja kartini dengan pastornya karena mereka menganggap dikeuskuipan tidak beres

    Dengan uskup yang baru sebetulnya pastor inginkan rasa simpati dari uskup dengan masalah yang dia hadapi. Dari pertemuan awal sampai terakhir uskup menawarkan untuk melupakan masaslah yang lalu pindah ke projo dan jadi pastor dikeuskupan denpasar.
    Dalam hal ini sebagai umat saya tidak punya hak untuk mencampurinya.
    Tetapi ada beberapa hal yang saya sayangkan:
    1. Pada pertemuan terakhir kita berjanji untuk tenang dulu membiarkan pastornya berpikir untuk menentukan pilihannya. tetapi kenapa uskup tiba2 membacakan statement tentang status pastor di air sani
    2. Kenapa uskup melaporkan secara pidana pastornya ke polisi (polda)
    3. Kenapa uskup membiarkan tindakah kekerasan terjadi yang seharusnya masih banyak cara lain yang bisa ditempuh

    Inilah saudaraku mungkin kronologis yang anda inginkan . Selama ini tidak ada yang berani mengatakan hal sebenarnya. Kita hanya berkoar-koar tampa bukti yang jelas. Saya bukan membela saudara atau siapapun tapi saya ingin mengatakan sesuai dengan analisa saya dan supaya tidak ada lagi kelicikan2 . trimakasih GBU

  25. Semakin bnyk berbicara, smkn bnyk hal2 yg mau disembunyikan, smkn bnyk pula kebobrokan yg terungkap. Mengaku tdk tahu menahu dg rencana yg dibuat, berarti ketdkjujuran mmg sdh lazim dilakukan. Org2 bpk lbh dl tau apa yg akan trjd tgl 24 agsts. Bpk berarti pny mata2 donk? Masak sesama org katolik bgtu? Dmn cinta kasihny! Bpk PM, mgpa bapak emosi sekali. Apa bpk ada kepentingan dlm kasus gereja sgr? Bnyk hal2 yg bpk sampaikan yg tdk pernah terpikir dalam benak kami. Tp justru mengungkap apa yg terjd sebalikny. Menyebt kami brpkr gereja sbg tmpt bisnis? Apa mmg itu yg trjd selama 14 thn kmrn? Gereja digunakan utk bisnis. Smpe2 ditemukan uang bertumpuk2. Sgt disayangkan, bpk PM sptny sdh dibrainwashed. Sulit membedakan yg benar atau salah. Atau sbalikny ‘romo’ yan sdh dicuciotak oleh org2 yg ‘berkepentingan’. Sbnrny, dalam kasus gereja sgr, tdk ada yg menang atau kalah. Semua tergantung dr hati nurani, keinginan utk mau bersatu. Smg Tuhan Yesus menerangi hati anda.

  26. Sdr paulwij yth

    Apapun yang saya katakan anda pasti akan berusaha untuk tidak percaya karena pikiran anda sudah dipenuhi olah kebencian slm 14 th. Sebetulnya semua yang saya tulis ini untuk komsumsi umat yang lain yang selalu bertanya kenapa umat romo yan diam saja. saya akan selalu menjawabnya berdasarkan fakta2 dan logika2 supaya apa yang sebenarnya terjadi bisa lebih jelas dalam mejawab isu2 negatip yang beredar selama ini.
    Dalam kesempatan ini saya sebenarnya berterimakasih kepada anda dan sdr kur kur yang sudah menuntun saya dengan memberi isu2 negatip yang harus saya jawab. Saya juga ingin memberi gambaran sedikit kepada pembaca tentang siapa sebenarnya anda dan teman2 anda. Apakah anda orang yang pantas dibela uskup ataukah orang2 yang harus diberi pelajaran supaya menjadi umat katolik yang baik
    Dalam kronologis kasus singaraja saya selalu menggunakan pertanyaan2 karena saya berharap anda akan menjawebnya supaya jelas bagi kita semua. Tetapi sepertinya anda tidak mengerti pertanyaan saya oleh karena itu saya akan ulang lagi:
    1. Kenapa anda dan teman2 anda sangat membenci romo yan
    2. Kenapa teman2 anda berani melakukan tindakan tidak bermoral dengan merekayasa surat perpindahan seorang pastor.
    3. Kenapa anda menolak ketika uskup mempersatukan umat dengan mengadakan rekonsiliasi. Padahal anda selalu berkata kita harus taat kepada uskup tetapi sekarang justru anda tidak taat.

    Anda mengungkap uang bertumpuk-tumpuk
    Sudah saya jelaskan diatas dan sebetulnya kami umat sudah tahu itu semua dan tidak pernah mempersoalkan karena kami percaya romo yan tidak akan pernah menggunakan untuk kepentingan pribadinya.
    Sepertinya anda heran dan iri ya karena umat yang anda lecehkan sebagai kelompok rakyat jelata ternyata punya uang begitu banyak. Sebetulnya tidak itu saja kami juga sudah merehab gereja dan, kami bangun tembok gereja yang megah Ada yang lain lagi yaitu uang 40 juta sudah disetorkan setelah rekonsiliasi ke keuskupan dan diterima oleh romo hans sendiri. Sebetulnya ada 60 juta lagi di bank tapi sayang sudah dibobol oleh bendahara. Karena berjanji akan mengembalikan uang itu maka romo yan memaafkannya dan membebaskannya dari penjara. Bendahara ini bilang uang itu sudah dikembalikan ke keuskupan
    Sekarang kami bertanya bagaimana anda dan kelompok anda yang mengaku sebagai kelompok elite setelah memisahkan diri selama 14 tahun anda punya apa? Apa prestasi anda yang bisa dibanggakan oleh gereja? Umat2 diparoki lain yang hidup dari gereja karena sebagai karyawan yayasan mereka membangun gereja ditempat mereka tinggal dan membuat sekolah2 katolik menjadi sekolah favorit dan menjadi sekolah pilihan bagi setiap murid. Dan di singaraja yang kebanyakan anda adalah karyawan yayasan apa yang sudah anda buat.untuk gereja anda Apakah sekolah katolik yang ada sudah anda buat menjadi sekolah favorit dan merupakan sekolah pilihan ataukah menjadi sekolah sisa pilihan.
    Dalam gereja anda bukan membangun gereja malah anda meninggalkan gereja dan merengek-rengek kesana sini minta dikasihani sebagai umat yang tersiksa. Apakah sudah tepat kalau anda yang harus mereka bela ataukah justru sebaliknya kami yang seharusnya dibela.

    Setelah berhasil menyeret romo yan keluar dari gereja tiba2 anda menjadi umat katolik yang sangat bijaksana dengan mengatakan bahwa dalam kasus singaraja tidak ada yang menang dan kalah semua tergantung hati nurani keinginan untuk mau bersatu. Sayang sekali kenapa anda tidak berpikir seperti ini sebelumnya sehingga uskup tidak perlu melakukan tindakan yang konyol dan sangat memalukan itu. Sebetulnya kalau dalam pemerintahan uskup itu bisa dipecat karena sudan melakukan pelanggaran dengan katagori sangat berat.
    Coba anda lihat apa yang telah anda lakukan sebelum ini. Anda mengemis merengek- rengek kemana-mana minta dikasihani sebagai umat yang tersiksa selama 14 th. Padahal anda sendiri yang meninggalkan gereja tidak ada yang mengusir dan gereja terbuka untuk siapapun tetapi anda tidak mau masuk ,dan ketika diajak bergabung olah uskup malah anda menolaknya tetapi kesana sini anda dkk selalu mengaku sebagai umat yang tersiksa. Tipumuslihat anda ternyata direspon oleh uskup pastor2 dan umat2 paroki lain. Dikirimlah preman2 yang diakui sebagai umat keuskupan didampingi oleh pastor2 menyeret romo yan keluar dari gereja.
    Anda pasti tertawa melihat ketika mereka orasi dan bernyanyi didepan gerbang seperti orang bodoh dan mendobrak pintu lalu mengamuk didalam seperti orang gila. Dalam hati anda pasti berpikir bahwa mereka itu ternyata orang2 bodoh yang gampang di bodoh2i.
    Apakah tindakan itu sesuai dengan ajaran agama katolik yang kita bangga2 kan apalagi dilakukan didalam gereja rumah Tuhan
    Semoga mereka semua sadar bahwa telah di bodoh2i dan tindakan itu sebenarnya merupakan tindakan yang konyol dan sangat memalukan
    Memang dalam kitab sucipun sudah tertulis bahwa anak2 kegelapan biasanya lebih cerdik dan lihai dari pada anak terang
    Sebetulnya bukan romo yan yang harus diperlakukan seperti itu tetapi anda dan kawan2 andalah yang harus diberi pelajaran supaya menjadi umat katolik yang baik

    Dengan informasi dari anda bahwa orang2 saya yang lebih dulu tahu apa yang akan terjadi pada tgl 24 agustus itu ditambah informasi dari denpasar setelah kejadian itu bahwa sering terjadi rapat2 baik di keuskiupan maupun dikatedral membahas rencana penyerbuan ini saya menjadi lebih yakin bahwa penyerbuan ini merupakan suatu konspirasi dengan skenario yang matang Skenario ini akan membuat orang2 katolik yang lain baik pastor2 atau suster2 dan umat2 yang lain akan percaya tidak terjadi kekerasan dan membenarkan serta mendukung tindakan yang tidak bermoral dan sangat memalukan ini. Saya mencurigai beerapa isu yang sengaja ditonjolkan al:
    1. Gerbangnya ditutup sehingga membuat umat marah. Apakah penutupan gerbang ini sebetulnya sebagai kode bahwa penyerbuan bisa dimulai
    2. Adanya preman2 non katolik yang menjaga gereja. Padahal yang ada hanya ibu2 yang sedang memasak dan beberapa bapak umat katolik yang membantu untuk mejamu orang2 keuskupan
    3. Keluarga romo yan menjemput ke singaraja. Padahal tidak ada satupun keluarga romo yan ke singaraja, yang ada adalah orang2 bali yang katolik yang mungkin sudah lupa dengan ajaran agamanya
    Kami tegaskan bahwa tidak ada surat apapun tentang kedatangan uskup ke singaraja sebelumnya dan kami baru tahu yang pasti uskup akan datang tgl 24 agustus dari telpon orang2 di denpasar tgl 23 agustus (ternyata uskup tidak ikut). Jadi saya menjadi lebih yakin bahwa ini bukan kebetulan saja tetapi memang ini sudah direncanakan sebelumnya

    Anda menanyakan soal kepentingan saya
    Sebagai umat katolik di singaraja saya punya beberapa kepentingan
    1. Sebagai orang tua dan juga orang tua yang lain yang punya anak sedang dalam pertumbuhan ingin anak2 kami tumbuah dengan mental dan moral katolik
    Dengan tindakan kekerasan dalam gereja yang dilakukan orang2 katolik disaksikan oleh pastor2 yang lain terhadap pastor mereka apakah ini suatu contoh pendidikan yang baik. Ketika menonton kejadian itu banyak anak yang histeris, menangis dan ada yang marah, mereka tidak mau ikut pendidikan agama lagi dan ada yang malah mau pindah agama . Apakah orang yang bertahun tahun belajar tentang Tuhan tidak memikirkan dampak yang ditimbulkan oleh tindakkan yang konyol ini terhadap pendidikan umat Bagaiman mereka mengajarkan orang supaya baik kalau mereka sendiri tidak tahu mana yang benar mana yang salah dan mana yang baik dan mana yang buruk.

    2. Sebagai orang katolik dan umat romo yan saya mempunyai kewajiban untuk meluruskan isu2 dan fitnah2 thd romo yan. Disamping itu saya juga mempertanyakan tindakan terhadap romo yan yang sangat merendahkan martabatnya sebagai manusia apalagi sebagai seorang pastor. Apakah benar tindakan ini sudah pantas dia terima. Apakah karena dia tidak taat kepada uskiup lalu kita melakukan tindakan yang justru melawan Tuhan. Mana dosanya lebih besar tidak taat kepada uskuip ataukah tidak taat kepada Tuhan. Apakah kita tidak perlu tahu apa alasan romo yan tidak taat kepada uskup. Memang setiap pertemuan dengan uskup ketika kita minta menegakkan kebenaran maka selalu dijawab kebenaran itu relatif itu berarti bisa benar bisa salah tergantung yang menilainya. Dengan paham kebenaran relatif ini agama katolik semakin tidak jelas . Kekerasan terhadap romo yan yang dilakukan oleh umat keuskupan didampingi oleh pastor2 kalau di pikir2 merupakan suatu tidakan yng tidak masuk akal bisa terjadi Seorang pastor yang memiliki yuridiksi hanya untuk menjadi pastor paroki tega dengan cara menari-nari diatas penderitaan orang lain karena mungkin menurutnya itu yang dianggap benar Apakah ini karena paham kebenaran itu relatif sehingga kekerasan itu dianggap kasih Inikah katolik sekarang ?? Amin

  27. Amin. . . . . ! Terimakasih atas penjelasan panjang lebar yang sdr PM paparkan. Tetapi penjelasan sdr semakin membuka pikiran kami bahwa apa yg anda jelaskan justru terjadi sebalikny. Banyak fakta yg sudah diputarbalikkan. Semua pertanyaan2 anda, kami rasa anda sangat bs menjawabny. Krn anda sangat pintar dan tahu banyak. Anda akan menemukan jwbn anda, bila anda menjawab dg hati nurani anda. Bukan dg fakta2 yg diputarbalikkan. TANYA HATI NURANI ANDA YG PALING DALAM. Semoga Tuhan semakin menerangi hati dan pikiran anda.

    • Semuanya tolong sadar….
      1. Imam Yan Tanu, anda sudah lama dikeluarkan dari SVD karena tidak taat pada atasan anda. Anda melawan kaul ketaatan. Imam spt anda yg telah dikeluarkan dari ORDOnya seharusnya berinkardinasi ke dalam Keuskupan dgn menjadi imam projo atau melamar ke konggregasi lain, spt yesuit,carmelit atau lainya…..(saya nyesal why do you ignore kans ini ? )…
      2 . Alm. Uskup Djebarus,SVD sudah mengembalikan anda ke SVD…..( ada surat resminya )
      3. Why do anda menolak tawaran Alm.Mgr.Bria,pr saat anda diundang ke rumah SVD di Surabaya ? Anda meninggalkan Alm bersama Alm. Pancratius,SVD, ( benarkan … ?!! )
      4. Uskup Silvester pun telah berupaya untuk menyelesaikan kasus anda tp anda bersikeras..( bukan ? )
      5. Saya tdk menonton tayangan media elektronik spt TV yg merecord kejadian on the spoot dan tidak bisa memberi komentar bahw ada aksi kekerasan dlm penyelesaian kasus anda…..( jika ada violance….and terbukti..anda punya hak utk menuntut secara hukum krn saya tahu di negeri Indonesia ada hukum pidana yg mengatur soal itu.
      ( bukan…? )
      6.There is a Christian principals : acion non violance ..KWI sedang menggalakan gerakan aksi tanpa kekrasan ……( itu berarti………) .so what next ?

    • Semuanya tolong sadar….
      1. Imam Yan Tanu, anda sudah lama dikeluarkan dari SVD karena tidak taat pada atasan anda. Anda melawan kaul ketaatan. Imam spt anda yg telah dikeluarkan dari ORDOnya seharusnya berinkardinasi ke dalam Keuskupan dgn menjadi imam projo atau melamar ke konggregasi lain, spt yesuit,carmelit atau lainya…..(saya nyesal why do you ignore kans ini ? )…
      2 . Alm. Uskup Djebarus,SVD sudah mengembalikan anda ke SVD…..( ada surat resminya )
      3. Why do anda menolak tawaran Alm.Mgr.Bria,pr saat anda diundang ke rumah SVD di Surabaya ? Anda meninggalkan Alm bersama Alm. Pancratius,SVD, ( benarkan … ?!! )
      4. Uskup Silvester pun telah berupaya untuk menyelesaikan kasus anda tp anda bersikeras..( bukan ? )
      5. Saya tdk menonton tayangan media elektronik spt TV yg merecord kejadian on the spoot dan tidak bisa memberi komentar bahw ada aksi kekerasan dlm penyelesaian kasus anda…..( jika ada violance….and terbukti..anda punya hak utk menuntut secara hukum krn saya tahu di negeri Indonesia ada hukum pidana yg mengatur soal itu.
      ( bukan…? )
      6.There is a Christian principals : acion non violance ..KWI sedang menggalakan gerakan aksi tanpa kekrasan ……( itu berarti………) .so what next ?

  28. TAK PANTAS !!
    1.Korupsi,mencuri harta Gereja.
    2.Melawan regulasi SVD
    3.Tidak taat pada Propinsial
    4.Abaikan Uskup
    5.Menyelesaikan suatu masalah dengan kekerasan padahal Gereja di seluruh dunia sedang gencar mempromosikan budaya tanpa kekerasan,gerakan aktif tanpa kekerasan ( action non violence movement )tp di keuskupan Denpasar ada program yg bertentangan dgn nilai Kristiani..he he…dasar memble…..eeh salah dasar keras….eh… salah laagi
    6.Melawan prinsip kristiani !!!

  29. Kok nggak ada yg berani membantah pernyataan Ernante,SS dan Bung Bung ? Tidak mau ditanggapi ya ? berarti betul kan bahwa ”
    1. Imam Yan Tanu memang sdh dikeluarkan dari SVD karena tdk taat
    2. Alm.Djebarus sdh kembalikan Yan tanu ke SVD
    3.Alm. Bria tdk digubris Yan tanu.Pancratius sdh almarhum
    4.USKUP SILVESTER PUN DITOLAK !
    5.Yan Tanu CS Takut lapor adanya paksaan dan kekerasan
    6.Perlawanan Thp Nilai – nilai Kristiani yg sudah berlaku UNIVERSAL , Tidak segaris dgn kebijakan Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI ) yg telah merestui Actions Non Violenve dlm setiap aksi…..

    Coba dong…ditangapi……pasti…sekali lagi pasti….akan terjadi kekerasan serupa……krn Keuskupan Dennpasar sdh memberi contoh perbuatan yg bertentangan dan melawan nilai-nilai Kristiani……bayangkan sebuah Gerja Partikular spt Keuskupan Denpasar…….yg justru memelopori aksi dengan kekerasan……..walah…..walah……

    • Jangan percaya dan dengarkan si Jarmain itu!!.Para Pastor itu suci…Mereka tidak seperti kaum awam yg suka lihat gambar porno,rekam gambar porno,nonton film porno, pergi ke spa naik perempuan, ke panti pijat makan perempuan, beronani, pasang rudalnya supaya diisap, bercengkrama dlm kamar dgn wanita,cium isteri orang, menyurus isteri orang onani,ciumain isteri orang,wah dan lain-lainnya….Imam Yan Tanu tidak seperti itu…..Situs ini sebaiknya ditutup krn bisa terbognkar semua rahasia para imam denpasar di situs ini……..

  30. Saya tidak pernah menyangkal apa yang anda2 katakan dan juga membenarkan, yang saya persoalkan adalah cara kita berpikir sebagai orang katolik.
    Kenapa seorang uskup tega menghukum pastornya sampai dia harus dikeluarkan dari svd karena sang pastor ingin menegakkan kebenaran di parokinya? Beberapa umat melakukan rekayasa terhadap perpindahan sang pastor apakah tindakan ini dapat dibenarkan dalam gereja dan agama katolik tapi kita rame2 membela si pelaku sampai mengorbankan seorang pastor dan memecah belah gereja di singaraja.
    Begitu juga pastor2 di bali bukan membela saudaranya malah membawa orang2 untuk menyeret sang pastor keluar dari gereja. Apakah tindakan pastor2 ini bisa dipuji dalam agama katolik?
    Lalu sebagai umat katolik teladan apa yang bisa saya ambil dari beliau2 ini yang kita anggap sebagai pilihan
    Ini negara hukum , hukum Tuhan dan hukum negara pasti akan berjalan kita lihat saja nanti

  31. J would like to ask you all, which of the priests in Diocese of Denpasar who are free from girls, who are never seeing nude pics, who are never make transaction with girls, who are never making love with girls,onani ? Who…who….Or are you all like Haji….? Unlike Mr. Tanu !!!! So…Merry Christmas and happy New Year…..New Year !!!

  32. tutup situs ini………

  33. Sdr SS

    Memang sebaiknya situs ini ditutup saja, karena kalau mengingat kejadian 24 agustus 2010 sebagai orang katolik kita menjadi malu. Tindakan kekerasan didalam gereja oleh preman2 yang dibawa oleh pastor2 yang berjubah putih mendukung tindakan tegas uskup menunjukkan rendahnya moral mereka sebagai pemimpin agama. Mereka sepertinya tidak punya hati. Bagaimana mereka memimpin umat dengan baik kalau hati saja tidak punya. Umat katolik di Bali memerlukan pemimpin2 atau imam2 yang punya hati bukan yang hanya berjubah putih saja dan selalu memecahkan masalah dengan mengedepankan ajaran kasih. Alaangkah baiknya pastor2 yang tidak mempu menjadi pastor yang baik keluar dari pastor

  34. Terimakasih PM, saya sependapat dengan anda…. Saya juga Umat Singaraja yang sangat sedih dengan semua ini, kita tidak berhasil atau mungkin belum berhasil, menjadi saksi Tuhan Yesus… Gereja kita dilecehkan oleh umat kita sendiri. Saya masih ingat, sejak Romo Sega, Romo Miarsa, kemudian sempat Vakum lama… sekali tidak punya romo paroki, ketika Romo Yan datang kemudian mau berbenah dan mau peduli denga paroki kita, mengapa diperlakukan demikian ya? ….. ahh

  35. waduh………kok jd nemu ini???pdahal sy buka situs ini krn ingin menikah secara katolik di gereja bali yg terkenal eksotisny. org2 balinya yg menjunjung budaya, kesadaran org2 bali tentang keseimbangan alam dan adat leluhurnya yg sopan santun dan msh murni…tdk seperti di jawa akhir2 ini…………….pacar amerikaku pasti se 7 kita married di gereja “desa” yg jauh dr denpasar atau kapel2 komersial……..astagaaaaaaaaaa………kok saya ga bgitu perhatian ya dgn kjadian stahun lalu ini………….gereja singaraja pernah sekali saya ikut mrnghadiri misa pengantn di sana (2007) dan sangat berkesan……..tapi sekarang………………….ah nikah di gereja mana aja terserah dahhh

  36. Imam Yan Tanu, Saya tidak mendukung anda untuk tidak taat pada SVD dan Para Uskup . Tp perbuatan yg para preman lakukan itu TETAP SALAH krn melakukan kekerasan dalam menyelesaikan konflik…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: