SBY Harusnya Tegaskan Kerukunan Beragama

KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO
Elemen masyarakat dari lintas agama menggelar aksi unjuk rasa di Silang Monas, Jakarta, Minggu (15/8/2010). Mereka menuntut hak kebebasan beribadah di Indonesia.
Senin, 16 Agustus 2010 | 13:22 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com – Selain tak menyinggung soal energi, pidato kenegaraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di depan Sidang Bersama DPR/DPD RI, Senin (16/8/2010) disesalkan karena tak memuat dukungan tegas terhadap perwujudan kerukunan antar umat beragama. Pidato hanya memuat pernyataan normatif.

“Masalah kerukunan beragama, meski hanya ringkas tapi tidak ada endorsement. Padahal ini harus betul-betul dilakukan (Presiden),” kata Wakil Ketua DPR RI Pramono Anung usai sidang bubar.

Menurut politisi PDI-P ini, tak cukup pernyataan-pernyataan normatif yang dikeluarkan. Pemerintah harus memiliki dukungan yang tegas terhadap perwujudan kerukunan antar umat beragama. Sayangnya, ini belum diwujudkan. “Sejauh ini bagus, tapi ada persoalan di lapangan pasti akan mengalami hambatan selama tidak ada ketegasan dari pemerintah, Kapolri dan seluruh aparat,” tandasnya.

Sebelumnya, dalam bagian Pilar Keadilan, SBY mengatakan dirinya menggarisbawahi perlunya menjaga dan memperkuat persaudaraan, kerukunan dan toleransi sebagai bangsa. SBY mencatat masih dijumpainya kasus-kasus yang tidak mencerminkan kerukunan, toleransi dan sikap saling menghormati di antara komponen masyarakat yang berbeda identitas, baik agama, etnis, suku dan kedaerahan.

“Keadaan demikian tidak boleh kita biarkan. Kita ingin setiap warga negara dapat menjalani kehidupannya secara tenteram dan damai, sesuai dengan hak yang dimilikinya. Inilah sesungguhnya falsafah ‘hidup rukun dan damai dalam kemajemukan’. Ini sesungguhnya makna utuh dari Bhineka Tunggal Ika yang kita anut dan jalankan,” kata SBY.
Caroline Damanik

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2010/08/16/13221194/SBY.Harusnya.Tegaskan.Kerukunan.Beragama-4

2 Tanggapan

  1. “Sangat disayangkan, kita punya Presiden tidak bisa memberikan solusi yang baik & tidak ada ketegasan/lamban dalam mengambil tindakan, apa perlu menunggu banyak korban jatuh???, darah anak bangsa tertumpah???. Akibat ulah ormas2 yang berkedok Islam bertindak diluar hukum?, mereka merasa yang paling benar/suci?, menanamkan kebencian /permusuhan kepada umat lain?. Saya setujuh lagi kalau ormas2 yang radikal itu sebaiknya dikirim berperang ke Malaysia atau Palestina, jangan hanya bisanya menghancurkan negara sendiri & membuat malu Indonesia dimata dunia.”

  2. Salam kenal….
    Artikel yg menarik…
    Seharuznya presiden kita lebih tegas sedikit tentang kerukunan umad beragama…..Saya setuju dg pendapat aloy….🙂
    Salam damai…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: