Kronologis Penyerangan Massa Terhadap Kegiatan Ibadah Jemaat HKBP Bekasi

Kronologis Penyerangan Massa Terhadap Kegiatan Ibadah  Minggu Jemaat HKBP Pondok Indah Timur – Bekasi

Ciketing, Minggu,1 Augustus 2010

07:15

Kira-kira 50 massa sudah berkumpul di halaman dan pekarangan rumah Ustad Syahri. Sekitar 100 personil Kepolisian dari Polres Bekasi sudah berkumpul di sekitar tempat ibadah. Ditempat lainnya, sepanjang jalan dari Perempatan Asam hingga lokasi terlihat puluhan personil kepolisian mengamankan jalan. Jumlah polisi lebih banyak dari minggu sebelumnya.

07:30

Kira-kira 50 personil Polres Bekasi bergerak menuju lokasi ibadah untuk proses pengamanan. Dalam jumlah yang hampir sama, Satpol PP juga bergerak menuju tempat yang sama. Sebagian lagi personil kepolisian dan Satpol PP berjaga-jaga di pinggiran jalan raya, disebelah timur lokasi ibadah. Dalam proses pengamanan, ternyata sebagian anggota Polwan membujuk ibu-ibu jemaat untuk meninggalkan lokasi ibadah karena situasi akan memanas. Bahkan salah seorang personil polisi pria juga mengatakan hal sedemikian. Beberapa ibu jemaat sempat meninggalkan lokasi ibadah, namun kembali lagi untuk beribadah karena dipanggil oleh kawan-kawannya.

07:45

Melalui pengeras suara, orator meminta kepada massa untuk berkumpul di depan rumah Ustad Syahri. Orator menghimbau agar setiap wartawan, baik media cetak dan elektronik mengeluarkan kartu pers jika mau meliput. Jika tidak, massa akan bertindak sendiri. Orator juga mendesak dan mengancam agar mobil merk Kijang milik personil Kepolisian yang diparkir di sekitar lokasi ibadah segera dipindahkan. Permintaan tersebut dilaksanakan oleh polisi.

07:50

Kira-kira 1 peleton personil dari Polres Bekasi membuat batas antara lokasi ibadah dengan tempat berkumpulnya massa .

08:02

Orator kembali meminta massa untuk merapat ke rumah Ustad Syahri. Kata-kata kotor dan ancaman mulai dilontarkan kepada jemaat :”Rupanya orang-orang kurang-ajar ini masih keras kepala! Kami meminta agar tidak ada lagi kebaktian disini! Jika masih melakukan kebaktian, kami akan datang dari depan” (dari jalan raya)

08:05

Orator kembali berteriak :”Kepada aparat kepolisian, kami memberi waktu 5 menit. Jemaat – jemaat Batak ini sudah keterlaluan dan harus dihukum!” Kepada saudara-saudaraku yang berjuang dijalan Allah, kita harus terkordinasi dengan rapi. Kita akan bergerak dari depan. Bila wartawan yang membuat berita tidak sesuai dengan fakta, akan kami tuntut!”

08:10

Kembali orator berteriak :”Kepada aparat yang sudah berjanji untuk mengevakuasi jemaat HKBP, lakukanlah apa yang telah kalian janjikan kepada kami. Jika tidak, kami akan buktikan! Kami yang melakukan evakuasi jika aparat tidak mau!”

08:15

Jumlah massa bertambah hingga mencapai seratusan. Sambil meneriakkan Allahuakbar, mereka mengancam jemaat dengan kata-kata :”Halal darah orang-orang kafir ditumpahkan!”Tidak boleh ada orang Kristen beribadah ditempat yang mayoritas Muslim ini! Hey orang-orang Batak…..beribadahlah ditempat yang tidak melanggar hukum, atau kalian yang kami hukum!” Orator meminta massa untuk bergerak dari arah depan (dari jalan raya di sebelah timur lokasi ibadah) sembari berteriak :”Akan kita buat kocar-kacir orang-orang kafir itu, Pak Polisi….biarkan kami masuk!”.

Setelah itu sebagian massa meninggalkan halaman dan pekarangan rumah Ustad Syahri, merangsek dari sebelah timur untuk menyerang jemaat. 1 peleton personil Brimob Polda Metro Jaya dengan perlengkapan PHH, beberapa personil Polres Bekasi dan kurang-lebih 20 Satpol PP segera membuat barikade. Massa semakin beringas, mulai berteriak-teriak mengancam jemaat yang bersiap untuk ibadah, memukul-mukul dan menendang-nendang barikade. Selanjutnya terlibat aksi saling mendorong antara massa dengan Brimob, polisi dan Satpol PP.

08:20

Orator kembali berteriak :”Apakah kejadian Sampit akan terulang di Ciketing? Jika mereka tetap melakukan kebaktian, kami akan melakukan sweeping pada orang-orang Batak HKBP!” Aksi dorong-mendorong antara aparat keamanan tetap berlanjut. Sesekali terjadi lemparan botol air mineral dari massa ke arah aparat keamanan.

08:30

Kembali orator melontarkan kata-kata :”Satpol PP digaji rakyat, berpihaklah kepada rakyat. Tolong hentikan ibadah orang-orang kafir itu. Jika tidak, kami yang akan mengambil-alih tugas kalian. Akan kami habisi mereka. Kami ambil dan tusuk-tusuk jantung mereka!”

08:45

Ibadah dimulai. Massa mencoba mengacaukan konsentrasi  ibadah dengan berteriak-teriak dan kata-kata kotor. Orator kembali berkata :”Kalian baca Surat dari Kementerian Agama. Kalian tidak boleh beribadah di tempat ini, bangsat! Binatang saja bisa dibilangin! Tetapi orang-orang Batak ini mau coba-coba ibadah disini!” Polisi akan salah jika menangkap kami – kami ini! Mari kita pecah konsentrasi mereka. Kita masuk dari belakang” (sebelah barat lokasi ibadah). Massa yang berkumpul di pekarangan rumah Ustad Sahri berlarian menuju sebelah barat lokasi ibadah dan menyerang jemaat yang sedang beribadah. Aparat keamanan lambat bergerak, sehingga sebagian jemaat terjatuh, dipukuli dan diinjak-injak oleh massa . Beberapa anggota Satpol PP bersitegang dengan polisi  karena Satpol PP merasa seharusnya kepolisianlah yang lebih proaktif dalam pengamanan disaat massa datang menyerang.

Pengamanan mulai lemah, dari sebelah utara, barikade Brimob diterobos beberapa massa sehingga massa berada dalam posisi berhadap-hadapan dengan jemaat.

09:05

Tiga orang pimpinan massa mendatangi Pendeta Luspida Simanjuntak. Salah seorang diantara mereka diketahui sebagai Ustad Nuh. Mereka mendesak agar ibadah dihentikan, memprovokasi bahkan mengacung-acungkan jari telunjuk ke depan hidung pendeta Luspida Simanjuntak. Mereka meminta Pendeta Luspida untuk menunjukkan KTP, untuk membuktikan apakah pendeta Luspida benar warga di Ciketing.

09:10

Ibadah selesai. Ketika hendak meninggalkan tempat ibadah, massa dari sebelah barat menyerang, mendorong, memukuli dan menendang jemaat yang sebagian besar kaum ibu. Sebagian dari jemaat terjatuh akibat terdesak. Ironisnya, aparat keamanan tidak mampu mengentikan kekesaran ini padahal jumlah aparat keamanan lebih besar dari massa yang menyerang.

Bekasi, 12 Agustus 2010

Pdt. Luspida Simanjuntak, STh

(Pimpinan Jemaat Gereja HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi)

HP: 081398845454

Judianto Simanjuntak (ANTO)

(Kuasa Hukum)

Hp: 081 381 066864

19 Tanggapan

  1. “Sungguh hal yang memalukan, dinegara yang menjunjung Pancasila & menekankan kerukunan beragama, masih terjadi seperti ini.” Janganlah bertindak anarkis, hiduplah dalam KASIH terhadap sesama.” Kepada jemaat2 HKBP Bekasi, saya sangat prihatin & sedih, semoga anda2 selalu diberi kekuatan oleh Tuhan Yesus…peribahasa: Kuman diseberang lautan terlihat jelas, gajah dipelupuk mata tidak nampak. Itulah potret hidup kerukunan umat beragama dinegeri ini.” (ketahuilah: Apa yang mereka perbuat, menurut mereka berbakti kepada Allah & merupakan jalan yang lurus, tetapi sesungguhnya menuju jurang maut.”)

  2. Tuhan Yesus, ampunilah ustad dan para pengikutnya. Sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat.

  3. Percayalah dan yakinlah tindakan-tindakan mereka tersebut adalah salah.
    Tuhan Yesus telah melihat tindakan-tindakan mereka..dan saatnya Tuhan Yesus akan menghakimi mereka.

  4. Sangat pembohongan masal tuh.

    • “Biang kerok dari kehancuran negeri ini adalah: Dipeliharanya ormas2 berkedok Islam yang menyukai adanya kekerasan, Tororisme (Pembomman, pembakaran, pengerusakan gereja2 yang sudah jelas memiliki IMB). Ormas2 tsb. menganggap dirinya paling benar/suci, bertindak diluar hukum, menanamkan rasa kebencian/permusuhan kepada umat lain. Kalau kita mau bicara jujur & terbuka, banyak rumah2 ibadah Musollah-Masjid tegak berdiri tanpa IMB & membisingkan telinga masyarakat sekitarnya, kenapa tidak ditindak???, Adilkah??? “Bagaimana bangsa/negara ini mau maju???, malu dengan negara tetangga?. Mestinya ada seorang Pemimpin yang tegas & jujur untuk menghentikan kekerasan ini!” . Terkesan kekerasan sengaja dipelihara dan ada upaya pendirian negara Islam & azas Pancasila akan diganti???, hal ini tidak boleh terjadi….

  5. Bapak Presiden yang terhormat:
    1. Apakah yang akan Bapak lakukan setelah melihat peristiwa ini ?
    2. Sampai kapan kami menunggu reaksi positif dari Bapak Presiden ?
    3. Bapak Presiden jangan takut terhadap semua ormas, karena sudah jelas Bapaklah Penguasa yang tertinggi di Negara RI ini.
    4. Percayalah… hampir seluruh warga negara RI mendukung jika Bapak Presiden mengambil sikap tegas terhadap sebahagian kecil orang yang melakukan tindakan anarkis
    5. Pikirkanlah …….Sikapilah……..Lakukanlah sekarang juga ……. , kami sudah mendoakan Bapak Presiden.

  6. betapa miris nya saat mengetahui kebebasan beragama d injak-injak oleh sekelompok orang yg mengatas namakan ormas… apakah Pemerintah hanya akan tinggal diam?? atw menunggu sampai perang agama terjadi dan merenggut nyawa?????
    tapi satu yg pasti,,Yesus selalu mengajarkan untuk kita selalu mengampuni bahkan mengasihi orang2 yg membenci kita….

  7. […] [2] Lihat kronologis di https://pormadi.wordpress.com/2010/08/12/kronologis-penyerangan-massa-terhadap-kegiatan-ibadah-jemaat… […]

  8. Dimana mana, selalu ada negosiasi sebelum dsekelompok pendatang mau melakukan kegiatan. Proses negosiasi yg berhasil akan membuahkan kebijakan yg mungkin diterima semua pihak.Dari kisah Ciketing, tampak terjadinya kegagalan negosiasi. Tentu bbrp sebab bisa disebutkan, tapi kisah2 sebelumnya menunjukkan adanya pemaksaan berdirinya sebuah gereja di lingkungan mayoritas muslim padahal proses negosiasi dgn pihak mayoritas ‘belum matang’ .Tidak usah berlindung dibalik Pancasila, ini soal psikologi sosial yg sangat sederhana:Sebuah Gereja mau didirikan di lingkungan (mayoritas) ummat Islam.Mungkin , pihak kristen akan mudah dpt izin bikin gereja di samping rumah Gus Dur,..tapi ini Ciketing, ini Bekasi.
    Jangan2 ummat islam Ciketing memang sengaja dipancing untuk berbuat kasar, agar tampak salah dihadapan media massa, hingga yg ditonjolkan cuma soal anarkisme ummat muslim. Sikap keras kepala pihak gereja tidak ditonjolkan( hidden ). Zaman VOC dulu , penjajah sebagai “kelompok minoritas yg sedang berkuasa” mmg terbiasa memplot sebuah tempat strategis untuk markas milter atau tempat ibadah mereka. Ummat islam tentu tak berkutik, pasrah pada sang penjajah yg berkemampuan militer sangat kuat itu.. Apa di zaman merdeka ini pihak gereja msh bersikap seperti bule2 VOC/Belanda itu.

    • Apa hbunganya jaman penjajahan VOC, sama HKBP..!!!sebelum koment pikir dulu coi, jangan malu2in..!!!

  9. Ah, masalah klasik yang di-dramatisir. Di komplek perum tempat kakakku tinggal (Cikampek) dulu juga begitu. Rumah tingal dipakai tempat ibadah, tiap minggu banyak orang Batak pada datang (entah dari mana), nyanyi2 dengan keras, dll. Yang jelas, kayak ngga ada gereja lain aja untuk ibadah dengan resmi. Salah sendiri ngga seperti kami, bisa sholat bebas dimanapun masjidnya. Alhamdulillah sekarang mereka tergeser dengan sendirinya. bagaimana lagi, lha wong populasi Kristen disana memang dikit kok, ngapain juga maksain mau beribadah seperti di gereja di tempat yang tidak sewajarnya dipakai untuk itu. Bukankan itu profokatip ? Jika saja warga jengkel dan jadi seperti di Bekasi, nanti digede2in… Aku ngga nuduh semua orang Kristen/Protestan begitu, cuma sebagian kecil yang suka maksain kehendaknya sendiri dan cari penyakit, ya cari penyakit !

    • INI DIBEKASI BUNG, JANGAN MELEBAR GITU. SAYA JG TIAP MINGGU KECIKAMPEK SAYA JG TAU KEADAAN DISANA GAK USAH BANYAK CINCONG. PIKIR PAKE OTAK MEREKA SEDANG BERIBADAH DIINTIMIDASI, DITERIAKIN, BAHKAN KATA2 KOTOR KELUAR. MANUSIA APA ITU..??APA KALIAN TIDAK ADA TENGGANG RASA, TOLERANSI, APA KALIAN TIDAK MIKIR TIAP HARI RIBUT TERIAK2 PAKE TOA, APA ITU TIDAK MENNGGANGGU, JANGAN EGOIS KAWAN…!!1INI NEGARA PANCASILA, KEBEBASAN BERAGAMA DIATUR DALAM UDD 45 DAH HAK SETIAP WARGA NEGRA, KAYAKNYA ANDA INI HNYA LULUSAN SR..!!!BACA UUD

  10. mnanggapi komentar d atas:
    seakan2 negara kita ini msh milik kelompok mayoritas.:p
    itu bukan negara pancasila namanya. Lagian dr kjadian2 yg trjd jelas trlihat tdk ada saling mghormati dan menghargai d negara ini. tp tenang aj, sebuah pohon trlihat dari buahnya. begitu jg dgn iman.

  11. Saya menaruh kasihan trhdp org yg selalu membela hal yg tdk benar.
    Biar bagaimanapun, suka ataupun tdk suka, negara kt adlh negara dgn berbagai macam Ras dan Agama. SEJAK dr NENEK MOYANG KITA…
    Apapun masalahnya, masing2 pihak hrs mengalahkan Egonya, jk mau berdampingan dgn rukun dgn masyarakat yg berbeda pula.
    Saya percaya: TUHAN, NABI, dan AGAMA, tdk mengajarkan ANARKIS. Ttp mengapa org yg mengaku diri mereka “lebih” beragama, serta memakai atribut agama, melakukan hal yg dibenci Tuhan.
    Kamipun mengecam Anarkisme thdp Agama yg trjd di luar negeri. Jgn sampai trjd jg di Indnesia…
    Karena kita Bersaudara…
    Berdampinganlah kita semuα, rukun dan menerima segala kelebihan dan kekurangan kita, di tanah air tercinta kita ini, Saudaraku….
    Karena Hari2 Kita Sudah Semakin tua, dan Hari Penggenapan sudah semakin dekat…
    Tuhan Memberkati dan Melindungi Kita semua…

  12. Saya setuju dengan cahyo,
    Mengenai penolakan kaum muslimin di ciketing,
    harusnya mereka (jemaat HKBP) itu sadar ,,
    kenapa sih senang sekali bikin gereja di dilingkungan muslim?
    Misi apa yg sebenarnya kalian bawa?
    kenapa gak bikin aja gereja di kampung halamanmu?
    sudah tau daerah mayoritas muslim masih aja ngebet pengen bangun gereja,

    Itu sebenernya hanya trik orang HKBP supaya kalian bisa mengembangkan misi kedaerah mayoritas muslim , mari kita sama sama merenungi introspeksi diri sendiri dan meminta petunjuk kalau mayoritas muslim menolak itu wajar karena hanya akan menambah daftar panjang perselisihan antar umat beragama.

    • saya heran sama kalian muslim itu, ketika tempat maksiat dibangun, sperti contoh diskotek, tempat karaokean gak protes. tapi saya gak heran lagi karna iblbis sama setan pasti berteman baik. knapa klo rumah ibadah sangat susah izinnya, saya sadar sih karena memang pemasukan gak ada dari gereja, klo diskotek kan banyk pemasukannya. penganguran berkurang, karna sekalian jual selangkangan.

  13. TUHAN YESUS AKAN SEGERA DATANG MEMBAWA DAMAI BUAT KITA SEMUA….
    AGAMA TDK UTK DIPERMASALAHKAN…
    KALAU TOH SLALU JD MASALAH LEBIH BAIK KITA TAK BERAGAMA…CUKUP BER-TUHAN SAJA..
    MAYORITAS-MINORITAS HANYA KESENJANGAN JUMLAH PENGIKUT…JD TAK PANTASLAH ITU DIPERMASALAHKAN..
    DI KAMPUNG ORG BATAK (BONA PASOGIT) MINORITAS DIBERIKAN HAK UTK MNDIRIKAN TEMPAT BERIBADAH…
    CONTOHLAH ITU KAWAN…..
    GBU Buat kalian yg membenci kami

  14. saya tidak menyalahkan kristen tidak juga membenarkan islam. keduanya tidak wisdom dalam bertindak, yang kristen ngotot ibadah bukan pada tempatnya, yang islam melakujkan tindakan sendiri. duanya-duanya menggunakan keangkuhan dan kesombongan, sehingga dua-duanya akan masuk neraka

  15. benar kawan,gmana kalau di medan sana yang minoritas islam dilarang bangun mesjid?tp orang kristen lbh punya iman n cinta damai.hal itu tdk dilakukan.lihat roma,apa melarang bangun mesjid?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: