Pembangunan Gereja HKBP Pondok Timur Indah Bekasi Diprotes

TEMPO Interaktif, Bekasi – Kebaktian 200 jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Timur Indah, Kota Bekasi, Jawa Barat, terganggu karena diprotes warga muslim yang menolak rencana pembangunan gereja, Ahad (25/7).

Kebaktian dilaksanakan di lahan kosong Kampung Ciketing Asem, Kecamatan Mustika Jaya. Mereka beribadah sambil berdiri di bawah pohon rambutan, setelah awal Juli lalu, Pemerintah Kota Bekasi menyegel sebuah rumah yang biasa mereka gunakan kebaktian di jalan Puyuh Raya, Mustika Jaya, karena tidak mengantongi izin.

Kebaktian tampak tidak khusuk. Massa terus berteriak-teriak meminta jemaat HKBP bubar. Setelah terjadi dialog antara kedua belah pihak yang difasilitasi Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi, massa akhirnya mereda.

Jemaat HKBP hanya diberi waktu sekitar 1 jam untuk menyelesaikan kebaktian, setelah itu membubarkan diri. Massa juga memasang spanduk warna merah ukuran besar, isinya menolak pembangunan gejera HKBP Pondok Timur Indah.

Koordinator aksi menolak rencana pembangunan gereja HKBP Sahid Tajuddin, mengatakan umat islam tidak melarang jemaat HKBP beribadah di lokasi itu, tetapi yang dipermasalahkan adalah rencana pembangunan gereja di area pemukiman yang mayoritas warga muslim.

“Mereka jemaat HKBP Pondok Timur Indah beribadah tidak sesuai pada tempatnya,” kata Sahid, kepada Tempo seusai menggelar aksi demonstrasi memprotes kegiatan kebaktian di lahan kosong Kampung Ciketing Asem.

Menurutnya, protes rencana pembangunan gereja HKBP itu sudah empat kali dilakukan warga. Awalnya, pada 1990 silam warga membongkar bangunan gereja yang baru berdiri beberapa meter. Protes selanjutnya terjadi pada 2004 dan 2005, kemudian pada 2010 ini.

“Dalam hal ini tidak ada perizinan dari warga setempat, semua warga di sini menolak dengan keras,” katanya.

Sementara itu, Pendeta Luspida Simanjuntak, mengaku kecewa atas aksi demostrasi umat muslim. “Tidak ada keadilan bagi warga minoritas,” katanya.

Menurutnya, kebaktian mereka laksanakan di lahan kosong di Kampung Ciketing Asem bukan tanpa izin. Justeru, penggunaan lahan yang sudah dibeli salah seorang jemaat HKBP itu adalah lokasi alternatif yang diberikan pemerintah daerah, setelah beberapa lokasi ibadat mereka sebelumnya disegel.

“Sudah punya izin, HKBP sudah 20 tahun disini tapi karena tekanan massa maka apa yang kita harapkan belum terlaksana,” katanya. Pendeta Luspida meminta Pemerintah Kota Bekasi supaya tegas dalam menyelasaikan masalah kerukunan antar umat beragama. “Jangan karena kami minoritas terus dinomorduakan,” ucapnya.

HAMLUDDIN

(Tempo Interaktif, Senin 26 Juli 2010)

Iklan

17 Tanggapan

  1. Bahwa HKBP PTI belum memiliki izin pendirian, tetapi dia telah berani melakukan ibadat ditempat tersebut, warga Ciketing tidak buta hukum, dan tidak melarang siapapun melakukan kegiatan ibadah jika jalur hukum dan perundangan sudah ditempuh. bahkan yang sangat memalukan lagi mereka (HKBP PTI) telah memalsukan tandatangan warga, dan telah membayar warga yang tandatangan dan koordinatornya untuk meminta tandatangan persetujuan pendirian gereja kepada warga. Tapi mereka telah ditipu oleh orang-orangnya sendiri yakni tandatangan tersebut palsu dan bukan warga RT03/06. serta dengan penipuan bahwa tanda tangan tersebut bukan untuk pendirian Gereja tapi untuk Pendirian SMP. Walau mereka mengadu ke KOMNAS HAM kami siap karena kami memiliki data, dan bukti yang kuat. Pendirian tempat ibadat harus mengikuti aturan yang telah dibuat yakni: 1. Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri No.8 dan No.9 tahun 2006 Bab IV tentang Pendirian Rumah Ibadat Pasal 13 ayat 2, berbunyi : “Pendirian rumah ibadat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dengan tetap menjaga kerukunan umat beragama, tidak mengganggu ketentraman dan ketertiban umum, serta mematuhi peraturan perundang-undangan”. Jika pembangunan dilaksanakan dikawasan penduduk muslim tentunya akan sangat mengganggu ketentraman beribadah umat muslim hal ini juga yang dapat dijadikan dasar penolakan. 2 Pasal 14 ayat 2 b “Dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang yang disahkan oleh lurah/kepala desa; Dengan demikian walaupun mendapat dukungan masyarakat setempat berjumlah 60 orang jika tidak disahkan oleh lurah dan camat maka tertolak. Apalagi dalam kasus ini mereka telah memalsukan tanda tangan dan bukan warga RT03/06 yang menandatangani persetujuan tersebut. dan orang-orang yang telah melakukan pemalsuan kini telah mengaku dan siap menjadi saksi. 3. Peraturan Wali Kota Nomor : 16 Tahun 2006 Tentang Tata Cara Pemberian Izin Pendirian Rumah Ibadat di Kota Bekasi Bab IV Pasal 8 ayat 3 huruf b dan c. berbunyi sebagai berikut: “Pendirian tersebut dilengkapi dengan syarat-syarat administrasi (b) Pernyataan tidak berkeberatan dari masyarakat lingkungan setempat paling sedikit 60 (enam puluh) orang yang diketahui oleh RT dan RW dan disahkan oleh Lurah dengan melampirkan bukti rekaman Kartu Tanda Penduduk (c) Rekomendasi tertulis Lurah, diketahui Camat. 4. Lampiran Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor : 16 Tahun 2006 Tanggal 15 Desember 2006 Tentang Alur Proses Layanan Izin Sementara Rumah Ibadat, dijelaskan juga pada alur proses izin pendirian rumah ibadat harus tetap mendapat dukungan warga lingkungan minimal 60 orang diketahui RT/RW. Artinya dilihat dari alur proses layanan izin, jika masyarakat setempat menolak maka izin rencana pembangunan rumah ibadat tersebut tertolak. dan kini telah terkumpul 1350 tandatangan penolakan. yang menjadi alasan HKBP sat ini ialah surat nomor 460/1529.Kessos/VI/2010 yang ditandatangani Sekretaris Daerah Tjandra Utama Effendi tertanggal 9 Juli 2010 memutuskan, HKBP PTI tidak diperbolehkan lagi beribadah di Jalan Puyuh Raya No.14 Rt001/015 Kelurahan Mustikajaya, tapi diperbolehkan di tempat lain milik sendiri. Jika dibenturkan dengan peraturan SKB Menteri Agama dan Dalam Negeri kekuatan hukum surat diatas yang hanya ditandatangani oleh Sekda tidak memiliki kekuatan hukum. dan tertolak.

    • Peraturan pemerintah mengenai pendirian rumah ibadah sangat memberatkan bagi umat kristiani.
      Sebelumnya saya ingin bertanya…., apah pendirian masjid dan musolah mempunyai izin…?
      apakah juga membayar pajak dan iuran listrik….?

      Marilah kita saling menghormati antara umat beragama, dan jangan lah saling mencari kesalahan.

      Thks

      • Betul banget Pak Benni…!!klo kesalahan yang kita cari2, semuanya pasti merasa benar. harusnya mereka jg harus menghormati yang minoritas kata mereka. karna saya gak pernah merasa minoritas hidup diindonesia ini,

  2. “Saran saya jangan disikapi perbuatan2 anarkis dalam menyelesaikan segala masalah!”, memang begitulah potret negara kita???, keadilan berlaku kalau diakherat.” Selama kita masih hidup didunia, keadilan gampang dibeli oleh banyaknya uang.” Kuman diseberang lautan nampak sekali tetapi gajah dipelupuk mata tidak terlihat. Kalau kita mau jujur, banyak sekali rumah ibadah yang berdiri tegak & tidak mempunyai IMB???, berhubung mayoritas. Mereka menutup mata semuanya, tidak ada yang menggubris???” Wasalam…

  3. buat bp abdul rokib : mikir sebelum bicara….kalian bagun masjidd dimana2 apa punya ijin????apa kalian ijin ma kami umat kristiani?????apa kalian mikirrr kami keganggu atau tidakk ataa toa masjidd kalian yg sekencang2nya pdhl masjidd didirikann di tengah rumah2 warga…..mikirr anda,,mungkin islamm kaliann pd ga sekolahh dan ga tau pancasilaa..liatt kiamatt nantii Tuhanmu yg dateng atau Tuhann yesuss kami yg dateng.

    • jangan emosi ina…tau sama tau aja…mereka ributkan karna takut kalah bersaing ama minoritas …di mana 2 jg begitu,dunia pendidikan,pemerintahan,olahraga…makanya negara gak maju maju…karna tidak fair dalam persaingan…dan yang berkualitas tak di beri kesempatan tuk membantu memajukan negara ini…wajar orang banyak cari makan di luar negeri yg lebih menghargai

  4. no coment

  5. premanisme berkedok agama, kalian pikir kalian cerdas. belajar lahhh

  6. kalo beribadah aja dilarang apalagi cari makan ya ? negara yg aneh…pantes ama negara tetangga jauh perkembangannya…
    negara lain sibuk bersaing ekonomi dgn negara lainnya tapi negara kita sibuk membatasi hak warga minoritas…hari kehari ngurusin itu itu melulu ..kapan kerjanya ???????

  7. Kita umat kristiani jangan terpancing oleh sekolompok massa yang menunjukkan sifat arogan dan merasa agama yang paling benar dan menganggap agama lain adalah kafir, dan saya percaya masih banyak saudara2 muslim yang cinta perdamaian dan menghargai keberagaman di negara yang kita cintai ini..
    cuman saya kok bingung kepada anggota DPR batak dan kristen yang nota bene mayoritas dipilih orang batak sebagai wakil di DPR sana kok pada diam, biasanya mereka2 ini plg lantang bicara, begitu juga kepada MR Presiden yang diam padahal beliau ini yang paling gusar kalau disinggung masalah kinerja beliau..oh Indonesiaku…

  8. buat abdul rokib, anda pasti tahu aturan dan undang undang..kalau adil mesjid di lingkungan saya tentu harus minta ijin dengan warga minoritas,,,tp lewat saja tuch..bahkan rumah tempat tinggal dijadikan mesjid, kita tdk proses..yang lebih gila lagi fasum dan fasos juga dijadikan mesjid tanpa pernah minta ijin. Ngomong anda sgt terlalu arogan tanpa pernah mau ngaca.

  9. Pak rokib adalah benar

    komentar anda2 hanya ingin memojokan islam.

    Padahal pak walikota udah bkin tempat dilokasi baru , cma hkbp nya ja yg g nurut sama walikota

    ,seharusny satpol pp and polisi mengamankan jemaat ke ‘kandang’ yg ditunjuk pemerintah .

    Tuan rumah adalah raja

    karna jemaat g mau nurut sama hukum jadi terpaksa terjadi gituan yg pada agak kegores aja ge ,g ada yg luka2 kok, LEBAY !

    pengertian hukum adalah segala aturan yg sudah dibuat bersifat Memaksa .

    Pernah sekolah g yg komen belain Hkbp ?

    Semua orang pinter juga tau Masjid itu g perlu izin bangunan sebab udah pasti klo ada masjid pasti warga sekitarny udah pada setuju.

    Ywdh dech buktiny g ada demo klo da pembuatan masjid kan ?

    G kaya Gereja Hkbp itu, g da yg restuin tuh bangunan bediri,

    blm di bikin ja udah di demo,itu bukti jelas Gereja ditolak di daerah kami . Kalo masjid udah pasti diterima,coba ja HKBP demo pembuatan masjid tanpa izin dech ,…

    SAYA WLW CUMA ANAK SMK TP SAYA BELAJAR PPKN .
    Kalian pada sekolah dimana sih ? Saya jd kasian ma kalian semua,

    Pak rokib adalah BENAR.

    • harus bersabar menghadapi oranga yang sedang amarah……. balas dengan senyum yang ramah…. kasih melembutkan hati yang keras….. jika mereka bilang darah jemaat yang beribadah disana halal…… itu menurut mereka,….. sbab mereka tidak mengerti apa yang mereke katakan…………..maslah izin yang menurut mereka tidak ada memang NEGARA membiarkan masalah ini berlarut-larut apalagi di kuatkan dengan keputusan SKB Menteri…….. minimal tanda tangan 60 0rang itu sangat sulit……tapi percayalah semakin di tekan……Umat Tuhan semakin bertumbuh…….. sbab apapun yang terjadi……..Umat Tuhan akan tetap menyembahNya didalam Roh dan Kebenaran……Sbab Umat Kristen telah siap memikul KUK yang di berikan…………

  10. kita sebagai agama sesama agama samawi harus saling menghormati, bukankah Muhamad SAW sendiri telah memberi contoh bagi kalian. Mengapa sekarang jadi pada seperti ini?? nggak masuk akal….di negara atau tempat mayoritas umat kristen di dunia selalu mentolelir dan menghargai umat muslim. Apakah kekerasan adalah jalan keluar?? kalian menuduh kami sebagai agama kafir.. yang perlu di garis bawahi Manusia tak boleh menghakimi sesamanya Manusia karena TUHAN-lah yang menetukan semuanya, TUHANLAH yang yang paling adil. jadi kami HARAP agar setiap umat muslim agar menghargai kebebasan beraganma. jangan merasa tersaingi, kita bukan dalam konteks persaingan, kita hadir bersama sama mencari jalan pulang kerumah TUHAN di sorga.

  11. Sebaiknya UUD 1945 dicabut saja,karena jaminan hak asasi sudah tidak ada,atau mungkin kita pindah kewarganegaraan saja atau mendirikan negara,untuk beribadat saja kita harus ditekan,kenapa yang kediskotik dibiarkan?orang perbuat baik dianggap kristenisasi berpikiran pendek.pake hati dong umat muslim…

  12. izin pendirian rumah ibadah seharusnya menjadi wewenang penuh pemerintah, bukan sekelompok masyarakat atau individu. urusan menjalankan keyakinan adalah urusan pribadimu. jadi pak Rokib jangan urusin izin, tapi tingkatkan rasa toleransi. penduduk asli jangan menjadi alsan untuk tidak bertoleransi. di kampung saya pulau samosir hanya ada musolla2 kecil karna teman2 muslim disana memamg hanya ada puluhan orang. Saya sebagai penduduk asli dan mayoritas menghormati mereka dan turut melindungi mereka dari gangguan yang tdk brtanggungjawab. sehingga sampai saat ini mereka hidup berdampingan dengan mayoritas dgn tenteram. tolong bapak jalan2 ke kampung saya supaya pemahaman anda terbuka tentang arti toleransi antar umat beragama. May God guide you n bless you…..

  13. Utk cyber cykeAS Yatindo. Didaerahku tuan rumah dan dan pendatang (tamu) sama2 raja. jadi tidak ada budak. mahon memberikan ungkapan yg lebih dewasa. menghormati orang yang berbeda dengan kamu jauh lebih mencerminkan bahwa kamu adalah an educated person, dan beragama. toh juga kita hanya hidup dalam keyakinan masing2. soalnya bicara soal keyakinan itu belum ada orang yang kembali dari surga yg hidup didepan kita skrg yg akan menjadi saksi hidup ttg keyakinan mana yg paling benar. tularkan pemahaman ini kepada teman2 lain yang punya pandangan sama dengan anda, supaya Indonesia menjadi jaya. thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: