Klarifikasi Tifatul Sembiring Soal Mirip-Mirip

http://m.tribunnews.com/index.php/2010/06/21/inilah-klarifikasi-tifatul-soal-mirip-mirip

Inilah Klarifikasi Tifatul soal Mirip-mirip

Senin, 21 Juni 2010 07:28 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Ada suatu kejadian kecil yang luput dari perhatian sebagian awak media massa ketika Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring menggelar diskusi soal video asusila yang diduga diperankan selebritis cantik Luna Maya, Ariel Peterpan, dan Cut Tari, Jumat (18/6/2010) di Kementerian Kominfo, Jakarta.

Saat itu, Tifatul, yang sehari sebelumnya didesak Komisi I DPR RI untuk turut membantu polisi menuntaskan kasus video tersebut, mendorong Mabes Polri untuk segera mengungkapkan pelaku. Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun mengatakan, soal mirip-mirip ini perlu diluruskan karena banyak menghabiskan energi masyarakat.

Dirinya kemudian mengatakan, soal mirip ini pun pernah terjadi dalam sejarah. Umat Islam, katanya, meyakini bahwa orang yang disalib di Bukit Golgota bukan Nabi Isa, melainkan seseorang yang mirip dengannya. Sementara itu, umat Kristiani, lanjutnya, meyakini bahwa yang disalib adalah Yesus. Soal mirip ini, sambung Tifatul, ternyata berimplikasi panjang dalam sejarah.

Saat itu, tak ada yang protes ketika pernyataan tersebut meluncur dari mulut Tifatul. Turut hadir dalam diskusi tersebut Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Wakil Kepala Bareskrim Mabes Polri Irjen Pol Dik Dik Mulyana, dan lainnya. Namun belakangan, kecaman di dunia maya merebak, terutama setelah berita berjudul “Ngebet Buka Topeng Ariel Cs, Tifatul Bawa-bawa Nabi Isa dan Yesus” ditayangkan. Tifatul dinilai tidak pada tempatnya membuat analogi kasus video asusila dengan keyakinan umat beragama.

Setelah berlangsung tiga hari, akhirnya pada Minggu (20/6/2010) Tifatul angkat suara melalui akun jejaring sosialnya di Facebook dan Twitter. Menurut Tifatul, dirinya tak bermaksud mengaitkan aspek teologi apa pun ketika menyampaikan analogi tersebut.

“Ungkapan saya adalah fakta sejarah. Dan ungkapan saya bersifat netral-netral saja. Saya tidak pernah mengaitkan video porno dengan kedua tokoh tersebut,” tulis Tifatul.

Dengan adanya klarifikasi tersebut, Tifatul berharap, polemik soal analogi tersebut dapat diakhiri. “Semoga klarifikasi ini dapat menjelaskan secara lengkap dan tuntas duduk persoalan polemik tersebut. Terima kasih atas kemaklumannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Semoga menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak, termasuk untuk saya pribadi,” ujarnya.

Berikut ini klarifikasi lengkap polemik istilah “mirip” tersebut:

PADA hari Kamis 17/06/2010 pagi diadakan sebuah pertemuan di Kantor Kemenkominfo yang dihadiri oleh Ketua Dewan Pers, Wakabareskrim, perwakilan KemenKumHam dan perwakilan Menteri PP dan PA dengan para penyelenggara ISP, dalam rangka mengajak para ISP untuk meminimalisasi penyebaran materi pornografi di internet.

Dalam forum pertemuan tersebut saya meminta pihak Kepolisian agar segera menuntaskan kasus video porno agar istilah mirip-mirip ini dapat jadi clear (jelas). Agar masyarakat tidak terombang ambing. Karena pada dasarnya masyarakatlah yang menjadi korban dari peristiwa memalukan bagi bangsa ini. Tanpa kejelasan, persoalan ini akan terus menggantung. Dan jika soal mirip-mirip ini tak dapat ditegaskan berdasarkan penyelidikan aparat hukum, maka ini dapat menghabiskan energi masyarakat ketika banyak persoalan lain yang tak kalah penting perlu mendapat perhatian dari seluruh komponen bangsa.

Berkait dengan isitlah “mirip” ini, tanpa berpretensi apa-apa saya sampaikan dalam forum, ada pelajaran dari sejarah yang juga menjadi pengetahuan kita bersama. Dalam soal analogi mirip ini saya katakan dalam sejarah terjadi dimana ummat Islam meyakini bukan Nabi Isa as. yang disalib, melainkan seseorang yang mirip Nabi Isa-ah yg disalib. Sementara ummat Nasrani meyakini bahwa Yesus-lah yg disalib. Dengan tidak bermaksud mengaitkan aspek teologi, soal mirip-mirip ini ternyata berimplikasi panjang dalam sejarah.

Ungkapan saya adalah fakta sejarah. Dan ungkapan saya bersifat netral-netral saja.

Saya tidak pernah mengaitkan Video Porno dengan kedua tokoh tersebut.

Kemudian di RMOL 17/06/2010 muncul sebuah tulisan yang sangat menggelitik dengan judul, “Ngebet Buka Topeng Ariel Cs, Tifatul Bawa-bawa Nabi Isa dan Yesus” tulisan Zul Hidayat Siregar. Namun tulisannya memuat isi yang kurang lengkap dari penjelasan saya pada saat pertemuan dimaksud.

Kontrovesi ini semakin menjadi setelah tersebarnya polemik hanya berdasar judul artikel tanpa penjelasan mendalam yang sangat berpeluang menimbulkan kesalahpahaman bagi khalayak.

Semoga klarifikasi ini dapat mejelaskan secara lengkap dan tuntas duduk persoalan polemik ini.

Terimakasih atas kemaklumannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanan ini.
Semoga menjadi pembelajaran berharga bagi seluruh pihak, termasuk untuk saya pribadi.

4 Tanggapan

  1. Kiranya Tuhan mengampuni anda pak tifatul, kami umat kristiani sudah terbiasa dianiaya….kejahatan dibalas dengan kebaikan dan kasih….

  2. Tuhan selalu mengampuni engkau Pak Tifatul, semoga Yesus Kristus di surga mengampuni engkau, kesadaran itu akan membuatmu semakin mengerti misteri Yesus Kristus. Semoga engkau di ampuni.

  3. Saya hidup karena TUHAN YESUS!
    Saya bisa belajar mengampuni karen TUHAN YESUS!
    Sdr. Tifatul, meskipun kata-kata Anda amat sangat menyakitkan dan Anda juga tidak meminta maaf secara jelas serta menarik ucapan Anda, kami umat Kristiani tetap memaafkan Anda… Kami tidak akan menuntut balas atas ucapan Anda…Kami mendoakan supaya Anda segera SADAR…
    Ingat ya pak, jabatan Anda tidak langgeng, jadi tolong pikirkan kata-kata Anda yang sudah menghina kepercayaan kami. Atau kalau mungkin memang maksud Anda memang sengaja ingin menghina, kami tetap memohon pada Tuhan agar Anda segera DISADARKAN…

  4. Kami umat Kristiani memang sudah terbiasa disiksa, dianiaya, difitnah…
    Tapi ingatlah, kami tetap bisa mengampuni karena itulah jiwa kami, yang dijiwai oleh TUHAN YESUS sendiri…
    Kami tidak akan menuntut balas…Kami tetap mengampuni, karena jiwa kami adalah jiwa KASIH…yang asalnya dari TUHAN YESUS semata!
    Buat Saudara-saudara Kristiani, marilah kita selalu belajar dan mengasah diri…untuk memaafkan kesalahan orang lain…Jadikanlah hal ini sebagai suatu cambuk untuk lebih meningkatkan iman kita kepada TUHAN YESUS…Ingatlah, sudah tugas kita untuk ikut memikul salib TUHAN YESUS di dunia ini dengan melewati segala godaan, fitnah, caci maki, adu domba…
    Ingatlah, kita sudah dimeteraikan dalam nama TUHAN YESUS…Janganlah kita terkotori dengan pikiran untuk membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan…Balaslah mereka dengan kasih dan pengampunan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: