Semangat Imlek untuk Membangun NKRI

Sejak pencabutan larangan perayaan Tahun Baru Imlek oleh  almarhum mantan Presiden Abdurrahman Wahid, semarak dan gaung perayaan tersebut bisa dirasakan dan dijumpai di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semakin tegas lagi, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri mengeluarkan Keputusan Presiden tentang Hari Tahun Baru  Imlek sebagai hari libur nasional pada tahun 2003.  Perayaan imlek semakin meriah dan mewarnai suasana kehidupan NKRI. Pengakuan pemerintah atas Hari Raya Imlek sebagai Hari Nasional (Keppres No.19 Tahun 2002) memperteguh amanat konstitusi yang menekankan Bhinneka Tunggal Ika.

Perayaan Imlek atau sering disebut juga Xin Nian, zheng yue, Sin Cia pada mulanya merupakan perayaan bagi perani Tionghoa pada awal musim semi. Dalam perjalanan waktu, bangsa Jepang, Korea, Vietnam dan lainnya ikut merayakan. 

Pemahaman Dasar

Menurut Pastor Agung Wijayanto SJ (Kompar, 24/01/2009 dan Kompas, 13/02/2010) merayakan imlek berarti merayakan kehidupan. Dalam pemahaman orang Tionghoa, hidup itu pada dasarnya baik dan indah. Ada beberapa pemahaman dasar orang Tionghoa tentang kehidupan. Pertama, hidup yang sejati bersumber dari kesucian, kebaikan dan keindahan. Pada kesempatan Imlek, mereka saling mengucapkan salam, berbagi makanan dan uang sebagai ungkapan syukur atas kemurahan Sang Sumber kehidupan.

Kedua, pengikat dan sumber daya kehidupan adalah kasih yang mengalir dan merasuki semua hal yang ada di alam raya (Dao) agar hidup itu menjadi baik dan indah. Pada perayaan Imlek, generasi muda langsung mengalami kebaikan dari yang lebih tua (menerima angpao/ hong bao = kasih sarana kehidupan). Yang muda mempersembahkan bai gui (hormat kepada pemberi kasih kehidupan). Pada kesempatan itu juga orang tua berdoa bagi kedamaian dan kesejahteraan baik mereka yang telah meninggal dunia maupun yang masih hidup di dunia.

Ketiga, hidup harus dirayakan di dalam kebersamaan dengan orang lain dan leluhur. Di sini diungkapkan peryaan syukur dan sujud kepada sumber-sumber pemberi kehidupan, kepada langit, bumi, leluhur, orang lain dan sumber kehidupan yang lain.

Di saat perayaan Imlek, kehidupan yang baik dan indah itu dirayakan, sehingga tali-temali persaudaraan diawetkan. Di sana semua doa dan harapan akan damai, selamat, sehat, lancar usaha dan reformasi ditegaskan.

Membangun NKRI

Kurang lebih tujuh tahun terakhir, kelompok etnis Tinghoa benar-benar percaya diri dapat  mengekspresikan identitas mereka melalui kesenian, kebudayaan, dan sosial politik. Adanya perasaan takut sebagai sisa peninggalan penjajahan dan perlakuan diskriminatif pemerintahan sebelumnya pelan-pelan mulai menghilang. Adanya pengakuan diri sebagai bagian dari NKRI mendorong  kelompok turunan juga semakin berani menunjukkan diri dalam hidup bernegara dan berbangsa dalam bingkai NKRI.

Sebagai bagian dari warga NKRI, etnis Tionghoa dan bersama semua kelompok suku bangsa lain di Indonesia memiliki tanggung jawab dan komitmen untuk pembangunan bangsa dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, politik dan keamanan.

Semua etnis di Indonesia seyogiyanya memberikan kontribusi dalam mewujudkan kehidupan bangsa Indonesia yang maju, makmur-sejahtera, adil, demokratis dan bermartabat.

Segala praktek curang seperti korupsi, kolusi dan nepotisme dalam bisnis dan kehidupan bernegara, paham hidup eksklusivisme harus dibuang jauh dalam kehidupan bersama. Kesetaraan dan kesamaan hak adalah prinsip kebersamaan. Semangat solidaritas dan setia kawan perlu dibangun. Apalagi menurut keyakinan orang Tionghoa, tahun 2010 adalah Tahun Macan, dimana banyak tantangan dan peluang. Harapannya tidak terjadi lagi peristiwa Mei 1998 dimana tehun itu merupakan Tahun Macan.

Semangat dan perayaan imlek yang dipandang oleh kelompok keturunan sebagai semangat dan perayaan kehidupan yang baik dan indah amat relevan  dan tepat menjadi semangat bersama dalam membangun NKRI yang lebih baik dan indah. Hidup yang baik dan indah itu tampak bila hidup dirayakan dalam kebersamaan di dalam solidaritas dan perjuangan mewujudkan NKRI yang damai, sehat, sejahtera dan adil serta bermartabat. Semoga. (Pormadi Simbolon, ditulis pada bulan Februari 2010)

2 Tanggapan

  1. thanks infonya sangat bermanfaat

    TELKOMSEL UNLIMITED ready stock

  2. hi wats your myspace page

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: