Reporternya Ikut Ibadah Umat Katolik, Majalah Al Islam Minta Maaf


(Kualalumpur 7/3/10) Ketegangan terjadi antara umat muslim dan nonmuslim di Malaysia akibat 2 reporter majalah Al Islam mengikuti ibadah umat Katolik untuk kepentingan penulisan berita. Menghindari suasana makin keruh, akhirnya Majalah Al Islam meminta maaf kepada umat Katolik Malaysia.

Dalam pernyataan permohonan maaf yang dilansir dalam situs Al Islam dan dilansir Utusan Karya, Majalah Al Islam mengaku tidak bermaksud untuk menghina ajaran Katolik, mengganggu, atau menyalahgunakan tempat ibadah umat Katolik.

Seperti dikutip dari Straitstimes, Minggu (7/3/2010), Majalah Al Islam meminta maaf terkait artikel yang mereka publikasikan soal dua reporternya yang menyusup sebagai umat Katolik dan melakukan peribadatan layaknya umat minoritas di negeri jiran tersebut.

Utusan Karya adalah media yang berada di bawah naungan Utusan Group. Selain menerbitkan Utusan Karya, Utusan Group juga menerbitkan Malay Daily dan Utusan Malaysia.

Dua reporter yang menyusup dalam peribadatan yang digelar oleh gereja Katolik Malaysia adalah untuk investigasi kasus pindahnya umat muslim yang murtad menjadi penganut Kristiani. Artikel tersebut dimuat Mei 2009 yang tidak disertai dengan bukti-bukti kuat.

Dalam mempersiapkan tulisannya, dua reporter Al Islam ikut beribadah di Gereja St Anthony di Puduraya, Kualalumpur. Saat mengikuti misa, mereka mendapatkan roti suci. Roti tersebut sempat mereka makan tapi akhirnya dimuntahkan. Nah roti muntahan itu mereka abadikan dalam sebuah foto.

Umat Katolik meyakini, roti suci pemberian pastur tersebut merupakan perlambangan tubuh Yesus Kristus, dan hanya boleh dimakan bagi orang yang telah dibaptis saja.(detiknews.com)