AKTIVIS BENDERA DITANGKAP, MATIKAH DEMOKRASI KITA?

OLEH: ARIEF TURATN0

KABAR dari Bandung, Jawa Barat (Jabar) malam ini menyebutkan, dua aktivis Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) Ferdy Semaun dan Mustar Bonaventura ditangkap tim gabungan Polda Jabar dan Polda Metro Jaya. Dan setelah ditangkap di suatu tempat, keduanya segera diangkut ke Jakarta. Pertanyaan dan persoalannya adalah apakah dengan ditangkapnya dua aktivis Bendera tersebut, demokrasi di Indonesia akan mati?

Tidak! Ini jawaban yang pasti. Karena dunia sekarang tengah mnengalami perubahan. Era teknologi, dan canggihnya jaringan informasi, serta tekanan dunia internasional, yang menbuat siapa pun tidak mungkin mampu membendung demokrasi. Beberapa negara yang semula dengan ketat memprotek negaranya sedemikian rupa pun akhirnya harus menyerah terhadap arus demokrasi tersebut. Misalnya Republik Rakyat Cina.

Memang sampai sekarang RRC tetap konsisten dengan ideologinya, yakni komunis. Namun komunis Cina sekarang berbeda dengan komunis sebelumnya. Cina sekarang lebih well come terhadap artus demokrasi yang datang dari luar. Karena itulah, Cina mengalami kemajuan yang luar biasa, terutama di bidang ekonomi dan industri. Demikian pula dengan Rusia. Meskipun negara ini pun tetap konsisten dengan ajaran komunisnya, tetapi mereka membiarkan arus demokrasi berkembang sewajarnya di negara tersebut.

Bagaimana dengan Indonesia? Sebagaimana sering saya ungkapkan di rubric ini. Bahwa sejak tahun 1998, kita telah menapaki jaman baru. Yakni jaman demokrasi, dimana semua orang berhak menyuarakan pendapatnya, seperti diatur dalam Undang-Undang Dasar 1945. Dan hal itu secara nyata dipraktekan dengan baik dan konsekwen oleh ketiga pemimpin kita, yakni Presiden BJ Habibie, KH Abdurahman Wahid, dan Megawati Soekarnoputri.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diawalinya, adalah seorang perwira tinggi militer yang memiliki pengetahuan yang luas dan moderen. Karena itu banyak orang memilihnya untuk menjadi Presiden RI sampai dua periode, 2004-2009 dan 2009-2014. Harapannya tentu agar SBY mampu mengawal demokrasi yang sedang dikembangkan di Indonesia. Dan semua orang tentu tidak memperhitungkan, jika tindakan pemerintahan SBY seperti sekarang, yakni membiarkan aparat menangkap aktivis yang bermaksud menyuarakan pendapatnya?

Mungkin saja kedua pentolan LSM Bendera Ferdy Semaun dan Mustar Bonaventura memang melakukan kesalahan, sebagaimana yang dilaporkan para pembantu Presiden dan keluarga SBY. Namun, tentunya hal itu harus melalui mekanisme yang benar atau dibenarkan menurut tata aturan yang ada. Artinya, kalau mereka bersalah, panggilan atau undanglah mereka untuk datang ke kepolisian. Dan berikan surat teguran atau ultimatum kepada keduanya, kalau memang ketika dipanggil sengaja menghindar.

Selain itu, mestinya polisi pun harus bertindak adil dan tidak berat sebeleh. Karena sebelumnya, kedua aktivis itu telah melaporkan orang-orang yang kemudian melaporkan balik kepada keduanya dengan tuduhan telah melakukan fintah. Seharusnya, kalau polisi tidak ingin dituding berat sebelah, maka polisi pun segera memeriksa orang-orang yang dituding menerima aliran dana dari Bank Century seperti yang disangkakan oleh Ferdy dan Mustar. Setelah melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang bersangkutan, dan polisi menemukan kenyataan bahwa tudingan tersebut adalah fitnah. Barulah polisi melakukan penangkapan atau pemeriksaan terhadap Ferdy dan Mustar.

Sepanjang mekanisme semacam itu tidak dipatuhi atau tak dipenuhi polisi, maka jangan salahkanataupun heran jika masyarakat menuding polisi berstandar ganda. Yakni satu pihak polisi bersikap tegas, di sisi lain polisi ternyata lebih lunak. Jika asumsi atau alasan ini benar, maka sungguh sekali lagi kredibilitas polisi benar-benar tengah dipertaruhkan. (*)

http://jakartapress.com/www.php/news/id/11581/Aktivis-Bendera-Ditangkap-Matikah-Demokrasi-Kita.jp

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: