Dua Gereja (HKBP & GPdI) dan Rumah Pendeta Dibakar

Sibuhuan (SIB)

Dua rumah tempat beribadah yaitu gereja HKBP dan gereja GPdI serta rumah dinas Pendeta di Sibuhuan, Kabupaten Padang Lawas (Palas) hangus dibakar massa, Jumat (22/1) sekitar pukul 14.15 WIB. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Informasi yang berhasil dihimpun SIB, siang itu ratusan massa secara serentak melakukan aksi pembakaran gereja HKBP. Usai melakukan aksinya massa bergerak dengan menggunakan kendaraan bermotor ke GPdI yang jaraknya ratusan meter dari gereja HKBP tersebut.

Massa tersebut juga melakukan aksinya yang sama yaitu, membakar gereja GPdI. Alasan pembakaran, menurut massa bahwa kedua rumah tempat beribadah tersebut belum memiliki izin. Informasi diperoleh SIB dari Sibuhuan, Jumat malam sedang diadakan rapat Muspida untuk membahas pembakaran dua rumah ibadah tersebut. “Hasilnya belum tau, karena baru mulai mau rapat,” ujar sumber tersebut.

Bupati Jamin Tidak Ada Lagi Pembakaran

Bupati Padang Lawas (Palas) Basyrah Lubis SH mengatakan bahwa pemerintah akan fasilitasi pemberian izin dalam mendirikan rumah ibadah dalam menyahuti aspirasi yang berkembang di wilayah itu pasca pembakaran rumah tempat beribadah jemaat HKBP dan rumah dinas Pendeta, di Lingkungan VI Kelurahan Sibuhuan, Jumat (22/1).“Kita sudah rapat Muspida dihadiri Dandim 0212/TS Letkol Inf Togar Pangaribuan, Kapolres Tapsel AKBP Subandiya SH MH, Kakandepag, tokoh masyarakat dan udangan lainnya dan telah bahas secara rinci permasalahan tersebut serta bagaimana antisifasi serta solusinya, ujar Bupati yang dihubungi wartawan SIB melalui telepon selular, Sabtu (23/1).

Penjelasan Bupati, bahwa ketika itu sehabis sholat Jumat (22/1) secara spontan warga yang jumlahnya hampir seribu orang secara bersama-sama mendatangi rumah tempat beribadah tersebut yang jaraknya ratusan meter dan kemudian membakarnya. Selanjutnya massa bergerak ke rumah dinas Pendeta di sana dan juga membakarnya. Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, namun sempat membuat kepanikan.

Kondisi saat ini, kata Bupati sudah membaik dan kondusif sehingga diharapkan agar masyarakat selalu menjaganya agar jangan sampai menimbulkan hal- hal negatif. “ Situasinya sudah kondusif , warga jangan takut dan kita jamin tidak akan ada lagi keributan seperti itu. Bagi warga yang sempat mengungsi agar kembali ke tempat semula dan dapat bekerja dengan baik,” ujar Bupati Basyrah Lubis. Dandim 0212/TS Letkol Inf Togar Pangaribuan SIP dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengatakan bahwa rapat Muspida menyepakati agar segera dibentuk Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) agar izin pendirian rumah ibadah segera diproses, lokasi pendirian rumah ibadah (gereja) akan dicarikan tempat yang cocok sehingga tidak menimbulkan permasalahan di kemudian hari.

Pemda bersama aparat keamanan bekerja sama menjaga agar jangan sampai terjadi lagi permasalahan yang menyangkut rumah ibadah. “Muspida serta tokoh masyarakat sudah sepakat soal itu dan akan mengawalnya dengan baik,” ujar Dandim.
Kapolres Tapsel AKBP Subandriya SH MH dihubungi SIB mengatakan, bahwa pihaknya masih sedang rapat melanjutkan pembahasan permasalahan pembakaran rumah tempat beribadah tersebut. “Kami masih rapat lagi dan penjelasan saya sesuai dengan yang dijelaskan pak Dandim dan pak Bupati tadi,” ujarnya singkat. Sementara itu Praeses HKBP Distrik I Tapsel Sumbar Pdt Marolop Sinaga MTh dihubungi secara terpisah mengatakan. Dari 53 Kepala Keluarga atau 272 jiwa warga jemaat HKBP Sibuhuan Resort Sion Nauli Ujungbatu Sosa banyak mengungsi karena takut dan trauma. Diharapkan agar Pemkab Palas dan aparat keamanan dapat menjamin kekondusifan daerah tersebut sehingga warga jemaat dapat beribadah dengan aman dan damai.

Sekretaris Diakonia HKBP Distrik I Tapsel Sumbar yang juga anggota FKUB Kota Padangsidimpuan Sahatua Sinaga mengharapkan agar Pemkab Padang Lawas bertanggung jawab untuk menjamin pelaksanaan beribadah umat beragama. Hidup rukun berlaku bagi semua warga negara di NKRI, untuk itu kami menghimbau pemerintah agar segera membangun kembali gereja tersebut. Karena pembangunan rumah ibadah merupakan juga tanggung jawab pemerintah. (Tim/T7/T8/d)

 Sumber : Harian SIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: