Vatikan Mengajak Umat Muslim Perangi Kemiskinan Bersama

Vatikan mengajak umat Muslim untuk bekerjasama dengan Kristiani guna mengakhiri kemiskinan; yang mana dikatakan dapat mengakibatkan “kekacauan dan ekstrimisme” yang merupakan musuh manusia.

 

Dalam pesan tradisionalnya kepada umat Muslim pada akhir Ramadan, bulan suci bagi umat Islam berpuasa, Pontifical Council for Inter-religious Dialogue, Jumat meyampaikan Pesan tahunan kepada umat Muslim bahwa kemiskinan adalah penyebab utama “penderitaan yang amat berat”.

 

“Kita semua mengetahui bahwa kemiskinan memiliki kekuatan untuk menghinakan dan menyebabkan penderitaan yang berat; seingkali bahkan menjadi sumber isolisasi, kemarahan, bahkan kebencian serta keinginan untuk balas dendam.”

 

“Hal tersebut juga dapat membangkitkan aksi permusuhan dengan menggunakan berbagai cara, bahkan mencari pembenaran agama terhadap tindakan yang dilakukan, atau merampas kekayaan orang lain, serta kedamaain dan keamanan, dengan mengatasnamakan sebuah “keadilan agung”, ujar pernyataan dalam pesan tersebut.

 

“Itu kenapa dalam menghadapi fenomena ektrimisme dan kekerasan secara tidak langsung diperlukan upaya menangani kemiskinan melalui mempromosikan pengembangan manusia secara integral yang oleh Paus Paulus VI mendefinisikannya sebagai “nama baru bagi perdamaian.”

 

Pesan tersebut ditandatangani oleh kepala interfaith dialog, Kardinal Jean-Louis Tauran dan Uskup Agung Pier Luigi Celata, selaku presiden dan sekretaris dewan.

 

“Masyarakat miskin bertanya kepada kami, mereka menantang kami, tetapi di atas semuanya mereka mengajak kami untuk bekerjasama untuk tujuan yang mulia: mengentaskan kemiskinan!,” ujar mereka.

 

Takhta Suci telah mencoba memperbaiki hubungan dengan umat Muslim yang sempat menegang setelah Paus Benediktus XVI pada 2006 mengutip teks sejarah pada pertengahan abad yang menggambarkan Nabi Muhammad dalam Islam sebagai sebuah kekerasan. Benediktus menyatakan permohonan maaf dan menyatakan bahwa teks tersebut tidak menggambarkan pandangannya.

 

Dua pemimpin kemudian menutup pesan tersebut dengan ucapan “Selamat Idul Fitri” kepada umat Muslim, merujuk pada libur selama tiga hari menjelang akhir Puasa pada bulan Ramadhan, sebagai salah satu dari lima pilar dalam Islam.

 

Akhir Ramadan tahun ini akan jatuh pada malam tanggal 19-20 September.

Sumber: Kristiani Pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: