Rumah Ibadah HKBP Parung Panjang Bogor Dirobohkan Aparat PEMDA

HKBP BOGOR DIROBOHKAN APARAT PEMDA, JEMAAT LAPOR KOMNAS HAM

Jakarta – Setelah kasus pencabutan ijin IMB HKBP Depok , kali ini giliran rumah ibadah HKBP Parung Panjang, Bogor , Selasa (21/7) dirobohkan oleh pemerintah daerah Kabupaten Bogor.

 Menanggapi aksi perobohan rumah ibadah mereka, puluhan anggota jemaat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Parung Panjang, Bogor mendatangi kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat Rabu (22/7).

Mereka diterima oleh anggota Komisi bidang Pemantauan dan Penyelidikan Joni Nelson Simanjuntak.

 

Pada 2006, mereka membeli sebidang tanah di desa Parung Panjang. Mereka berniat mendirikan rumah ibadah disana karena sejak tahun 1999 mereka tak memiliki tempat ibadah yang tetap. “Kami berpindah-pindah, ” katanya. Menurut James, dulu telah ada komitmen dengan kepala desa bahwa mereka dilarang mendirikan gereja, namun boleh mendirikan rumah ibadah yang tidak permanen.

 

“Masyarakat di sini masih alergi dengan gereja,” katanya menirukan kepala desa. Dengan seijin kepala desa dan menggantongi ijin dari 11 RT, mereka kemudian mendirikan rumah ibadah sederhana semi permanen berdinding gedek bambu pada Maret 2009. Jadi, masyarakat sebenarnya tidak keberatan dengan keberadaan rumah ibadah itu.

 

Namun, pada 25 Mei keluar surat dari kecamatan agar bangunan tersebut dihentikan pengerjaannya. Kemudian, keluar surat perintah bongkar tertanggal 2 Juli yang diterima pada 14 Juli. Kemarin (21/7), aparat Satpol PP langsung membongkar.

 

Ketua Pusat Bantuan Hukum Indonesia Hendrik Sirait yang mendampingi jemaat HKBP ini mengatakan negara telah melakukan pelanggaran HAM dalam kasus perobohan paksa rumah ibadah HKBP Parung Panjang. “Tindakan ini selain merupakan bentuk arogansi aparat, juga telah mencederai kebebasan untuk beribadah,” katanya.

Alasan Pemerintah Kabupaten Bogor membongkar paksa bangunan tersebut karena tak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) bisa dikategorikan sebagai diskriminasi. Karena ada sekitar 234 bangunan di Parung Panjang yang tak memiliki IMB, tapi hanya rumah ibadah HKBP yang dirobohkan.

 

Mereka menuntut Komnas HAM membentuk tim investigasi dan mendesak Pemerintah Kabupaten Bogor tidak mempersulit perijinan tempat ibadah. “Polisi juga harus memberikan jaminan keamanan bagi jemaat HKBP,” katanya. PBHI juga berniat menggugat Bupati Bogor. “Bukannya melindungi, malah dia menjadi pelaku pelanggaran, ” ujarnya.

Pendeta Gultom dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia prihatin terhadap kasus ini. “Saya pikir ini bukanlah yang terakhir. Akhir-akhir ini sudah ada lima tempat ibadah Kristen yang dirobohkan oleh Satpol PP,” ujarnya. Ia mendesak pemerintah agar memberikan perlindungan kepada semua umat beragama.

 

Komnas HAM berjanji akan menyelidiki kasus ini. “Komnas HAM akan mendukung setiap orang untuk memiliki hak beribadah,” kata Joni. Menurut dia, Komnas akan menyampaikan kepada Pemkab Bogor, polisi, TNI agar menjamin hak beragama. “Kita juga akan berkomunikasi dengan Departemen Agama dan Forum Komunikasi Umat Beragama,” katanya. Komnas juga meminta bupati Bogor menyediakan fasilitas tempat jemaat HKBP ini untuk beribadah pada hari minggu ini.

Sumber Kristiani Pos

7 Tanggapan

  1. Pemerintah selalu setengah hati, atau kosong hati. mari kita isi agar penuh hati. hati yang baik dan penuh kebenaran.

  2. Blog anda OK Banget! Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!

    Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.

    Salam hormat
    http://kombes.Com

  3. Apa karena umat kristiana dikatakn Minoritas makany a seeaknyaaja melakukan ini terhadap Gereja bagaimana klo perobohan ato IMB terjadi pada orang ISlam Pasti ribut besar ,bisa2 terjadi kekacauan, perang bermusuhan .Tapi di kreisten selalu Alkitab mengajarkan lebih KASIH yg ditonjolkan tdk pernah hrs membalas,membunuh,apalagi menghncurkan yg bukan hak nya juga perang sama sekali Kristen tidak pernah mengajarkan apabila kita mengikuti tuntunan KRisrianai maka amanlah dunia in.tapi kami tdk mau ikut campur dlm urusan kekerasan ato pemboman yg mengatasnamakan agama umat Kristiani selalau mendoakan karena mereka tidak mengerti apa yg mereka perbuat ITU KATA YESUS “amanlah INDONESIAKU kami cape di hina oleh kekerasan” Padahal Umat Islam Dan Kristen adalah saudara dari turunan Abraham dengarlah doa bangsa kami amin

    • Ampunilah mereka karena mereka tidak tau apa yang mereka perbuat…

    • sebetulnya bukan orang islam yang membuat deskriminasi tersebut,tapi orang yang tidak berpikiran islam yang mmbwtnya.karna islam pun mengajarrkan kedamaian untuk semua umat.
      mhn maaf bila ada salah kata

  4. marilah kita semua hidup dengan rukun dan damai
    saling menghargai dan menghormati sesamanya
    terutama azas negeri Indonesia Pancasila.

  5. TINDAKAN PEMDA JELAS SALAH KRN TIDAK MEMBERI SOLUSI KEMANA RAKYAT BERIBADAH. DIA KIRA ORANG BATAK SEPERTI DIA BERAMAI-RAMAI KE PELACURAN,DISKOTIK,PANTI PIJAT,KARAOKE,YANG BERJAMUR DGN IJIN RESMI PEMDA.
    SAUDARAKU ORANG BATAK,JANGAN PATAH SEMANGAT,BILA PERLU KITA KEBAKTIAN DI RUMAH MASING-MASING SAJA. NYALAKAN SEMANGAT KASIH DAN TERUSLAH BERJUANG SBG ORANG KRISTEN YANG BENAR.JEMAAT LAIN JANGAN HANYA DIAM SAJA,DATANGILAH LOKASI KEJADIAN DAN BERDOALAH DISANA.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: