Kuliah Umum di Budapest: Demokrasi Pilihan Terbaik untuk Indonesia

Budapest – Demokrasi satu-satunya bentuk pemerintahan yang cocok dengan kondisi masyarakat Indonesia. Bagi Indonesia yang multiagama dan multikultural pilihan terbaik adalah bukan negara agama.

Hal itu ditekankan oleh Dubes RI Mangasi Sihombing dalam sebuah kuliah umum di Universitas Teologia Lutheran Hungaria di Budapest, seperti disampaikan Koordinator Fungsi Pensosbud Patricia Silalahi kepada detikcom (13/5/2009).

“Bukan negara agama, melainkan negara Pancasila, sekalipun salah satu agama yang ada dianut oleh mayoritas penduduk,” demikian Sihombing.

Dijelaskan latarbelakang Indonesia menjadi multietnik karena moyang bangsa Indonesia datang dari Asia dalam beberapa periode yang berbeda, bahkan sebagian berbaur dengan orang-orang Wajak yang fosil-fosilnya ditemukan di Desa Trinil.

Ratusan etnik Indonesia masing-masing memiliki bahasa sendiri, namun dipersatukan oleh sebuah lingua-franca, yaitu bahasa Indonesia yang berbasis bahasa Melayu.

Lebih lanjut Sihombing juga menerangkan mengenai masuknya agama-agama besar ke Indonesia sehingga bangsa Indonesia menjadi multiagama. Sementara itu sebagian kecil masyarakat Indonesia masih menganut kepercayaan asli yang diwariskan nenek moyang.

Menurut Sihombing dialog lintas agama yang dari sejak dulu sudah dilaksanakan bangsa Indonesia merupakan wujud demokrasi. Dialog ini membahas masalah-masalah yang dihadapi bersama, sehingga kerukunan, rasa aman dan damai tidak terganggu tetapi terpelihara dengan baik.

Dalam demokrasi terdapat perlindungan kepentingan minoritas. Jadi demokrasi bukan hanya sekedar pemerintahan oleh mayoritas. Demokrasi merupakan jalan mewujudkan kesejahteraan semua warga negara, baik menyangkut kepentingan jasmani dan rohani.

“Karena itu bangsa Indonesia telah memasukkan ke dalam Undang-Undang Dasar berbagai ketentuan yang menjamin secara luas hak-hak azasi manusia, termasuk kebebasan beragama dan menjalankan ibadah,” demikian Sihombing.

Kuliah umum ini dihadiri oleh 43 orang, terdiri dari mahasiswa calon pendeta, rektor dan sejumlah dosen termasuk Uskup Lutheran Dr. Tamas Fabiny dan Dirjen Urusan Agama Budapest. Di Hongaria, umat Lutheran termasuk kelompok minoritas di tengah-tengah umat Katolik yang mayoritas.
(es/es)

Sumber: http://www.detik news .com/read/2009/05/14/013639/1131080/10/demokrasi-pilihan-terbaik-untuk-indonesia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: