Ali Agca Penembak Paus Ingin Dibaptis


Penembak Paus Ingin Dibaptis

ANKARA, KOMPAS.com Melalui pengacaranya, pada Rabu (13/5), Mehmet Ali Agca yang dihukum penjara karena penembakan terhadap Paus Yohanes Paulus II mengatakan ingin dibaptis. “Dia ingin dibaptis di Vatican usai keluar dari penjara Januari tahun depan,” kata pengacaranya.

Insiden penembakan itu dilakukan Agca pada 13 Mei 1981. Dua tahun kemudian, saat bertemu di penjara Italia, Paus mengatakan memaafkan tindakan Agca. Paus Yohanes Paulus II meninggal pada 2 April 2005. 

Atas perbuatannya itu, Agca harus mendekam di penjara Italia selama 19 tahun. Sementara, hingga kini, Agca dipenjara di Sincan, di kota Ankara, atas kasus pembunuhan terhadap seorang wartawan bernama Abdi Ipekci. Menurut rencana, Agca bakal menghirup udara bebas pada 18 Januari 2010.

XVD
http://www.kompas. com/read/ xml/2009/ 05/13/18565267/ penembak. paus.ingin. dibaptis

Kuliah Umum di Budapest: Demokrasi Pilihan Terbaik untuk Indonesia


Budapest – Demokrasi satu-satunya bentuk pemerintahan yang cocok dengan kondisi masyarakat Indonesia. Bagi Indonesia yang multiagama dan multikultural pilihan terbaik adalah bukan negara agama.

Hal itu ditekankan oleh Dubes RI Mangasi Sihombing dalam sebuah kuliah umum di Universitas Teologia Lutheran Hungaria di Budapest, seperti disampaikan Koordinator Fungsi Pensosbud Patricia Silalahi kepada detikcom (13/5/2009).

“Bukan negara agama, melainkan negara Pancasila, sekalipun salah satu agama yang ada dianut oleh mayoritas penduduk,” demikian Sihombing.

Dijelaskan latarbelakang Indonesia menjadi multietnik karena moyang bangsa Indonesia datang dari Asia dalam beberapa periode yang berbeda, bahkan sebagian berbaur dengan orang-orang Wajak yang fosil-fosilnya ditemukan di Desa Trinil.

Ratusan etnik Indonesia masing-masing memiliki bahasa sendiri, namun dipersatukan oleh sebuah lingua-franca, yaitu bahasa Indonesia yang berbasis bahasa Melayu.

Lebih lanjut Sihombing juga menerangkan mengenai masuknya agama-agama besar ke Indonesia sehingga bangsa Indonesia menjadi multiagama. Sementara itu sebagian kecil masyarakat Indonesia masih menganut kepercayaan asli yang diwariskan nenek moyang.

Menurut Sihombing dialog lintas agama yang dari sejak dulu sudah dilaksanakan bangsa Indonesia merupakan wujud demokrasi. Dialog ini membahas masalah-masalah yang dihadapi bersama, sehingga kerukunan, rasa aman dan damai tidak terganggu tetapi terpelihara dengan baik.

Dalam demokrasi terdapat perlindungan kepentingan minoritas. Jadi demokrasi bukan hanya sekedar pemerintahan oleh mayoritas. Demokrasi merupakan jalan mewujudkan kesejahteraan semua warga negara, baik menyangkut kepentingan jasmani dan rohani.

“Karena itu bangsa Indonesia telah memasukkan ke dalam Undang-Undang Dasar berbagai ketentuan yang menjamin secara luas hak-hak azasi manusia, termasuk kebebasan beragama dan menjalankan ibadah,” demikian Sihombing.

Kuliah umum ini dihadiri oleh 43 orang, terdiri dari mahasiswa calon pendeta, rektor dan sejumlah dosen termasuk Uskup Lutheran Dr. Tamas Fabiny dan Dirjen Urusan Agama Budapest. Di Hongaria, umat Lutheran termasuk kelompok minoritas di tengah-tengah umat Katolik yang mayoritas.
(es/es)

Sumber: http://www.detik news .com/read/2009/05/14/013639/1131080/10/demokrasi-pilihan-terbaik-untuk-indonesia

Islamofobia adalah Kejahatan Kemanusiaan


ISTANBUL – Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan, prasangka anti-Islam merupakan bentuk kejahatan terhadap kemanusiaan, sama seperti anti-Semitisme.

“Setiap kebijakan yang didasarkan pada ketakutan terhadap Islam (Islamofobia) adalah merusak,” kata Erdogan saat membuka pertemuan Eurasia Islamic Council ke-7 di Istanbul, Selasa waktu setempat, seperti dikutip dari PressTV, Rabu (13/5/2009).

Dalam pandangannya, prasangka terhadap suatu keyakinan adalah hambatan utama bagi perdamaian. Sementara mengurangi prasangka terhadap keyakinan yang lain dapat membawa para pengikut dari agama berbeda semakin dekat.

Erdogan juga mengatakan bahwa proyek Aliansi Peradaban (Alliance of Civilization), di mana Turki dan Spanyol berupaya untuk membentuknya di bawah PBB, telah membantu anggota-anggota dari peradaban yang berbeda mendapatkan pemahaman satu sama lainnya.

Islamofobia merujuk pada prasangka dan diskriminasi terhadap Islam dan umat muslim. Istilah ini sudah ada sejak 1980-an, dan semakin populer semenjak peristiwa 11 September 2001. Di Eropa misalnya, Islamofobia meningkat dengan munculnya berbagai penghinaan terhadap Islam maupun Nabi Muhammad.

Sementara anti-Semitisme merupakan sikap permusuhan atau prasangka terhadap kaum Yahudi dalam bentuk-bentuk penganiayaan terhadap agama, etnik, maupun kelompok ras, baik terhadap individu maupun lembaga.

Komisi Eropa untuk Rasisme dan Intoleransi (ECRI) tahun lalu menyebut, Islamofobia telah meningkat di Belanda semenjak pergantian abad, dipicu oleh sejumlah peristiwa seperti penyerangan 11 September di Amerika Serikat dan pembunuhan terhadap sutradara film Theo van Gogh di Amsterdam oleh seorang Muslim pada 2004. Tak hanya sentimen Islamofobia, dalam laporan ECRI itu juga disebutkan sentimen anti-Semit di Belanda juga meningkat, dengan penggunaan kata “Jew (Yahudi)” sebagai kata sumpah untuk lebih meyakinkan.(jri)

Sumber: http://international .okezone .com/index.php/ReadStory/2009/05/13/18/219221/islamofobia-adalah-kejahatan-kemanusiaan