Pernyataan Sikap: SOLIDARITAS MASYARAKAT KORBAN DPT

Catatan La Luta:

Tanggal 22 April dini hari, jam 10 pagi Solidaritas Masyarakat Korban
Kisruh DPT (SMK2D) bersama PBHI, melakukan pengaduan serta melaporkan tentang kekisruhan Data Pemilih Tetap di Jakarta. …kasus ini adalah salah satu bukti dari bentuk kecurangan pemilu, yang telah menunjukan posisi indenden KPU
sebagai instansi untuk melayani Rakyat menggunakan hak pilihnya
diragukan… lalu apakah hasil pemilu pil-leg sudah lejitim?

Untuk itu silahkan baca reportase berita di kompas.com, berjudul “SOLIDARITAS MASYARAKAT KORBAN DPT” dan pernyataan sikap dari SOLIDARITAS MASYARAKAT KORBAN KISRUH DPT (SMK2D)

La Luta Continua!

***

SOLIDARITAS MASYARAKAT KORBAN DPT

Today at 7:01pm

JAKARTA, KOMPAS.com- Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia

Indonesia Regional Jakarta dan 80 warga Jakarta melaporkan Komisi

Pemilihan Umum dan Menteri Dalam Negeri. Namun, laporan tersebut

ditolak Sentra Penegakan Hukum Terpadu yang terletak di lantai dua

Gedung Bareskrim Mabes Polri.

“Seperti yang kami duga, laporannya ditolak,” ujar Chairperson PBHI

Jakarta, Hendrik D Sirait, saat keluar dari Gedung Bareskrim Mabes

Polri, Rabu (22/4 ).

Pengacara PBHI Jakarta, Sandi Sitongkir, menjelaskan, laporan tentang

daftar pemilih tetap itu bukan termasuk dalam kategori pelanggaran

hukum pidana. “Menurut mereka, ini tetap tidak masuk hukum pidana.

Padahal kami telah menjelaskan tentang pelapor yang terdaftar dalam

Pemilu 2004 dan Pilgub. Tapi di DPT tidak ada. Mereka bilang DPS dan

DPT tidak berkaitan. Sangat tidak mungkin nama di DPS ada, DPT tidak

ada,” jelasnya.

Gakumdu menyarankan, lanjut Sandi, agar PBHI mendiskusikan laporannya

lebih lanjut. Tetapi tempat pelaporannya bukan di Mabes Polri,

melainkan di Polda Metro Jaya. PBHI sempat meminta agar Mabes Polri

mengarahkan tindak pidana pemilu yang kadaluarsa ke tindak pidana

umum. Agar, kata Sandi, korban yang tidak mendapatkan hak pilih bisa

mendapatkan keadilan hukum.

Sumber: http://nasional. kompas.com/ read/xml/ 2009/04/22/ 1457215/pbhi. seperti.perkiraa n.laporan. ditolak

***

SOLIDARITAS MASYARAKAT KORBAN KISRUH DPT
SMK2D
Jalan Salemba I No 20 Jakarta Pusat
Tlp:021-3106534/ Fax: 021-3914738
____________ _________ _________ _________ _________ _________ _

PERNYATAAN SIKAP

“Pemilu
2009 gagal membuat perbedaan yang berarti dibandingkan dengan
pemilu-pemilu sebelumnya sepanjang reformasi. Pemilu kali ini bahkan
lebih buruk
penyelenggaraannya daripada Pemilu 2004 dan 1999.”

Bahaya Pembusukan Demokrasi

Sejak
reformasi bergulir, pemilu yang demokratis, jujur dan adil, adalah
salah satu alat dari sistem demokrasi yang menjadi pilihan bersama.
Namun pada pemilu 2009, publik malah dipertontonkan dengan realitas
pembusukan terhadap demokrasi yang susah payah direbut. Politik uang
misalnya, hadir kasat mata dengan sosok yang sangat vulgar. Politik
uang mendominasi rekruitmen politik di semua partai politik. Politik
uang mendominasi kompetisi politik. Jalan pintas manipulatif diambil
dengan meiming-imingi uang serta bantuan-bantuan sosial untuk
mendapatkan suara rakyat. Banyak kalangan yang diam dan seolah-olah
memaklumi proses pembusukan ini dengan anggapan: “partai-partai politik
masih membutuhkan waktu untuk berproses menjadi partai modern yang
mandiri dan independen.” Kekuasaan benar-benar menjadi tujuan sehingga
esensi berpolitik terpinggirkan.

Proses politik yang tidak
mengindahkan moralitas ini akhirnya berakibat buruk. Kesibukan merebut
kekuasaan telah membuat para politisi lupa merawat demokrasi.
Penyelenggaraan pemilu akhirnya menuai ketidakpuasan. Kisruh Daftar
Pemilih Tetap (DPT), menyebabkan banyak banyak warga tidak dapat
menggunakan hak pilihnya secara masif, tertukarnya surat suara di
berbagai daerah dengan daerah lain, sistem rekapitulasi suara
elektronik yang amat rentan terjadinya manipulasi, dan ragam persoalan
lainnya. Deretan persoalan tersebut, sesungguhnya dapat disederhanakan
dengan satu kalimat saja: Penghilangan Hak-hak Politik Masyarakat
Secara Masif.

Menyelamatkan Demokrasi Kita

Sangat
disesalkan melihat respon yang tidak serius dari pemerintah dan KPU
atas persoalan yang sangat serius ini: KPU dan Pemerintah justru saling
tuding kesalahan. Padahal jelas dua lembaga ini merupakan representasi
negara yang patut dimintai pertanggungjawabann ya atas penghilangan hak
politik masyarakat secara masif. Apalagi dalam konteks Hak Asasi
Manusia (HAM), penghilangan hak pilih warga negara merupakan
pelanggaran Ham dalam domain hak sipil dan politik. Hak-hak sipil dan
politik adalah hak yang bersumber dari martabat dan melekat pada setiap
manusia yang dijamin dan dihormati keberadaannya oleh negara agar
menusia bebas menikmati hak-hak dan kebebasannya dalam bidang sipil dan
politik.

Landasan bagi pemilih dalam pemilu sebenarnya sudah
dijamin dalam Undang-Undang 12 tahun 2005 menyangkut kovenan
internasional tentang Hak-Hak Sipil dan Politik. Pada pasal 25 UU
tersebut disebutkan: hak setiap warga negara untuk ikut serta dalam
penyelenggaraan urusan publik, untuk memilih dan dipilih, serta
mempunyai akses berdasarkan persyaratan umum yang sama pada jabatan
publik di negaranya.

Jelaslah merujuk pada pasal tersebut,
banyaknya warga yang tidak bisa berpartisipasi dalam pemilu lantaran
tidak terdaftar DPT merupakan bentuk pelanggaran HAM serius yang
dilakukan negara dalam domain hak sipil politik.

Ketidak mampuan
negara dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri dan KPU sebagai pihak
yang bertanggung jawab atas penyediaan DPT merupakan cerminan
pengabaian negara dalam perlindungan, pemajuan, penegakan, dan
pemenuhan hak asasi manusia seperti di atur dalam UndangUndang No 39
tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia.

Terkait dengan uraian di
atas , maka kami yang tergabung dalam Solidaritas Masyarakat Korban
Kisruh DPT (SMK2D) perlu menyatakan beberapa sikap sebagai berikut:

1.SMK2D
menilai Pemilu 2009 gagal membuat perbedaan yang berarti dibandingkan
dengan pemilu-pemilu sebelumnya. Pemilu kali ini bahkan lebih buruk
penyelenggaraannya daripada Pemilu 2004 dan 1999

2.SMK2D
menganggap proses politik yang sedang berlangsung saat ini menanam bom
waktu yang dapat meledak di kemudian hari. Krisis legitimasi telah
menghadang pemerintahan baru yang akan dihasilkan oleh pemilu kali ini.
SMK2D berpendapat agar semua pihak, baik para peserta pemilu,
Pemerintah (Presiden dan Mendagri) serta KPU, kembali serius memikirkan
terobosan-terobosan politik yang dapat diambil untuk menyelesaikan
problem teknis yang telah menggerogoti legitimasi Pemilu Legislatif
2009 ini.

3.Secara khusus, SMK2D berpendapat, Presiden Soesilo
Bambang Yudhoyono perlu mengambil langkah-langkah yang serius, konkret
dan terukur untuk menyelamatkan Pemilu 2009. Langkah-langkah ini harus
transparan dan tersosialisasi dengan baik di seluruh rakyat. Mendiamkan
dan seolah cuci tangan dengan problem serius dan mendasar ini, hanya
akan memancing semakin kuatnya dugaan yang mensinyalir kekisruhan DPT
adalah upaya sistematis dan menguntungkan partai pimpinan Presiden
Soesilo Bambang Yudhoyono. Tak kalah penting, pengabaian terhadap
penyelesaiaan persoalan kisruh DPT sama artinya bahwa negara telah
melakukan pembiaran tehadap terjadinya praktek pelanggaran Ham.

4.SMK2D
juga menyerukan kepada partai-partai politik yang ada agar meminggirkan
untuk sementara hasrat kekuasaan dan bersama-sama mencari solusi atas
problem mendasar hilangnya hak-hak politik rakyat.

5.SMK2D
menyerukan kepada seluruh rakyat agar tetap setia menjaga dan merawat
demokrasi politik yang telah susah payah kita perjuangkan bersama agar
semakin berkualitas sebagai alat representasi dan saluran aspirasi
rakyat.

Jakarta, 22 April 2009
SMK2D

Information about KUDETA 65/ Coup d’etat ’65, click: http://www.progind. net/  
http://sastrapembeb asan.wordpress. com/

Iklan

Satu Tanggapan

  1. semoga program pemerintah yang akan datang lebih benar2 mementingkan rakyat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: