Tingkatkan Spirital Dengan CatholicGoogle


Tingkatkan Spirital Dengan CatholicGoogle
12 Januari 2009 09:09

[Okezone 5/1/09] Situs terkemuka Google, baru-baru ini menghadirkan kembali layanannya. CatholicGoogle, sebuah layanan yang memang ditujukan untuk umat Katolik saja.

Google merilis mesin pencari khusus umat Katolik. Layanan yang diberi nama CatholicGoogle, memudahkan umat Katolik taat untuk mencari segala berita yang berhubungan dengan Agama Kristen Katolik.

Seperti yang dilansir TechCruch, Senin (5/2/2009), situs ini memang termasuk layanan rohani. Layanan ini sekaligus untuk mengontrol konten-konten yang mengandung pornografi atau seks, yang mungkin saja terbawa saat seseorang mencari artikel yang berkaitan dengan ajaran Katolik.

Mesin pencari yang khusus dibuat untuk pekerja dianggap kurang maksimal. Sebagai contoh, jika anda memasukan kata ‘seks’ atau ‘drunk’, maka yang hadir adalah kata yang berkaitan dengan penyimpangan yang ada kaitannya dengan Katolik. Jadi, agar seimbang, disarankan lebih baik menambahkan kata ‘Catholic’.

Layanan ini mungkin ingin mengikuti jejak GodTube, situs video YouTube yang ditujukan untuk Umat Nasrani. (srn)
Sumber: http://www.okezone.com

Gaza Bukan Konflik Agama


12 January 2009
Gaza Bukan Konflik Agama

JOMBANG – Penyerangan yang dilakukan oleh Israel ke Jalur Gaza, Palestina, dikatakan Koordinator Presidium Jaringan Islam Anti Diskriminatif (JIAD) Jawa Timur, Aan Anshori, sebagai perang kedaulatan negara, bukan perang agama.

Selain itu, Aan juga mengecam tindakan pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim, KH Abdus Shomad, yang memimpin demo ke tempat ibadah umat Yahudi di Jalan Kayoon Surabaya, beberapa waktu lalu. Menurut Aan, hal tersebut dapat memunculkan konflik horisontal.

Ditambahkannya, gemparnya isu pertikaian agama di Jalur Gaza tersebut karena maraknya demonstrasi pengecaman terhadap Israel yang dilakukan oleh beberapa partai politik (parpol) di tanah air. Pria yang juga Direktur Lingkar Indonesia untuk Keadilan (LINK) tersebut menambahkan bahwa aksi tersebut hanya sebuah kepentingan politis saja, dan bukan murni solidaritas.

“Saya menduga konflik tersebut telah ditunggangi dan dimanfaatkan oleh
beberapa parpol untuk untuk kepentingan pilpres 2009,” jelasnya sembari mengatakan pihaknya akan melakukan konferensi pers untuk mengkritisi dan mengecam tindakan 21 ormas tersebut dengan 10 tokoh lintas agama yang ada di Jombang dalam waktu dekat.

JIAD tetap mengecam penyerangan brutal yang dilakukan oleh Israel terhadap Palestina sebagai bentuk rasa kemanusiaan, bukan pengecaman terhadap umat Yahudi. JIAD melalui Aan berharap agar penegak hukum untuk menindak aksi anarkis yang mengatasnamakan agama dan memberikan kebebasan berkeyakinan di Indonesia.

Terpisah, pengurus Persekutuan Gereja dan Lembaga Injil Indonesia (PGLLI), Pendeta Kristian, menyampaikan bahwa persoalan tersebut buka konflik agama, tetapi lebih kepada konflik kedaulatan. “Umat Kristiani mengecam keras aksi brutal Israel ke Jalur Gaza yang telah menewaskan ribuan warga Palestina. Hal itu sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan demi terciptanya sebuah kedamaian dan ketentraman, ” tegasnya.

http://www.surabaya pagi.com/ redesign/ index.php? p=detilberita& id=27025

Setara Desak Presiden Cabut SKB Ahmadiyah


Setara Desak Presiden Cabut SKB Ahmadiyah
Selasa, 13 Januari 2009 – Yudis Thea Marga Tuasamu – Okezone

JAKARTA – Setara Institute mendesak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar mancabut surat keputusan bersama (SKB) tentang pembatasan Jamaah Ahmadiyah. Hal itu karena secara substansial kebijakan ini bertentangan amanat konstitusi.

Demikian salah satu poin dari 11 rekomendasi Setara Institute menyikapi maraknya pelanggaran kebebasan beragama atau berkeyakinan.

“Kami mengajukan rekomendasi ini karena negara tetap mempertahankan perundang-undangan yang cacat hukum karena tidak sesuai dengan prinsip HAM,” ujar Ketua Setara Institute Hendardi di Hotel Atlit Century Senayan, Jakarta, Selasa (13/1/2009).

Alasan lain, Setara Institute mencatat telah terjadi 367 tindakan pelanggaran kebebasan beragama dalam 265 peristiwa selama 2008. “Rekomendasi ini untuk kepastian jaminan kebebasan beragama atau berkeyakinan di Indonesia,” ujarnya.

Sepuluh rekomendasi lain adalah:

Presiden dan MPR perlu mempertimbangkan amandemen konstitusi penyempurnaan jaminan hak-hak konstitusional warga negara. Termasuk jaminan kebebasan beragama dan berkyakinan.
Presiden dan DPR segera melakukan perubahan terhadap berbagai peraturan perundang-undangan yang membatasi jaminan kebebasan beragama atau berkeyakinan.
Presiden dan DPR perlu mempertimbangkan UU Anti Intoleransi Agama.
Polri wajib dan tanpa terkecuali memberikan perlindungan kepada setiap WNI yang mengalami kekerasan akibat diskriminasi, stigma, dan intoleransi.
Presiden atau menteri perlu melakukan evaluasi atas pelaksanaan peraturan bersama menteri No 8 dan 9/2006 tentang Pedoman Pelaksanaan Tugas Kepala Daerah dalam pemeliharaan kerukunan umat beragama, pemberdayaan forum kerukunan umat beragama, dan pendirian rumah ibadah. Tujuannya agar tidak terjadi lagi hal-hal seperti penekanan terhadap Ahmadiyah dan pengikut Eden. Begitu juga dengan aksi yang dilakukan FPI untuk memboikot pembangunan gereja di Bekasi.
Depdagri dan Depkum HAM harus segera menyusun mekanisme holistik untuk mengevaluasi perda yang diskriminatif gender dan bertentangan dengan HAM.
Parpol harus mengintegrasikan isu jaminan kebebasan beragama atau berkeyakinan.
Parpol elemen politik harus menghentikan praktik politisasi agama untuk menghimpun dukungan publik.
Para pemeluk agama perlu memanfaatkan forum kerukunan umat beragama sebagai forum dialog hingga tidak terjadi kesalahpahaman antarumat terutama dalam hal pendirian rumah agama.
Masyarakat, pemuka masyarakat, dan kalangan pendidikan perlu mendorong penguatan kembali nilai-nilai toleransi.
(ful)
Sumber: http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2009/01/13/1/182234/setara-desak-presiden-cabut-skb-ahmadiyah