MEMAKNAI RITUAL DALAM KELUARGA

Tentu masih segar dalam ingatan, saat hari raya idul fitri lalu, melakukan sungkem pada orang tua dan meminta maaf. Rasa haru tetap menyelusup dalam hati, walaupun hal ini berlangsung setiap waktu.

Kebiasaan yang dilakukan terus-menerus seperti itu tak ubahnya merupakan suatu “ritual” dalam keluarga. Tidak bias dipungkiri, setiap keluarga pasti memiliki ritual tersendiri, disadari atau tidak. Sayangnya masih banyak yang belum menyadari arti penting ritual ini dalam sebuah keluarga. Padahal ritual dapat menjadi salah satu lem perekat antar anggota keluarga dan memiliki dampak positif.

Journal of Famiky Psychology, keluaran American Psychological Association (APA), dalam A Review of 50 Years of Research on Naturally Occuring Family Routines and Rituals: Cause for Celebration, mengamini hal ini. Penelitian tersebut mengatakan bahwa ritual keluarga dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi kedua orang tua, membantu proses perkembangan diri anak dan meningkatkan kekuatan hubungan antar anggota keluarga, serta menunjukkan identitas kepribadian keluarga.

Dari 32 penelitian yang dilakukan, ritual keluarga yang paling sering dilakukan adalah makan malam bersama, waktu tidur, merayakan hari raya dan aktivitas sehari-hari seperti saling menelpon untuk memberikan kabar.

Tak perlu berpikir keras untuk melakukannya, yang dibutuhkan hanyalan niat dan kesadaran untuk menyisakan waktu berkumpul bersama keluarga. Kendati demikian, alasan kesibukan dan minimnya waktu kerap menjadi penghambat utama bagi ritual.

Kuncinya adalah mencari waktu yang tepat bagi orang tua maupun anak-anak. Makan malam bersama, contohnya. Bila tak dapat melakukannya setiap hari, dapat dilakukan setiap akhir pekan. Masih banyak yang tidak menyadari bahwa kegiatan ini mempunyai peran signifikan dalam keluarga. Komunikasi yang terjalin selama makan memberikan kesempatan tiap anggota keluarga untuk menceritakan kegiatannya masing-masing dan saling mengenal lebih dalam.

Anak pun akan terbiasa untuk bersikap terbuka dengan orang tuanya, sehingga memudahkan orang tua untuk melakukan bimbingan dan pengawasan pada anak. Semua ini membentuk lingkaran sebab akibat yang menguntungkan.

Tak hanya itu, acara rekreasi atau berlibur bersama keluarga, menceritakan dongeng sebelum tidur saat anak masih kecil, merayakan hari raya bersama dengan kebiasaan khusus – dapat menjadi ritual tersendiri yang membekas dalam hati dan ingatan anak hingga beranjak dewasa. (ADT/Klasika/Kompas/24/08/2008)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Promosikan artikel anda di http://www.infogue.com%3c/a>. Telah tersedia widget shareGue dan pilihan widget lainnya serta nikmati fitur info cinema, Musikgue & game online untuk para netter Indonesia. Salam!
    http://keluarga.infogue.com/memaknai_ritual_dalam_keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: