DEKLARASI ANAK INDONESIA: Menentang Perdagangan Anak

Setelah 3 Hari anak dari berbagai penjuru Nusantara Berkumpul di acara
Temu Anak Nasional, Mereka membuat Deklarasi Menentang Perdagangan
Anak. Deklarasinya sebagai berikut:

DEKLARASI ANAK INDONESIA

”Suara Anak Menentang Perdagangan Anak”

Kami anak Indonesia berkumpul di dalam “Temu Anak Nasional” pada tanggal 21sampai dengan 23 Desember 2008 di Desa Kebon Agung Kecamatan Imogiri Kabupaten Bantul, Yogyakarta.

Menyuarakan bahwa :

Perdagangan anak adalah perbuatan kejahatan yang sangat merugikan martabat
anak.Kami, Anak Indonesia menentang segala bentuk perdagangan anak.Harus dilakukan segala tindakan untuk mencegah dan menghapus perdagangan anak.Pemerintah, Aparat Penegak Hukum, masyarakat, orangtua, Lembaga Swadaya Masyarakat dan anak, harus bergandengan tangan mencegah dan menghapus perdagangan anak.Pemerintah harus menegakkan Undang Undang Perlindungan Anak, menindak tegas pada pelakunya, menyediakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat, memberikan pendidikan wajib belajar 9 tahun gratis, menyediakan informasi-infomarsi mengenai bahaya perdagangan anak, memberikan pendidikan ketrampilan supaya anak-anak bisa lebih kreatif.Aparat
Penegak Hukum harus membuka pelayanan 24 Jam, memperketat keamanan
didaerah rawan perdagangan anak, meningkatkan kesadaran aparat penegak hukum untuk menindaklanjuti laporan-laporan dari masyarakat, mengadakan sosialisasi ke masyarakat. Masyarakat harus meningkatkan sosialisasi, pengawasan tentang perdagangan anak tehadap wilayah sekitar, melaporkan kasus perdagangan anak yang terjadi kepada pihak yang berwenang. Orangtua harus bertanggungjawab terhadap perlindungan bagi anak, memfasilitasi anaknya dalam pendidikan (sekolah), memberi pengertian pada anak tentang bahaya trafficking, menjauhkan anak dari pergaulan bebas, membuat suasana yang harmonis dalam keluarga, memberi kasih sayang yang cukup kepada anak. Lembaga Swadaya Masyarakat harus memberikan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya trafficking, mengadakan kegiatan-kegiatan yang positif
untuk anak, mendampingi semua anak agar tidak menjadi korban trafficking, menjadi konsultan yang baik untuk masyarakat.Anak harus waspada terhadap lingkungan sekitar, mengerti akan bahaya dari perdagangan anak sejak dini, menolak apabila terjadi tanda-tanda perdagangan anak, melakukan kegiatan positif agar tidak mudah terpengaruh pada kejahatan.

Demikian, Deklarasi ini kami buat, dengan harapan agar semua pihak dapat bekerjasama untuk mencegah dan menghapuskan perdagangan anak.

“JANGAN ADA LAGI PERDAGANGAN ANAK DI INDONESIA”

Yogyakarta, 23 Desember 2008

Tertanda

Anak Anak Indonesia

Yang mewakili :

1. Harun, LRC KJHAM, Grobogan

2. Heri Setiana SETARA,Semarang

3. D.N. Riyani, Wonosobo

4. Ary, Setiawan, Kawan Kami,Surabaya

5. Dina Febriana, KAKAK, Solo

6. David Ade, KKSP,Medan

7. Adhi Endra Birowo, SAMIN, Yogya

8.Eko SARI,Solo

9. Dicky Leoanak, Rumah Perempuan, Kupang

10. Ajeng Ayu Wulandari Pancakarsa, Mataram

11.SAMIN,
12.Susi SAMIN

13.Mita SAMIN

14.Rokasin, YAP,Jakarta

Iklan

Satu Tanggapan

  1. klw ada acara undang2 adelia lagi ya..

    adel di medan…!!

    I LIKE It..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: