Aksi Kaum Muda Katolik Menyambut Pemilu 2009

 

 

JEJARING MUDA KATOLIK INDONESIA

RELAWAN PENDIDIKAN POLITIK ORANG MUDA KATOLIK

KOMISI  KEPEMUDAAN KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA 2008

  

Pengantar

Tanggal 27 – 30 November 2008, kami, 62 relawan  pendidikan politik Orang Muda Katolik (OMK) sekaligus delegasi  25 keuskupan se Indonesia telah menjalani proses pertemuan  di Klender Jakarta. Pertemuan ini merupakan salah satu upaya yang difasilitasi oleh Komisi Kepemudaan KWI dalam melaksanakan amanat Gereja Katolik Indonesia untuk ikut mempersiapkan OMK keuskupan-keuskupan demi tugas perutusan mereka di tengah masyarakat. Kami berproses dengan  akrab, diterangi oleh Sabda-Nya, disegarkan  oleh perayaan sakramen Ekaristi dan disemangati oleh rasa persaudaraan sebagai murid-murid pilihan Tuhan.

Proses      

Kami berproses dengan metode lokakarya, yaitu bahwa kami sejak dari keuskupan masing-masing sudah membawa bahan dari pengalaman dan analisis situasi kemasyarakatan aktual. Dari yang sudah kami “perbuat” di keuskupan masing-masing,   kami  “membuat” hal nyata bagi jaringan pendidikan politik, sekaligus meningkatkan ketrampilan kami secara praktis.

Pada pertemuan ini, kami belajar dan mengasah kemampuan  praktis untuk kepentingan pendidikan politik. Kami memulai proses pada hari pertama dengan saling berkenalan antar kami para peserta dan bersama-sama berbaur mengolah pengalaman. Di sini kami menyadari bahwa pertemuan ini adalah salah satu jawaban tentang bagaimana partisipasi OMK dalam politik dengan memanfaatkan momentum pemilu 2009, dengan beberapa point kunci yang kami pandang strategis:

•-          Memperkuat kerjasama antar Komisi Kepemudaan dan jejaring tim relawan politik OMK

•-          Membangun, memelihara, meningkatkan, mengembangkan kepedulian dan partisipasi OMK dalam bidang Sosial  Politik (termasuk didalamnya politik praktis),

•-          Berupaya mengembangkan sistem dan praksis kaderisasi OMK yang terlibat dalam berbagai bidang hidup menggereja dan bermasyarakat.

Dari proses berbagi pengalaman praksis kami mendapatkan beberapa kata kunci:

•-          OMK di setiap KomKep menjadi bagian dari denyut demokratisasi Indonesia yang tiada henti mengalami peristiwa-peristiwa Pemilu di tingkat lokal (Pilkada) dan denyut peristiwa politik menjelang Pemilu 2009.

•-          OMK juga adalah bagian integral dari Indonesia yang khas dengan beragamnya keadaan geososial-politik di setiap lokus.

•-          Kami merasakan pula bahwa persoalan apatis-pragmatis di kalangan OMK cukup menggejala dan mencemaskan, dengan gejala umum: sikap OMK yang tahu tetapi tak mau tahu dengan Politik.

Di hari kedua antara kami dan narasumber melakukan belajar bersama dengan membedah topik-topik sebagai berikut:

•1.      Sistem Politik Indonesia Aktual

•2.      Tantangan Pemilu 2009

•3.      Tantangan Pendidikan Politik OMK

•4.      Spritualitas Politik OMK

Di hari ketiga kami masuk dalam proses berlatih membuat metodologi alternatif pendidikan politik OMK yakni  membuat Poster Politik,  Riset Aksi Partisipatoris, Jingle Radio, Film pendek, dan aktivasi website pendidikan politik OMK.  Dan pada hari akhir kembali kami melakukan shering antar Regio Komkep lalu, menyampaikan rumusan dan rekomendasi akhir dari seluruh kegiatan ini.

Penemuan

OMK merupakan kekuatan amat penting dalam Gereja dan masyarakat. Dari hari ke hari peran OMK di bidang sosial-kemasyarakan makin tampak. Sadar akan pentingnya partisipasi OMK dalam dunia politik, maka hendaknya secara intensif diusahakan pendidikan kewarganegaraan dan politik. Atas dasar inilah, Komisi Kepemudan KWI, yang didukung Kerawam KWI, membuat pendidikan politik bagi OMK di Samadi Klender, 27 – 30 November 2008. Kegiatan ini menjadi sebuah rintisan untuk membuat pendidikan politik untuk OMK jangka panjang dan berkelanjutan. Karena itu, pendidikan politik seharusnya menjadi salah satu orientasi dalam pendampingan OMK di setiap keuskupan.

•1.      Potret OMK dalam Dunia Politik

OMK, yang menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, belum memainkan peran sebagaimana mestinya. Sebagian besar OMK ternyata masih bersikap apatis-pragmatis terhadap politik. Bagi mereka politik adalah urusan orang-orang yang punya “kompetensi”, yang dalam hal ini asumsinya adalah orang tua. OMK juga berpandangan bahwa politik itu “kotor”, tak mendewasakan dan penuh aksi tipu muslihat.

•2.      Spiritualitas Berpolitik

Berpolitik memiliki dasar spiritual dalam seluruh sejarah keselamatan manusia. Sejak dalam Perjanjian Lama Allah menghendaki keselamatan semua orang, yang berpuncak pada pemberian Diri Allah dalam Yesus Kristus. Keselamatan itu meliputi segala aspek dan dimensi kehidupan, termasuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Itulah sebabnya semua negara dan pemerintahan bertujuan sama, yaitu mewujudkan kesejahteraan umum (bonum commune). OMK sebagai bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara dipanggil untuk mewujudkan keselamatan melalui keterlibatan dalam setiap aspek kehidupan bangsa, salah satunya adalah  kehidupan berpolitik. Berpolitik merupakan profesi dan sekaligus panggilan. Artinya bahwa setiap warga negara, termasuk OMK dipanggil untuk berperan maksimal, strategis, dan bertangung jawab.

•3.      Kondisi Politik Indonesia Aktual

Bergulirnya arus globalisasi di akhir abad XX telah membawa pengaruh besar bagi seluruh dunia, termasuk bangsa Indonesia. Sebagai bangsa yang baru berkembang, Indonesia merasakan dampak globalisasi secara luar biasa. Sebagai tanggapan atas tantangan globalisasi ini, bangsa Indonesia mencoba melakukan perubahan dalam sendi kehidupan berbangsa dan bernegara, salah satunya adalah kehidupan demokrasi. Sebagai kosekuensi masa transisi demokrasi di Indonesia saat ini sedang berlansung proses desentralisasi, restrukturalisasi kelembagaan, multiplikasi aktor dan rekulturalisasi perilaku.

•4.      OMK Menyambut Pemilu 2009

Perlu grand design pendidikan politik orang muda sejak sekarang, dan temu relawan ini menjadi usaha yang baik untuk membuat rancang bangun pendidikan politik OMK. Partisipasi politik salah satunya dilakukan dengan mengikuti atau turut memilih wakil dan pemimpin dalam pemilihan umum 2009 dan seterusnya secara cerdas dan bertanggungjawab.

5.        Ketrampilan Praktis dan Efektif

Para relawan pendampingan OMK keuskupan-keuskupan, sudah saatnya menguasai ketrampilan praktis untuk memperluas jaringan dan efektifitas penyampaian pesan berpolitik dengan landasan moral Pancasila dan spritualitas Katolik, sehingga praktek politik yang busuk dibawa kepada praktek politik yang bermoral sesuai hakikatnya.

Kesimpulan                 

•1.      Kami Relawan Pendidikan Politik Orang Muda Katolik (OMK) menyadari perlunya mendorong partisipasi politik OMK yang didasari dengan pendidikan politik yang memadai

•2.      Dalam pendidikan politik tersebut perlu didasari dan diperkuat oleh unsur-unsur spiritual  Katolik yang menjadi  butir-butir pencerahan yang membimbing proses  pendidikan politik itu sendiri

•3.      Pendidikan politik bagi OMK ditujukan agar OMK memperoleh wawasan yang lebih nyata tentang situasi politik yang  dapat mendorong kepedulian OMK  terhadap  politik . Diharapkan hal tersebut dapat membangkitkan motivasi untuk secara mandiri meningkatkan  kompetensi dirinya yang akan dibutuhkan dalam keterlibatan OMK dalam politik.

Rekomendasi:

•1.      Perlunya suatu desain program pendidikan politik OMK yang berjenjang dan  berkesinambungan.

•2.      Pentingnya dukungan hirarki  gereja terhadap proses pendidikan politik OMK .

•3.      Para Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan tetap  memotivasi dan membuka ruang bagi pendidikan politik OMK serta mendorong keterlibatan aktif OMK dalam pendidikan politik.

•4.      OMK adalah bagian integral dari Gereja Katolik Indonesia. Karena itu, segenap unsur Gereja Katolik Indonesia  secara khusus Dewan Paroki di bawah pimpinan Pastor Paroki, hendaknya  melibatkan OMK dalam pengambilan keputusan khususnya yang menyangkut karya sosial-kemasyarakatan paroki. Para Gembala umat hendaknya mendampingi OMK yang sudah aktif dalam usaha penyadaran kemasyarakatan  dengan spiritualitas Katolik dan Ajaran Sosial Gereja.

•5.      Perlunya jejaring relawan pendidikan politik OMK untuk menjadi sarana interaksi dan informasi yang dapat memperluas dan memperkuat karya pastoral  OMK. Secara fisik, jejaring itu berupa website http://www.jejaringmudakatolik.web.id/, maupun pertemuan bekala di tingkat regio  serta provinsi gerejawi. Komisi-Komisi Kepemudaan keuskupan, hendaknya memperhatikan dan mengaktifkan fungsi jaringan internet sebagai salah satu sarana pendidikan politik OMK, dan proaktif untuk bekerja sama dalam jaringan.

Penutup

Kami berterima kasih atas dukungan para Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan, serta berbagai pihak, atas terselenggaranya pertemuan ini. Kami pun bersyukur kepada Tuhan. Kami siap sedia menjalankan perutusan dengan gembira, seperti refleksi iman nabi Yeremia, “Jangan katakan: ‘aku ini masih muda’, tetapi kepada siapapun engkau Kuutus, haruslah kamu pergi  dan apapun yang Kuperintahkan kepadamu haruslah kau sampaikan” (Yer 1:7). Semoga Allah Bapa yang telah mengutus Putera-Nya serta membimbing kami dalam Roh Kudus, memberkati niat dan usaha Orang Muda Katolik Indonesia.

(sumber: http://mirifica. net/printPage.php?aid=5442)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Assalamu alaikum wr. wb.

    Saudaraku tersayang,
    lihat kenyataan yang ada di sekitar kita!

    Uang Dihamburkan…
    Rakyat dilenakan…
    Pesta DEMOKRASI menguras trilyunan rupiah.
    Rakyat diminta menyukseskannya.
    Tapi rakyat gigit jari setelahnya.
    DEMOKRASI untuk SIAPA?

    Ayo temukan jawabannya dengan mengikuti!

    Halqah Islam & Peradaban
    –mewujudkan rahmat untuk semua–
    “Masihkah Berharap pada Demokrasi?”
    Tinjauan kritis terhadap Demokratisasi di Dunia Islam

    Dengan Pembicara:
    Muhammad Rahmat Kurnia (DPP HTI)
    KH. Ahmad Fadholi (DPD HTI Soloraya)

    yang insyaAllah akan diadakan pada:
    Kamis, 26 Maret 2009
    08.00 – 12.00 WIB
    Gedung Al Irsyad

    CP: Humas HTI Soloraya
    HM. Sholahudin SE, M.Si.
    081802502555

    Ikuti juga perkembangan berita aktual lainnya di
    hizbut-tahrir.or.id

    Semoga Ia senantiasa memberikan petunjuk dan kasih sayangnya kepada kita semua.
    Ok, ma kasih atas perhatian dan kerja samanya.
    Mohon maaf jika ada ucapan yang kurang berkenan. (-_-)

    Wassalamu alaikum wr. wb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: