Perpanjangan Batas Usia Pensiun


Perpanjangan Batas Usia Pensiun

Jakarta (ANTARA News) – Terhitung pada tanggal 10 Nopember 2008, melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 127/M Tahun 2008, Presiden memutuskan memperpanjang batas usia pensiun PNS atas nama Dr. Darmin Nasution, Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan, selama satu tahun terhitung mulai tanggal 1 Januari 2009, dan Drs. Anwar Suprijadi,M.Sc., Direktur Jenderal Bea dan Cukai Departemen Keuangan, selama satu tahun terhitung mulai tanggal 1 Januari 2009.

Perpanjangan batas usia pensiun para pejabat tersebut berdasarkan pertimbangan bahwa yang bersangkutan memiliki keahlian dan pengalaman yang sangat dibutuhkan organisasi, memiliki kinerja yang baik, memiliki moral integritas yang baik, dan sehat jasmani dan rohani. Hal itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor (PP) 32 tahun 1979 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil.

Dalam PP tersebut juga diatur mengenai batas usia pensiun yang dapat diperpanjang bagi PNS yang memangku jabatan tertentu. Perpanjangan batas usia pensiun sampai dengan (i) 65 tahun berlaku bagi PNS yang memangku jabatan peneliti madya dan peneliti utama yang ditugaskan secara penuh di bidang penelitian; (ii) 60 tahun berlaku bagi PNS yang memangku jabatan struktural Eselon I, struktural Eselon II, dokter yang ditugaskan secara penuh pada unit pelayanan kesehatan negeri, Pengawas SMA, SMP, SD, Taman Kanak-kanak atau jabatan lain yang sederajat; (iii) 58 tahun berlaku bagi PNS yang memangku jabatan Hakim pada Mahkamah Pelayaran. Selain itu, perpanjangan batas usia pensiun tersebut juga berlaku bagi PNS yang memangku jabatan lain yang ditentukan oleh Presiden.

Sedangkan perpanjangan batas usia pensiun sampai dengan 62 tahun berlaku bagi PNS yang memangku jabatan struktural Eselon I tertentu. Perpanjangan batas usia pensiun tersebut ditetapkan dengan Keputusan Presiden atas usul Pimpinan Instansi/ Lembaga setelah mendapat pertimbangan dari Tim Penilai Akhir Pengangkatan, Pemindahan, dan Pemberhentian dalam dan dari Jabatan Struktural Eselon I.

Untuk keterangan lebih lanjut, silakan hubungi Samsuar Said, Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Departemen Keuangan, Telp: (021) 384-6663, Fax: (021) 384-5724

 

COPYRIGHT © 2008

Diperoleh dari: http://antara.co.id/arc/2008/11/21/perpanjangan-batas-usia-pensiun/

 

Laporan AS : RI, Turki, Iran Akan Jadi Negara Kuat


Laporan AS : RI, Turki, Iran Akan Jadi Negara Kuat

Washington,  (ANTARA News) – Dewan Intelijen Nasional, bersama-sama dengan 16 badan intelijen AS, dalam satu laporan baru-baru ini  berjudul “Global Trends 2025” mengatakan Turki kemungkinan besar dalam 15 tahun mendatang akan terjadi perpaduan kekuatan Islam dan nasionalis, yang bakal menjadi model untuk mempercepat modernisasi negara-negara di Timur Tengah.

Sebagaimana dilaporkan IINA, laporan itu menyebutkan bahwa Turki kemungkinan akan memegang lebih banyak peran secara ekonomi dan politik di dunia internasional pada 2025, namun negara itu akan menjadi lebih Islami dan Nasionalis, demikian perkiraan badan intelijen AS dalam laporan yang disiarkan, Kamis lalu.

Dewan Intelijen Nasional (NIC), bersama-sama dengan 16 badan intelijen AS, dalam laporan itu mengatakan pengaruh AS akan mulai turun pada 15 hingga 20 tahun mendatang, sementara China dan India akan memperkuat posisi mereka.

 Adapun pengaruh Rusia diramalkan akan naik dan turun.

NIC meramalkan, di kalangan negara Muslim “yang akan memiliki kekuatan politik dan ekonomi dalam 15 tahun mendatang adalah Iran, Indonesia, dan Turki”.

“Turki sangat mungkin akan menuju perpaduan kekuatan Islam dan nasionalis, bakal menjadi model untuk mempercepat modernisasi negara-negara di Timur Tengah,” kata laporan itu.

NIC mengatakan pihaknya memperkirakan sekularisme di Timur Tengah akan menyurut sejalan dengan percontohan Turki.

“Di Timur Tengah, sekularisme — yang juga dianggap sebagai bagian integral model Barat —  mungkin menurun secara tajam karena partai-partai Islam mendominasi dan menguasai pemerintahan,” katanya.

“Turki saat ini, kami dapat melihat Islamisasi meningkat dan sangat menekankan pertumbuhan ekonomi dan modernisasi,” katanya.

Namun negara-negara Timur Tengah dan Turki Islam akan menjadi calon untuk berpengaruh lebih penting, kata NIC.(*)

 

COPYRIGHT ©  2008

 Diperoleh dari:http://antara.co.id/arc/2008/11/24/laporan-as–ri-turki-iran-akan-jadi-negara-kuat/

 

Gus Dur: Karikatur Muhammad SAW untuk Perkenalkan Nabi


Gus Dur: Karikatur Muhammad SAW untuk Perkenalkan Nabi

Batam (ANTARA News) – Tokoh Nahdatul Ulama Abdurahman Wahid yang lebih dikenal dengan Gus Dur menyatakan belum tentu ada niat buruk dibalik penyebaran karikatur Nabi Muhammad SAW di dunia maya, karena tidak ada yang tahu maksud pembuat gambar.

“Jangan-jangan untuk memperkenalkan nabi,” katanya di Batam, Senin.

Ia mengatakan tidak tahu maksud pembuat karikatur menyebarkan gambar, sehingga tidak bisa menyebut perbuatan penyebar adalah penghinaan.

“Penghinaan apa, saya tidak tahu maksud yang buat,” katanya.

Gus Dur juga mengaku belum melihat karikatur yang disebut-sebut menghina muslim.

Sementara itu, pemerhati teknologi informatika Roy Suryo mengatakan pembuat karikatur dipastikan bukan orang Batam.

“Ini bukan kerjaan orang Batam, kalau ada yang bilang begitu, saya akan bela,” katanya.

Kepolisian mengusut tuntas kasus penghinaan Nabi Muhammad SAW yang muncul kembali dalam bentuk karikatur dan tersiar melalui media maya di Indonesia belum lama ini.

“Kita akan selidiki dan usut tuntas kasus karikatur yang terkesan melecehkan Nabi Muhammad itu,” ujar Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.

Mantan Kabareskrim Mabes Polri menduga, kasus bernada pelecehan nabi melalui blog tersebut diperkirakan melibatkan orang Indonesia.

“Oleh sebab itu kita terus akan selidiki dan usut tuntas kasus tersebut,” katanya.

Dugaan Kapolri atas keterlibatan orang Indonesia dalam kasus “blog” yang memuat karikatur Nabi itu sejalan dengan Hasrul Anwar, Ketua Komisi yang membidangi masalah agama di DPR-RI dalam keterangan persnya di Jakarta Rabu (19/11).

Menurut wakil rakyat itu, dari segi bahasa yang digunakan komik online tersebut tampaknya dibikin oleh orang Indonesia.(*)

 

COPYRIGHT © 2008

Diperoleh dari: http://antara.co.id/arc/2008/11/24/gus-dur-karikatur-muhammad-saw-untuk-perkenalkan-nabi/

Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belum Bisa Ajarkan Pluralitas


Sumber :

http://www.detiknew s.com/read/ 2008/11/25/ 163443/1042749/ 10/sebagian- guru-agama- islam-di- jawa-belum- bisa-ajarkan- pluralitas

Selasa, 25/11/2008 16:34 WIB

Sebagian Guru Agama Islam di Jawa Belum Bisa Ajarkan Pluralitas
Andi Saputra – detikNews

Jakarta – Sebanyak 62 % guru-guru agama Islam sekolah umum di Jawa menolak orang non muslim menjadi pemimpin publik. Selain itu sebagian guru agama Islam di Jawa juga tidak toleran dan anti pluralitas.

Penolakan terhadap pemimpin non muslim menjadi pemimpin mulai dari pemilihan kepala sekolah hingga Pemilu legislatif. “Para guru masih belum bisa mengajarkan pluralitas dan sikap toleran. Padahal, sikap dan pandangan Islam, guru agama harus mendukung dan berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang beragam,” kata Direktur Pusat Kajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta, Jajat Burhanudin, di Galeri Lontar, Jalan HOS Cokroaminto, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2008) .

Lebih lanjut, dari data survei lembaganya, para guru yang mengajar di sekolah umum tersebut, 68% responden menolak non muslim menjadi kepala sekolah dan 30% responden mendukung Pemilu hanya untuk memilih wakil rakyat yang memperjuangkan syariat Islam.

Survei dilakukan terhadap 500 guru di 500 SMA/SMK di Jawa selama kurun Oktober 2008. Responden dipilih dengan menggunakam metode random acak sederhana. Selain itu juga dilakukan wawaancara terstruktur terhadaap 200 siswa di 50 kota/kabupaten. “Metode simple random sampling yang kami gunakan memiliki margin error lebih kurang 5%,” ujarnya.

Sikap tidak toleran dalam beragama juga bisa dilihat 21% responden mengaku orang yang keluar dari agama Islam harus dibunuh. Selain itu, 79% guru melarang anak didiknya mempelajari agama non Islam. “Yang lebih memprihatinkan, 75 % guru mengajarkan siswa muslim untuk mengajak non muslim mempelajari Islam. Ini menunjukkan sikap beragama yang eksklusif tidak hanya berlaku di sekolah, ” tuturnya.

Pemilihan corak geografis sekolah memperhatikan corak geografis pada umumnya SMA/SMK di Jawa. Yaitu 41% guru SMA di kotamadya, 25% guru SMA di kabupaten dan 28% guru SMA/SMK di kecamatan. “Sisanya yang 5% merupakan guru SMA/SMK di pedesaan,”pungkasny a.(asp/nrl)

Baca juga :
a.. Guru Agama Islam di Jawa Masih Konservatif
b.. Pemimpin Jadi Kunci Penting Untuk Perdamaian Agama
c.. Menag: Pengalaman Kehidupan Beragama Kita Memprihatinkan
d.. Kalla: Agama Mudah Memecah Kita Jika Salah Pengertian