Imbas iklan Soeharto Tokoh muda tolak PKS award

Edisi : Jum’at, 21 November 2008 , Hal.2

Imbas iklan Soeharto Tokoh muda tolak PKS award

Bandung (Espos) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memberikan award kepada 104 orang yang dinilai masuk dalam kategori pemimpin muda nasional. Namun, sejumlah tokoh muda menolak award itu, terkait iklan PKS yang menampilkan mantan Presiden Soeharto.

Pemberian penghargaan yang dilaksanakan di Sasana Budaya Ganesha, Kamis (20/11) juga hanya dihadiri beberapa penerima penghargaan. Salah seorang tokoh muda yang masuk daftar namun menolak adalah Fadjroel Rachman. Ia menolak sebab partai ini tidak mau mencabut iklan Soeharto sebagai pahlawan dan guru bangsa.


Saya berterimakasih dihargai sebagai 100 pemimpin muda Indonesia. Tetapi sayang, saya tidak bersedia hadir dalam peluncurannya karena PKS tidak mau mencabut iklan Soeharto sebagai pahlawan dan guru bangsa. Bagi saya sikap PKS ini adalah pengkhianatan bagi reformasi,” ujar Fadjroel.


Penolakan juga dilakukan Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Teten Masduki dengan alasan sama seperti Fadjroel. ”Konsep rekonsiliasi tidak sekadar memaafkan. Rekonsiliasi harus berasal dari korban dan harus ada pembuktian kebenaran dulu sebelum rekonsiliasi. Tentu saya menyesalkan PKS memasukkan Soeharto sebagai pahlawan dalam iklannya,” kata Teten. Hal ini juga menjadi alasan Koordinator Kontras Usman Hamid yang juga masuk daftar penerima award.
”Karena tidak ada perubahan sikap partai terhadap Soeharto, saya menolak,” kata Usman.
Usman juga mengungkapkan, tidak ingin penghargaan pemimpin muda PKS ditujukan untuk kepentingan politik elektoral semata, bukan politik reformasi. Penolakan juga disampaikan mantan aktivis yang saat ini menjadi politisi PDIP. ”Saya harap PKS menyimpan award tersebut karena saya tidak berhak menerimanya,” kata Budiman.
Budiman tak mengungkapkan penolakan tersebut terkait iklan PKS. Namun, Budiman yang pernah dipenjara pada masa Soeharto ini sebelumnya menjadi salah satu tokoh yang ikut mengkritisi iklan tersebut.
Mengapresiasi
Di sisi lain, sejumlah tokoh menyatakan apresiasinya terhadap langkah PKS ini. Salah satunya adalah politisi PDIP, Maruarar Sirait. ”Saya akan datang. Kehadiran saya sebagai bentuk dukungan karena yang dapat penghargaan juga tokoh-tokoh yang standarnya bisa dipertanggungjawabk an kepada publik,” kata Maruarar.
Kader muda Partai Golkar, Yuddy Chrisnandi, yang meskipun tak bisa datang, menyatakan bersedia menerima penghargaan tersebut. Hal serupa disampaikan oleh Ketua DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum dan Direktur Indo Barometer M Qodari, meskipun keduanya juga tak bisa hadir.
Nama-nama yang masuk dalam daftar cukup beragam. Dari Aa Gym, Menpora Adhyaksa Dault, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, hingga Iwan Fals. Ketua Departemen Hukum & HAM PKS Fitra Arsil mengatakan, kriteria penerima award yakni muda di bawah 50 tahun, memiliki kontribusi nyata untuk bangsa dan negara, menginspirasi banyak orang, bervisi besar, berintegritas moral, memiliki leadership yang teruji, dan kriteria lainnya. Penyerahan award dihadiri ribuan simpatisan PKS. Tampak petinggi PKS juga hadir, seperti Tifatul Sembiring. – Oleh : dtc

http://www.solopos. co.id/zindex_ menu.asp? kodehalaman= h02&id=249486

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Maret 2008, sewaktu fit and proper test Gubernur Bank Indonesia, Fraksi PKS di DPR bersuara bulat menolak kedua calon Gubernur BI (Agus Marto dan Raden Pardede).
    Koq sekarang memberi Award kepada Agus Marto???
    Aneh…!!!
    Apa PKS “memuji” Agus dgn tujuan dapat dana Kampanye dari Bank Mandiri melalui tangan Agus Marto ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: