TIGA KEPRIHATINAN BESAR SEMINARI MENENGAH

3 KEPRIHATINAN BESAR SEMINARI MENENGAH

I. Keprihatinan Kami para pembina Seminari Menengah se-Regio Jawa Bali menyelenggarakan pertemuan tahunan di Wisma Pratista, Cimahi, Jawa Barat, pada tanggal 4-6 Oktober 2008. Dalam pertemuan tersebut kami men-sharing- kan problem-problem yang dihadapi oleh masing-masing seminari serta solusi-solusi yang sudah diupayakan terhadapnya. Dari sharing tersebut dirumuskan 3 (tiga) keprihatinan dasar yang dirasakan oleh ketujuh Seminari Menengah di Regio Jawa-Bali.
Adapun ketiga keprihatinan dasar tersebut adalah:

1. Keprihatinan tentang pengelolaan lembaga seminari secara professional. Seminari merupakan sebuah lembaga yang menjadi ‘jantung’ Gereja dan pendidikan calon imam sangatlah penting dan perlu diperhatikan. Untuk itu, profesionalitas pembinaan turut menentukan kualitas dan kelangsungan pendidikan seminari. Demi meningkatkan profesionalitas seminari unsur-unsur pembinaan yang sudah terjadi di seminari perlu ditingkatkan dan diperhatikan lagi. Unsur-unur itu meliputi personal, intelektual, spiritual, dan pastoral. Kriteria-kriteria ini haruslah disertai komitmen dan pelayanan total.

2. Keprihatinan tentang kualitas pembina dan pembinaan. Adapun dua sasaran yang menjadi keprihatinan kami, yaitu formator dan formandi. Penempatan formator/Pembina yang berkualitas dan memadai (jumlah) di tiap-tiap seminari. Keprihatinan tentang kualitas formandi yang masuk seminari, karena itu menyangkut rekruitmen. Dirasakan pentingnya pengembangan kualitas pembinaan demi meningkatkan kemampuan seminaris: mentalitas pengelolaan dan kepemimpinan Rektor dan Pembina
lain (managerial and leadership), maupun system (pedoman pembinaan, aturan hidup dan materi pembinaan)

3. Keprihatinan tentang dana untuk rekruitmen. Pendanaan seminari sangatlah penting demi kelangsungan hidup seminari. Dana untuk hidup harian seminaris, untuk kegiatan belajar mengajar di sekolah, dana untuk penyediaan bangunan sarana dan prasarana pembinaan
pendidikan. Singkatnya, dana juga turut menentukan kualitas pendidikan seminari sebagai sarana penunjang. Oleh karena itu dana menjadi keprihatinan bagi semua Seminari Menengah se-Regio Jawa-Bali karena seminari kurang mendapat perhatian dari semua pihak.

II. Pencerahan Berangkat dari keprihatinan di atas, setelah didampingi oleh Bapak Aloysius Sandiwan Suharto, kami mendapat pencerahan. Adapun pencerahan yang didapatkan yaitu: Kami menyadari pentingnya leadership management. Penjabaran visi dan misi seminari haruslah sampai pada tingkat pelaksanaan dan aplikasiPerlunya masing-masing memiliki standard perfomance yang tegas dan realistis.

III. Rekomendasi
1. Kepada para pembina seminari: para pembina menyadari lemahnya skill membuat planning, untuk itu perlu diupayakan pelatihan-pelatihan konkret (management leadership).
2. Kepada para Uskup: Seminari adalah jantung gereja (Optatam Totius), maka forum ini memohon kepada para Uskup untuk lebih memperhatikan sehingga seminari seminari sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan calon imam dapat berkembang.
3. Kepada KWI: Menyelenggarakan kursus formasi dasar untuk para formator.
4. Kepada para pastor paroki: Hendaknya ikut mempromosikan (rekruitmen) seminari dan ikut bertanggungjawab
dalam konsekuensi.
5. Kepada tarekat religius: Hendaknya memberikan dukungan doa dan dana.
6. Kepada Sekolah Katolik: Hendaknya ikut menciptakan iklim terhadap panggilan imamat.
7. Kepada kelompok peduli seminari: Hendaknya umat memberikan perhatian kepada seminari (doa, dana dan sarana prasarana).

IV. Pertemuan mendatang
1. Pertemuan berikut akan diselenggarakan di Probolinggo, tanggal 2-4 Oktober 2009, dengan tema: “Pendidikan Nilai dan IT bagi Pembinaan Calon Imam”
2. Pertemuan seminaris se-Regio Jawa-Bali di Seminari Mertoyudan, Minggu III Juni 2011seminggu (setelah raportan). Rm. Benedict Deni Mary, Pr (Perumus dalam Pertemuan itu) Atas nama para Pembina Seminari Menengah se-Regio Jawa-Bali.
Sumber: milis: APIKatolik

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: