Fenomena Banci di Indonesia


Imam Mujahid
Dosen STAIN Surakarta, Sedang Studi S3 Program Studi Bimbingan
Konseling di UPI Bandung

Maraknya kembali acara televisi yang menampilkan sosok kebanci-bancian
pasca- Ramadhan seakan menafikan peringatan Komisi Penyiaran Indonesia
(KPI) pada bulan puasa untuk tidak menayangkan acara yang berbau
kebanci-bancian dengan lawakan yang cenderung porno pada seluruh
stasiun televisi Indonesia. Sepantasnya kita semua introspeksi
terhadap acara semacam ini bukan justru melanggengkannya.

Peran banci telanjur lekat menghiasi dunia hiburan pertelevisian di
Tanah Air. Hampir setiap hari masyarakat disuguhkan pada peran banci
dengan segala tingkah lakunya yang dianggap lucu dan menghibur.
Imbauan berbagai pihak, utamanya pihak yang berwenang dan
berkepentingan, pun perlu mendapatkan respons positif oleh pelaku seni
dan dunia hiburan.

Imbauan moral KPI bukanlah sesuatu yang muncul tiba-tiba tanpa sebab
dan hanya mendasarkan pada momen Ramadhan yang telah berlalu, tetapi
telah melewati proses penilaian panjang dengan memerhatikan masukan
berbagai unsur, seperti pakar pendidikan, psikologi, sosial budaya,
dan agama. Terlebih lagi, Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai
lembaga independen yang mempunyai otoritas di bidang agama Islam juga
mempunyai pandangan yang sama dalam menyikapi tayangan kebanci-bancian
yang lebih banyak mengandung nilai mudharat ketimbang manfaatnya.

Ironis, banci yang pada awal kemunculannya dicemooh karena dipandang
sebagai sebuah kelainan (abnormal) yang harus diobati berubah menjadi
sosok yang mempunyai kelas tersendiri di dunia hiburan. Bahkan,
kehadiran mereka sering kali menjadi sebuah keharusan. Tanpanya sebuah
acara akan hambar.

Lantas yang menjadi pertanyaan, apakah kehadiran peran banci semata
bermula dari tawaran dunia hiburan yang direspons positif oleh
masyarakat ataukah murni sebagai upaya menyajikan realitas masyarakat
yang sedang sakit? Kalau kita perhatikan dengan saksama, terkesan ada
upaya memaksakan tren baru dunia hiburan yang bercorak kebanci-bancian
untuk kepentingan kelompok tertentu, entah apa yang ingin dibangun.

Melihat begitu efektifnya media televisi dalam memengaruhi pola pikir
dan perilaku masyarakat, maka penayangan peran banci tentunya juga
akan menimbulkan pengaruh tersendiri di masyarakat. Pada dasarnya
tayangan kebancian-kebancian disadari atau tidak akan merusak
pemerannya sendiri dan masyarakat secara luas.

Banci bisa terjadi lantaran proses labeling. Seseorang yang diberi
label banci, meski ia seseorang lelaki normal, lama-kelamaan ia akan
berpikir mengenai banci dan terjadilah proses internalisasi. Jika
mudah terpengaruh dan rapuh, bisa jadi dalam waktu yang tidak begitu
lama ia akan berubah menjadi sosok banci yang sesungguhnya.

Dari sudut psikoanalisis, manusia lahir belum mempunyai gender.
Seksualitasnya sama antara laki-laki dan perempuan. Gender akan
ditentukan oleh lingkungan, manusia mengarahkan seksualitasnya menuju
objek yang dianggap pantas dan tidak pantas.

Hal yang bersifat pantas atau tidak pantas sangatlah dipengaruhi oleh
pola pikir masyarakat yang terbangun, di antaranya efektif terbentuk
melalui media televisi.
Lebih jauh, penayangan peran banci akan berimplikasi negatif pada
perubahan tatanan masyarakat walaupun saat ini proses anomali
kehidupan yang merusak sendi-sendi kehidupan bangsa dengan berbagai
variannya telah berlangsung.

Implikasi negatif di antaranya terbentuk melalui proses imitasi, di
mana ada upaya masyarakat mendekatkan pada ciri yang menjadi tren di
masyarakat. Terlebih lagi apabila hal tersebut dapat meningkatkan
status sosial, mengandung nilai lebih pada diri seseorang, serta
menyebabkan diterimanya pada komunitas tertentu.

Keberhasilan aktor-aktor memerankan sosok banci tidak hanya
menyukseskan karya seni yang dibawakannya. Namun, juga membesarkan
pamornya yang berimplikasi pada ketenaran dan finansial. Hal inilah
yang kemudian menjadi pendorong pelaku-pelaku seni untuk terus
mengeksploitasi peran banci dengan mengabaikan dampak negatif di
masyarakat.

Mental banci
Satu hal yang patut kita waspadai bersama saat ini adalah banci telah
menjadi sifat dan mental yang meracuni masyarakat, bukan sekadar
orientasi gender dan seksual. Sifat jantan yang telah dimiliki bangsa
ini sejak berabad-abad lalu semakin menipis dan nyaris hilang.

Kita dapat melihat betapa rapuhnya masyarakat ketika menghadapi
masalah. Mereka justru lari dari masalah bukan berusaha menghadapi
masalah. Maka, tidaklah mengherankan angka kasus bunuh diri di
masyarakat semakin meningkat pesat dengan berbagai variasi kasus
keputusasaan.

Hal yang sama juga ditampakkan oleh para pemimpin bangsa ini yang
sering kali bersembunyi di balik kegagalannya. Kisruh pascapilkada
yang berlarut-larut di beberapa daerah menunjukkan betapa bancinya
mereka dalam menerima kekalahan. Mereka tidak menampakkan sikap satria
dan sportif yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin yang
bermartabat.

Lebih tragis lagi, kita juga sering dipertontonkan dagelan-dagelan
para pemimpin bangsa yang pintar bersilat lidah atas kesalahan hukum
yang secara kasat mata nyata-nyata telah mereka lakukan. Kita pun
sering melihat betapa lihainya para pemimpin bangsa ini mencari
kambing hitam atas kekeliruan dalam membuat kebijakan yang berakibat
pada kesengsaraan rakyat.

Sikap-sikap tidak bertanggung jawab yang diperlihatkan para pemimpin
bangsa ini pada hakikatnya buah dari mental banci yang melekat pada
diri mereka. Tayangan-tayangan semacam ini pun sangat berbahaya
apabila ditiru oleh masyarakat. Namun, berbeda dengan peran banci pada
acara di televisi yang tidak layak dipertontonkan, tayangan ini justru
harus dipertontonkan kepada masyarakat sebagai efek jera bagi para
pelakunya dan shock therapy bagi mereka yang akan melakukannya.

MAKANAN TERKUTUK (Healthy Soup: TRUE STORY)]


MAKANAN TERKUTUK (TRUE STORY)]

 Cerita ini ditulis oleh seorang wartawan di Taiwan sehubungan dengan adanya gosip mengenai makanan penambah kekuatan dan stamina yang
dibuat dari sari/kaldu janin manusia. ‘Healthy Soup’ yang dipercaya dapat mendapat stamina dan keperkasaan pria terbuat dari janin bayi manusia berumur 6 – 8 bulan dapat dibeli perporsi seharga 3000-4000 RMB (mata uang setempat).

Salah seorang pengusaha pemilik pabrik di daerah Tong Wan , Taiwan mengaku sebagai pengkonsumsi tetap ‘Healthy Soup’. Sebagai hasilnya, pria berusia 62 Tahun menjelaskan khasiat ‘Healthy Soup’ ini mempertahankan kemampuannya untuk dapat berhubungan seks beberapa kali dalam semalam.

Penulis diajak oleh pengusaha tersebut di atas ke salah satu restoran yang
menyediakan ‘Healthy Soup’ di kota Fu San – Canton dan diperkenalkan kepada juru masak restoran tersebut. Kata sandi untuk ‘Healthy Soup’ adalah BAIKUT..

Juru masak restoran menyatakan jenis makanan tersebut tidak
mudah di dapat karena mereka tidak tersedia ‘ready stock’. Ditambahkan pula bahwa makanan tersebut harus disajikan secara fresh, bukan frozen.

Tetapi kalau berminat, mereka menyediakan ari-ari bayi (plasenta) yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual dan juga obat awet muda.

Juru masak restoran tersebut mengatakan jika memang menginginkan ‘Healthy Soup’, dia menganjurkan untuk datang ke sebuah desa di luar kota dimana ada sepasang suami istri yang istrinya sedang mengandung 8> bulan. Diceritakan pula bahwa si istri sebelumnya sudah pernah mengandung 2 kali, tetapi kedua anaknya lahir dengan jenis kelamin perempuan. Jika kali ini lahir perempuan lagi, maka ‘Healthy Soup’ dapat didapat dengan waktu dekat.

Cara pembuatan ‘Healthy Soup’, seperti yang diceritakan oleh jurnalis yang
meliput kisah ini adalah sebagai berikut: Janin yang berumur beberapa bulan, ditambah Pachan, Tongseng, Tongkui, Keichi, Jahe, daging ayam dan Baikut, di tim selama 8 jam, setelah itu dimasak selayaknya memasaksup.

Beberapa hari kemudian seorang sumber menghubungi penulis untuk
meberitahukan bahwa di Thaisan ada restoran yang sudah mempunyai stok untuk ‘Healthy Soup’. Bersama sang pengusaha, penulis dan fotografer pergi ke restoran di Thaisan untuk bertemu dengan juru masak restoran tersebut yang tanpa membuang waktu langsung mengajak rombongan untuk tour ke dapur.

Di atas papan potong tampak janin tak bernyawa itu tidak lebih besar dari
seekor kucing. Sang juru masak menjelaskan bahwa janin tersebut baru berusia 5 bulan, tidak dijelaskan berapa harga belinya, yang pasti itu tergantung besar-kecil, hidup-mati janin tersebut dan sebagainya (Masya Allah!!!).

Kali ini, harga per porsi ‘Healthy Soup’ 3,500 RMB karena stok sedang sulit
untuk didapat. Sambil mempersiapkan pesanan kami, dengan terbuka juru masak tersebut menerangkan bahwa janin yang keguguran atau digugurkan, biasanya mati, dapat dibeli hanya dengan beberapa ratus RMB saja, sedang kalau dekat tanggal kelahiran dan masih hidup, bisa semahal 2.000 RMB.

Urusan bayi itu diserahkan ke restoran dalam keadaan hidup atau mati, tidak ada yg mengetahui Setelah selesai, ‘Healthy Soup’ disajikan panas di atas meja, penulis dan fotografer tidak bernyali untuk ikut mencicipi, setelah kunjungan di dapur, sudah kehilangan semua selera makan, maka cepat-cepat meninggalkan mereka dengan alasan tidak enak badan.

Menurut beberapa sumber, janin yang dikonsumsi semua adalah janin bayi
perempuan. Apakah ini merupakan akibat kebijaksanaan pemerintah China untuk mewajibkan satu anak dalam satu keluarga yg berlaku sampai sekarang, atau hanya karena kegemaran orang akan makanan sehat sudah mencapai suatu kondisi yang sangat terkutuk.

Catatan:
Harap teruskan cerita ini kepada setiap orang demi menghindari menyebarluasan kebiasaan yang tak berperikemanusiaan tersebut. Sebagai manusia beragama dan berpikiran sehat, kita berkewajiban untuk menghentikan tindakan kanibalisme dalam bentuk dan alasan apapun. Bangsa manusia adalah bangsa yang derajatnya paling tinggi dari mahluk apapun di bumi ini, dan tindakan tersebut adalah tindakan yang sesungguhnya bukan berasal dari pemikiran manusia waras.

Perhatian : gambar di bawah berisi gambar-gambar yang
sangat memilukan hati.. Jangan dilihat jika tidak yakin anda cukup kuat !! (tidak ditampilkan)

Amien: Iklan PKS Berbahaya


Amien: Iklan PKS Berbahaya


Laurencius Simanjuntak – detikNews

 

Jakarta – Iklan PKS yang menampilkan tokoh KH Ahmad Dahlan menuai respon negatif dari kalangan Muhammadiyah. Mantan Ketua PP Muhammadiyah Amien Rais pun menilai sikap PKS tersebut adalah sesuatu yang berbahaya.

“Ahmad Dahlan itu simbol Muhammadiyah. Kalau parpol memanfaatkan ketokohan
Ahmad Dahlan, itu berbahaya dan penuh risiko. Karena kalau nanti parpol itu akhirnya bertentangan dengan keinginan rakyat, skandal korupsi dan
lain-lain. Itu kan menjadi parah wajah Ahmad Dahlan,” ujar Amien Rais.

Hal itu dikatakan Amien usai acara Seminar Kepemimpinan di The Ary Suta
Center, Prapanca, Jakarta, Kamis (6/11/2008).

Amien menilai, reaksi keras yang pernah disampaikan PP Muhammadiyah kepada
PKS beberapa waktu lalu bukan karena ormas Islam itu tidak bangga akan
tokohnya yang dijadikan simbol partai. Melainkan karena ketokohan Ahmad
Dahlan tidak pantas disandingkan dengan parpol yang sarat kepentingan.

“Parpol itu penuh dengan konflik kepentingan, jadi tidak boleh sembarangan, ” mantan Ketua MPR ini.

Lebih jauh Amien menilai pada dasarnya semua partai itu sama jika sudah
menyangkut soal kepentingan. Yang membedakan hanyalah tindakan untuk
mencapai kepentingan tersebut.

“Kalau sudah menyangkut soal kepentingan keduniawian, semua parpol itu sama. Hanya saja ada yang vulgar, terus terang, tapi ada juga yang membalut dengan balutan agama dan lain sebagainya,” pungkas Amien.(lrn/rdf)

 

http://www.detiknew s.com/read/ 2008/11/06/ 185428/1032618/ 10/amien- iklan-pks- berbahaya