PP Pemuda Muhammadiyah Tuntut PKS Tarik Iklan Politiknya

Jumat, 31/10/2008 07:47 WIB
PP Pemuda Muhammadiyah Tuntut PKS Tarik Iklan Politiknya
Gagah Wijoseno – detikNews

 

Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah turut mempermasalahkan gambar tokoh nasional yang dipajang dalam iklan politik PKS di televisi. Pemuatan gambar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dinilai merugikan Muhammadiyah.

“Pemuatan tersebut jelas-jelas pure bermuatan kepentingan politik jangka pendek PKS dan merugikan persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan budaya, sosial, dan keagamaan,” demikian dalam siaran resmi PP Pemuda Muhammadiyah yang ditandatangani ketuanya Armyn Gultom.

Dalam surat yang diterima detikcom, Jumat (31/10/2008) , tersebut, PP Muhammadiyah menuntut PKS segera menarik iklan politik tersebut dari semua stasiun TV. Walau tidak mengkultuskan foto KH Ahmad Dahlan namun gambar tersebut merupakan salah satu simbol kekuatan gerakan kultural Muhammadiyah.

“Menuntut DPP PKS untuk segera menarik iklan politik tersebut dari semua stasiun TV,” pintanya.

“Pemuatan iklan politik PKS tersebut menjustifikasi SK pimpinan Muhammadiyah yang mengingatkan anggota dan pimpinan akan ‘bahaya laten’ PKS yang menggerogoti Muhammadiyah, ” lanjutnya.

Sebelumnya gerakan pemuda Nahdhatul Ulama (NU) juga mempermasalahkan iklan PKS tersebut. Mereka tidak mau tokoh pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, ditampilkan dalam iklan partai berlambang bulan sabit kembar dan padi itu.(gah/mok)

Iklan

6 Tanggapan

  1. Heran dan aneh, dihari yang sakral ini dalam rangka memperingati “Sumpah Pemuda”, dan untuk menghormati jasa para pahlawan terdahulu yang membawa nama besar bangsa indonesia ini, tidak disukai.

    =====” KACANG LUPA SAMA KULITNYA “=======

  2. Ini adalah sebuah iklan cerdas PKS. PKS bukan tanpa perhitungan membuat iklan seperti itu. Ingat iklan PKS digarap oleh putra Sholahuddin wahid dibawah bendera Flashcom. Dia sudah sangat mumpuni dalam dunia periklanan.
    Saat partai lain melupakan “buah pemikiran” (ma’af) moyangnya, PKS berhasil mengangkat kembali pemikiran mereka untuk anak bangsa. Dan itu tidak terlalu mengejutkan. Bisa dikatakan mereka yang kini menjadi kader PKS adalah para aktivis muda yang dikenal cerdas dan segar (memiliki orisinalitas pemikiran) dengan kekuatan kesatuan ideologis yang sangat kental.
    Fenomena PKS sebenarnya sudah saya baca ketika saya tinggal di London dan saat itu masih bernama Partai Keadilan. Saat itu saya berpikir sebuah partai baru meiliki cabang sampai ke luar negeri. ini sensional. Selanjutnya pada pemilu 2004, PKS sukses memenangkan hampir semua TPS diluar negeri.
    Saat itu saya berpikir, saya yakin partai ini akan terus membuat kejuta-kejutan baru. Tapi yang harus diingat PKS adalah bahwa sebagian masyarakat masih phobia dengan asas Islam. Saya usul bagaimana jika asas islam diganti dengan asas dunia akhirat. Atau OKS harus berusa extra keras untuk menghilangkan phobia ini di masyarakat.

  3. begitulah partai menghalalkan segala cara….gak salah kalau banyak ulama yang membidahkan parlemen dan cara berdakwah dengan berpolitik dan demokrasi…Hizbi, hizbi, hizbi…insya Alloh benar apa Mumammadiyah sikapi.. agar ulama Ahlussunnah seperti Syekh Ahmad Dahlan agar tidak di jadikan alat kampaye.. oleh kelompok Bidah seperto PKS dan Partai lain….semoga Alloh memberi Hidayah pada mereka yang sedang mabuk dan keblinger kekuasaaan polotik..

  4. Ah, kenapa Muhammadiyah dan NU masih menganggap bahwa para pendirinya adalah milik mereka, padahal Kiyai Dahlan dan Kiyai Hasyim putra-putra terbaik Indonesia dan milik kita semua.

    Saatnya kita berbicara sebagai bangsa, bukan lagi kepingan-kepingan kecil semacam Ormas, OKP, Parpol, Suku, Agama dan bagian-bagian lain bangsa ini.

    Bersatu untuk Indonesia. 44 Partai Politik Peserta Pemilu 2009, Soekarno, Hatta, Aidit, Soeharto, Gus Dur, Megawati, Amin Rais, Habibie, Titik Puspa, Iwan Fals, dan semua anak bangsa ini adalah kekayaan Indonesia. Gak perlu merasa paling berhak mengklaim memiliki mereka.

  5. pks pasti melakukan apa saja untuk kemenangan ideologinya

  6. tindakan PKS itu adalah suatu upaya untuk meyakinkan kader Muhammadiyah yang akan dan telah mereka rekrut bahwa Muhammadiyah juga memiliki visi yang sama dan menampakan seakan Muhammadiyah sejalan dengan mereka yang ikut bermain dalam politik partai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: