Gereja Katolik Australia: Hentikan Eksekusi Amrozi!


Gereja Katolik Australia: Hentikan Eksekusi Amrozi!
PERSDA/FX ISMANTO
Para terpidana mati kasus Bom Bali I, yakni Imam Samudra alias Abdul Azis, Mukhlas alias Ali Gufron, dan Amrozi (kiri ke kanan), merayakan Idul Fitri 1429 H di LP Kelas I Batu, Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (1/10). Mereka bertiga rencananya dieksekusi setelah Lebaran Idul Fitri tahun ini, setelah sebelumnya sempat mengalami penundaan beberapa kali.
Senin, 3 November 2008 | 15:00 WIB

BRISBANE, SENIN — Uskup Wilayah Utara dan Barat Keuskupan Anglikan Melbourne, Philip Huggins, menyurati KBRI Canberra untuk meminta Pemerintah Indonesia menghentikan rencana eksekusi terhadap tiga terpidana mati kasus bom Bali 2002, kata seorang diplomat RI di Canberra.

“Selain Philip Huggins, surat senada juga dikirimkan Peter Arndt dari Komisi Keadilan dan Perdamaian Katolik Keuskupan Agung Brisbane,” kata Sekretaris III Fungsi Penerangan KBRI Canberra, Basriana Basrul, Senin, sehubungan dengan reaksi publik Australia pada rencana eksekusi Amrozi dkk.

Sebelumnya, Juru Bicara KBRI Canberra, Dino Kusnadi, mengatakan, KBRI Canberra menerima cukup banyak surat dari berbagai kalangan di Australia yang pada intinya meminta penghapusan hukuman mati.

Namun, jumlah surat mereka itu tidak sebanyak surat masyarakat yang menyoroti kerusakan lingkungan hidup di Kalimantan. Ia mengatakan, surat-surat berisi penolakan hukuman mati, termasuk terhadap Amrozi, Ali Ghufron, dan Imam Samudera, ini mencerminkan terpecahnya suara masyarakat Australia dalam menyikapi rencana eksekusi ketiga terpidana mati kasus bom Bali, 12 Oktober 2002.

“Secara umum, jauh lebih banyak orang Australia yang mendukung penghapusan hukuman mati karena jenis hukuman ini dinilai mereka tidak manusiawi dan bukan pada tempatnya negara mencabut nyawa seseorang,” katanya.

Menurut Dino Kusnadi, terbelahnya suara masyarakat Australia dalam menyikapi rencana eksekusi Amrozi dkk tidak terlepas dari adanya pertarungan antara kalangan yang menentang hukuman mati dan kalangan yang emosi karena dalam insiden 2002 itu, ada 88 orang warga Australia yang tewas.

“Jadi, kelompok rasional yang menentang hukuman mati secara universal dengan kelompok yang emosional memecah suara masyarakat Australia,” katanya.

Pada umumnya, bagi mereka yang tidak terpengaruh emosi korban Bom Bali, mereka akan menentang hukuman mati. Mereka ini tetap berkeyakinan bahwa hukuman mati bagi Amrozi dkk harus diganti menjadi hukuman seumur hidup.

“Dalam hal ini yang menarik adalah tidak semua dari korban selamat ataupun keluarga korban yang tewas dalam insiden bom Bali, enam tahun lalu, mendukung eksekusi Amrozi dkk,” katanya.
ABI

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/11/03/15003527/gereja.katolik.australia.hentikan.eksekusi.amrozi

FPI Kecam Eksekusi Mati Amrozi Cs, Ancam Kirim Ratusan Anggota


26/10/08 05:40

FPI Kecam Eksekusi Mati Amrozi Cs, Ancam Kirim Ratusan Anggota

Pekalongan (ANTARA News) – Fron Pembela Islam (FPI) Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mengecam rencana pengeksekusian hukuman mati terhadap terpidana kasus bom Bali I Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra karena mereka belum terbukti sebagai pelaku peledakan bom Bali.

“Kami menilai pemerintah terlalu terburu-buru dalam menangani kasus tersebut dengan menetapkan tiga terpidana dihukum mati,” kata Ketua Dewan Syuro FPI Kota Pekalongan, Said Sungkar Sabtu.

Menurut dia, rencana eksekusi mati Amrozi Cs yang tinggal menunggu putusan Kejaksaan Agung tidak dapat dilakukan karena pemerintah dianggap belum membuktikan secara benar, keterkaitan ketiga terpidana dengan kejadian peledakan bom di Bali.

Jadikan tenaga ahli perakit bom TNI/Polri

Meski tiga terpidana mati, Amrozi Cs ini dianggap terbukti di mata hukum sebagai pelaku bom Bali I, katanya, seharusnya mereka bisa dijadikan sebagai tenaga ahli perakitan bom.

Ia mengatakan, mereka seharusnya menjadi tenaga ahli istrumen persenjataan di tubuh TNI maupun Polri, yang hingga kini terbukti belum mampu merakit bom seperti yang dibuat Amrozi Cs.

“Kami menilai tindakan pemerintah itu bodoh dalam menyikapi tragedi bom Bali I. Pemerintah sebenarnya tahu siapa pelaku sebenarnya tetapi ditutup-tutupi karena ada tekanan dari pihak asing. Kalau pun benar (Amrozi Cs sebagai pelaku-red), TNI dan Polri harusnya belajar kepada mereka, cara membuat bom dahsyat,” katanya.

Ia mengatakan, belum lama ini pihak Dewan Syuro FPI Kota Pekalongan telah mengunjugi tiga terpidana bom Bali I itu di LP Batu Nusa Kambangan bersama keluarga Mukhlas yang dari Malaysia.

“Saat itu kepada keluarganya, Mukhlas, Amrozi, dan Imam Samudra mengaku sudah siap dihukum mati. Bahkan, Amrozi sudah mengharapkan segera dihukum mati,” katanya.

Namun pihak keluarga Imam Samudra, katanya, juga sudah mempersiapkan penjemputan jenazahnya untuk dimakamkan di Pandeglang, Jawa Barat sedangkan jenazah Amrozi dan Mukhlas ke Lamongan, Jawa Timur.

“Jika ekskusi mati telah dilakukan, kami juga akan mengirim ratusan anggota FPI dari Pekalongan untuk menjemput jenazah mereka. Ini untuk menunjukkan solidaritas dan soliditas masyarakat Indonesia sebagai umat muslim,” katanya.(*)

Sumber: http://www.antara.co.id/arc/2008/10/26/fpi-kecam-eksekusi-mati-amrozi-cs-ancam-kirim-ratusan-anggota/

Vatikan Sarankan Test Psikologi Bagi Calon Pastor


Vatikan Sarankan Test Psikologi Bagi Calon Pastor

 

VATIKAN, (31/10) — Terkait dengan ditemukannya banyak imam yang terbukti melakukan pelanggarana berupa pelecehan seksual atau yang kerap disebut dengan phedofilia, pihak Vatikan hari ini mengeluarkan kebijakan baru bagi calon pastor.

Vatikan mengusulkan diadakan ujian psikologis bagi para kandidat pastor. Diharapkan dengan ujian tersebut dapat dideteksi apakah seorang kandidat dapat mengendalikan nafsu seksualitasnya atau tidak, dan apakah yang bersangkutan memiliki kecenderungan pengimpangan seksual seperti homoseksual.

Seperti yang dilaporkan Radio Netherlands, Jumat(31/10), rencana ini adalah upaya Vatikan guna mengatasi berbagai skandal seks yang merusak reputasi Gereja Katolik Roma.

Berita tentang pelecehan seksual yang terjadi di gereja beberapa waktu terakhir ini banyak mewarnai pemberitaan di seluruh dunia. Korban yang melapor, kebanyakan adalah anak laki-laki.

Ditambahkan pula bahwa pihak Vatikan tidak akan mewajibkan tes tersebut, tetapi menyarankan kepada seminari untuk memakai metode ini apabila ada kecurigaan atau keraguan terhadap seorang kandidat. Bahkan apabila dalam tes tersebut dibutuhkan ahli dari luar maka ahli tersebut harus didatangkan. (Rosa H Reporter Kristiani Pos)

Sumber: http://id.christianpost.com/dbase.php?cat=europe&id=250

PP Pemuda Muhammadiyah Tuntut PKS Tarik Iklan Politiknya


Jumat, 31/10/2008 07:47 WIB
PP Pemuda Muhammadiyah Tuntut PKS Tarik Iklan Politiknya
Gagah Wijoseno – detikNews

 

Jakarta – Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah turut mempermasalahkan gambar tokoh nasional yang dipajang dalam iklan politik PKS di televisi. Pemuatan gambar pendiri Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan dinilai merugikan Muhammadiyah.

“Pemuatan tersebut jelas-jelas pure bermuatan kepentingan politik jangka pendek PKS dan merugikan persyarikatan Muhammadiyah sebagai gerakan budaya, sosial, dan keagamaan,” demikian dalam siaran resmi PP Pemuda Muhammadiyah yang ditandatangani ketuanya Armyn Gultom.

Dalam surat yang diterima detikcom, Jumat (31/10/2008) , tersebut, PP Muhammadiyah menuntut PKS segera menarik iklan politik tersebut dari semua stasiun TV. Walau tidak mengkultuskan foto KH Ahmad Dahlan namun gambar tersebut merupakan salah satu simbol kekuatan gerakan kultural Muhammadiyah.

“Menuntut DPP PKS untuk segera menarik iklan politik tersebut dari semua stasiun TV,” pintanya.

“Pemuatan iklan politik PKS tersebut menjustifikasi SK pimpinan Muhammadiyah yang mengingatkan anggota dan pimpinan akan ‘bahaya laten’ PKS yang menggerogoti Muhammadiyah, ” lanjutnya.

Sebelumnya gerakan pemuda Nahdhatul Ulama (NU) juga mempermasalahkan iklan PKS tersebut. Mereka tidak mau tokoh pendiri NU, KH Hasyim Asy’ari, ditampilkan dalam iklan partai berlambang bulan sabit kembar dan padi itu.(gah/mok)